Kunci Sukses Cara Menanam Bawang Putih

Kunci Sukses Cara Menanam Bawang Putih

Jika Anda tertarik dengan cara menanam bawang putih yang benar dengan hasil panen maksimal, Anda sudah berada pada tempat yang tepat karena kesempatan kali ini kita akan bahas lebih dalam tentang pembudidayaannya.

Bawang putih termasuk dalam klasifikasi tanaman bawang (genus allium) dan memiliki nama latin Allium Sativum.

Bawang putih adalah salah satu bumbu dapur yang sudah sangat akrab kita gunakan dalam masakan.

bawang putih
bawang putih

Cara menanam bawang putih

Hampir tidak ada masakan khas Indonesia yang tidak menggunakannya, kebutuhan masyarakat kita akan bawang putih bisa dikatakan sudah menjadi kebutuhan pokok!

Selain rasanya yang khas sebagai bumbu penyedap alami, bawang ini juga memililki kandungan nutrisi dan zat aktif yang dapat berguna untuk kesehatan.

Jadi sudah siap untuk mempelajari pembudidayaannya? Langsung saja, berikut cara menanam bawang putih untuk hasil panen yang melimpah berkali-kali lipat dari yang Anda tanam!

Ciri Bibit Unggul Bawang Putih                  

Pertama-tama yang perlu diingat, tanaman bawang ini sangat sensitif terhadap cuaca.

Oleh karena itu sangat penting memilih bibit yang berkualitas baik untuk mengurangi resiko gagal panen.

Adapun beberapa kriteria umum untuk bibit bawang putih kualitas terbaik sebagai berikut:

  1. Bibit tidak cacat secara fisik dan bentuknya normal, pastikan tidak ada lecet pada siung dan bagian lainnya!
  2. Siung bibit mengkilap, licin, kokoh, dan tidak kusut.
  3. Pangkal batang bibit tidak lembek, pilih yang keras dan tidak kopong (berisi penuh)!
  4. Terlihat sehat, dan bebas dari penyakit.
bibit bawang putih
bibit bawang putih

Sangat dianjurkan membeli bibit langsung dari pasar pertanian, jangan menggunakan bawang yang dijual di pasar umum, tanya kenapa?

Pertama bawang yang sudah masuk pasar sebagian sudah mengalami pengawetan, jadi jika ditanam pertumbuhannya tidak maksimal.

Kedua, kita juga tidak mengetahui pasti apakah varietasnya cocok dengan lahan kita. Apalagi jika bawang dapur tersebut diimpor dari luar negeri, karena tidak semua jenis varietas cocok dibudidayakan di tanah air.

Menurut surat edaran terbaru dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, hanya ada 6 varietas bawang putih yang cocok dibudidayakan di Indonesia yaitu; Great black leaf (satu-satunya varietas impor layak tanam), Tawangmangu baru, Lumbu kuning, Sanga sembalun, Lumbu putih, dan Lumbu hijau!

Jumlah bibit yang diperlukan tergantung dengan seberapa luas lahan yang kita miliki. Semakin besar ukuran bibit, semakin tinggi harga per kg yang akan Anda beli.

Ukuran bibit bawang putih beragam, tapi secara garis besar berkisar 1 s.d 3 gram per siungnya.

Misal jika bibit yang kita pilih memilik berat 1 gram /siung, maka taksiran jumlah bibit yang diperlukan sekitar 670 kg per hektarnya.

Sedangkan untuk berat 3 gram /siung, maka kebutuhan akan bibit bisa mencapai hingga 6,700 kg per hektar.

Meskipun ketika ditanam berupa siung, lebih baik membeli bibit masih dalam bentuk umbi agar lebih awet. Kita bisa membelah umbi menjadi siung beberapa hari sebelum masa tanam!

Perhatikan Musim

Walaupun harganya yang cukup tinggi, budidaya bawang putih masih sering dikerjakan sebagai bagian rotasi tanaman pada suatu lahan.

Sangat jarang kita temukan para petani kita yang menggunakan lahan utamanya untuk penanaman bawang putih sepanjang tahun.

Tidak salah kalau kita menyebutnya sebagai tanaman musiman.

Hal ini tidak heran, karena selain jenis tanamannya yang sangat rentan terhadap cuaca, juga karena keterbatasan jenis bibit yang dapat dikembangkan di tanah air.

Makanya jumlah impor bawang putih di negara kita masih cukup tinggi angkanya, untuk awal kuartal tahun ini saja kran impornya sudah dibuka hingga 100 ribu ton (sumber dari Kementrian Perdagangan, April 2019).

Tanaman bawang ini memiliki daun yang mudah busuk saat curah hujan tinggi, jadi perhatikan musim sebelum melakukan pengolahan lahan!

Umumnya ditanam saat peralihan musim hujan ke musim kemarau, biasanya akhir bulan Maret hingga Juni (untuk pulau Jawa).

Atau jika lahan memiliki irigasi air yang memadai sepanjang tahun, menanamnya saat musim kemarau hingga musim hujan tiba juga bisa dilakukan!

Syarat Tumbuh

Mengingat daya tumbuh tanaman bawang putih sangat rentan terhadap beberapa faktor, memahami syarat tumbuhnya dapat mengurangi resiko gagal panen.

Selain faktor cuaca, struktur dan pH tanah juga berpengaruh.

Tanaman bawang ini biasanya akan tumbuh maksimal pada tanah lempung, meskipun tidak menutup kemungkinan juga bisa tumbuh pada jenis tanah lainnya.

Untuk pH tanah setidaknya diatas 5,5. Jika tanah terlalu asam, pertumbuhan tanaman akan terhambat.

Dapat menggunakan kapur pertanian (dolomit) jika tanah masih terlalu asam, sebar dolomit secukupnya setelah tanah digemburkan dengan dosis sekitar 1 s.d 2 ton per hektar.

Selain untuk menetralisir keasaman tanah, dolomit juga dapat membantu:

  1. Meningkatkan penyebaran zat fosfor pada tanah.
  2. Menjaga kestabilan unsur hara mikro untuk mendukung pertumbuhan bibit.
  3. Juga bisa menetralkan zat-zat tertentu pada tanah seperti unsur tembaga (Cu) dan besi (Fe).

Kendala lainnya, selama ini tanaman bawang putih hanya dibudidayakan pada dataran tinggi (1000 m dpl), sehingga tidak semua daerah dapat mengembangkannya.

Kabar baiknya sekarang sudah tersedia varietas yang dapat ditanam pada dataran menengah, sekitar 700 m dpl, contoh untuk varietas ini adalah Lumbu putih dan Lumbu kuning.

Bagaimana dengan dataran rendah? Nampaknya kebijakan pemerintah memang sengaja tidak mendorong budidaya bawang putih di dataran rendah.

Jika ada varietas bibit untuk dataran rendah, dikuatirkan akan menggusur produksi padi (beras) karena para petani akan cenderung berbondong-bondong menanamnya sebab harganya yang lebih tinggi dibanding harga beras.

Pengolahan Lahan dengan Bedengan

Sebelum masa tanam, lahan harus digemburkan.

penggemburan tanah
penggemburan tanah

Bersihkan lebih dulu sisa panen sebelumnya, termasuk rumput liar hingga lahan bersih.

instagram okdogi

Kemudian lakukan pembajakan tanah dengan kedalaman 30-40 cm.

Penting, penggemburan tanah harus dilakukan dengan benar, karena yang kita panen adalah umbi tanaman bawangnya (bukan daun atau buahnya)

Penggemburan yang kurang baik dapat sangat berpengaruh pada kualitas dan ukuran bawang yang akan dihasilkan ketika panen.

Jangan lupa mengecek pH tanah, sebarkan dolomit jika diperlukan. Penyebaran dolomit minimal 3-4 minggu sebelum masa tanam.

Setelah tanah gembur dan pH tanah normal (layak tanam), buatlah bedengan dengan lebar 90-110 meter dan tingginya sekitar 30-40 cm.

Jarak antara bedengan satu dengan yang lain sekitar 20-30 cm, daerah kosong ini untuk irigasi aliran air dan tempat lalu lalang kita saat melakukan pemeliharaan.

Kemudian buat lubang tanam, dalamnya dari permukaan tanah sekitar 5 s.d 7 cm (sesuai dengan ukuran bibitnya), dengan jarak renggang antar lubangnya 15 cm persegi.

Masukkan benih satu per satu ke dalam lubang-lubang tersebut, dan tutup kembali dengan tanah yang dicampur dengan pupuk dasar.

penanaman bawang putih
penanaman bawang putih

Penyebaran pupuk dasar bisa juga dilakukan setelah penggemburan tanah dan sebelum masa tanam (jika waktunya memungkinkan, sebaiknya pilih cara ini untuk hasil maksimal).

Ada banyak jenis pupuk dasar yang dapat kita gunakan untuk budidaya bawang putih, diantaranya:

  1. Pupuk organik yaitu pupuk kandang atau kompos matang, komposi penyebaran 15 s.d 20 ton /hektar.
  2. Pupuk non-organik yaitu ZK (dosis 200 kg /hektar), urea (dosis 200 kg /hektar), dan TSP (dosis 130 kg /hektar).

Setelah semua bibit ditanam dengan benar, begitu juga pupuk sudah disebarkan, segera tutup bedengan dengan mulsa plastik untuk menjaga kelembapan dan mengurangi resiko pertumbuhan gulma/tanaman liar pada area bedengan.

Alternatif pilihan lainnya, bisa menggunakan mulsa alami yang murah meriah seperti tumpukkan jerami atau alang-alang yang sudah kering.

Pastikan ketebalan mulsa alami ini tidak kurang dari 3 cm, agar efeknya lebih maksimal.

Tahap Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman bawang putih pada dasarnya sama dengan pemeliharaan tanaman budidaya lainnya, yang mana terdiri dari beberapa hal mendasar yaitu pengairan, penyulaman, dan penyiangan.

Pengairan

pengairan
pengairan

Pengairan kita lakukan dengan perendaman parit (area kosong yang terletak di antara bedengan), siramkan air secukupnya pada area ini dan biarkan meresap secara alami ke tanah, jangan menyiramkan air secara langsung diatas bedengan!

Perendaman ini bisa dilakukan 2 s.d 3 kali sehari pada masa awal pertumbuhan bibit, dan 1-2 minggu sekali saat tunas pembentukan umbi bawang mulai kelihatan.

Pemberian air bisa dihentikan sama sekali 1-2 minggu menjelang panen.

Penyulaman

Ada kalanya bibit yang ditanam gagal tumbuh dan kemudian mati, ada juga beberapa bibit yang mungkin tumbuh tidak normal.

Untuk mengantisipasi hal ini, penyulaman perlu dilakukan 7-14 hari setelah masa tanam, segera gantikan bibit yang tidak sesuai ekspektasi dengan bibit yang baru sehingga tidak ada area tanam yang kosong.

Penyiangan

Meskipun area bedengan sudah ditutup dengan mulsa, biasanya masih saja ada ditemukan beberapa rumput liar yang tumbuh pada area tersebut.

Jika lahan tidak terlalu luas, sebaiknya penyiangan kita lakukan secara manual (mencabut rumputnya dengan tangan atau menggunakan alat yang sesuai seperti pacul ukuran kecil).

Sebaliknya jika lahan sangat luas, bisa menyewa jasa orang lain untuk melakukan penyiangan secara manual, atau (jika memang diperlukan) bisa menggunakan obat herbisida pembasmi rumputan liar seperti TOK 50 WP.

Pemeliharaan lainnya

Untuk ketegori ini menyesuaikan dengan kebutuhan, misal jika dirasa pertumbuhan bibit lambat atau tidak normal, mungkin penggunaan pupuk susulan dapat membantu.

Salah satunya adalah dengan menyemprotkan pupuk cair mikro (Sitozim), encerkan terlebih dahulu hingga konsentrasi sekitar 0,25 persen, terus semprotkan pada daun tanaman.

Pupuk ini juga dapat membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas umbi bawang putih.

Masalah lain yang mungkin kita hadapi adalah perihal serangan hama, ada banyak beragam hama penganggu yang dapat menyerang tanaman bawang putih dari mulai virus tanaman hingga hewan kecil pemakan daun.

Serangan hama dapat diminimalisir dengan berbagai cara, diantaranya:

  1. Pemilihan bibit yang bersertifikat dan mempunyai daya tahan tinggi terhadap penyakit.
  2. Pemeliharaan musuh alami dari hama penyerang, misal belalang sembah dan burung pemakan serangga.
  3. Pembuatan bedengan yang benar, dimana jarak antar bedengan jangan terlalu dekat.
  4. Masa tanam jangan terlalu dekat dengan panen sebelumnya pada lahan yang sama.
  5. Jika diperlukan, gunakan herbisida dan insektisida sesuai batas kewajaran!

Saatnya Panen

Setelah melewati tahapan yang cukup melelahkan dari pemilihan bibit hingga pemeliharaan, saatnya yang ditunggu-tunggu yaitu masa panen.

panen bawang putih
panen bawang putih

Pemanenan biasanya dilakukan sekitar 3 s.d 4 bulan setelah penanaman bibit.

Adapun ciri-ciri tanaman bawang putih siap panen diantaraya:

  1. Daun telah berubah menjadi kekuningan (minimal 50 persen), menandakan tanaman sudah cukup tua.
  2. Tangkai batang sudah mengeras.
  3. Umbi bawang sudah menonjol, cukup keliatan dari permukaan tanah.

Cara memanennya juga mudah, cukup langsung ditarik saja secara manual menggunakan tangan kosong.

Pemanenan sebaiknya segera dilakukan jika tanaman sudah tua, jangan menunda terlalu lama karena dikhawatirkan akan membuat umbi bawangnya mengerut dan tidak sedap jika dikonsumsi.

Setelah dicabut, sebaiknya segera dijemur hingga batangnya mengering. Langkah ini penting agar bawangya lebih awet dan tidak cepat busuk.

Selain itu, simpan hasil panen di tempat dengan sirkulasi aliran udara yang baik!

Sudah tertarik bukan dengan cara menanam bawang putih tersebut? Yuk langsung coba!

Baca juga

instagram okdogi

Leave a Comment