Cara Terbaik Menanam Bawang Merah, TERBUKTI BERHASIL!

Cara Terbaik Menanam Bawang Merah, TERBUKTI BERHASIL!

Cara menanam bawang merah membutuhkan beberapa langkah yang perlu dipahami secara cermat dan berkesinambungan agar hasil yang didapatkan sesuai harapan.

Jika tidak, bisa saja bukan untung yang didapat, tapi mungkin malah sebaliknya!

Bawang merah, atau juga memiliki nama latin Allium cepa L, merupakan salah satu komoditas dasar (kebutuhan pokok) bagi kebanyakan masyarakat secara umum.

Bahkan permintaan pasar terhadap komoditas ini cenderung meningkat dari tahun ke tahun,

Umbi yang juga dikategorikan sebagai rempah ini sangatlah umum kita temukan pada masakan khas Indonesia.

Harganya yang fluktuatif, cenderung meningkat setiap tahun, menjadikannya salah satu primadona hasil pertanian hingga saat ini.

cara menanam bawang merah
cara menanam bawang merah

Menurut data BPS, produksi bawang merah juga cenderung mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Sebagai contoh, selisih export komoditas ini dari 2016 sampai 2017 mencapai angka surplus hingga 657,3 ton, suatu pencapaian yang membanggakan.

Untuk saat ini kawasan yang paling besar menyumbang produksi bawang merah masih terdapat di pulau Jawa, terutama daerah Nganjuk, Tegal, Brebes, dan Cirebon.

Tanaman umbi ini cukup rentan terhadap kondisi lingkungan. Jadi memerlukan perawatan yang telaten, tapi sebanding dengan harganya.

Dan jika kita menanamnya dengan benar, kemungkinan gagal panen dapat diminimalisasi dan hasil panen dapat kita peroleh lebih besar.

Pertama, pilih bibit tanaman yang unggul!

Tidak semua jenis tanaman holtikutura mempunya daya tahan yang baik, terutama bawang merah.

Oleh karena, pemilihan bibit sangat penting, langkah ini bahkan bisa menjadi kunci sukses keberhasilan dalam memanen hasilnya.

Bibit yang unggul idealnya lebih tahan terhadap perubahan cuaca, suhu, hama, dan penyakit.

Tentu ada juga faktor lainnya yang mungkin perlu kita perhitungan, tergantung situasi yang Anda hadapi dilapangan.

Tapi secara umum, pemilihan bibit biasanya atas dasar ukuran besar dan kecilnya.

Dalam hal ini dapat kita pilah menjadi tiga kategori: kecil, sedang, dan besar. Biasanya klasifikasinya berdasarkan bobot dan panjangnya.

Pertanyaannya, bibit mana yang paling unggul?

Bibit ukuran kecil

Biasanya memiliki berat tidak lebih dari 5 gram dan diameter kurang lebih 1,5 cm. Secara umum, kategori ini lebih rentan terhadap penyakit dan perubahan cuaca.

Meskipun relatif lebih murah, bibit ukuran kecil sebisa mungkin dihindari. Karena memiliki resiko gagal panen yang lebih besar.

Bibit ukuran besar

Sebagian para petani sangat menyukai jenis ini. Dengan ukuran yang jumbo, kemungkinan memperoleh hasil panen yang optimal sangat memungkinkan.

Memiliki ukuran besar, kurang lebih bobotnya 10 gram dan diameter lebih besar dari 1,8 cm. Kategori ini memungkinkan tanaman tumbuh dengan daun yang lebar.

Meskipun lebih tahan banting dibanding bibit ukuran kecil, harganya yang lebih mahal perlu juga diperhitungkan! Ingat, seperti layaknya berdagang, margin keuntungan dari bercocok tanam sangat ditentukan dari hasil panen dikurangi modal pokok tanam.

Dengan alasan ini, ukuran terbesar dari bibit bukan satu hal yang menjadi patokan utama!

Apalagi jika lahan yang kita garap memiliki potensi besar untuk gagal panen, misal lahannya tidak ada irigasi air yang memadai sehingga sangat tergantung dengan hujan untuk pasokan airnya!

Bibit ukuran sedang!

Dengan harga yang lebih terjangkau dan kualitas yang tidak kalah dengan bibit ukuran besar, kategori ini telah menjadi pilihan utama bagi sebagian besar petani bawang kita.

Ukurannya secara umum sekitar 1,5 s.d 1,8 cm dengan bobot kurang lebih 5 s.d 10 gram. Dan cukup mudah ditemukan di pasar bibit tanaman holtikultura.

Sebagai catatan tambahan, bibit unggul bisa kita beli langsung yang sudah jadi, dimana sudah memiliki tunas siap tanam.

Beberapa nama merek terkenal untuk bibit bawang diantaranya adalah bibit unggul Kuning Gombong, Bangkok, dan Bima Brebes.

Syarat tumbuh

Selain ukuran dan harga, apapun pilihan bibitnya pastikan dalam keadaan sehat, tidak cacat (utuh) dan siap tanam.

Bibit sehat biasanya memiliki warna merah yang cerah, tidak kusam atau pudar.

bibit bawang merah

Sebisa mungkin pilih bibit yang ukuran bobotnya normal sesuai ukuran. Jika lebih ringan dari normalnya, kemungkinan bibit tidak cukup sehat untuk ditanam.

Bobot bisa mengindikasikan kandungan air dari bibit. Semakin ringan, semakin sedikit airnya sehingga kemungkinan besar untuk tumbuh tidak maksimal atau bahkan bisa gagal panen.

Perhatikan juga keseragaman ukuran bibit! Bibit yang tidak seragam memungkinkan ketidakseimbangan pertumbuhan tanaman pada area yang sama.

Selain itu, satu hal lagi yang perlu diperhatikan pada cara menanam bawang merah adalah kualitas lahan. Pastikan menanamnya di lahan yang mendukung pertumbuhannya secara maksimal.

Umumnya tanaman umbi ini lebih cocok kita tanam di lahan dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Lahan basah sedang, pada ketinggian kurang lebih 1000 mdpl.
  2. Maksimal pertumbuhan sangat memungkinkan jika ditanam pada area tanah subur dengan tingkat keasaman pH kurang lebih 5,5-6,5.
  3. Lahan stidaknya memiliki tingkat penyinaran 75% dengan rata-rata suhu lingkungan kurang lebih 25-32 °C.
  4. Dan tentunya pasokan air yang cukup. Sangat dianjurkan memilih lahan yang memiliki irigasi yang baik.

Untuk jenis tanah yang terbaik mungkin beragam. Tapi usahakan memilih lahan yang kaya akan bahan organik. Jika tidak bisa, pupuk yang Anda gunakan bisa lebih boros!

Meskipun tanaman bawang merah lebih dianjurkan untuk dataran rendah, tidak menutup kemungkinan juga untuk tumbuh di dataran agak tinggi.

Untuk hal ini, sebaiknya menggunakan bibit unggul yang telah diproduksi khusus untuk dataran tinggi, misal beberapa merek untuk kategori ini adalah bibit bawang Sumenep, Bangkok 2, dan Klon-33.

Langkah selanjutnya, persiapkan lahan!

lahan untuk bawang
lahan untuk bawang

Kebanyakan petani memilih waktu-waktu tertentu untuk memulai menggarap lahannya, tergantung jenis tanaman yang hendak ditanam dan kondisi ketersediaan air.

instagram okdogi

Karena bawang merah cukup sensitif terhadap perubahan cuaca, hendaknya persiapan lahan dikerjakan atas dasar perkiraan rentang waktu puncak musim ujan. 

Sebaiknya tanaman sudah dipanen sebelum puncak musim ujan tiba. Karena suplai air yang sangat berlebih bisa berdampak buruk terhadap tanaman.

Hal sebaliknya, Anda tidak perlu kuatir dengan musim kemarau jika lahan memiliki pasokan air irigasi yang cukup sepanjang tahun. Bahkan saat puncak musim kemarau, tanaman bawang bisa kemungkinan besar tumbuh lebih maksimal sepanjang pasokan airnya cukup.

Gemburkan tanah lahan!

Setelah menentukan waktu perkiraan yang tepat untuk bertanam, persiapkan lahan segera! Hal ini tentu saja juga disesuaikan dengan jangka waktu persiapan bibit, kecuali jika Anda memilih menggunakan bibit siap tanam.

Langkah pertama, pastikan lebih dahulu lahan bebas dari tanaman hama penganggu, seperti rumput dan tanaman liar lainnya. Bersihan dengan baik, kemudian gemburkan!

gemburkan lahan bawang
gemburkan lahan bawang

Tahap penggemburan tanah ini macam-macam, bisa disesuaikan dengan daya yang kita miliki. Mulai dari metode yang sangat traditional, penggunaan pacul misal atau pembajakan dengan hewan ternak seperti sapi dan kerbau hingga metode yang modern seperti penggunaan traktor.

Semua biaya penggemburan tanah ini harus kita perhitungkan. Kita bisa lakukan sendiri atau menyuruh orang lain untuk membantu.

Jika menggunakan jasa pihak lain, sebaiknya memilih sistem borongan agar lebih murah. Usahakan biaya ini ditekan serendah mungkin, tentu tetap dalam batas yang wajar karena kualitas penggemburan tanah juga berpengaruh.

Misal penggemburan tanah yang tidak cukup dalam, bisa mengurangi aliran oxygen ke dalam tanah dan penyerapan pupuk saat proses tanam tiba.

Buat bedengan dengan ukuran yang tepat!

Tidak seperti tanaman padi yang memerlukan air yang banyak untuk tumbuh maksimal, tanaman bawang merah membutuhkan aliran air yang cukup tapi tidak boleh berlebihan. Oleh karena itu, disini kita perlu membuat bedengan.

Bedengan sebaiknya dibuat dengan ukuran yang seragam, kurang lebih lebarnya satu meteran dengan panjang bedengan menyesesuaikan dengan lahan.

Jarak antar bedengan, tempat dimana air mengalir jika pengairan diperlukan, sebaiknya dibuat sekitar 30 cm.

Semakin lebar jarak ini biasanya lebih bagus, tapi semakin sedikit juga bibit bawang yang ditanam karena keterbatasan lahan.

Tabur pupuk dasar

Jika lahan sudah siap, segera siapkan pupuk dasarnya. Pupuk dasar ditabur beberapa hari sebelum masa tanam, biasanya 2-3 hari sebelumnya.

Jangan terlalu lama jeda waktunya, karena dikuatirkan bisa larut dan hilang karena ujan atau faktor lain diluar prediksi kita.

Ada beberapa pilihan untuk pupuk dasar. Namun secara umum bisa diklasifikasikan menjadi dua kelompok, pupuk kimia dan pupuk organik. Kita bisa menggunakan keduanya atau salah satu, tergantung situasi lahan.

Pupuk dasar kimia biasanya menjadikan tanaman lebih bandel dan tahan akan penyakit, serta bisa menstimulasi pertumbuhan tanaman lebih cepat. Harganyapun cukup terjangkau, sebagian besar telah disubsidi pemerintah.

Salah satu contoh pupuk jenis ini adalah pupuk buatan TSP/SP-36, yang biasanya memiliki daya sebar 120-200 kg/ha.

Sebaliknya pupuk dasar organik mungkin tidak sebagus pupuk dasar kimia, tapi jika ditinjau dari segi kesehatan, pupuk organik lebih baik.

Makanya apapun produk pertanian yang berlabel organik biasanya memilki harga yang lebih mahal, karena memerlukan perawatan yang tidak mudah.

Setelah penaburan pupuk dasar, sebaiknya juga kita cek kandungan pH keasaman tanah.

Apabila keasaman masih dibawah 5,6, gunakan Dolomit/kapur pertanian! Sebar dan aduk ratakan disekitar area tanah bedengan, dengan komposisi kurang lebih 1,5 ton/ha.

Tahap menanam

Penanaman bibit sebaiknya segera dikerjkan begitu lahan telah siap. Apa lagi jika lahan sudah memiliki irigasi air yang cukup untuk menunjang pertumbuhan tanaman.

Beda halnya dengan lahan wadah ujan, dimana pasokan air sangat tergantung dengan curah hujan. Pada lahan jenis ini tentunya perlu diperhitungan waktu yang tepat agar tanaman bisa mendapatkan air yang cukup.

Persiapkan bibit bawang yang siap tanam, kemudian tanamlah dengan jarak yang seragam sekitar 15 cm atau 20 cm persegi.

cara menanam bawang merah
cara menanam bawang merah

Gunakan lesung kayu seukuran diameter bibit, buat lubang dengan kedalaman secukupnya. Kemudian masukan bibit satu persatu kedalam lubang.

Penting jangan membuat lubang yang terlalu dalam agar bibit tidak busuk!

Jika mendapati bibit yang tunasnya belum sempurna, kurang dari 85 percent, sebaiknya kita potong ujung bawah umbinya untuk memicu pertumbuhan lebih cepat.

Perawatan dan panen

Jika diperlukan, kita dapat memberikan pupuk tambahan agar tanaman tumbuh lebih cepat dan menghasilkan umbi bawang yang berkualitas bagus.

Tahap ini biasanya kita kerjakan kurang lebih 1-2 minggu setelah penanaman. Pupuk yang umum digunakan diantaranya KCL dan Urea.

Jika masih kurang, bisa kita lakukan pemupukan tambahan dengan pupuk yang sama sekitar 2-3 minggu setelahnya.

Proses pemupukan ini bervariasi, tergantung situasi dan kondisi tanaman. Bahkan jika masih diperlukan, juga bisa kita lakukan pemupukan lagi hingga tanaman mencapai usia matang kurang lebih 2 bulan setelah penanaman.

Selain itu, juga perlu Anda perhatikan hama tanaman yang menggangu disekitarnya! Rumput liar dan lainnya sering tumbuh subur di area bedengan.

Pembasmian hama tumbuhan liar ini bisa kita lakukan secara manual atau menggunakan bahan kimia tertentu misal Bayrusil 35 EC (semprotkan secukupnya, hindari menyemprotkan langsung ke tanaman bawangnya).

Dan jika perawatan kita kerjakan dengan benar, tanaman bawang akan mencapai usia panennya sekitar 2-3 bulan setelah penanaman!

Baca juga

instagram okdogi

Leave a Comment