Sapi simmental, nikmati tinggi kualitas daging dan susu

Kali ini kita akan membahas mengenai salah satu dari jenis sapi potong, yaitu sapi Simental. Sapi simmental adalah salah satu jenis sapi potong besar sama seperti sapi limosin, tidak heran banyak yang salah menyebutnya atau menyamakannya dengan sapi limosin. Sapi Simental ini sering juga disebut sapi metal, memang punya badan yang besar, tegap, kekar, berotot, tinggi, padat, panjang dan kompak yang hampir sama dengan limosin. Tapi tetap beda yah, apa bedanya?

Sapi simmental adalah bangsa Bos Taurus, yang berasal dari daerah lembah Simme yang terletak di Oberland Berner di negara Switzerland (Swiss), tapi perkembangannya lebih cepat di benua Eropa, Amerika dan Australia juga di New Zealand (Selandia Baru). Sementara di Jerman sapi ini sering di kenal dengan Fleckvich dan di Austria di kenal sebagai Pie Rouge. Sedangkan kalau sapi limosin berasal dari Prancis, selain itu sapi simmental berbeda dari sapi limosin di lihat dari fungsinya. Sapi Simental adalah jenis sapi yang dwi fungsi, selain sebagai sapi potong yang di ambil dagingnya tapi juga di manfaatkan sebagai sapi perah yang di ambil susunya.

sapi sentimental

sapi simmental

Warna bulunya coklat keemasan atau coklat kemerahan (merah bata) yang merata ke seluruh tubuh, sedangkan bagian muka serta lutut kebawah juga ujung ekornya berwarna putih. Jika di Amerika warna yang sering di temukan pada sapi Simental di dominasi hitam dan merah. Mayoritasnya daerah sekitar mata berwarna coklat yang berguna membantu untuk mengurangi masalah pada mata saat terkena sinar matahari. Sebagai sapi potong yang besar bobot sapi Simental jantan dewasa bisa mencapai sekitar 1150 kg dan sapi Simental betina dewasa bobotnya sekitar 800 kg. Beda dengan sapi limosin, sapi Simental punya berat lahir yang lebih besar dari sapi lainnya.

Sapi Simental dikenal sebagai sapi yang jinak dan punya reputasi daya hidup yang lebih lama. Bahkan pada umurnya yang sudah mencapai 12 tahun, sapi Simental masih mampu menghasilkan pedet (anak sapi) yang bagus. Oleh karena itu, sapi Simental sering di jadikan sapi persilangan yang ideal.

Sebagai sapi yang berasal dari daerah beriklim dingin, jika di pelihara pada daerah panas beberapa sapi Simental mudah ngos-ngosan (menggos) apalagi saat matahai bersinar terik. Sapi Simental yang warnanya lebih merah dan jambul di depannya atau di atas kepalanya tebal, adalah jenis yang tidak tahan panas maka lebih baik dipelihara di daerah yang berhawa sejuk atau dingin. Jika si sapi sering menggos atau kepanasan, ini bisa berpengaruh pada produktifitas si sapi. Si sapi bisa berkurang selera makannya dan memperlambat penggemukannya karena Voluntary Intakenya (kemampuan konsumsi di luar kebutuhan yang sebenarnya) juga ikut menurun. Untuk mengatasinya, maka sekarang sapi simenntal di silangkan dengan sapi lokal (ongole) melalui Inseminasi Buatan (IB) sehingga menghasilkan SIMPO (SIMental Peranakan Ongole). Agar dapat di hasilkan sapi dwi fungsi seperti Simental tapi yang mampu beradaptasi dengan iklim di Indonesia, sehingga tidak perlu khawatir kalau sapi akan mengalami menggos.

Itulah deskripsi singkat mengenai sapi Simental, berikutnya kita akan membahas mengenai bagaimana cara merawat atau memelihara sapi jenis Simental.

 

Cara merawat atau memelihara sapi jenis Simental

Kandang

Sebagai salah satu tipe sapi besar gunakanlah kandang berukuran 2,5 x 1,5 m, yang dinuat dengan tipe individu, agar pertumbuhan sapi Simental lebih pesat mengingat tidak ada persaingan paka dan ruang geraknya terbatas. Tapi kalau sudah punya kandang kelompok, bisa juga di pakai oleh sapi anakan yang tubuhnya relatif lebih kecil, barulah saat tumbuh besar di pisahkan.

Lebih baik gunakan lantai semen agar mudah di bersihkan, bisa di alasi dengan menggunakan jerami agar lebih hangat. Tempat pakan harus lebih tinggi agar tidak terinjak – injak dan tercampur kotoran sapi.

Pakan

Untuk memperceppat penggemukan sapi perlu ada kombinasi pakan, antara pakan hijauan dan konsentrat. Pakan hijauannya seperti biasa berupa rumputan, alang – alang, jerami padi dan hijauan lain yang bisa di temukan di sekitar, tidak perlu beli. Layukan terlebih dulu dan berikan sebanyak 2,5 % setiap harinya dalam bentuk kering. Jangan lupa untuk mencacah rumputan menggunakan mesin agar lebih mudah di cerna. Sedangkan konsentratnya berupa ransum capuran yang terdiri dari: dedak padi, ampas tahu, bungkil, kulit kacang kedelai atau bisa beli buatan pabrik. Karena konsentrat hanya di berikan sebesar 1 % saja dari bobot sapi dan sebaiknya di berikan 2 jam sebelum pakan hijauan.

pakan sapi sentimental

pakan sapi simmental

Dalam pemberian pakan bisa 2 kali sehari maupun 3 kali sehari, yang terpenting rutin. Juga jangan lupa selalu tersedianya air bersih. Bisa juga di tambah pemberian suplemen makanan agar sapi nafsu makan.

Pengendalian Penyakit

Berikan vaksinasi untuk penyakit berbahaya seperti antraks, saat sapi masih kecil atau saat kita baru membeli bakalan sapi. Berikan juga obat cacing secara rutin, karena sebagian besar sapi di Indonesia mengidap cacingan. Menjaga kebersihan kandang setiap hari dari kotoran sapi dan lantai kandang harus kering agar sapi tidak terkena penyakit kuku dan penyakit lain yang di sebabkan virus atau bakteri yang berasal dari kandang yang kotor. Mandikan sapi secara rutin agar senantiasa bersih sehingga sapi pun nyaman.

vaksinasi sapi

vaksinasi sapi

Siapkan juga kandang karantina untuk memisahkan sapi yang sedang sakit agar tidak menular ke sapi yang lain. Saat sapi sudah sehat baru bisa di kembalikan lagi. Kandang karantina juga berguna untuk menaruh bakalan sapi yang baru kita beli, mengamati apakah ada gejala penyakit tertentu yang tidak kita ketahui saat pembeliannya.

Jika di rawat dengan baik dan benar dalam jangka pendek atau dalam waktu 100 hari saja, bobot sapi bisa bertambah minimal 100 kg. Tapi ada juga yang memeliharanya dalam jangka panjang yang lebih lama.

Harga Sapi Simental

Harga sapi Simental cukup mahal bisa 2 – 3 kali lipat dari sapi pada umumnya. Harganya memang berbeda di setiap daerah, tapi kisaran untuk bakalan sapi Simental dengan berat sekitar 160 – 200 kg, tahun 2016 ini adalah sekitar 10 – 12 juta per ekor. Tapi menjelang hari raya idul adha harganya bisa mencapai 16 juta per ekornya.

Sedangkan untuk sapi Simental dewasa yang berbobot sekitar 300 – 500 kg, pada awal tahun dijual dengan kisaran harga 18 – 22 juta. Sedangkan menjelang hari raya harganya bisa mencapai 36 juta per ekornya dan untuk sapi dengan ukuran super sekitar 500 – 1 ton ke atas bisa dihargai 40 – 100 juta lebih loh. Wow mahal yah.

Sekian artikel dari okdogi, semoga informasi yang telah disampaikan dapat bermanfaat untuk sobat semua.

Salam okdogi

Okdogi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *