Berbagai jenis penyakit kelinci, pastikan kelinci anda sehat

Usaha ternak kelinci memang sangat menjanjikan, karena kelompok hewan ini termaksud hewan yang mudah di jinakan, mudah beradaptasi, dan cukup cepat berkembang biak. Namun dalam perawatan kelinci kitas seharusnya juga dapat bisa mengambil pertimbangan untuk menjaga kesehatannya.

kelinci sakit

sumber dari uraniwarabbit.blogspot.com

Pertimbangannya antara lain adalah dengan bagaimana kita harus tau penyakit-penyakit apa saja yang sering di alami oleh kelinci, agar suatu saat jika anda pelihara/berternak hewan tersebut anda dapat segera mengambil tindakan yang tepat untuk segala bentuk penyembuhannya. Di antaranya sebagai berikut. Simak ya!
Beberapa jenis penyakit kelinci yang sering mereka alami?

Kudis pada telinga kelinci

Penyebab kudis di liang telinga pada kelinci adalah tungau psaroptes cunuculi. Tungau ini sering memulai serangannya di bagian dasar rambut liang telinga. Parasit ini juga dapat mengisap cairan kulit dan mengakibatkan kulit kelinci menjadi melepuh yang berisi cairan dan apabila pecah maka kulit tersebut akan gatal-gatal.

kudis di telinga kelinci

sumber dari kelincibanten.blogspot.com

Ciri-ciri kelinci yang sedang mengalami penyakit kudis ini di antaranya, sering menggoyangkan kepalanya, menggaruk garuk daut telinga, dan sering di sertai infeksi sekunder yang lama kelamaan akan timbul kerak kerak yang dapat menyumbat liang telinga dan apabila di biarkan akan berakibat meningitis dengan kepala yang sering berputar putar.

Kudis kulit

kudis kulit kelinci

sumber dari nurandiniselvia.blogspot.com

Jenis kudis ini sering menyerang di sekitar mata, hidung, pipi, jari kaki, kepala kemudian akan meluas keseluruh tubuh. Penyebab kudis ini karena adanya kutu sarcoptes scabie, natoedres, dan juga kutu haemodipsus ventricosus. Pada penyerangan kutu scabies dan notoedres akan memperlihatkan gejala sebagai berikut : kelinci akan menggaruk garuk muka, pangkal telinga, sekitar mata, kepala, dan kaki hingga seluruh bulunya akan rontok. Tungau ini dapat menyebar dengan cepat keseluruh koloni kelinci dan khusus kutu Sarcoptes scabie juga dapat menyerang ke manusia karena sifat pada kutu tersebut adalah zoonosis.

Koksidiosis

koksidiosis kelinci

sumber dari Koksidiosis

Penyakit yang satu ini sangat umum di alami kelinci. Koksidioasis juga terdapat dua bentuk pada kelinci di antaranya, bentuk hati yang di sebabkan dengan eimeria dan bentuk usus yang di sebabkan oleh E.media, E. Perforans, E. Irresidua, E. Magna dan E, eimeria.

Hewan yang sembuh dari penyakit ini biasanya akan suka tumbuh lagi penyakitnya. Biasanya segala bentuk koksidiosis tidak selalu menimbulkan gejela mencret pada kelinci. Hewan yang sembuh dari penyakit ini biasanya akan suka tumbuh lagi penyakitnya.

Biasanya segala bentuk koksidiosis tidak selalu menimbulkan gejela mencret. Penyakit ini juga bisa tanpa memperlihatkan gejala dan juga dapat mengalami kematian mendadak setelah infestasi tersebut pada kelinci.
Kelinci muda umumnya lebih sering terjangkit koksodiosis bentuk hati dengan gejala seperti mencret, bulu kasar, dan nafsu makan yang hilang.

Kelinci juga mengalami ketidak normalan terhadap tubuhnya serperti tidak sehat. Koksidiosis bisa di kendalikan lewat pengelolaan koloni hewan yang baik dan tepat dengan mengobati kelinci tersebut dengan 0,5% sulfakuinoksalin pada campuran air minum selama 30 hari. Bisa juga menggunakan amprolium 30-250 mg/Kg pakan.

Pasteurollosis

pasteurella

sumber dari en.allexperts.com

Penyakit satu ini di sebabkan oleh sebuah bakteri. Penyakit ini umumnya juga sering di temukan dalam koloni kelinci dan sangat menular. Penyakit tersebut biasanya juga mudah menular pada kelinci yang masih sehat.
Kelinci yang terkena bakteri ini juga akan mengalami kekebalan ringan setalah terinfeksi.

Ada juga hewan yang menyimpan penyakit ini namun mereka terlihat tambak sehat, dan hewan tesebut akan menjadi sumber infeksi dalam koloni kelinci. Penyakit tersebut biasanya kronik dengan terlihat gejala keluar eksudat encer atau nanah yang keluar melalui hidung dan mata. Kelinci yang terkena penyakit ini biasanya sering mengalami bersin dan batuk dalam bentuk akut lalu tiba-tiba mati.

Mucoid enteritis

Mucoid enteritis rabbit

sumber dari www.fmv.ulisboa.pt

Jenis penyakit ini menimbulkan radang usus dan mortalitas yang cukup tinggi pada kelinci. Penyakit tersebut sering kali menyerang kelinci yang berumur 7-10 minggu. Penyebab penyakit ini blum bisa di pastikan.

Namun ada beberapa bakteri yang bisa di isoloasi dari kelinci penderita antara lain coliform bacili dan anaerobic bacteria, serta virus dan koksida. Gejala penyakit ini yaitu nafsu makan tidak ada, sering minum, dan suhu badan di bawah normal ( 37 – 38 derajat celcius).

Kelinci juga sering terlihat depresi dengan sikap tidak normal seperti merangkak rangkak, memiliki kotoran yang mencret, kurus, lambung mengembung, bulu kasar, usus kecil dan usus besar membesar dan memiliki gas juga cairan usus. Kulit di sekitar anus juga terlihat kotor dengan tinja yang berwarna kuning dan cair.

Penyakit tyzzer

tyzzer

sumber dari www.foxyrabbits.eu

Penyakit satu ini di sebabkan oleh bacilus piliformis. Jenis penyakit ini jarang tejadi pada koloni kelinci, kadang kadang tyzzer juga sering di samakan dengan penyakit ME. Penyebab penyakit ini sering terjadi di akibatkan karena stres yang timbul pada kelinci. Gejala yang di alami ketika kelinci mengalami tyzzer di antaranya dehidras, diare, dan kematian yang cepat sekita 1-2 hari.

Sifilis

sifilis

sumber dari hardinmd.lib.uiowa.edu

Jenis penyakit ini di sebabkan oleh treponema cuniculi dan sangat sering di temukan pada koloni kelinci yang kebersihkan kandangnya sangat jelek. Kedua jenis kelamin kelinci umumnya dapat terinfeksi oleh penyakit ini.
Gejala klinis yang sering terlihat pada penyakit ini ada pada bulu di sekitar kemaluan yang rontok dan kulit berbintik bintik seperti kudisan. Kelinci yang mengidap jenis penyakit ini tidak boleh di kawinkan. Kelinci yang sudah sembuh pada jenis penyakit ini tidak bersifat karier dan bisa kawinkan kembali.

Mastitis (radang ambing)

mastitis

sumber dari www.twickenhamvets.com

Penyakit satu ini di sebabkan oleh Staphylococus sp. Biasanya penyakit jenis ini menyerang induk kelinci yang sedang menyusui. Gejala klinis pada penyakit ini antara lain puting susu yang membengkak dan memiliki warna yang agak merah. Bila di raba raba dengan tangan, puting susu tersebut terasa keras dan panas. Jika penyakit ini tidak segera di obati, maka kulit sekitar puting biasanya akan berwarna gelap dan mengalami perpecahan. Jenis penyakit ini juga tidak menular kemanusia.

Conjungtivitis (radang pada mata kelinci)

conjungtifitis

sumber dari macam-viruspenyakit.blogspot.com

Penyebab penyakit ini di sebabkan oleh Moraxella sp. Ciri ciri atau tanda pada penyakit mata ini antara lain, eksudat ( mengeluarkan cairan berlebihan pada mata kelinci). Biasanya kelinci yang menderita penyakit ini di obati dengan salep mata yang mengandung antibiotik.

Baca : Perawatan kelinci dengan baik

Hasil pembahasan
Dari artikel yang saya jelaskan di atas, maka dapat di simpulkan bahwa penyakit koksidiosis adalah penyakit umum yang sering di alami kelinci.

Oke semoga bermanfaat ya, salam sukses okdogi.com

Achmad Arifin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *