Cara Budidaya Ternak Ikan Gurame Yang Umum di Lakukan

Ikan Gurame adalah ikan yang sangat di kenal dalam pasar masyarakat, maka tidak heran jika ikan gurame ini salah satu ikan yang sangat  di minati oleh masyarakat. Ikan gurame ini juga memiliki kandungan gizi yang cukup banyak, dan karena banyak orang suka mengkomsumsi ikan tersebut akhirnya  banyak juga orang yang berminat untuk membudidayakan ikan gurame menjadi peluang usaha dan peluang bisnis.

Namun, Apa saja yang perlu kita ketahui untuk membudidayakan  ikan gurame ? Di dalam artikel ini kita akan membahas apa saja yang perlu kita perhatikan pada saat membudidayakan ikan tersebut.

PEMILIHAN INDUK

Salah satu faktor keberhasilan membudidayakan ikan memang bergantung kualitas induk jantan dan betina yang di pijahkan, tidak terkecuali untuk jenis ikan gurame. Berikut ciri – ciri undukan ikan gurame yang berkualitas :

  • Induk yang pertumbuhannya paling cepat dari satu peranakan
  • Induk ikan gurame tidak cacat
  • Memiliki gerakan yang lincah
  • Susunan sisik ikan gurame rapih, teratur, licin juga mengkilatdan tidak memiliki luka
  • Usia produktif 4 – 10 tahun
  • Berat kurang lebih > 20 Kg

Persiapan pemijahan

Persiapannya tentu berhubungan dengan kolam pemijahan dan tempat telur ikan gurame akan bersarang. Proses pemijahan ikan gurame ini akan berlangsung 15-30 hari baru induk akan di lepas pada kolam pemijahan, ini membutuhkan waktu yang cukup lama di bandingkan ikan lele atau ikan mas yang pada waktu bertemu lekas berproses memijah.

  • Persiapan kolam pemijahan
  • Siapkan kolam dalam keadaan kering, baik jika kolam dikeringkan selama 3 – 7 hari
  • Bersihkan kolam dari semua kotoran yang masuk ke dalam kolam serta rumput liar di sekitarnya.
  • Setelah kolam dalam keadaan kering, lakukan proses pengapuran.
  • Lalu isi kolam dengan air air bersih serta jernih sedalam 80cm
  • jika kolam telah terisi air selama 3-4 hari, lakukan proses pemijahan ikan gurame di dalam kolam pemijahan

Mempersiapkan sarang

Bahan – bahan untuk membuat kerangka sarang bisa menggunakan ijuk atau serbuk kelapa, mamfaat kerangka sarang tersebut dapat membuat proses pemijahan ikan gurame lebih cepat. Dan memang ini adalah sauatu standar yang di perlukan bagi pembudidaya ikan. Untuk menyediakan kerangka sarang pemijahan

Penetasan telur

Ketika telur ikan gurame menetas akan muncullah larva ikan – ikan gurame, penetasan ini harus dengan air yang cukup bersih dan jernih juga suhu air perlu stabil dalam arti tidak berfluktuasi, dan proses penetasan telur ikan gurame juga tidak perlu dalam kolam, dapat di lakukan pada wadah khusus misalnya : ember, aquarium atau paso yang di tempatkan pada ruang tertutup dan terlindung dari cuaca yang buruk, curah hujan, angin atau hama predator serta perubahan suhu

Proses penetasan telur menjadi larva adalah proses yang memiliki tingkat kematian yang tinggi, maka dari itu kita perlu sangat hati-hati menangani penetasan telur tersebut atau menangani larva – Larva ikan gurame.

Pemeliharaan larva

Setelah telur menetas kita perlu melakukan proses pemeliharaan sampai menjadi larva dan itu pada saat usia 9-12 hari yang ukurannya seperti gabah atau biji oyong dan memiliki berat 0.5 gram/ekor, pemberian makan pada larva, baik di lakukan ketika mereka sudah usia 9-12 hari. Karena di hari 9-12 hari persediaan makanan larva mulai habis.

Pemeliharaan larva ikan gurame adalah suatu proses penentuan keberhasilan pembenihan ikan.

Pendederan gurame

Pendederan merupakan proses pemelihaaan larva gurame sampai siap di dederkan / di tebarkan dalam kolam pembesaran ikan, ini proses yang dapat menghasilkan benih ikan gurame yang unggul ( proses seleksi benih unggul )

Pendederan di mulai dari ukuran kuku dalam arti ukuran yang lebih besar. Misalnya :

  • ini ukuran yang dihasilkan dari setiap tahapan pendederan benih gurame yaitu : 1 – 2 cm (gabah/oyong), ukuran 2 – 4 cm (kuku), ukuran 4 – 6 cm (silet), ukuran 6 – 8 cm (wadah korek), sampai benih ukuran bungkus rokok 8 – 11 cm yang selanjutnya dilakukan pada tahap pembesaran. Kegiatan pendederan gurame hampir sama dengan kegiatan pembesaran gurame. kegiatan pendederan ikan gurame tersebut meliputi persiapan wadah/kolam, penebaran benih, pemberian pakan, pengolahan air, pengendalian hama dan penyakit dan pemanenan.

Pembesaran gurame

Proses pembesaran ikan gurame adalah proses kegiatan pra produksi, dimana proses ini memiliki tujuan untuk menghasilan ukuran ikan gurame yang siap untuk di kosumsi atau bisa di bilang sesuai ukurannya dengan permintaan pasar.ukuran gurae yang telah siap di panen adalah 500-800gram/ekor –  1 kg / ekor, ukuran bergantung dari permintaan / kebutuhan konsumen. Proses pembesaran ikan gurame adalah proses yang di lakukan setelah pendederan

Supaya pembesaran ikan gurame dilakukan dengan intensif sangat disarankan jika dilakukan dengan cara monokultur yang artinya memelihara ikan gurame dalam satu kolam, karena ikan gurame memilki pertumbuhan yang cukup sangat lambat.

Note :

  • gurame yang diigunakann untuk kegiatan pembesaran yaitu minimal berukuran 100 g/ekor,
  • umumnya benih yang digunakan untuk kegiatan pembesaran berukuran 200 – 250 g/ekor,

waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ukuran konsumsi minimal 500 g/ekor yaitu 4 – 5 bulan. Adapun kegiatan dalam proses produksi pembesaran ikan gurame umumnya meliputi :

  • Persiapan kolam atau wadah
  • Penebaran benih
  • Pemberian pakan
  • Pengolahan air
  • Pengendalian hama dan penyakit
  • pemanenan

Pengendalian hama dan penyakit

 

hama ikan gurame

Bukan hanya tanaman atau tumbuhan yang di serang hama, kita perlu ketahui juga bahwa hewan misalnya ikan juga dapat di serang hama ataupun penyakit. Biasanya ikan di serang oleh hama/penyakit secara tiba – tiba dan mencancam kelangsungan hidup ikan gurame entah itu dalam bentuk telur, larva atau bahkan benih

.Cara Mengatasi Penyakit Ikan Gurame

Serangan penyakit / hama ini dapat mengakibatkan proses produksi ikan menurun karena serangan tersebut dapat menyebabkan kematian masal. Bukan berarti menakut-nakuti tapi artikel ini ingin menginformasikan bahwa kita dapat mencegah penyakit atau hama yang dapat mengancam kehidupan ikan ikan gurame. Dan hal yang perlu kita lakukan adalah pencegahan dan pengobatan. Penting kita memperhatikan gejala – gejala ikan yang sakit yang dapat menularkan ikan lain juga sakit, dan kita juga perlu segera membuang ikan yang mati yang dapat menyebarkan penyakit/ hama kepada semua ikan – ikan di dalam kolam tersebut.

Hal yang perlu kita perhatikan supaya tidak lekas terkena penyakit dan hama adalah :

  • lingkungan
  • organisme penyebab penyakit
  • suhu yang tidak stabil
  • gangguan fisik
  • kualitas air kolam
  • kekurangan gizi dari makanan

Pemanenan

Ini adalah proses yang selalu jadi bagian paling di tunggu – tunggu oleh para petani ikan gurame/ pembudidaya ikan. Karna proses pemanenan tersebut adalah proses peluang usaha yang menghasilkan suatu keuntungan.

Pemanenan akan di lakukan ketika ikan gurame telah berusia dan berukuran tertentu. Bergantung dengan permintaan pasar. Dan  keberhasilan usaha ini juga bergantung kualitas yang di hasilkan. Kualitas dan keberhasilan pembudida ikan gurame dapat terlihat dari :

  • telur hasil pembenihan
  • benih hasil pendederan
  • gurame kosumsi hasil dari budidaya

Lulu rosa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *