Jenis sapi perah dengan produksi susu terbanyak

Saat mendengar mengenai susu kita langsung berpikir mengenai susu sapi cair segar yang kita minum dalam bentuk kemasan kotak ataupun botol dan beraneka rasa, atau juga susu yang di kemas jadi bubuk maupun kental manis di kaleng maupun sachet. Saat pertama kali, hewan yang diternakkan untuk diambil susunya adalah kambing dan domba. Barulah pada sekitar abad 14 – 15, susu sapi mulai di gemari di Eropa dan terus berkembang sampai sekarang menjadi pelengkap dari pemenuhan kebutuhan 4 sehat 5 sempurna.

Walau ada juga susu yang di hasilkan dari unta, kuda, kerbau, kambing dan domba, tapi pengkonsumsian susu sapi adalah yang paling banyak di jumpai dan lebih di sukai di negara kita. Banyak sekali olahan dari susu sapi sendiri, misalnya: keju, yoghurt, ice cream, mentega dan lainnya.

Sama seperti kambing dan domba selain diambil dagingnya, sapi pun diternakan untuk di konsumsi susunya. Layaknya sapi potong yang banyak jenisnya, sapi perah pun memiliki banyak jenis. Kali ini kita akan membahas beberapa diantaranya, untuk menambah pengetahuan kamu dan jadi bahan pertimbangan sebelum memilih jenis sapi apa yang akan diternakan nanti.

Jenis sapi perah yang dibudidayakan untuk produksi susu sapi di dunia

Berasal dari daerah sub tropis, dari kelompok Bos Primigenius atau yang lebih di kenal dengan Bos Taurus. Jenis sapi ini tidak tahan terhadap cuaca panas tapi meproduksi susu dalam jumlah yang tinggi di banding sapi daerah tropis. Berikut yang terkenal menghasilkan banyak susu dan yang banyak di ternakan:

1. Holstein – Friesien

Sapi yang sering di jadikan sebagai sapi perah primadona ini berasal dari Holland atau Belanda, tepatnya di North Holand dan West Friesland, daerah yang memiliki padang rumput yang bagus. Sapi jenis ini merupakan bangsa sapi perah yang paling banyak di Amerika Serikat dan jumlahnya sekitar 80 sampai 90% dari seluruh sapi perah yang ada.

Sapi ini biasanya bercorak hitam dan putih tapi ada juga Holstein yang berwarna merah dan putih. Memiliki tubuh yang besar, kantong susu yang besar, ekor panjang dengan bulu lebat. Holstein sangat menonjol sebagai penghasil susu dalam jumlah besar namun kadar lemaknya rendah sehingga lebih cocok dengan kondisi pemasaran yang ada sekarang. Produksi susunya banyak sehingga dimanfaatkan untuk pembuatan keju. Produksi susunya bisa mencapai 5700 kg dalam satu tahun, tetapi kadar lemak susunya relatif rendah, yaitu antara 3,5%-3,7%. Warna lemaknya kuning dengan butiran – butiran (globuli) lemaknya kecil, sehingga baik untuk dikonsumsi dalam keadaan masih segar.

sapi Holstein

sapi Holstein

Ukuran tubuh, kecepatan pertumbuhan serta karkasnya yang bagus juga menyebabkan sapi ini sangat disukai untuk tujuan produksi daging serta pedet (sapi kecil) untuk dipotong. Standar bobot badan sapi betina dewasa sekitar 560 – 725 kg, standar bobot badan pejantan 820 kg dan bahkan bisa mencapai diatas 1 ton. Sedangkan bobot sapi yang baru lahir mencapai 43 kg. Sapi ini juga memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup baik.

2. Ayrshire

Sapi ini berasal dari daerah Ayr, bagian barat daya Skotlandia yang wilayahnya dingin, lembab dan tidak banyak padang rumput yang tersedia. Pertama kali di perkenalkan pada tahun 1822. Tubuhnya besar, tinggi, ekornya panjang dengan bulu yang lebat dan punya warna tubuh yang bervariasi. Ada yang berwarna merah dan putih, coklat tua dan putih, juga ada yang berwarna mahagoni dan putih. Sapi ini bisa menghasillkan susu sebanyak 4677 kg per tahun dengan kadar lemak yang terkandung sekitar 3,8 – 4%.

sapi Ayrshire

sapi Ayrshire

Bobot sapi Ayrshire betina dewasa sekitar 566 kg dan pejantan dewasanya sekitar 725 kg –  1 ton. Sapi Ayrshire adalah sapi yang mudah gugup dan kagetan, kalau kamu pilih untuk membeli sapi jenis ini, siap – siap saja berusaha menenangkannya kalau sapi ini kaget.

3. Brown Swiss

Sapi ini berasal dari Swiss yang di kembangkan di lereng-lereng pegunungan dan termasuk bangsa sapi tertua yang berasal dari spesies sapi liar Bos Taurus Longifrons. Sapi – sapi ini punya kemampuan merumput yang baik karena sudah terbiasa merumput di kaki – kaki gunung pada musim semi, bahkan sampai lereng yang paling tinggi selama musim panas.

sapi Brown Swiss

sapi Brown Swiss via foxyangelo

Warna tubuhnya bervariasi dari coklat muda sampai coklat tua, jenis sapi ini mudah di kendalikan karena bekecendrungan untuk besifat acuh. Tubuhnya besar, gagah, panjang serta lemak badannya berwarna putih. Merupakan jenis sapi dwi fungsi yang dapat di ambil susunya dan dagingnya yang berkualitas bagus. Produksi susunya rata – rata sekitar 4926 kg per tahun. Kadar lemak di dalam susunya sekitar 4,1 % dan lemak susunya berwarna agak putih. Hasil produksi susunya sangat bagus sehingga sering digunakan untuk membuat keju karena kandungan proteinya yang tinggi, salah satu hal terpenting dalam pembuatan keju.

Bobot dari betina dewasa brown swiss sekitar 544 – 635 kg dan bobot Pejantan dewasanya sekitar 725 kg – 1 ton.

4. Guernsey

Sapi yang bersifat jinak ini berasal dari Pulau Guernsey letaknya dekat dengan pulau Jersey, Inggris. Salah satu dari pulau – pulau yang terletak di selat channel antara Perancis dan Inggris, terkenal karena padang rumputnya yang bagus. Warna tubuhnya coklat muda berkombinasi dengan totol – totol putih yang tampak jelas. Tubuh sapi ini cenderung lebih kecil dari pada sapi perah yang lainnya, tapi lebih cepat masuk masa dewasanya.

sapi Guernsey

sapi Guernsey via m.co.uk

Sapi Guernsey dewasa punya kepala yang panjang, sempit halus, sedikit kurus, dan tidak berotot. Panjang dan lebar lehernya sedang, besar gelambirnya sedang dan lipatan kulit lehernya halus. Pinggangnya pendek dan lebar, gumba punggung dan pinggang merupakan garis lurus yang panjang, kaki kuat tidak pincang serta jarak antar paha yang lebar. Badan berbentuk segitiga tidak terlalu gemuk dan tulang – tulangnya agak menonjol. Dadanya lebar, tulang rusuk panjang serta luas, ambing besar dan luas memanjang ke depan ke arah perut dan melebar sampai di antara paha.

Bobot tubuh betina dewasanya hanya sekitar 362 – 500 kg, sedangkan bobot pejantan dewasanya sekitar 500 – 771 kg. Produksi susunya mencapai 4163 kg per tahun. Sebenarnya sapi ini tidak terlalu di gemari karena susu yang di hasilkannya berwarna kekuningan yang disebabkan oleh kandungan karoten (pembentuk vitamin A) yang tinggi. Meskipun begitu susunya masih banyak di minati untuk di jadikan mentega karena kadar lemaknya yang tinggi sekitar 4,7 %. Kelebihan sapi ini adalah tubuhnya yang sehat dan bukan pembawa penyakit, serta memiliki pertumbuhan dan keseragaman produksi susu.

