Jenis pakan wajib kalian harus berikan kepada ayam

Faktor yang ikut menentukan keberhasilan dalam beternak salah satunya adalah Pakan, karena dapat mempengaruhi tingkat produksi si ayam. Selain itu, pakan yang bergizi atau bernutrisi tepat akan membuat ayam kita gemuk, sehat dan kuat. Apalagi dalam beternak ayam potong, bobot tubuh ayam menjadi hal yang paling penting dalam penentu kesuksesan penjualannya.

Sebenarnya, ada banyak sekali varian pakan ayam selain dengan dedak dan pelet lho, ini bisa kalian berikan untuk semua jenis ayam yang ada di rumah kalian. Kita bisa membelinya di toko atau bahkan meraciknya sendiri untuk menekan biaya produksi, dengan memanfaatkan bahan – bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Oke deh.. kalau begitu kita akan bahas, apa saja sih jenis pakan ayam?

Jenis pakan wajib yang kalian harus berikan

1. Dedak Padi

Dedak Padi atau biasa disebut juga Bekatul, diperoleh dari limbah hasil olahan padi menjadi beras. Dedak adalah jenis pakan paling dikenal dan paling sering digunakan. Dedak mengandung sumber energi dan asam amino yang tinggi. Sebaiknya kita perlu membatasi pemberian dedak pada ayam muda, karena di dalam dedak terkandung sekitar 11 – 12% serat kasar yang sedikit sulit dicerna oleh ayam. Dedak mengandung banyak lemak, jika disimpan terlalu lama bisa menggumpal dan berbau tengik.

Dedak sendiri ada yang kasar dan halus, lebih baik pilih yang halus karena kandungan proteinnya tinggi dan serat kasarnya rendah. Sebenarnya kasar dan halusnya bergantung seberapa banyak campuran sekamnya. Tapi kalau kita membeli di toko biasanya berbentuk halus, mengandung banyak protein dan vitamin B. Kualitas dedak yang baik diukur dari kepadatannya, dengan cara menekannya pada genggaman. Setelah setelah genggaman erat kita dilepas dan dedak menempel pekat satu sama lain berarti kualitasnya bagus. Sebaliknya jika setelah kita lepas dedak langsung mekar dan tidak merekat satu sama lain berarti kualitasnya jelek karena banyak mengandung sekam.

dedak padi untuk ayam

dedak padi untuk ayam

2. Pollard

Pollard atau biasa disebut juga dedak Gandum dihasilkan dari limbah hasil olahan gandum menjadi tepung terigu. Pollard mengandung protein 15 %, kandungan lemaknya sekitar 3 – 4 % dan kandungan serat kasarnya sekitar 7 – 9 %. Penggunaan pollard hendaknya dibatasi, meskipun kandungan energi metabolisnya sekitar 1700 kkal/kg tergolong rendah, kandungan serat kasar yang dimiliki pollard bisa membuat si ayam mencret.

3. Jagung

Jagung juga menjadi pilihan banyak pemelihara ayam, karena kandungan nilai gizinya cukup tinggi dan juga mengandung karbohidrat sebagai sumber energi. Ada 3 jenis jagung yang yang biasa dikenal, yaitu: jagung kuning, jagung merah dan jagung putih. Tapi jagung kuninglah yang terbaik, meskipun harganya mahal tapi kandungan nutrisinya paling besar. Selain mengandung karbohidrat, jagung kuning juga mengandung banyak pro-vitamin A dan serat kasar yang terkandung pun rendah, sehingga mudah dicerna dan rasanya pun enak (palatable).

Karena harganya cukup mahal, gunakan sebagai campuran sekitar 20 – 40% saja dari total pakan. Jika ingin menggunakan jagung merah atau putih lebih baik ditambahkan dengan feed supplement vit A. Jika sulit memperoleh jagung, bisa diganti dengan Sorgum karena nilai gizinya hampir sama. Hanya jangan diberikan terlampau banyak, karena sorgum nilai cernanya rendah dan tidak mengandung pro-vitamin A serta rasanya pun kurang enak.

pakan jagung

pakan jagung via olx.co.id

4. Tepung Tulang

Tepung Tulang, bahannya bisa didapat dari tempat pemotongan hewan. Cara membuatnya dengan merebus tulang, mengeringkannya lalu kemudian digiling sampai halus. Tepung tulang banyak mengandung phosphor dan Kalsium, kalsium sendiri sangat berguna bagi pembentukan tulang dan sendi ayam. Campuran yang diberikan cukup 1% saja dali total pakan (ransum).

