6 Kunci Cara Budidaya Belut, TERBUKTI SUKSES!

6 Kunci Cara Budidaya Belut, TERBUKTI SUKSES!

Belut merupakan salah satu binatang air tawar yang masuk dalam golongan ikan-ikanan. Bentuk belut ini pun mirip seperti sidat, sama-sama berwarna hitam panjang, licin, dan biasa hidup di sawah.

Belut juga menjadi salah satu makanan yang banyak dicari orang, karena rasanya yang lezat dan juga memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Karena menjadi salah satu makanan yang banyak diminati orang, maka budidaya belut menjadi salah satu peluang bisnis yang dapat Anda lakukan.

Cara budidaya belut ini pun termasuk dalam kategori mudah namun memiliki teknik yang berbeda dari beternak ikan lain, banyak hal yang masih harus dipeljari agar hasil budidaya belut ini nantinya menghasilkan banyak belut yang berkualitas.

Di Indonesia sendiri, untuk saat ini, jenis belut yang paling banyak dikenal adalah belut sawah, selain itu ada pula belut rawa.

Nah perbedaan kedua belut ini adalah pada postur tubuhnya.

Untuk belut sawah memiliki tubuh gemuk dan pendek, sedangkan belut rawa ukurannya lebih ramping dan panjang. Anda dapat menjadikan belut tersebut sebagai benih dalam cara budidaya belut.

Cara Budidaya Belut

Untuk Anda yang tertarik dalam membudidayakan belut ini, Ada beberapa cara budidaya belut yang dapat Anda jadikan referensi, simak penjelasan lengkap dibawah ini

Pemilihan Lokasi

Untuk memulai budidaya belut ini, hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah masalah pemilihan lokasi.

Dimana lokasi ini nantinya menjadi tempat budidaya belut Anda.

Belut merupakan hewan yang dapat hidup di berbagai daerah, entah itu dataran tinggi maupun dataran rendah, hingga daerah dengan curah hujan tinggi atau rendah.

kolam belut
kolam belut

Hal ini menjadi wajar karena habitat alami belut ada di sawah-sawah yang biasa ditanami padi.

Kemudian untuk membudidayakan belut ini tentunya harus berada di tempat yang memiliki air bersih melimpah.

Air ini harus terbebas dari limbah pabrik, atau limbah rumah tangga lainnya.

Belut akan tumbuh dengan baik pada suhu air antara 25 hingga 31° C. Air yang bersih tadi diperlukan salah satunya untuk anakan belut, yang ukurannya kira-kira sekitar 1-2 cm.

Namun ketika belut sudah dewasa, kondisi air ini sudah tidak menjadi masalah lagi karena belut dewasa umumnya hidup di air keruh atau bahkan air berlumpur.

Ada banyak pilihan tempat ternak belut yang bisa kita gunakan, antara lain:

Kolam Terpal

Tempat ternak belut yang pertama adalah menggunakan kolam terpal. Untuk ukuran terpal yang Anda gunakan disesuaikan dengan jumlah belut yang akan di budidayakan.

Untuk ukuran idealnya adalah 50-100 ekor/m perseginya. Belut biasanya mengeluarkan lendir yang merupakan metabolisme alamiah dalam tubuhnya untuk bertahan hidup.

Jika lendir ini menumpuk dan dalam jumlah yang banyak tentu akan merusak kualitas air.

Maka dari itu, Anda sebaiknya mengganti air jika kualitas air sudah rusak.

Anda bisa melakukan pembuangan air bagian bawah dengan pompa penyedot kemudian mengisi dengan air baru.

Selain itu Anda juga dapat membuang air dengan menggunakan pompa air, Anda bisa membuat saluran pembuangan di bagian tengah kolam.

Kolam nantinya dibuat mengerucut ke tengah, jadi bagian tengah kolam lebih dalam ketimbang bagian pinggir kolam.

Untuk cara membuatnya sangat mudah. Intinya, air akan terbuang begitu pipa pembuangan kita cabut tanpa menggunakan pompa.

Dengan sistem pengontrolan air tersebut dapat mempermudah Anda nantinya. Setelah air dibuang secukupnya, kemudian dapat ditambahkan air yang baru.

Belut di Tong/Drum

Selain menggunakan terpal, tong atau drum juga bisa menjadi tempat untuk cara budidaya belut. Berikut ini cara membuat kolam tong untuk belut:

  • Pertama bersihkan tong / drum sampai bersih terutama pada bagian dalamnya.
  • Buat lubang memanjang pada drum.
  • Tempatkan drum tersebut pada tanah yang datar serta beri pengganjal pada kanan dan kiri agar drum tidak terguling.
  • Jangan lupa buat juga saluran pembuangan dibawah tong.
  • Anda juga dapat membuat peneduh dari sinar matahari agar belut tidak kepanasan.

Kalau di alam bebas, belut akan mudah ditemukan di perairan yang berlumpur. Nah, lumpur itu merupakan tempat berlindungnya belut.

Ketika kita akan melakukan budidaya belut ini, dibutuhkan juga media lumpur.

Anda dapat menggunakan bahan untuk membuat lumpur, seperti lumpur sawah, kompos, pupuk kandang, humus, sekam padi, pelepah pisang, jerami padi, tanaman air, dedak, dan juga mikroba dekomposer.

Media tumbuh belut merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam budidaya belut.

Dengan perkiraan komposisi yang pas pada media ini menentukan juga cepat atau lambatnya pertumbuhan belut selain faktor pemberikan pakan.

Beberapa cara membuat media untuk drum bekas:

  • Dasar drum diberi lapisan jerami dengan ketebalan yaitu 50 cm.
  • Lalu siram jerami dengan mikro organisme stater. Komposisi 1 liter per drum.
  • Selanjutnya diberi lapisan kompos setinggi 5 cm, bisa juga menggunakan pupuk kandang atau tanah humus.
  • Lapisan yang terakhir adalah lumpur kering yang sudah dicampur dengan pupuk TSP 5kg. Lapisan yang terakhir ini setinggi 25 cm.
  • Tinggal masukan air bersih kedalam drum setinggi 15 cm dan diamkan selama 2 minggu sebelum dimasukkan belut karena harus melalui proses fermentasi dahulu.

Teknik Pemilihan Bibit Belut

Cara budidaya belut selanjutnya yaitu dalam memilih bibit belut ini bisa dengan membelinya dari hasil budidaya atau hasil tangkapan di alam bebas.

instagram okdogi

Kedua jenis bibit tersebut tentu memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Kelebihan dari bibit yang diperoleh dari hasil tangkapan memiliki rasa yang lebih gurih sehingga harga jualnya akan lebih tinggi.

Sedangkan kekurangannya yaitu adanya ukuran yang tidak seragam dan muncul kemungkinan belut menjadi trauma karena metode penangkapan yang dilakukan.

Kekurangan bibit hasil budidaya yaitu harga jual biasanya lebih rendah dari pada belut tangkapan.

Sedangkan kelebihan dari bibit budidaya yaitu memiliki ukuran yang seragam, ketersediaannya bisa terjamin dan tersedia dalam jumlah yang banyak.

Selain itu, bibit dari hasil budidaya memiliki ketahanan tubuh yang relatif sama karena biasanya bibit tersebut berasal dari indukan yang seragam atau sama.

Dalam pemilihan bibit belut yang baik, Anda harus memerhatikan beberapa kriteria:

  • Gerakannya masih lincah dan aktif, serta belut tidak lemas dan loyo saat dipegang.
  • Ukuran belut harus seragam, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam pemeliharaan dan menekan terjadinya saling mangsa antar belut satu dengan yang lain.
  • Fisiknya bagus, tidak terdapat luka ataupun cacat.
  • Bebas dari penyakit.

Bibit untuk segmentasi pembesaran biasanya dipilih yang berukuran panjang sekitar 10 sampai 12 cm.

Bibit dengan ukuran itu membutuhkan waktu yaitu 3-4 bulan untuk pemeliharaannya, hingga siap dikonsumsi.

Sedangkan untuk keperluan ekspor, maka ukuran yang dikehendaki lebih besar, biasanya membutuhkan waktu pemeliharaan sekitar 6 bulan.

Pengaturan Air

Selanjutnya adalah proses penerbaran bibit serta pengaturan air. Belut ini mirip seperti lele, biasanya hewan ini dapat dibudidayakan dengan kepadatan yang cukup tinggi.

Kita bisa menebar bibit belut yang panjangnya 10 hingga 12 cm sekitar 50-100 ekor/meter persegi.

Penebaran bibit bisa dilakukan ketika pagi ataupun sore hari, tujuannya supaya belut tidak stress.

Jika menggunakan bibit dari hasil tangkapan di alam, sebaiknya mengkarantinanya terlebih dahulu selama 1-2 hari.

Proses karantina ini dapat dilakukan dengan menempatkan bibit di dalam air bersih yang mengalir. Selama proses karantina tersebut, belut bisa diberi makan berupa kocokan telur.

Sirkulasi air juga harus Anda perhatikan, Anda perlu mengatur sirkulasi air ini dengan seksama. Jangan mengalirkan air terlalu banyak, yang terpenting ada sirkulasi air saja.

Kedalaman air pun juga perlu diperhatikan, hal ini akan berpengaruh terhadap postur tubuh belut.

Jika air terlalu dalam, belut akan banyak menuju ke permukaan, sehingga belut akan menjadi lebih kurus nantinya

Tahap Pemberian Pakan Belut

Untuk pemberian pakan belut, usahakan jangan sampai ada keterlambatan karena belut merupakan hewan yang rakus.

Jika Anda sampai terlambat memberi makan pada belut, bisa jadi muncul hal yang tidak diinginkan. Terutama jika belut baru saja ditebar ke media.

Banyaknya pemberian pakan juga harus disesuaikan dengan bobot populasi belut. Pada umumnya belut membutuhkan pakan dengan takaran sekitar 5-20% dari bobot tubuhnya per hari.

Berikut ini contoh takaran pakan harian jika Anda membudidayakan belut dengan bobot populasi 10 kg:

  • Umur 0-1 bulan: 0,5 kg
  • Umur 1-2 bulan: 1 kg
  • Umur 2-3 bulan: 1,5 kg
  • Umur 3-4 bulan: 2 kg

Pakan yang diberikan bisa berupa pakan hidup atau mati.

Untuk belut yang masih kecil dapa diberikan pakan hidup berupa zooplankton, kutu air, cacing, kecebong, larva serangga, atau larva ikan.

cacing sutra untuk belut

Belut dewasa pakan hidupnya dapat berupa ikan, serangga, katak, bekicot, kepiting yuyu, keong, atau belatung.

Selain itu, pakan hidup bisa diberikan dengan frekuensi sebanyak tiga hari sekali.

Untuk pakan mati, Anda bisa memberikan cincangan bekicot, bangkai ayam, cincangan kepiting yuyu, ikan rucah, atau pelet.

Sebaiknya, untuk pakan mati ini sebelum diberikan belut dapat direbus terlebih dahulu. Anda bisa memberikan pakan mati ini 1-2 kali setiap hari.

Masa Panen

Pada dasarnya tidak ada patokan besar belut yang siap untuk dikonsumsi. Tapi, umumnya pasar atau konsumen menghendaki belut dengan ukuran yang lebih kecil, sedangkan untuk ekspor ukuran belut-nya lebih besar.

Jika yang kamu tembak adalah pasar domestik, lama pemeliharaan belut sekitar 3-4 bulan, tapi jika untuk ekspor, waktunya bisa 3-6 bulan atau bahkan lebih.

Waktu pemeliharaan ini biasanya dihitung dari ketika bibit mulai ditebar.

Kita dapat memilih dua pilihan panen dalam cara budidaya belut ini, mau dipanen sebagian atau total.

Untuk panen sebagian dapat dilakukan dengan melakukan proses penan terlebih dahulu pada semua belut, kemudian Anda dapat memisahkan belut yang masih kecil dan dipisahkan untuk dipelihara lagi.

Sehingga dapat memudahkan dalam proses selanjutnya.

Sedangkan pemanenan total biasanya dilakukan pada belut intensif. Maksudnya yaitu ketika dilakukan proses pemberian pakan dan metode budidaya dilakukan harus dengan cermat dan teliti.

Sehingga, belut yang dihasilkan akan membuahkan hasil maksimal dan mempunyai ukuran dan bobot yang lebih seragam.

Itu tadi beberapa cara budidaya belut yang dapat Anda lakukan, semoga bermanfaat!

Baca :

instagram okdogi

Leave a Comment