5 Kunci Cara Budidaya Ikan Nila, TERBUKTI BERHASIL!

5 Kunci Cara Budidaya Ikan Nila, TERBUKTI BERHASIL!

Anda pecinta ikan nila? Tenang saja ikan nila dapat Anda jumpai di warung-warung terdekat.

Jenis ikan yang satu ini memang banyak dibudidayakan di Indonesia sehingga Anda tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkannya.

Termasuk ke dalam ikan air tawar, ikan nila memiliki daging dengan rasa yang manis dan lembut.

Melihat kondisi tersebut, para pebisnis mulai melihat peluang usaha dengan membuat budidaya ikan nila.

budidaya ikan nila
budidaya ikan nila

Tak perlu kahwatir, budidaya ikan yang satu ini bukanlah hal yang sulit walaupun Anda harus memiliki rujukan metode pembudidayaan yang tepat.

Maka dari itu, kami akan memberikan informasi lengkap berikut ini mengenai cara budidaya ikan nila yang benar.

Cara Budidaya Ikan Nila

Setelah melihat peluang bisnis dari banyaknya peminat ikan nila di Indonesia, banyak orang yang mulai tertarik untuk membudidayakan jenis ikan yang satu ini.

Tenang saja, budidaya ikan nila bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan.

Memiliki sifat yang sama dengan ikan mujair, ikan nila mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Selain itu, ikan nila juga mudah untuk berkembang biak sehingga modal akan cepat kembali.

Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang biasanya ditemukan di sungai, danau, rawa, dan waduk.

Sebagai hewan omnivore atau pemakan segala, ikan nila dapat hidup di suhu 25-30°C dengan tingkat keasaman atau pH 8.

Ketika hidup di alam bebas, makanan alami ikan nila adalah plankton, tumbuhan, dan hewan air lainnya dengan kadar protein minimal 25%.

Maka dari itu, ketika membudidayakan jenis ikan yang satu ini sebaiknya Anda menggunakan pakan buatan dengan kadar protein tersebut.

Berikut ini beberapa langkah cara budidaya ikan nila agar cepat panen dan hasil panen melimpah. Langsung saja yuk disimak.

Tahap Pemilihan Benih

Langkah pertama yang harus Anda lakukan ketika ingin membudidayakan ikan nila adalah dengan melakukan pemilihan benih ikan.

Pemilihan benih ikan nila merupakan tahap yang paling penting karena menjadi penentu keberhasilan masa depan dari usaha ini.

Untuk mendapatkan keuntungan berlimpah dari hasil penjualan ikan nila, sebaiknya Anda menggunakan bibit ikan berjenis kelamin jantan.

Hal tersebut dikarenakan bibit ikan nila jantan memiliki pertumbuhan 40% lebih cepat dibandingkan dengan bibit betina.

Satu lagi tips yang harus Anda lakukan ketika proses awal budidaya ikan nila yaitu menghindari pemeliharaan ikan secara campuran (betina dan jantan).

Budiaya ikan nila dengan cara monosex dianggap lebih efektif karena ikan nila mudah untuk melakukan perkawinan atau memijah.

bibit ikan nila
bibit ikan nila

Hal tersebut dikarenakan ikan nila yang melakukan pemijahan atau perkawinan akan menghabiskan banyak tenaga sehingga perkembangan bobot ikan menjadi terhambat.

Baca juga  Harga Pasaran Ikan Nila Terbaru 2019, SURVEY LANGSUNG!

Budidaya ikan nila secara monosex yaitu jenis ikan yang memiliki kelamin ganda.

Tak perlu khawatir untuk mendapatkan jenis ikan ini karena pada saat ini telah banyak bibitan ikan nila jenis monosex.

Selain itu, Anda juga dapat membuat ikan nila jenis monosex sendiri di rumah.

Penentuan Lokasi

Setelah memilih bibit ikan nila yang Anda inginkan, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan yaitu dengan membuat kolam untuk ikan.

Salah satu keunggulan dari budidaya ikan nila yaitu memiliki perawatan yang begitu mudah karena dapat hidup di lingkungan dengan kondisi apapun.

lokasi kolam ikan nila

Tak perlu kolam semen yang memerlukan banyak dana, ikan nila dapat hidup di berbagai jenis kolam seperti kolam tanah, kolam terpal, dan tambak air tawar.

Dari berbagai jenis kolam ikan tersebut, kolam tanah merupakan media pemeliharaan yang menjadi favorit karena memiliki modal yang paling rendah dengan cara pembuatan yang paling mudah.

Kolam tanah juga merupakan media yang paling tepat untuk pertumbuhan makanan alami ikan nila seperti plankto.

Dengan kondisi tersebut pastinya kebutuhan biaya pakan ikan Anda menjadi berkurang.

Kolam tanah

Untuk membuat kolam mikan nila dari tanah, berikut ini adalah langkah-langkahnya:

Pengeringan Dasar Kolam

Langkah pertama dalam pembuatan kolam tanah ikan nila adalah dengan mengeringkan dasar kolam.

Proses pengeringan tersebut dilakukan dengan cara dijemur selama 3-7 hari tergantung cuaca yangs sedang terjadi.

Tanda-tanda dasar kolam yang sudah dapat digunakan yaitu permukaan tanah yang mulai retak-retak dan apabila diinjak masih meninggalkan jejak kaki.

Dicangkul atau Dibajak

Setelah dasar kolam selesai dikeringkan, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan yaitu mencangkul dan membajaknya.

Untuk memiliki kolam ikan yang baik, sebaiknya Anda mencangkul tanah sedalam 10 cm. selain itu, bersihkan kerikil, kotoran, sampah, dan lumpur yang berbau busuk dari dasar kolam.

Pengapuran

Tak berhenti setelah dibajak, tahap selanjutnya untuk membuat kolam tanah ikan nila harus melalui proses pengapuran.

Hal tersebut dilakukan akrena kolam tanah baru biasanya memiliki tingkat keasaman pH sebesar 6.

Sedangkan tingkat keasaman kolam yang baik untuk budidaya ikan nila yaitu 7-8.

instagram okdogi

Maka dari itu, proses pengapuran ini memegang peranan yang cukup penting dalam keberlangsungan budidaya ikan nila.

Proses pengapuran dilakukan dengan bantuan dolomit atau kapur pertanian yang takaran atau dosisnya disesuaikan dengan tingkat keasaman awal kolam.

Untuk kolam dengan tingkat keasaman 6, gunakan dolomit sebanyak 500 kg/ha.

Cara untuk melakukan pengapuran kola mikan nila caranya cukup mudah yaitu dengan mencampur rata kapur atau dolomit, kemudian masukan ke dalam dasar tanah.

Usahakan agar dolomit tersebut masuk ke tanah dengan kedalaman 10 cm. setelah selesai, diamkan proses pengapuran tersebut selama 2-3 hari.

Baca juga  Harga Pasaran Ikan Nila Terbaru 2019, SURVEY LANGSUNG!

Pemupukan

Setelah selesai melakukan pengapuran, langkah selanjutnya yaitu dengan pemupukan. Pada tahap awal pemupukan, gunakan pupuk organic berupa pupuk kompos atau kandang untuk mengembalikankesuburan alami tanah.

Pemupukan dilakukan dengan menabur pupuk secara merata ke dasar kolam dengan komposisi 1-2 ton/ha. Kemudian diamkan selama 2 minggu sampai pupuk mengering.

Setelah 2 minggu, lakukan pemupukan ulang namun dengan jenis pupuk yang berbeda yaitu urea dan TSP.

Apabila menggunakan urea, komposisi yang harus Anda ambil yaitu 50-70 kg/ha, sedangkan TS 25-30 kg/ha.

Setelah itu, diamkan selama 2-3 hari agar pupuk meresap ke dalam tanah.

Tujuan dari pemupukan kedua ini yaitu untuk memberikan nutrisi bagi tumbuhan dan hewan renik yang terdapat di dasar kolam.

Kolam yang dipenuhi dengan tumbuhan dan hewan renik membuat pertumbuhan ikan nila lebih cepat dan sehat.

Pengairan

Langkah terakhir yang harus Anda lakukan dalam membuat kolam tanah untuk ikan nila yaitu pengairan.

Serupa dengan pemupukan, pengairan ini terdiri dari dua tahap yang berbeda. tahap pertama dilakukan dengan mengisi air kolam sedalam 1020 cm, kemudian diamkan selama 3- hari.

Proses pendiaman ini bertujuan agar sinar matahari mampu menembus dasar kolam dan memberikan kesempatan bagi ganggang dan organisme air untuk berkembang.

Tahap pengairan kolam tanah yang kedua dilakukan dengan cara mengalirkan air sedalam 60-75 cm.

Tahap Penebaran Benih

Setelah pemilihan bibit dan pembuatan kola mikan selesai dilakukan, langkah selanjutnya yaitu dengan menebar benih ikan lele ke dalam kolam.

Untuk benih ikan nila sebesar 10-20 gram per ekor, sebaiknya Anda melakukan penebaran benih sebanyak 30 ekor ikan per m2.

Dengan jumlah benih tersebut Anda diharapkan mampu memanen ikan nila dengan ukuran 300 gram/ekor.

Namun sebelum ditebar, terdapat tahap yang harus dilalui oleh bibit ikan nila yaitu adaptasi. Proses adaptasi bertujuan agar bibit ikan nila terbaisa dengan kondisi air di kolam tanah nantinya.

Dengan proses tersebut, diharapkan angka kematian bibit ikan nila dapat dihindari.

Cara untuk melakukan adaptasi cukup mudah yaitu dengan mengambil air kolam dan meletakannya ke dalam ember atau wadah lainnya.

Setelah itu, masukan benih ikan ke dalam ember dan biarkan hingga beberapa jam.

Setelah dirasa cukup, letakan ember ke dekat kolam kemudian miringkan ember sehingga kolam dapat keluar dengan sendirinya ke dalam kolam.

Tahap Pemeliharaan Ikan Nila

Setelah benih ditabur, tugas utama Anda untuk mendapatkan ikan nila dengan kualitas yang bagus dan bobot yang besar yaitu dengan merawatnya dengan baik.

Terdapat tiga aspek utama yang harus Anda perhatikan ketika melakukan pemeliharaan dan perawatan ikan nila yaitu sebagai berikut.

Pengelolaan Air Kolam

Untuk mendapatkan ikan nila dengan kualitas yang baik dan segar, usahakan untuk selalu mengontrol kondisi air kolam.

Baca juga  Harga Pasaran Ikan Nila Terbaru 2019, SURVEY LANGSUNG!

Selalu pantau kualitas air dengan rutin mengecek kandungan oksigen dan tingkat keasaman air.

Tak hanya dua senyawa tersebut, Anda juga harus memerhatikan senyawa lainnya seperti CO2, H2S, DAN NH3.

Apabila setelah dicek kandungan oksigen dirasa kurang, langkah yang harus Anda lakukan yaitu dengan memperderas debit aliran air kolam.

Apabila kolam mengeluarkan bau busuk, hal tersebut menandakan kolam sudah dipenuhi dengan kandungan NH3 dan H2S.

Hal utama yang harus Anda lakukan yaitu dengan penggantian air kolam.

Untuk melakukan penggantian air kolam caranya yaitu dengan mengeluarkan air dan menyisakan 1/3 nya.

Kemudian tambahkan air baru dengan debit air sebesar 1 liter per detik untuk setiap 100 m2.

Pemberian Pakan

Selain kondisi air kolam yang harus dipantau, hal lainnya yang harus Anda perhatikan yaitu dengan memberikan pakan ikan nila sesuai dengan aturan.

Permberian pakan juga merupakan tahap yang membutuhkan dana paling besar dibandingkan dengan tahapan lainnya.

pemberian pakan ikan

Untuk mendapatkan ikan nila dengan kualitas yang baik, paleta tau pakan ikan harus mengandung protein sebanyak 30%.

Pemberian pakan dilakukan dengan menebar palet setiap pagi dan sore hari dengan komposisi setiap ikan mendapatkan makanan sebanyak 3% dari bobot tubuhnya.

Untuk memantau perkembangan ikan, sebaiknya melakukan pengeceka setiap dua minggu sekali dengan cara mengambil ikan nila secara acak dan menimbangnya.

Pengendalian Penyakit

Satu lagi yang harus Anda perhatikan selama budidaya ikan nila yaitu dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit.

Meskipun ikan nila dikenal sebagai ikan yang tahan banting, tetapi Anda tetap harus memantau dan mengendalikan ancaman penyakit dan hama.

Hal tersebut dilakuka untuk mengantisipasi risiko ikan terkena penyakit infeksi. Infeksi merupakan penyakit yang memiliki persebaran cukup cepat di kehidupan hewan air.

Maka dari itu, Anda harus benar-benar memerhatikannya.

Masa Panen

Setelah selesai merawat ikan nila dengan baik, tahap terakhir yang harus Anda lakukan yaitu dengan memanen ikan nila.

Besaran bobot ikan nila yang sudah dapat dipanen tergantung pada kebutuhan pasar ikan nila. Biasanya untuk kebutuhan pangan pasar Indonesia, ikan nila yang banyak diminati masyarakat memiliki bobot 300-500 gram/ekor.

Untuk mendapatkan ikan dengan nila dengan bobot tersebut dibutuhkan waktu selama 4 bulan.

Demikian ulasan lengkap mengenai cara budidaya ikan nila yang wajib Anda ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

Baca juga

instagram okdogi

Leave a Comment