Cara Menanam Buah Anggur Hasilkan Panen Berlimpah

Cara Menanam Buah Anggur Hasilkan Panen Berlimpah

Sering kali orang beranggapan bahwa cara menanam anggur sangat sulit dan memerlukan pemahaman ilmu budidaya tingkat tinggi, anggapan ini tidak selalu tepat karena sebenarnya cukup mudah dilakukan bahkan dari halaman rumah kita.

Buah anggur (memiliki nama latin vitacea) menjadi primadona karena rasanya yang manis dan kandungan antioxidantnya tinggi, sangat baik untuk kesehatan.

anggur
anggur

Namun karena harganya cukup menguras kantong, tidak semua kalangan dapat menikmatinya setiap saat.

Harganya yang masih relatif tinggi karena permintaan lebih tinggi daripada persediaan di pasaran, faktanya produksi anggur dalam negeri secara nasional belum cukup untuk memenuhi permintaan domestik sehingga sebagian besar masih mengandalkan dari impor.

Sayang sekali, padahal potensi budidaya anggur sungguh sangat menggiurkan, apalagi sebagian besar varietas anggur sangat cocok untuk tumbuh pada lingkungan tropis.

Cara menanam buah anggur

Varietas anggur sangat beragam, dan sudah cukup banyak jenisnya yang dapat dibudidayakan di tanah air.

Secara garis besar jenisnya diklasifikasikan sebagai berikut:          

  1. Vitis labrusca, yang biasanya memiliki karakteristik rasa kurang manis (agak asam) dan kulitnya lebih tebal. Contoh jenis ini adalah Beacon, Carman, dan Delaware.
  2. Vitis vinifera, biasanya memiliki ciri rasa yang lebih manis dan kulit lebih tipis, jenis ini lebih disukai oleh kebanyakan orang. Contoh untuk jenis ini adalah Cardinal (Probolinggo Super), Gros Colman, dan Golden Champion.

Berdasarkan kategori asalnya, varietasnya dapat di bagi dua; lokal (sudah umum dibudidayakan di tanah air dari zaman Belanda) dan impor (varietas yang baru masuk dan mulai dikembangkan sekitar tahun 2000an).

Beberapa varietas lokal unggulan diantaranya anggur Bali (Alfonso Lavalle), Cardinal, Yellow Belgie dan Maroo Seedless.

Untuk varietas impor, tidak semuanya sudah adaptif dan layak dibudidayakan di tanah air.

Beberapa contoh yang sudah cukup familiar di pasaran adalah Jupiter Seedless, Nizina, dan Xenia Angelica.

Budidaya anggur sendiri nampaknya cakupannya sangat luas, dari sekedar hobi atau kolektor pribadi hingga budidaya bersifat komersil. Ragam cara penanamannya pun juga cukup banyak.

Pertama, Cermati Syarat Tumbuhnya

Langkah pertama yang perlu dipahami adalah memahami syarat tumbuh tanaman anggur, jangan sampai sudah capek-capek kita tanam tapi hasilnya jauh dari harapan.

Sayangnya kebanyakan orang cuma ikut-ikutan menanamnya tanpa mememahami kondisi atau syarat yang diperlukan agar tanamannya dapat tumbuh dengan baik.

Kabar baiknya, syarat tumbuh tanaman anggur pada dasarnya sama dengan kebanyakan tanaman tropis lainnya.

Berikut beberapa di antaranya harus terpenuhi:

Di ketinggian berapa harus kita tanam?

Banyak orang beranggapan bahwa tanaman ini relatif susah untuk dibudidayakan karena syarat tumbuh ‘ketinggian lokasi’ tidak bisa sembarangan, apakah ini fakta atau cuma mitos?

Secara teori, sebagian besar varietas anggur cenderung tumbuh lebih baik pada dataran rendah dan sedang.

Tapi fakta dilapangan kemungkinan bisa beda karena tanaman anggur sendiri diyakini mampu beradaptasi pada ketinggian topografi yang beragam.

Meskipun demikian, sebaiknya tetap mengacu pada anjuran syarat tumbuhnya yaitu pada ketinggian 2 s.d 1,200 m dpl.

Sekali lagi rumus ini tidak mutlak, terkadang ada juga beberapa varietas yang bahkan bisa tumbuh baik di atas ketinggian 1,200 m dpl.

Tipe tanah

Sangat dianjurkan menggunakan tanah berpasir, dan hindari menanamnya pada lahan yang basah (kandungan air pada tanah tinggi).

tanah berpasir
tanah berpasir

Tanaman anggur meskipun membutuhkan air cukup tinggi, tapi biasanya tidak akan tumbuh baik jika sirkulasi air pada tanah mampet (tanah becek).

Bahkan di alam liarnya biasanya tumbuh pada lingkungan berbatuan dan berpasir.

Intensitas penyinaran matahari

Karena kebutuhan akan sinar matahari cukup tinggi, tanaman anggur idealnya ditanam pada lokasi yang tidak ternaungi (tempat terbuka) yang mendapat paparan sinar matahari dengan baik pada siang hari.

Jika kita menanam dalam wadah pot, bisa juga menaruhnya pada tempat yang rindang tapi minimal mendapat pencahayaan dari siang hingga sore hari!

Pilih Bibit Anggur yang Paling Cocok

Jika Anda sudah memiliki tanaman anggur, pembibitan bisa dilakukan cukup mudah dengan penyetekan.

Namun jika sebaliknya atau Anda ingin menanam varietas jenis baru, mau gak mau harus membelinya.

Seperti yang telah dijelaskan pada awal artikel, kita dapat menemukan banyak ragam varietas anggur di pasaran, harga bibit biasanya menyesuaikan dengan kondisi bibit (usia dan ketinggian batangnya).

Ketersediaan varietas tertentu juga berpengaruh, semakin langka jenisnya semakin tinggi pula harganya.

Faktor lainnya adalah pengaruh trend, terkadang ada satu jenis varietas yang sedang booming sehingga harganya juga bisa naik gila-gilaan!

Jika Anda harus membeli, sebaiknya pilih bibit yang batangnya sudah tinggi, minimal 1 meter untuk menghindari resiko gagal tumbuh (mati) setelah ditanam.

bibit anggur
bibit anggur

Bibit tanaman lebih kecil (kurang dari 1 meter) relatif lebih sulit bertahan, memiliki daya tahan lemah.

Tapi bisa juga dipertimbangkan dengan kualitas lahan yang hendak akan digunakan.

Jika yakin kondisi lahan sudah cukup kondusif dan resiko gagal rendah, seharunya tidak masalah dengan menanam bibit lebih kecil (tinggi setengah meter).

Seiring dengan berkembangnya pengalaman seseorang dalam budidaya anggur, bisa melangkah lebih jauh dengan menanam berbagai macam varietas anggur.

Tapi untuk pemula, sebaiknya memilih bibit dengan kategori mudah tanam, dengan kriteria sebagai berikut:

  • Jenis anggurnya mudah untuk dirawat.
  • Daya tahan terhadap penyakit bagus.
  • Dan tentu saja mudah menghasilkan buah.

Sebaiknya hindari dulu jenis varietas anggur yang baru mulai dibudidayakan di Indonesia, terutama bagi pemula.

Sebaliknya lebih baik dimulai dengan mencoba menanam varietas yang lebih mudah perawatannya.

Diantaranya yang sudah sangat umum dibudidayakan adalah Red Prince (Prabu Bestari), Green Belgie (anggur Kediri Kuning), Isabella (Jestro Ag5), Caroline Black Rose, dan Alfonso Lavallee (anggur Bali).

instagram okdogi

Pembibitan Tanaman Anggur (Teknik Stek)

Menurut pengalaman banyak kolektor, cara paling mudah pembibitan adalah dengan metode penyetekan karena semua orang pasti bisa mengerjakannya.

teknik stek pada anggur
teknik stek pada anggur

Secara singkat, berikut langkah-langkah dasarnya:

Pilih batang yang terbaik

Untuk calon bibit, tentunya harus tepat dalam memilih batang yang akan distek.

Jika Anda masih bingung, berikut beberapa kriteria yang harus diperhatikan:

  • Pilih batang yang besar, semakin besar batang semakin bagus.
  • Batang sudah cukup tua dan keras, biasanya warnanya sudah coklat.
  • Panjang usahakan setidaknya 20 cm, dan memiliki paling sedikit 3 ruas mata tunas.

Setelah ditentukan, potong tepat pada pangkal ruas (untuk bagian bawah batang, diameternya biasanya lebih besar) dan potong miring 2 cm di atas ruas (untuk bagian atas, biasanya berdiameter lebih kecil).

Menstimulasi pertumbuhan tunas

Siapkan wadah kecil transparan, bisa menggunakan botol air mineral (belah dan gunakan botol bagian bawah).

Setelah itu tuangkan air sumur atau air sungai ke dalamnya dengan ketinggian sekitar 2 s.d 3 cm.

Sebaiknya jangan menggunakan air PDAM atau yang sudah tercemar. Jika tidak ada air sumur, bisa menggunakan air putih mineral dalam kemasan.

Setelah itu, masukkan batang stek ke dalam wadah, pastikan posisi bagian yang dipotong datar posisinya di bawah dan bagian yang dipotong miring posisinya di atas.

Letakkan wadah pada ruangan dengan sirkuasi udara yang baik, tapi tidak terpapar sinar matahari secara langsung.

Tunggu hingga 7 s.d 30 hari, jika berhasil tunas akan muncul pada ruas mata tunas.

Sebaiknya langsung memasukkan lebih dari satu batang pada wadah yang sama, jadi jika satu batang gagal ada harapan batang lainnya berhasil.

Jangan lupa untuk mengganti air secara teratur 2-3 hari sekali, agar airnya tetap bersih dan keberhasilan pertumbuhan tunas semakin besar.

Stimulasi pertumbuhan akar bibit

Cek batang stek yang direndam tiap hari! Singkirkan batang stek yang gagal tumbuh dan telah membusuk, karena bisa sedikit menghambat pertumbuhan tunas pada batang stek yang lain.

Sambil menunggu pertumbuhan tunas, siapkan media penyemaiannya!

Persiapkan pasir dan tanah secukupnya dengan komposisi perbandingan 1:1, campur ratakan.

Bisa juga menggunakan sekam padi jika tidak ada pasir.

Kemudian masukkan campuran yang sudah tercampur rata tersebut ke dalam wadah polybag ukuran kecil, media penyemaian siap digunakan!

Jika ada batang stek sudah bertunas segera keluarkan dan pindahkan pada media penyemaian, jangan sampai akar tumbuh dan belum dipindahkan.

Tancapkan batang stek yang sudah bertunas pada wadah media penyemaian (posisi berdirinya sama).

Siram secukupnya (tapi jangan tiap hari) cukup 2-3 hari sekali saja untuk menjaga tetap lembab sehingga akar bibit dapat muncul lebih cepat.

Letakkan pada tempat yang kena sinar matahari, tapi sampai jam 10 pagi saja, kemudian taruh kembali di tempat yang ternaungi.

Setelah ketinggian tunas sudah mencapai 20 cm, sebaiknya dipindahkan lagi ke wadah penyemaian yang lebih subur agar pertumbuhan bibit lebih cepat.

Siapakan media tanam baru, campurkan tanah dan pupuk organik (kompos/pupuk kandang yang sudah kering) dengan dosis 1:1.

Biarkan kurang lebih 2 s.d 4 minggu agar tercampur sempurna.

Setelah itu masukkan ke wadah pot atau polybag yang lebih besar dan siap digunakan.

Pindahkan bibit dengan panjang tunas minimal sudah 20 cm ke dalamnya.

Pada tahap ini, bisa diletakkan pada lokasi yang terkena sinar matahari seharian hingga batang tanaman mencapai panjang 1 meter.

Menyiapkan lahan utama dan fasilitas penunjang lainnya

Sambil menunggu bibit siap, siapkan lahan utama tempat dimana tanaman anggur ditanam.

Tahap pertama yang perlu dilakukan adalah menggali lubang tanam dengan benar.

Gali lubang tanam dengan diameter 50 cm dan kedalaman 50 cm untuk jenis lahan yang memiliki tipe tanah subur.

Tapi jika tipe tanahnya padat dan keras, buat lubang tanam dengan diameter 75 cm dan kedalaman 75 cm.

Saat penggalian bagi tanah galian menjadi dua bagian, pertama yaitu 50% tanah yang terletak di dasar dan kedua yaitu 50% tanah yang terletak lebih dekat ke permukaam. Jangan dicampur!

Kemudian siapkan pupuk dasar yaitu pupuk kandang yang sudah kering dan tidak berbau kurang lebih 1 karung beras, campur ratakan dengan tanah galian tersebut. Biarkan selama 2 minggu!

Setelah itu, masukkan kembali tanah galian ke lubang dengan posisi sama persis saat penggalian (50% tanah galian yang digali lebih dulu taruh di dasar, kemudian disusul 50% tanah galian sisanya).

Lakukan hal tersebut 1 minggu sebelum masa tanam!

Untuk pertumbuhan maksimal, gunakan juga pupuk NPK mutiara (100 g) dan campur ratakan pada permukaan lubang tanam dengan pacul.

Cek juga pH tanah, jika dirasa masih terlalu asam, taburkan dolomit (kapur pertanian) sebanyak 0,5 s.d 1 kg.

Penanaman bibit anggur

Bibit dengan panjang batang 1 meter segera pindahkan ke media tanam utama yang sudah dipersiapkan, pastinya setelah lubang tanam yang dibuat sebelumnya telah selesai difermentasi.

Buat lubang secukupnya, sesuai dengan panjang akar bibit.

Masukkan bibit beserta tanah penyemaiannya (pastikan plastik polybag sudah dibuang).

Tinggikan permukaan tanah sekitar tanaman, tujuannya agar tidak ada air genangan saat disirami atau waktu hujan!

Siram secara rutin sehari sekali, pastikan bibit mendapat air yang cukup tapi juga jangan berlebihan.

Penanaman bibit ini lebih disarankan pada sore hari, saat cuaca cerah.

Perawatan

Seiring dengan pertumbuhan bibit sebaiknya juga dibuat media penjalaran agar tanaman tumbuh lebih maksimal.

Media rambat dapat dibuat dari belahan bambu, kayu, atau pagar besi stainless (silahkan pilih sesuai selera masing-masing).

media rambat anggur
media rambat anggur

Jangan lupa untuk mengecek pertumbuhan gulma atau rumput liar, segera cabut jika ada agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

Jangan lupa memberikan pupuk susulan, sekitar 4 bulan setalah masa tanam.

Pupuk susulan ini dapat berupa campuran pupuk kandang (25 kg) dan NPK (250 gram).

Kapan panen? Seberapa cepat tanaman menghasilkan buah anggur tergantung jenis varietasnya

Untuk mempercepat pembuahan bisa menyemprotkan POC DIGrow Hijau (dosisnya 3 ml per liter air) setiap 4 minggu sekali.

Sekian cara menanam anggur, selamat mencoba!

Baca juga

instagram okdogi

Leave a Comment