Cara Budidaya Kroto Terbukti Sukses Untuk Pemula, JOSS!

Cara Budidaya Kroto Terbukti Sukses Untuk Pemula, JOSS!

Kroto adalah salah satu makanan burung yang banyak diberikan karena mengandung nutrisi, baik untuk membuat burung tumbuh sehat maupun meningkatkan birahi sehingga burung lebih sering berkicau.

Karena kebutuhannya yang semakin tinggi, maka budidaya kroto pun semakin banyak diminati dan memberikan profit cukup besar.

Banyaknya kebutuhan kroto untuk pakan burung memang menjanjikan keuntungan yang cukup besar bagi pelakunya.

Apalagi ditambah dengan proses budidayanya yang terbilang mudah dan tidak memerlukan modal biaya yang besar semakin membuat banyak orang menekuninya.

Jika Anda tertarik, langkah praktis untuk membudidayakan kroto di bawah ini bisa menjadi panduan untuk Anda.

Sebelum Anda belajar bagaimana membudidayakan kroto, pertama Anda harus tahu terlebih dahulu apa itu kroto, hewan seperti apa sih kroto itu?

Bagi Anda yang belum tahu, kroto adalah campuran dari pupa dan larva, campuran ini dihasilkan oleh jenis semut rangrang.

cara budidaya kroto
cara budidaya kroto

Sekilas kroto terlihat seperti nasi berbentuk lonjong dan berwarna putih, ukuran kroto juga berbeda-beda ada yang memiliki panjang 1 mm dengan diameter 5 mm, ada juga yang memiliki panjang 2 mm dengan diameter 6 mm.

Jaman dahulu, kroto bisa didapatkan dengan mudah di pohon-pohon yang berukuran tinggi.

Biasanya di alam bebas, kroto banyak dijumpai di pohon dengan daun yang lebar namun lentur. 

Semut rangrang yang menghasilkan kroto juga suka hinggap di pohon dengan daun yang kecil tapi rimbun.

Namun, seiring dengan perkembangan  kebutuhan dan karena kroto semakin banyak dicari akibat permintaan yang juga semakin tinggi, membuat kroto semakin sulit didapatkan di alam bebas.

Satu-satunya cara adalah dengan membudidayakannya. Setelah dibudidayakan, harga yang dibandrol untuk satu kilogram kroto pun sangat tinggi, yakni mencapai Rp 200.000 per kilogramnya.

Saat mulai membudidayakan semut rangrang untuk menghasilkan kroto ini memang membutuhkan modal cukup besar.

Namun ketika sudah mulai panen, keuntungan yang Didapatkan juga tak kalah besar. Karena itulah tak heran jika semakin banyak orang yang ingin membudidayakan kroto ini.

Meskipun dikembangbiakkan, tidak semua jenis semut bisa menghasilkan kroto. Hanya semut rangrang berjenis Oecophylla smaragdina saja yang bisa dikembangbiakkan dan menghasilkan kroto.

Semut ini juga cukup mudah ditemukan di Indonesia karena habitatnya yang tersebar luas di Asia.

Semut yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama semut api atau semut merah ini memang sudah dikenal luas sebagai hewan yang ditakuti meskipun ukurannya kecil.

Hal ini karena ketika menggigit, gigitannya terasa sangat sakit bahkan bisa menimbulkan bekas luka.

Cara budidaya kroto

Budidaya kroto memang bisa dibilang tidak mudah jika Anda masih pemula, tetapi jika sudah dibekali sedikit ilmu dan pengalaman ini akan terasa mudah.

Pembuatan sarangnya juga cukup sederhana karena hanya membutuhkan daun-daunan yang sebelumnya sudah dianyam sedemikian rupa agar bisa menjadi tempat bertelur untuk semut rangrang tersebut.

Nah, berikut ini adalah langkah-langkah budidaya kroto yang bisa Anda terapkan untuk menghasilkan kroto berkualitas dengan jumlah yang banyak.

Siapkan Bibit Koloni

Langkah pertama saat akan membudidayakan kroto adalah menyiapkan bibit koloninya.

Anda harus memilih bibit koloni berkualitas baik untuk bisa mendapatkan kroto berkualitas pula.

Bibit koloni ini bisa didapatkan dengan mencari di alam atau bisa juga dengan membeli.

Jika membeli memang harganya cukup mahal, karena setiap satu toples bibit koloni ini bisa dijual dengan harga mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 200.000.

Namun dengan harga bibit yang cukup mahal ini, Anda juga bisa menghasilkan kroto berkualitas terbaik pula.

Buat Kandang untuk Semut Rangrang

Tahap selanjutnya adalah membuat kandang untuk tempat hidup dan berkembang biak semut rangrang.

Anda bisa menggunakan bahan apapun untuk membuat kandang semut rangrang ini.

Namun, bahan yang paling direkomendasikan adalah bahan paralon walaupun Anda juga bisa menggunakan toples plastik dan bambu.

Selain lebih fleksibel untuk dijadikan bentuk apapun, mudah didapat dan harganya terjangkau, bahan paralon akan membuat kandang jadi tidak terkena cahaya berlebihan.

Sifat kedap cahaya pada paralon dengan dua sisi yang berlubang sangat sesuai untuk tempat hidup semut rangrang yang tidak membutuhkan terlalu banyak cahaya.

Bahan paralon juga akan menguntungkan Anda saat membersihkan apalagi saat memanen.

Hal ini karena sifat fleksibel pada paralon yang memungkinkan Anda untuk membongkar pasang bagian-bagian kandang saat akan dibersihkan maupun saat memanen.

Jika sudah selesai dibuat, peletakan atau penempatan kandang juga harus dipertimbangkan dengan baik.

Akan lebih baik jika Anda meletakkan kandang semut rangrang ini di tempat yang tenang tanpa gangguan.

Hal ini karena saat bertelur ratu telur hanya akan bertelur secara optimal dalam keadaan tenang.

instagram okdogi

Selain itu, untuk mendukung proses pertumbuhannya, akan lebih baik jika Anda meletakkan kandang semut rangrang tersebut di tempat yang gelap.

Dengan begitu proses perkembangan semut rangrang juga bisa lebih optimal.

Hal ini juga sesuai dengan sifat semut rangrang di habitat aslinya yang lebih suka menghindar dari kerumunan dan gangguan untuk membuat sarang dan bertelur.

Karena itulah mengapa ketika Anda membudidayakan semut rangrang untuk diambil krotonya, akan lebih baik jika kandangnya diletakkan di tempat yang jauh dari gangguan.

Kandang atau tempat budidaya kroto ini sebenarnya tidak harus terbuat dari bahan paralon. Anda bisa memanfaatkan bahan lain seperti toples plastik, nampan plastik atau bahan lainnya.

Namun pemilihan bahan paralon lebih banyak digunakan karena faktor fleksibilitas, kemudahan membersihkan serta kemudahan saat memanennya.

Sebarkan Bibit Koloni pada Kandang

Langkah selanjutnya dalam proses pembudidayaan kroto adalah menebarkan bibit koloni. Inilah mengapa kandang berbahan dasar paralon sangat direkomendasikan.

Saat menebarkan bibit koloni, Anda tinggal membuka wadah penyimpanan bibit lalu tinggal letakkan di atas paralon atau kandang semut rangrang yang sudah dibuat sebelumnya.

kandang kroto menggukan toples
kandang kroto menggukan toples

Setelah meletakkan bibit koloni di dalam kandang, selanjutnya letakkan juga air gula serta pakan di dalam kandang.

Dengan begitu semut rangrang akan mengerubungi kandang dengan sendirinya untuk bersarang.

Sebelum mulai melakukan perawatan rutin, Anda harus menunggu beberapa saat sampai semut merasa nyaman di kandang atau media barunya ini.

Ketika sudah kerasan, Anda tinggal melakukan perawatan secara rutin.

Berikan Pakan Secara Teratur

Langkah yang tak kalah penting dalam budidaya kroto adalah memberikan pakan pada semut rangrang tersebut.

Ada berbagai jenis pakan yang bisa Anda berikan pada semut rangrang agar bisa menghasilkan kroto berkualitas.

Poin penting yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan semut rangrang adalah memberikan jenis makanan yang banyak mengandung protein.

Seperti misalnya, jangkrik, ulat, cicak belalang dan jenis serangga lainnya.

Alternatif makanan dengan kandungan protein tinggi lainnya adalah daging ayam. Anda bisa memberikan daging ayam yang sebelumnya sudah direbus.

Hal ini bertujuan agar ketika dimasukkan ke dalam kandang sebagai pakan semut, daging tidak akan membusuk kemudian mengeluarkan bau tidak sedap.

Selain itu, alternatif pakan lain yang bisa digunakan untuk pakan semut rangrang ini adalah berbagai jenis tulang.

Anda bisa memberikan tulang sapi atau tulang kambing. Namun sebelumnya tulang tersebut harus dipecahkan untuk mendapatkan sumsum tulangnya.

Pemberian tulang ini selain akan memenuhi kebutuhan protein juga akan memenuhi Kebutuhan lemak yang juga dibutuhkan untuk mendapatkan kroto berkualitas.

Tak hanya protein dan lemak, semut rangrang penghasil kroto juga membutuhkan sumber gula. Di alam, semut mendapatkan karbohidrat dan gula dari nektar bunga.

Namun ketika dibudidayakan, sumber gula ini didapat dari larutan gula pasir.

Cara memberikan makanannya, letakkan makanan semut di atas wadah seperti piring atau wadah lain yang berbentuk ceper.

Letakkan makanan seperti ulat, daging ayam atau tulang di atas wadah tersebut.

Jika Anda menggunakan pakan yang masih hidup, seperti jangkrik misalnya, usahakan untuk melumpuhkan pakan tersebut terlebih dahulu.

Hal ini bertujuan agar pakan tersebut tidak kabur ketika akan dimakan semut.

Sedangkan ketika memberikan sumber gula, Anda juga harus menggunakan wadah atau tatakan kecil.

Di dalamnya Anda bisa melarutkan gula pasir dengan air lalu letakkan di dalam kandang. Anda harus rutin mengecek sumber gula dan pakannya secara rutin.

Umumnya, sumber gula ini akan habis dalam kurun waktu 2-3 hari.

Memanen Kroto

Terakhir adalah proses memanen. Secara teori, semut yang sudah bertelur dan membuat sarang, maka sarangnya ini bisa dipanen dalam waktu 15-20 hari setelah melepaskan koloni.

Atau, jika ragu, Anda bisa juga memulai proses panen dengan melihat sarangnya.

Tanda sarang semut sudah siap dipanen adalah ketika sarang sudah terlihat penuh oleh telur yang berwarna putih.

Apabila sarang atau media yang dibuat stabil, maka proses panen bisa dilakukan setiap 15-20 hari sekali.

Sebagai tips tambahan, ada baiknya jika Anda membiarkan bibit koloni yang disebar berkembang biak terlebih dahulu.

Baru kemudian setelah 6 bulan dan bibit koloni berkembang biak dengan baik, Anda bisa mulai memanen. Hal ini bertujuan agar Anda tidak perlu mencari bibit koloni baru.

Saat proses memanen kroto, pertama siapkan dulu alat untuk memanen berupa ember atau baskom atau wadah lainnya yang berbentuk melengkung.

Jika sudah, buat saringan dari kawat dengan diameter atau ukuran jaringnya kecil-kecil atau paling tidak bisa mencegah agar semut tidak masuk ke wadah atau baskom yang sudah disiapkan sebelumnya.

Sebelum memulai proses pemanenan, ada baiknya Anda menggunakan sarung tangan agar tidak digigit semut.

Hal ini karena gigitan semut merah ini sangat menyakitkan. Karena itu untuk meningkatkan keamanan, gunakan sarung tangan.

Tahap pemanenan selanjutnya, Anda tinggal menumpahkan atau menuangkan paralon yang dijadikan sebagai media bertelur dan berkembang biak semut rangrang tersebut.

Inilah gunanya memberikan saringan di atas wadah tadi.

Dengan adanya saringan ini, kroto dengan sendirinya akan jatuh ke wadah yang sudah disiapkan tersebut.

Sedangkan semutnya akan tersaring dan tidak akan masuk ke dalam wadah yang berisi kroto.

Lakukan proses ini sampai semua sarang semut yang siap dipanen sudah habis.

Jika sudah habis, bersihkan kembali paralon tersebut agar siap digunakan oleh semut rangrang untuk bertelur dan membuat sarang yang baru.

Itulah tadi tips dan langkah budidaya kroto yang bisa Anda contoh. Kebutuhan kroto yang semakin tinggi untuk pakan burung menjadikan budidaya ini juga menjanjikan peluang tinggi.

Jika Anda bisa menjalankan proses budidaya yang benar, maka peluang yang didapatkan juga akan semakin besar.

instagram okdogi

Leave a Comment