5. Singkong

Meskipun kandungan energy metabolisnya hampir sama dengan jagung, tapi kandungan proteinnya rendah hanya seitar 2 – 3% saja. Selain itu penggunaan singkong perlu dibatasi, karena singkong mengandung zat antinutrien sianogenik glukosida, khususnya paling banyak pada jenis singkong pahit. Maka, kalau ingin menggunakan singkong lebih baik dijemur dulu menjadi gaplek, bertujuan untuk menghilangkan kandungan zat nutriennya. Penggunaan singkong sebaiknya kurang dari 20% saja dari total ransum, karena penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan feses basah.

6. Sorgum

Produksi Sorgum hanya ada didaerah tertentu saja dan penyebutannya beragam ada yang menyebut cantel, cantrik dan batar tojeng. Kandungan protei n dari sorgum sedikit lebih tinggi dari jagung dan juga mengandung Xantofil. Tapi sorgum juga mengandung zat antinutrisi yang disebut Tanin, kandungan Tanin yang tinggi menyebabkan sulit untuk mencerna protein, menurunkan pertumbuhan dan kelainan pada kaki. Sorgum ada yang putih dan ada yang berwarna, semakin berwarna biji sorgum maka semakin tinggi pula kandungan Taninnya, contohnya: merah dan coklat. Kandungan tanin yang terdapat pada sorgum dapat diturunkan dengan cara: pengupasan kulit luar, perendaman, dan fermentasi.

pakan sorgum

pakan sorgum

7. Minyak atau Lemak

Tidak mengandung mineral, karbohidrat, protein maupun vitamin. Biasanya digunakan sebagai campuran pada pakan yang membutuhkan energi tinggi karena minyak mengandung energi metabolis yang tinggi sekitar 7000 – 8000 kkal/kg, dan minyak Ikan adalah yang terbesar sekitar 8600 kkal/kg. Penggunaan minyak sebagai campuran dapat meningkatkan efisiensi pakan, mengurangi pakan berdebu, serta memperbaiki warna, tekstur dan rasa dari ransum. Minyak yang diberikan sebelum proses pembuatan pelet bisa menurunkan kualitasnya, maka sebaiknya disemprotkan saja untuk meningkatkan kualitasnya.

8. Bungkil Kacang Kedelai

Adalah Kacang kedelai yang sudah diambil minyaknya sehingga kandungan proteinnya bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan kecang kedelai itu sendiri. Sama halnya seperti dedak, bungkil kacang kedelai ini juga mengandung asam amino yang tinggi, cukup lengkap dan seimbang bagi si ayam. Tapi berbeda dengan dedak, bungkil kacang kedelai ini relatif mudah dicerna asalkan disangrai terlebih dahulu menggunakan suhu yang sedang jangan terlalu tinggi. Seperti yang kita tahu, asam amino dan lysine bisa rusak jika dipanaskan pada temperatur yang tinggi. Bungkil kacang kedelai bisa diberikan pada ayam semua umur, dengan takaran 5 – 20% dari total ransum.

9. Bungkil Kelapa

Bungkil Kelapa merupakan hasil sisa dari pengolahan minyak kelapa. Biasanya daging kelapa yang dikeringkan (kopra) akan diambil minyaknya dan tersisalah bungkil kelapa. Cara pengambilannya ada 2 cara: di ekstraksi dengan zat pelarut dan di ekstraksi dengan di press. Bungkil kelapa sebaiknya jangan disimpan pada suhu yang tinggi karena bisa menjadi tengik dan bungkil kelapa yang sudah tengik jangan diberikan pada ayam karena dapat menyebabkan diare. Bungkil kelapa ini jiuga dapat diberikan pada ayam semua umur.

10. Tepung Ikan

Berasal dari ikan yang dikeringkan dan kemudian digiling, kualitasnya pun beragam bergantung dari jenis ikannya. Biasanya yang kualiatasnya baik adalah tepung ikan yang berasal dari ikan putih, karena kadar lemaknya tidak lebih dari 6%dan kadar garamnya sekitar 4% saja. Tepung ikan kualitas kedua dari ikan yang tidak layak konsumsi manusia (ikan afkir), kadar lemak dan garamnya tinggi sehingga bisa menimbulkan efek negatif pada ayam. Harga tepung ikan cukup tinggi jadi perlu diperhatikan kualitasnya, tepung ikan yang berasal dari kepala dan ekor ikan saja, kualitasnya rendah karena kandungan proteinnya rendah dan sulit dicerna.

Tepung ikan mengandung sumber mineral tinggi sekitar 100 – 200 gr/kg diantaranya: Kalsium, Mangan, Besi, Iodin dan Phosphor. Juga kaya dengan asam amino esensial terutama Lysin, Metionin, Sistin dan Thriptophan. Serta merupakan sumber vitamin B-kompleks yang baik, seperti: B-12, Choline dan Riboflavin.

tepung ikan untuk unggas

tepung ikan untuk unggas

11. Tepung Bulu Unggas

Terdengar sedikit aneh memang, tepung ini dihasilkan dari bulu yang didapat dari bahan sisa industri pemotongan maupun ayam tak layak konsumsi manusia. Cara pembuatannya: bulu dibersihkan dulu, di masak dengan suhu tinggi (hidrolisis), ditiriskan, dikeringkan baru kemudian digiling halus. Meskipun kandungan protein tepung bulu unggas sangat tinggi sekitar 85%, tapi tidak semuanya dapat diserap oleh ayam, sebagian besar akan terbuang lewat kotoran. Karena kandungan asam aminonya relatif rendah maka penggunaan dalam campuran pakan sebaiknya hanya sekitar 2 % saja. Jenis makanan ini tidak dianjurkan bagi pakan untuk anakan atau ayam muda.

12. Tepung Keong Mas / Siput

Kandungan proteinnya cukup tinggi sekitar 52%, cara pembuatannya: cuci keong mas tambahkann garam agar lender dan kotorannya hilang, kemudian direbus, buka cangkangnya lalu cuci lagi, tiriskan dan iris tipis. Jemur irisan tersebut hingga kering kemudian giling jadi tepung. Lebih bagus jika kamu bisa budidyakan sendiri keong masnya, karena proses kembangbiaknya cepat dan pembuatan tepungnya juga relatif mudah sehingga bisa menekan biaya produksi.

13. Tepung Daun Lamtoro

Diperoleh dari daun lamtoro yang dikeringkan dan digiling sampai halus. Protein yang terkandung sekitar 36 – 48 %. Lamtoro mengandung senyawa antinutrisi seperti: Mimosin, Protease Inhibitor, Tannin dan Galactomannan. Tidak terlalu berbahaya karena sudah dilakukan penjemuran pada proses pembuatannya. Tapi tetap harus dibatasi penggunaannya, cukup diberikan sekitar 4% saja, karena penggunaan yang berlebihan bisa menekan pertumbuhan ayam.

Tepung Daun Lamtoro

Tepung Daun Lamtoro

14. Grit

Terdiri dari berbagai campuran bahan seperti; batu kali kecil, mica, kapur, kulit kerang, pecahan granit dll. Memang tidak terdengar seperti jenis makanan, tapi ada manfaatnya loh.. Grit sendiri ada 2 macam: yang mudah dicerna dan sulit dicerna. Grit yang Mudah Dicerna berasal dari kulit kerang dan mengandung Kalsium, dapat meningkatkan kekuatan dan kualitas telur ayam. Sedangkan Grit yang Sulit Dicerna berasal dari batu kali, granit, kerikil dan mica. Biasanya diberikan hanya untuk membantu pencernaan saja. Grit bisa diberikann tersendiri / terpisah, tapi bisa juga dicampur dengan ransum.

15. Pelet

Bahan pakan yang digiling kemudian di padatkan. Pelet sangat disukai ayam karena dapat meningkatkan nafsu makan. Selain itu lebih efisien dan hemat dari pakan jenis tepung yang boros karena mudah dikais ayam sehingga banyak yang terbuang.

Baca juga

Okdogi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *