Cara Budidaya Sarang Burung Walet, TERBUKTI BERHASIL!

Cara Budidaya Sarang Burung Walet, TERBUKTI BERHASIL!

Mungkin sebagian dari Anda yang membaca artikel ini sudah tidak asing lagi dengan istilah budidaya.

Di dalam pertanian, budidaya adalah kegiatan terencana pemeliharaan sumber daya hayati yang dilakukan pada suatu area untuk diambil keuntungannya.

Nah, budidaya yang dianggap sebagian masyarakat cukup menjanjikan dan memberi manfaat serta hasil yang luar biasa adalah dengan melakukan budidaya Burung Walet.

Bayangkan saja, sarang yang dibuat dengan menggunakan air liur dari Burung Walet pun menjadi incaran  banyak orang.

Keuntungan Budidaya Sarang Burung Walet

Bahkan makanan olahan dari sarang Burung Walet ini pun dihargai ratusan ribu rupiah perporsinya lho!

Hal ini dikarenakan sarang Burung Walet mempunyai begitu  banyak manfaat di dalamnya.

Memiliki Kandungan Protein yang Tinggi

Sarang Burung Walet mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi, kemudian diikuti oleh karbohidrat, dan juga sedikit kandungan lemak di dalamnya.

Tidak hanya itu saja, sarang Burung Walet ini juga memiliki kandungan mineral seperti kalsium, natrium, dan kalium lho!

Bahkan di dalamnyajuga terdapat kandungan asam amino, hormon estradiol dan juga testosteron! Wah, menarik ya!

Dapat Mencegah Resistensi Insulin

Sarang Burung Walet begitu kaya akan kandungan di dalamnya. Sehingga hal ini membuat sarang Burung Walet mampu membantu dalam pencegahan resistensi insulin.

Resistensi insulin merupakan kondisi ketika pankreas dapat menghasilkan hormon insulin, akan tetapi tubuh tidak mampu merespon hormon insulin dengan baik sehingga gula darah menjadi tidak terkontro dengan baik.

Mengatasi Gejala Menopause

Selain itu, manfaat lainnya dari sarang Burung Walet ini adalah mengatasi gejala menopause, meningkatkan libido, pengobatan dari peradangan pada tulang rawan atau yang biasa dikenal dengan penyakit osteoarthritis, meningkatkan kemampuan otak, dan meningkatkan sistem imun.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa sarang Burung Walet memiliki kandungan protein yang dapat merangsang pertumbuhan sel sehingga imunitas seseorang dapat meningkat.

Bahkan sarang Burung Walet ini cukup baik untuk pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi atau bagipasien yang mengalami cedera pada kornea matanya.

Bisa Menjaga Kecantikan Kulit

Tidak hanya itu saja, sarang Burung Walet juga terkenal dalam menjaga kecantikan kulit karena sarang Burung Walet ini dipercaya mampu membantu dalam regenerasi kulit dan bahkan mampu mencegah datangnya gejala penuaan.

Hal ini dikarenakan sarang Burung Walet dapat membantu dalam pembentukan kolagen agar kulit menjadi tetap kencang, sehat, cerah, dan terawat.

Keuntungan Finasial

Sarang dengan banyaknya manfaat yang ada, maka tidak heran jika 1 ons sarang Burung Walet  bisa dijual seharga Rp1,4 juta.

Apalagi jika yang dijual adalah sarang Burung Walet Merah yang mana bisa menembus sebanyak Rp17 juta jika dihitung perkg-nya.

Baca juga  Download Suara Burung Walet MP3 Full Tembakan

Angka yang fantastis bagi Anda yang ingin memulai bisnis sederhana dengan hasil yang melimpah! Oleh karena itu budidaya Burung  Walet tidak pernah sepi dari incaran masyarakat luas.

Lalu, bagaimana sih cara memulai untuk menjalankan usaha budidaya ternak Burung Walet ini? Bagi Anda yang ingin melakukan budidaya Burung Walet, maka Anda tidak salah berkunjung ke artikel kami.

Hal  ini dikarenakan artikel kami siap menjawab persoalan Anda. Yuk, langsung saja simak uraian di bawah ini!

Cara Budidaya Burung Walet

Dalam melakukan budidaya Burung Walet khususnya bagi pemula, tentu saja hal ini tidak bisa dilakukan langsung begitu saja tanpa  disertai pengetahuan yang memadai.

Di sini kami akan membantu Anda untuk mengetahui cara budidaya Burung Walet yang baik bagi pemula.

Mempersiapkan Kandang

Kandang burung walet

Hal yang perlu Anda lakukan pertama kali dalam budidaya ini adalah mempersiapkan kandang Burung Walet.

Disarankan bagi Anda untuk membuat Kandang Burung Walet di tempat yang tinggi sekitar 1000 m dpl.

Lokasi yang jauh dari keramaian juga perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan Burung Walet lebih menyukai lokasi yang sepi.

Selain itu, Burung Walet ini juga menyukai lokasi yang cukup dekat dengan air.

Siapkan Sarana dan Prasarana

Hal yang perlu diperhatikan, sarang Burung Walet tidak boleh terlalu kering. Kadar yang dibutuhkan di dalam sarang sekitar 80-95% dengan suhu 24-26 derajat C.

Lalu bagaimana cara menyiasati hal ini? Kami merekomendasikan Anda untuk melapisi plafon kandang terlebih dahulu  dengan ketebalan 20 cm.

Setelah itu silahkan Anda membuat saluran air atau bisa juga membuat kolam di dalam gedung.

Jika sudah membuat saluran air, silahkan membuat ventilasi udara yang berbentuk L dengan diameter 4 cm dan jarak sepanjang 5 m.

Kemudian tutup semua jendela dan lubang yang memang sudah tidak terpakai lagi. Setelah itu silahkan Anda untuk membuat suasana kandang gelap dengan membuat penangkal sinar.

Untuk membuat penangkal sinar, Anda bisa memakai kain hitam atau bisa juga dengan menggunakan corong yang terbuat dari goni.

Bentuk Kandang Burung Walet

Lalu bagaimana dengan bentuk kandang Burung Walet ini? Pada umumnya kandang Burung Walet dibuat sekitar 10×15 m2 atau bisa juga dengan ukuran 10×20 m2.

Apabila jarak antara wuwungan dan plafon semakin besar, maka bubungannya harus dibuat lebih tinggi.

Seperti yang sudah diulas di poin sebelumnya, kandang tidak boleh terlalu kering.

Sehingga Anda harus mampu menjaga kelembapan kandang.

Nah, bagaimana caranya? Di dalam menjaga kelembapan kandang ada tips khusus, yakni dengan cara membuat tiga campuran yang berisi pasir, kapun, dan semen dengan perbandingan 3:2:1.

Alangkah baiknya jika lantai dibuat dari plester. Sedangkan bagian kerangka yang digunakan untuk melekatnya sarang terbuat dari kayu.

Baca juga  Download Suara Burung Walet MP3 Full Tembakan
instagram okdogi
jarak atap dengan lubang keluar
jarak atap dengan lubang keluar

Kami menyarankan Anda untuk  memberi jarak antara atap dari genteng dengan lubang keluar masuk Burung Walet sepanjang 20×20 atau 20×35 cm2.

Hal yang perlu diperhatikan, jangan hadapkan lubang ke arah timur. Hal ini dikarenakan lubang bisa bertepatan dengan cahaya matahari terbit.

Selain itu, untuk lubang harus diberi warna hitam dan dibuat sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Proses Pembibitan

Kini Anda sudah sampai pada poin pembahasan yang paling inti dari budidaya ternak Burung Walet ini, yaitu pembibitan Burung Walet.

Bagaimana sih caranya melakukan pembibitan Burung Walet ini? Awalnya silahkan Anda membuat untuk pengondisian kandang terlebih dahulu yang bertujuan untuk memancing datangnya Burung Walet ke kandang yang sudah Anda buat.

Pengondisian ini dilakukan dengan cara menyiapkan rekaman suara Burung Walet dan memutarnya pada pukul 16.00-18.00 WIB.

Download suara burung walet disini.

Dengan begitu, Burung Walet akan berdatangan  ketika suara rekaman tersebut diputar. Lalu pembibitan Burung Walet pun dimulai.

Di dalam pemilihan telur Burung Walet, Anda bisa mendapatkannya dari peternak Burung Walet.

Biasanya Burung Walet ini bertelur sebanyak dua butir setelah membuat sarang. Telur Burung Walet ini kemudian diambil dan dibudidayakan untuk bibit.

memilih telur
memilih telur

Dalam pemilihan bibit telur Burung Walet, sangat disarankan Anda untuk memilih telur yang sudah mendekati menetas.

Adapun rentang penetasannya sekitar usia 10-15 hari. Yang menjadi keistimewaan dari telur yang sudah mendekati menetas ini adalah potensi kematiannya dipastikan lebih rendah jika dibandikan telur yang masih berusia dini.

Untuk penetasan, Anda bisa melakukannya di mesin penetas dengan suhu 400 derajat C dengan kelembapan sebesar 70%. Jangan lupa tempatkan juga cawan berisi air ya!

Cara Merawat Burung Walet

Cara perawatan Burung Walet tidak begitu sulit. Bagi anak Burung Walet yang baru saja menetas, silahkan Anda menyuapi 3 kali sehari dengan kroto segar.

Anda tidak perlu mengeluarkan anak Burung Walet dari alat penetas. Hal ini dikarenakan anak Burung Walet membutuhkan udara hangat.

Nah, ketika bulu-bulu anak Burung Walet ini sudah tumbuh, silahkan Anda memindahkannya lagi ke dalam kotak khusus yang berisikan penghangat.

Lalu bagaimana dengan Burung Walet dewasa? Burung Walet dewasa pada umumnya mencari makan sendiri. Selain itu Burung Walet dewasa juga memakan serangga.

Anda bisa menanam tanaman dengan metode tumpeng sari, budidaya kutu gaplek, membuat kolam khusus  Burung Walet, dan juga bisa menumpuk buah busuk di dekat sarang Burung ini.

Hal yang perlu diperhatikan, Anda harus waspada dengan kehadiran tikus, kecoak, semut, maupun tokek yang bisa membuat budidaya Burung Walet Anda hancur. ( Baca : Cara mengusir semut yang menggangu di rumah )

Tidak hanya waspada dengan binatang-binatang tersebut, Anda juga tetap harus berhati-hati dengan hama. Hal ini dilakukan dengan cara tetap menjaga kebersihan kandang Burung Walet.

Baca juga  Download Suara Burung Walet MP3 Full Tembakan

Masa panen

Nah, sekarang Anda sudah tiba di tahap akhir masa panen sarang burung walet, pastikan Anda mengetahui cara memanen sarang burung walet berikut ini.

Sarang Burung Walet memiliki begitu banyak manfaat dari kesehatan bahkan hingga kecantikan. Sehingga sarang Burung Walet ini seringkali dicari oleh banyak orang.

Sehingga budidaya Burung Walet ini bisa dikatakan merupakan bisnis yang cukup menjanjikan.

Lalu bagaimana cara memanen sarang yang dibuat dari air liur Burung Walet ini? Di sini kami akan menjelaskan ketiga jenis pemanenan sarang Burung Walet.

Metode Rampasan

Cara yang pertama adalah dengan cara panen rampasan. Panen rampasan adalah memanen sarang Burung Walet sebelum burung tersebut siap bertelur.

Cara ini dikenal lebih produktif. Akan tetapi memiliki sisi kelemahan tersendiri, yakni jika semakin lama maka kualitas panen akan menjadi semakin jelek.

Hal ini dikarenakan burung stress dan tidak ada peremajaan.

Metode Buang Telur

Selanjutnya cara yang kedua adalah dengan cara panen buang telur.

Panen buang telur merupakan cara dengan cara mengambil sarang setelah burung bertelut dua butir. Cara ini terbukti cukup efektif untuk dilakukan.

Metode Penetasan

Cara yang terakhir adalah dengan cara panen penetasan. Di dalam panen penetasan ini, produksi sarang terlihat lebih jelek jika dibandingkan dengan dua cara yang telah diulas sebelumnya. Hal ini dikarenakan sarang dipanen setelah terlur menetas.

Akan tetapi cara ini memiliki kelebihan tersendiri, yakni populasi Burung Walet bisa meningkat yang tentunya bisa mempermudah Anda dalam merintis bisnis Burung Walet ini.

Berbicara soal waktu kapan akan memanen sarang Burung Walet, sebenarnya hal ini tergantung Anda kira-kira ingin memanen kapan.

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah Anda tahu bagaimana memanajemen budidaya ternak Burung Walet ini. Sehingga produktifitas burung bisa naik dan berjalan dengan optimal.

Nah, itu tadi langkah-langkah jitu untuk melakukan budidaya Burung Walet. Sebenarnya berbagai strategi yang telah dijelaskan di atas cukup sederhana.

Jika Anda mampu melakukannya dengan terus menerus dan berkelanjutan, maka budidaya Burung Walet yang akan Anda jalani bisa menjadi investasi jangka panjang.

Baca juga

instagram okdogi

Leave a Comment