5. Jersey

Sapi berwarna coklat ini berasal dari pulau Jersey di Inggris yang terletak hanya sekitar 22 mil dari pulau Guernsey dan terkenal juga dengan padang rumputnya yang bagus. Pulau itu hasil utamanya adalah mentega jadi sapi Jersey dikembangkan untuk tujuan produksi lemak susu yang banyak, yaitu sekitar 5,2 %. Dalam masa perkembangannya, hanya sapi – sapi bagus saja yang tetap dipelihara sehingga sapi Jersey ini masih terkenal karena keseragamannya. Nenek moyang dari sapi Jersey adalah sapi liar Bos Taurus Typicus Longifrons yang dikawin silangkan dengan sapi di Paris dan Normandia (Prancis).

sapi Jersey

sapi Jersey via huntingcreekcows.com

Kemampuam produksi susu dari sapi Jersey tidak terlalu tinggi, rata – rata sapi Jersey hanya mampu memproduksi susu sekitar 3773 kg per tahun dengan kadar lemak 4,8 – 5,2%. Susu yang dihasilkan berwarna kuning karena kandungan karotennya tinggi serta persentase lemak dan bahan padatnya juga tinggi. Seperti halnya sapi Guernsey, sapi Jersey tidak disukai untuk tujuan produksi daging. Bobot betina dewasanya sekitar 362 kg – 500 kg dan bobot pejantan dewasa 500 kg – 700 kg.

Sapi ini punya warna yang bervariasi juga dari coklat, abu – abu terang sampai warna hitam. Biasanya warna di daerah paha, kepala dan bahu warnanya lebih gelap daripada warna tubuhnya. Bukan jenis sapi yang jinak, karena muah gugup atau gelisah dan bereaksi cepat terhadap rangsangan.

Sapi yang tersebar di daerah tropis adalah sapi yang berasal dari kelompok sapi Zebu (bos Indicus) atau jenis sapi yang berpunuk. Beberapa diantaranya adalah:

6. Gir

Sering juga disebut Gir Cattle, merupakan salah satu dari kelas kerbau. Berasal dari negara India bagian barat tepatnya di daerah semenanjung Kathiawar dekat Bombay dengan curah hujan sekitar 50,8 – 63,5 cm. Pada musim panas temperatur udara mencapai 36,7°C dan saat musim dingin tiba temperatur udaranya mencapai 15,5°C.

Warna sapi Gir umumnya putih dengan kombinasi bercak – bercak coklat atau hitam, tetapi ada juga yang berwarna kuning kemerahan. Memiliki tanduk berukuran sedang yang melengkung ke arah belakang. Kelebihan dari sapi ini adalah tahan untuk bekerja baik membajak di sawah maupun di tegal, tahan terhadap temperatur panas dan penyakit tropis.

sapi gir

sapi gir via www.agromaripa.com.br

Ukuran bobot sapi betina dewasa sekitar 400 kg dengan tinggi 130 cm, sedangkan sapi jantan dewasa berbobot sekitar 600 kg dengan tinggi sekitar 135 cm. Produksi susu sapi Gyr rata – rata sekitar 2000 liter per tahun dengan kadar lemak 4,5 – 5%.

7. Red Sindhi

Berasal dari daerah distrik Karachi, Hyderabad dan Kohistan di Pakistan. Warna tubuhnya merah tua dan berukuran kecil, bobot sapi betina dewasa rata – rata sekitar 300 – 350 kg, sedangkan bobot jantan dewasanya sekitar 450 – 500 kg. Bobot anak sapi betina baru lahir sekitar 18 – 20 kg dan bobot anak sapi jantan yang baru lahir sekitar 21 – 24 kg. Produksi susu sapi Red Sindhi rata – rata sekitar 2000 kg per tahunnya, tetapi dalam beberapa kasus ada yang mencapai 3000 kg per tahun. Terdapat kadar lemak sekitar 4,5 – 4,9%.

sapi Red Sindhi

sapi Red Sindhi

8. Sahiwal

Sapi ini berasal dari daerah Punjab, distrik Montgomery di negara Pakistan. Sapi ini merupakan tipe sapi perah yang terbaik dan tahan hidup di daerah asalnya dan bisa berkembang di daerah – daerah yang curah hujannya tidak begitu tinggi. Sapi ini biasanya berwarna kelabu kemerah – merahan, merah sawo atau coklat muda dan kadang terdapat warna putih. Punya tanduk yang sangat pendek, bahkan pada betinanya hanya berupa bungkul saja. Kepala sapi pejantannya lebar dan masif. Ambingnya besar dan kadang bergantung, serta punya bulu yang sangat halus.

sapi Sahiwal

sapi Sahiwal via khuranadairy.tradeindia.com

Sapi perah Sahiwal yang terbaik dapat memproduksi susu paling tinggi antara 2722 – 5897 liter per tahun dengan kadar lemak 3,7 – 4,5 %. Badannya besar, berat, panjang dan berdaging dengan kaki yang pendek. Bobot tubuh sapi betina dewasa sekitar 450 kg dan bobot jantan dewasa sekitar 500 – 600 kg.

9. Frieswal

Merupakan sapi hasil dari perkawinan silang antara Sahiwal dan Friesian Holstein. Sapi ini cukup jinak, susunya mudah keluar, tahan parasit internal maupun eksternal, tahan kutu, tahan cuaca panas, biaya pemeliharaan rendah, mampu cari makan sendiri dengan baik, mudah melahirkan dan susu yang di hasilkan mengandung protein serta lemak yang tinggi. Jumlah produksi susu tertinggi dari sapi Frieswal adalah sekitar 3750 kg per tahunnya, cukup banyak.

sapi Frieswal

sapi Frieswal via www.pinterest.com

10. Girolanda

Termasuk jenis sapi campuran, hasil persilangan dari sapi Gyr dan Holstein. Sapi Girolanda banyak di ternakan di negara Brazil dan di kenal karena ketahanan, produktivitas serta biaya perawatannya yang murah. Sapi ini biasanya berwarna hitam dengan bercak – bercak putih atau sebaliknya dan punya ambing berwarna putih serta kaki yang berwarna hitam.

sapi Girolanda

sapi Girolanda via pinterest.com

11. Jamaica Hope

Sering juga dikenal sebagai Jersey-Zebu atau Montgomery–Jersey. Jenis ini berasal dari peternakan Hope di Jamaika, yang merupakan galur campuran dari Jersey, Zebu dan Holstein. Jenis ini memiliki ketahanan pada suhu tinggi dan juga tahan kutu. Bisa tetap memproduksi susu dengan baik meskipun dengan makanan yang sedikit. Bobot sapi betinanya sekitar 500 kg dan jantannya berbobot sekitar 700 – 800 kg. Sapi betinanya bisa memproduksi susu sebanyak 2500 kg per tahunnya.

Jamaica Hope

Jamaica Hope

Nah, sekian informasi dari jenis sapi perah yang biasa diternakan di dunia. Semuanya berasal dari luar negeri, sedangkan sapi perah yang berasal dari Indonesia dapat dikatakan tidak ada. Sapi perah yang di ternakkan di Indonesia hampir semuanya adalah sapi campuran, hasil persilangan sapi lokal (ongole) dengan sapi Holstein yang bertujuan untuk mendapatkan sapi perah yang berkualitas baik tapi bisa bertahan dengan iklim yang ada di Indonesia.

Baca juga

Okdogi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *