Cara Ternak Ikan Nila Yang Dapat Kamu Lakukan di Rumah

Tahukah anda bahwa Ikan nila adalah salah satu ikan yang yang cenderung mudah untuk di budidayakan atau di ternak, Ikan nila pun di kategorikan hewan omivora katena ikan nila dapat memakan apa saja. Dan banyak masyarakat juga yang sering sekali mengkonsumsi ikan tersebut. 

Maka jumlah kebutuhan pasar pun meningkat, alhasil banyak orang tertarik untuk membuka peluang usaha ternak ikan nila. Namun, apa yang perlu kita ketahui untuk dapat menernak ikan nila? Mari kita kupas sedikit dalam artikel berikut, mengenai cara membudidayakan ikan nila yang meliputi sarana kolam di perlukan,kegiatan pembenihan serta pembesaran ikan tersebut.

Penyiapan sarana kolam

  • Kolam pemijahan yang berfungsi untuk pemijahan ikan nila. Jenis kolam hendaknya kolam tanah yang berukuran sekitar 50-100 m2 dengan suhu air sekitar 20-22 C untuk kedalaman air 40-60cm ( kolam sebaiknya berpasir ), untuk 2 induk ikan nila
  • Kolam Pendederan yang berfungsi untuk memelihara benih. ukuran luas kolam sebaiknya tidak lebih dari 50-100m2 untuk kedalaman sekitar 30-50cm. Kolam ini baiknya untuk 5-50 ekor aja/kolam, dengan waktu sampai usia 3-4 minggu baru di pindahkan kembali.
  • Kolam pembesaran yang berfungsi untuk tempat pembesaran benih setelah dari kolam pendederan. Ada 3 tahap pembesaran, yaitu :
  • Tahap pertama pembesaran tidak di anjurkan kolam di kolam semen supaya memiliki ruang yang luas dengan ikan sebanyak 2 – 4 dengan maksimal luas 250-500m2/kolam.
  • Tahap kedua untuk benih gelondongan besar di anjurkan kolam dari tanah atau sawah.
  • Tahap ketiga untuk membesarkan benih yang di anjurkan dengan kolam tanah 80-100cm dengan luas 500-2000m2.

Pemilihan induk

Usia induk ikan nila yang baik ( unggul ) untuk di pijahkan sebaiknya sekitar 4-5 bulan dengan bobot 120-180 gram/ekor. Tidak cacat dan memiliki kondisi fisik yang sehat. Kualitas induk sangat berpengaruh besar untuk menentukan keberhasilan ternak ikan nila.

Kita perlu ketahui bahwa sifat ikan nila ini mudah sekali memijah atau bisa di katakan mudah sekali melakukan perkawinan. Kondisi ini cukup berpengaruh tidak baik karena apa bila budidaya di lakukan dengan cara campur ini akan mengakibatkan tenaga ikan nila habis untuk memijah dan pertumbuhan bobot akan sedikit terhambat.

Apa yang perlu kita perhatikan supaya dapat membedakan ikan nila betina dengan ikan nila jantan ?

  • Betina

Ikan nila betika memiliki 3 lubang pada bagian urogenitial yang berfungsi untuk lubang dubur, lubang pengeluaran telur dan lubang urine. Warna perut lebih putih dan ujung sirip kemerahan dengan warna dagu putih. Jika perut di striping tidak akan mengeluarkan cairan

  • Jantan

Ikan nila jantan memiliki 2 lubang urogential yang berfungsi untuk lubang anus dan lubang sperma yang merangkap urine. Warna perut lebih gelap kehitaman dan ujung surup kemerah-merahan terang dan warna dagu kehitaman, jika perut di striping mengeluarkan cairan.

Pemberian pakan

Pemupukan berfungsi untuk menyediakan pakan alami bagi benih ikan nila,namun jika ingin memberikan pakan tambahan bisa juga di berikan pelet ukuran kecil. Dan bisa juga di berikan tumbuhan air seperti gengeng (Hydrilla) dll

Pemberian pakan ikan adalah hal terpenting ketika kita membudidayakan/ternak ikan nila. Karena hal tersebut berhubungan dengan kehidupan dan pertumbuhan ikan nila. Maka penting jika kita mengetahui dosis yang perlu kita berikan terhadap ikan nila, dan ikan nila sendiri baik jika mengkonsumsi pelet dengan kadar protein 20-30%. Dan memerlukan 3% pakan pakan  sesuai dari bobot ikan nila tersebut yang dapat di berikan pagi dan sore. Lalu, 2 minggu sekali dapat di timbang untuk dapat mengetahui bobot ikan dan sesuaikan jumlah pakan yang di berikan.

  • Perhitungan dosis pakan :

Jika dalam 1 kolam ikan ada 1500 ikan nila yang ukurannya 10-20 gram/ekor kita dapat memberikan pakan sebanyak 15 gram/ekor ( ( 10+20) : 2 = 15 gram/ekor ). Itu artinya  15 x 1500 x 3 % = 6,75Kg/Hari.

Note : jumlah pakan di sesuaikan setiap 2 minggu skali setelah melakukan pengecekan bobot ikan.

Pembenihan dan Pemeliharaan Benih

Kegiatan pembenihan adalah kegiatan yang memiliki tujuan untuk dapat menghasilkan anak ikan ( burayak ) , lalu burayak di pelihara supaya dapat menghasilkan ikan yang lebih besar.

  • Pemeliharaan Pembesaran

Sebelum memindahkan benih ikan ke dalam kolam pembesaran, kolan hendaknya 2 minggu sebelumnya di keringkan dan di jemur beberapa hari serta di bersihkan dari rumput. Dan hendaknya di pasang saringan pada pintu pemasukan atau pengeluaran air juga tidak lupa untuk memperhatikan tanggul dn pintu air di perhatikan kondisinya supaya tidak terjadi kebocoran. Selain itu ada hal juga yang perlu kita perhatikan, seperti :

  • Pemupukan

Ketika kolam di persiapkan kita perlu memberi pemupukan menggunakan pupuk organik, anorganik, dan kapur. Kolam di taburi kabur untuk menaikan nilai Ph kolam menjadi 7,0 – 8,0 dan berfungsi jug auntuk memilimaisir terkena penyakit. Setelah itu, kita beri pupuk organik dan tambahkan pupuk urea juga TSP sebanya 50Kg/ha, stelah pemupukan tersebut kolam di isi air sekitar 10cm dan biarkan 3- 4 hari, lalu hari kelima isi air sekitar 50cm dan berikan POC lalu diamkan selama 2 hari 2 malam. Kemudian, masukan benih ikan dan pada waktu itu fitoplankton, zooplankton cacing, jentik nyamuk, chironomus ( cuk ) dll yang akan menjadi pakan untuk ikan nila. Pemeliharaan tersebut baik jika kedalaman kolam di atur 75-100cm.

Pemanenan

Usia berapa sih ikan nila dapat di panen ? ikan nila sudah dapat di panen ketika telah berusia 4 – 6 bulan, meski bobot ikan nila bervariasi tapi hendaknya di panen ketika bobot telah di atas 50 gram/kilo. Variasi ikan tersebut tidak berarti gagal membudidayakan karena meski bervariasi kita dapat melakukan proses pemanenan secara bertahap. Dimana ikan nila akan di panen sesuai dengan permintaan pasar.

Bila ikan nila akan di panen secara merata bisa di gunakan metode mengeringkan kolam benar – benar di keringka. Namun apa bila hanya sebagian di panen sisahkan sebagian air dan sebagian lainnya di buang. Pada saat memanen hendaknya kolam di alirkan air segar. Tujuannya supaya ikan tidak mati. Setelah proses pemanenan ikan nila selesai kolam hendaknya di keringkan dan bisa di persiapkan untuk proses pemeliharaan benih ikan nila yang berikutnya.

Jenis makanan yang biasa di kosumsi ikan nila yang alaminya  adalah plankton, tumbuhan air dan berbagai jenis hewan air lainnya. Pakan buatan untuk budidaya ikan nila sebaiknya berkadar protein sekitar 25%. Kalau kita observasi memang biaya makanan untuk membudidayakan ikan nila relatif lebih murah. Tidak seperti budidaya ikan mas atau ikan lele yang membutuhkan pakan dengan kadar protein tinggi,  sekitar 30-45%.

 

 

 

 

 

 

Lulu rosa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *