Ayo kenali ayam hutan yang mempesona

Ayam hutan, sesuai dengan namanya adalah jenis hewan liar. Selain memiliki bulu yang indah, juga bisa mengeluarkan suara yang nyaring dan merdu. Ayam hutan jantan memiliki bulu yang lebih indah dibandingkan dengan ayam hutan betina yang cenderung memiliki warna bulu yang kusam. Alasannya? Karena pada saat musim berbiak, pejantan akan memperlihatkan keindahan warna bulunya, untuk memikat sang betina. Pejantan memiliki warna bulu yang terang seperti kuning keemasan, biru perunggu, jingga, ungu dan hijau terang.

Bulu ekor tersusun rapih dengan bentuk yang unik. Ayam hutan jantan juga memiliki sepasang taji di kakinya yang sangat runcing berguna untuk mengais permukaan tanah serta digunakan juga sebagai senjata andalan untuk bertarung memperebutkan betina.

Sebaliknya, tampilan ayam hutan betina terlihat begitu suram, dengan warna cenderung kusam seperti coklat, kuning gelap dengan sedikit campuran warna hitam dan putih. Tampilan ini berguna sebagai kamuflase sehingga terhindar dari predator seperti kucing hutan, musang, ular sanca dan binatang buas lainnya. Terutama saat sang betina harus diam mengerami telurnya, dalam sarang yang berada di atas tanah. Ayam betina tidak memiliki taji runcing di kakinya.

Saat ini ada 4 spesies ayam hutan yang tersebar di Asia, yaitu:

  1. Ayam hutan merah
  2. Ayam hutan hijau
  3. Ayam hutan abu-abu
  4. Ayam hutan Srilanka
  5. Ayam hutan Merah (Gallus gallus)

Ayam hutan Merah

Ayam hutan Merah adalah jenis yang paling dikenal karena penyebarannya cukup luas. Mulai dari Pakistan, India, China dan negara-negara di asia tenggara hingga Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa dan Bali.

Ukuran panjang ayam jantan berkisar antara 65-75 cm dengan kisaran berat 0,7 kg – 1,5 kg. Sedangkan ukuran ayam betina sekitar 40-45 cm dengan berat sekitar 0,5 – 1 kg.

ayam hutan merah

ayam hutan merah

Ciri-ciri khusus yang membedakan dari jenis ayam hutan lain adalah kepala dan jengger ayam hutan merah kecil. Bulu ekor panjang, dengan warna hitam bercampur hijau berkilauan dan ada sepasang bulu ekor yang paling atas yang tumbuh lebih panjang dan melengkung, membentuk formasi bulan sabit. Tubuh bagian bawah juga berwarna hitam kehijauan. Kakinya ramping berwarna abu-abu kebiruan dengan taji yang melengkung dan runcing. Sisiknya juga lebih halus. Terjadi gugur bulu di leher.

Ayam hutan hijau (Gallus various)

Ayam hutan Hijau merupakan jenis ayam hutan endemik Indonesia yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, Lombok, Komodo, Flores, Rinca dan pulau kecil di sekitarnya.

Ukuran panjang ayam jantan sekitar 70-75 cm dan berat badannya sekitar 0,7-1,5 kg.  Sedangkan ukuran ayam betinanya sekitar 40-45 cm dengan beratnya sekitar 0,5 – 0,8 Kg dan produksi telur 3 – 5 butir/ musim.

ayam hutan hijau

ayam hutan hijau

Ciri-cirinya utamanya adalah ukuran jenggernya yang paling besar dibandingkan dengan spesies ayam hutan lainnya dan berbentuk bilah yang sangat besar, berwarna merah muda dengan tepi membulat tanpa gerigi. Bulu leher, tengkuk dan mantel tumbuh pendek, membulat atau sedikit meruncing dan tumpang tindih seperti sisik ikan, berwarna hijau, yang bisa berubah-ubah. Bagian bawah tubuh dan ekor berwarna hitam bercampur ungu dan hijau berkilauan.

Ayam hutan abu-abu (Gallus sonneratii)

Ayam hutan abu-abu adalah jenis ayam hutan endemik di hutan tropis bercuaca kering di India. Habitatnya adalah hutan yang tidak terlalu lebat dengan rumput yang sedikit atau tidak ada rumput sama sekali.

Ukuran panjang ayam jantan sekitar 80cm dan betinanya berukuran lebih kecil sekitar 38cm. Ukuran pejantan ayam hutan abu-abu paling besar dari jenis ayam hutan lain dan dapat bertelur 4-7 butir per musim.

ayam hutan abu-abu

ayam hutan abu-abu

Ciri-ciri kususnya: memiliki warna dasar tubuh hitam dengan bintik berwarna merah tanah. Susunan bulu ekor lebih lebar dengan ujung yang tumpul dan kakinya berwarna merah. Ciri yang paling menyolok adalah bulu dadanya yang tumbuh memanjang dan melebar berwarna putih dengan pola ring hitam mengitari tepi bulu. Pola dan warna bulu dada ini menjadikan ayam hutan abu-abu betina menjadi ayam betina dengan warna bulu terindah dibandingkan dengan spesies ayam hutan betina lainnya.

Ayam hutan Srilanka (Gallus lafayetii)

Ayam hutan Srilanka adalah hewan endemik yang memiliki daerah sebaran terbatas di Pulau Srilanka. Ukuran panjang ayam jantan berkisar 66-73 cm dengan berat 0,8 – 1,2 kg. Betina jauh lebih kecil, dengan panjang 30-35 cm dan berat 0,5 – 0,6 kg.

Ciri-cirinya: memiliki warna dasar hitam, dengan warna kuning keemasan di leher dan warna jingga gelap di sekitar punggung. Kaki berwarna kuning kemerahan dengan taji yang agak lurus dan runcing. Ciri khas dari ayam hutan Srilanka betina terletak pada bulu sayapnya yang berwarna belang antara coklat dan bersarang di tanah dengan 2-4 telur berwarna krem atau coklat.

ayam hutan srilangka

ayam hutan srilangka

Ayam ini juga terbiasa memakan mangsa yang hidup, sehingga tidak bisa mengkonsumsi makanan buatan pabrik. Oleh karena itu, ayam hutan Srilanka sangat sulit dipelihara di penangkaran.

Sebagai salah satu jenis hewan liar, agak susah-susah gampang dalam memelihara ayam hutan. Penanganan yang dibutuhkan berbeda dengan jenis ayam hias yang lainnya agar tetap sehat. Ayam hutan mudah stress dan masih memiliki sifat kanibal. Beberapa yang perlu di perhatikan:

Kandang

Kandang yang tepat bagi ayam hutan harus luas agar saat ayam dimasukkan jenggernya tetap berdiri kokoh karena salah satu keindahan dari ayam hutan juga terletak pada jenggernya. Kandang harus dicuci seminggu sekali dengan air, kemudian bagian kandang juga harus disikat dan dijemur dibawah sinar matahari dengan posisi pintu dan atap kandang yang terbuka. Kotoran ayam hutan dan sisa pakan juga harus disapu setiap hari atau bisa juga ditaburi dengan kapur tohor agar tidak bau dan jauh dari serangan hama penyakit. Tempat menaruh makanan dan minuman juga harus dibersihkan setiap hari. Kandang bisa juga disemprot menggunakan minyak tanah yang berguna untuk mengusir tungga.

Pakan

Sebagai ayam liar mereka terbiasa makan serangga atau hewan kecil lainnya di hutan. Bisa diberikan makan rayap, jangkrik, lipan, kadal, dan katak kecil. Mereka juga terkadang makan biji-bijian, pucuk rumput dan buah hutan yang bisa diberikan sekitar 2 kali sehari, yaitu: saat pagi dan sore hari. Jangan lupa beri minyak ikan, tepung hati, tepung tulang dan daging. Juga harus sering diberikan minum yang berbahan dasar kunyit. Berikan vitamin berupa vitahick dan AD plex 3 hari sekali. Jika ayam sakit harus diberi obat secara intensif dan harus dikarantina, namun jika ayam tidak kunjung sembuh maka ayam harus dimusnahkan.

Mandi

Mandikan ayam setiap hari. Untuk menghilangkan kutu pada ayam bisa diberi obat anti kutu atau bisa juga cara dengan memandikan ayam di pasir. Paruh ayam hutan perlu dipotong sedikit agar jadi tumpul, sehingga tidak melukai jika digunakan untuk mematuk sesamanya.

Harga

Ayam hutan sejak usia 2-3 minggu sudah dihargai sekitar 100 – 500 ribu. Umur 1-3 bulan dihargai sekitar 250 ribu – 1 juta. Sedangkan umur 4–6 bulan dihargai sekitar 400 ribu – 2 juta. Bagi anakan ayam hutan juara dihargai dengan nilai tidak terbatas, bergantung dari kualitas indukannya.

Okdogi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *