4 Kunci Cara Budidaya Ulat Hongkong, LENGKAP!

Budidaya ulat hongkong kini jadi salah satu usaha yang banyak dilirik oleh masyarakat. Ulat hongkong dijadikan sebagai pakan burung.

Seperti yang kita ketahui bersama, pecinta ulat burung di Indonesia sangat banyak. Setiap harinya, ada banyak sekali permintaan ulat burung.

Ini tentu menjadi peluang untuk Anda. Jika ditekuni dengan baik, usaha ini bisa menjadi besar dan menguntungkan.

Ulat Hongkong sendiri merupakan larva mematorfisis dari kumpang kecil, urutan metamorfosisnya adalah dari telur – larva – kepompong – kumbang.

Nah, larva inilah yang disebut sebagai ulat hongkong budidaya. Selain digunakan sebagai pakan burung, hewan ini juga dijadikan pakan reptil, ikan, dan bisa juga dijadikan sebagai makanan untuk ternak kroto.

Cara budidaya ulat hongkong

Seperti yang telah sedikit disinggung di atas, peluang usaha ternak ulat hongkong ini sangat bagus.

Semakin banyaknya permintaan masyarakat akan ulat hongkong, harganya pun semakin bagus. Saat ini, harga ulat hongkong bisa tembus hingga Rp 100 ribu per kg.

Dengan modal yang tak banyak, Anda bisa memaksimalkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

Untuk para pemula dalam budidaya ulat hongkong, Anda mungkin bingung ingin memulai dari mana usaha ini.

Tak perlu khawatir, budidaya pakan burung ini tak sesusah yang Anda bayangkan. Modal penting yang wajib Anda siapkan adalah ketelatenan.

Sama seperti ternak hewan pada umumnya, pemeliharaan ulat hongkong juga membutuhkan kesabaran. Ikuti langkah mudah berikut ini.

Persiapan Kandang

Langkah pertama yang harus Anda lakukan sebelum memulai usaha budidaya adalah menyiapkan kandang.

Kandang sangat penting sebagai tempat berkembang biak ulat hongkong ini. Kandang ulat hongkong sendiri sebenarnya sangat sederhana.

Anda bisa menggunakan wadah triplek, kayu, atau kontainer plastik. Barang-barang ini mudah sekali didapat. Cari yang menurut Anda paling mudah didapat dan murah.

ideal kandang ulat hongkong
ideal kandang ulat hongkong

Idealnya, kandang untuk ulat ini memiliki panjang 60 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 7 cm.

Jika Anda memilih triplek sebagai bahan utama kandang, maka bagian tepinya bisa dilapisi lakban plastik supaya ulat tidak keluar dari kandang.

Kemudian Anda bisa membuat semacam rak untuk menempatkan wadah-wadah yang dijadikan sebagai kandang. Buat rangka rak menggunakan kayu atau bambu.

kandang dibuat seperti rak

Anda bisa menempatkan rak ini di gudang atau ruangan yang bebas dari binatang atau predator lain.

Tak perlu ruangan yang terlalu luas. Buatkan rak seminimalis mungkin supaya bisa diletakkan di ruangan yang tak terlalu besar.

Setelah urusan kandang selesai, selanjutnya Anda bisa lanjut ke tahapan berikutnya. Yang tak kalah penting adalah proses pemilihan bibit.

Seperti apa bibit ulat hongkong? Bukankah ia merupakan larva? Temukan jawabannya pada pembahasan berikut ini.

Proses Pemilihan Bibit Ulat Hongkong

Sebagai pemula, Anda mungkin bingung tentang bibit seperti apa yang dibutuhkan untuk budidaya nya

Anda bisa memilih sendiri apakah ingin memulai bibit dari ulat hongkong atau saat sudah jadi kumbang. Keduanya sama-sama bisa jadi alternatif untuk memulai ternak ulat hongkong.

kumbang kepik induk ulat hongkong siap produksi
kumbang kepik induk siap produksi

Dalam pembahasan kali ini, akan dibahas bibit yang dimulai dari ulat. Anda bisa memulai usaha dengan membeli bibit sekitar 2 kg bibit ulat hongkong.

Bibit ulang hongkong yang baik memiliki panjang sekitar 2 – 3 cm dengan diameter 3 – 4 mm. Ulat dengan ukuran tersebut akan segera berubah menjadi kepompong pada 7 – 10 hari secara bergantian.

Kemudian akan menjadi kumbang, bertelur, dan jadilah larva ulat kumbang yang lebih banyak lagi.

Pengembangbiakkan Ulat Bulu

Seperti yang telah dijelaskan di atas, ulat ini memiliki siklus metamorfosis yang teratur.

Bemula dari telur – larva – kepompong – kumbang. Setiap metamorfosis tersebut, Anda harus memperlakukannya dengan cara yang berbeda-beda.

Pahami prosesnya berikut ini supaya usaha budidaya ulat bisa lancar.

1. Proses Pemisahan Kepompong

Saat ulat sudah berubah menjadi kepompong, Anda harus menempatkan kepompong-kepompong ini di wadah yang berbeda.

Jika tidak dipisahkan, ulat ini bisa memakan kepompong-kepompong tersebut.

Meski begitu, kepompong yang Anda pisahkan haruslah berwarna putih kecoklatan. Karena sifat kepompong yang sangat rapuh, Anda pun harus memindahkannya dengan sangat hati-hati.

Jangan sampai kepompong lecet atau luka. Jika kepompong terluka, maka kepompong tersebut bisa busuk atau mati.

Pindahkan kepompong di wadah yang bawahnya sudah dilapisi dengan koran. Usahakan jangan bertumpuk.

Kemudian, bagian atasnya bisa kita tumpuk lagi dengan menggunakan koran. Dalam waktu kurang lebih 10 hari, kepompong ini akan berubah menjadi kumbang muda yang warnanya masih putih.

2. Pemisahan Kumbang

Saat tubuh kepompong sudah berubah warnanya menjadi hitam layaknya kumbang dewasa, Anda perlu menyiapkan tempat baru.

Lapisi tempat baru ini dengan kapas untuk dijadikan sebagai tempat kawin dan juga bertelur. Diamkan selama 7 hari sampai kumbang selesai kawin dan bertelur.

Setelah 7 hari, pindah kumbang ke wadah baru lagi yang dilapisi dengan kapas. Wadah yang sudah tak ada kumbangnya hanya berisi telur kumbang.

Setelah 10 hari, telur kumbang ini akan berubah menjadi larva kecil.

Setelah berumur 30 hari, larva kecil ini kita pisahkan lagi ke wadah baru. Seperti biasa, jangan lupa lapisi wadah dengan menggunakan kapas.

Setelah berumur 50 hari, ulat tersebut sudah bisa kita jual ke pasar.

ulat hongkong siap jual
siap jual

Lakukan proses di atas sampai kumbang mati sendiri atau mengering. Kumbang yang sudah bertelur berkali-kali biasanya akan mati sendiri. Ini merupakan sebuah proses yang alami.

Proses Perawatan dan Pemberian Pakan

Untuk proses perawatannya, pastikan suhu ruangan kandang berada di antara 29 – 30 derajat celsius.

Pastikan juga sirkulasi udara dalam ruangan bagus. Ini penting untuk mempercepat proses pengembangbiakkan ulat

Selanjutnya, untuk pakannya, Anda bisa menggunakan ampas tahu, bekatul, atau sayuran hijau. Yang perlu diberi makanan adalah ulat bulu dan kumbang.

Saat menjadi kepompong dan telur, Anda tak pelu memberinya makanan. Lalu, saat ulat baru saja menetas, Anda bisa mencampurnya dengan voer atau tepung tulang untuk mempercepat pertumbuhannya.

Pastikan makanan benar-benar habis baru diberi makanan baru. Sisa makanan dan juga kulit kering harus segera dipisahkan untuk memudahkan proses pemisahan kepompong.

Kebersihan kandang juga penting untuk memudahkan Anda dalam mengawasi seluruh perkembangan ulat hongkong tersebut.

Itulah serangkain proses yang harus Anda perhatikan dalam budidaya ulat hongkong. Budidaya ini tak memerlukan waktu yang panjang.

Sekali dalam dua bulan, Anda bisa memanennya. Keuntungan pun bisa berlipat-lipat ganda.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kunci utama saat ternak adalah kesabaran.

Ingat, hasil panen jangan dijual semua ya. Anda juga harus meninggalkan sebagian hasil panen sebagai bibir baru sehingga Anda tak perlu membeli bibit lagi.

Demikian yang dapat kami sampaikan untuk Anda. Cukup mudah bukan proses budidaya ulat hongkong ini? Semoga informasi ini bermanfaat.  

Baca juga

Komentar

Okdogi.com Situs Kucing , Anjing , Ikan , Burung , Kelinci , Hamster dan Hewan Liar Terpopuler