Cara Paten Menanam Pohon Buah Naga, TERBUKTI BERHASIL!

Cara Paten Menanam Pohon Buah Naga, TERBUKTI BERHASIL!

Budidaya buah dari tanaman sejenis kaktus ini cukup sulit bagi kebanyakan orang awam, tapi bukan berarti tidak dapat dipelajari.

Dengan beberapa kiat khusus, cara menanam buah naga dapat lebih mudah kita lakukan.

Buah naga memilki beberapa jenis, yang cukup popular di tanah air diantaranya kulit merah isi daging juga merah (nama latinnya Hylocereus polyrhisus) dan kulit merah isi daging putih (Hylocereus undatus).

Ada juga jenis yang lebih jarang kita temukan dipasaran, seperti kulit merah daging merah keunguan (Hylocereus costaricensis) dan kulit agak kekuningan dengan isi daging putih (Hylocereus megelanthus).

Kebanyakan orang menganggap buah ini berasal dari China, tapi anggapan ini salah. Faktanya berasal dari Amerika Tengah.

Buah naga baru masuk ke tanah air sekitar tahun 2000.

Tapi masih belum diketahui secara pasti siapa yang mengenalkannya pertama kali.

Terlepas dari spekulasi asal usulnya, yang pasti buah ini sudah cukup dikenal luas oleh masyarakat kita.

Nah jika Anda berniat ikut membudidayakannya, berikut panduan lengkap cara menanam buah naga dengan benar.

Pemilihan bibit

Ada dua cara pembibitan buah naga, pembibitan vegetatif buatan dan generatif. Yang paling umum digunakan adalah vegetatif buatan, karena lebih praktis dan mudah dikerjakan.

Pembibitan dengan cara generatif cukup sulit kita kerjakan, biasanya hanya yang sudah berpengalaman.

bibit buah naga
bibit buah naga

Metode ini mengharuskan menggunakan biji buah untuk kemudian menstimulasinya agar berkecambah dan bertunas.

Sedangkan vegetatif berarti kita memperoleh bibit baru tanpa melalui perkawinan, tanpa melibatkan peleburan serbuk jantan dan betina.

Untuk vegetatif buatan ada bayak cara, diantaranya; cangkok, okulasi, sistem sambung, dan stek.

Nah untuk pembibitan tanaman kaktus buah naga ini, penyetekan biasanya menjadi pilihan primadona, karena cukup mudah dikerjakan oleh kebanyakan orang. Adapun panduan secara ringkasnya sebagai berikut:

  • Keuntungan teknik stek kita dapat memperolah bibit yang menyerupai induknya. Oleh karena itu, pilih induk tanaman buah naga berkualitas baik! Salah satu indikatornya sudah pernah berbuah minimal 3 kali.
  • Setelah itu, pilih dahan yang cukup lebar diameternya untuk penyetekan. Stidaknya yang memiliki diameter 8 cm. Pastikan juga dahan cukup keras dan sehat, serta memiliki panjang yang cukup.
  • Potong dahan tersebut secukupnya, kemudian belah menjadi beberapa bagian. Tiap belahan panjangnya sekitar 25 s.d 30 cm, pada bagian bawah dipotong runcing miring dan atasnya tetap rata. Dan pastikan tiap potongan memiliki setidaknya 4 ruas mata tunas.
  • Biarkan beberapa saat sampai getahnya hilang. Jika langsung ditanam kemungkinan akan menyebabkan batang membusuk. Gunakan juga larutan fungisida (jika perlu), untuk menghindari resiko serangan jamur!

Setelah itu batang stek siap ditanam! Bisa langsung ke lahan penyemaian atau menggunakan polybag. Yang pasti, media tanam harus gembur dan subur untuk mendukung pertumbuhan tunas!

stek batang buah naga
stek batang buah naga

Untuk media lahan, buat bedengan ukuran setengah meteran. Taburkan kompos atau penyubur tanah lainnya, biarkan 1-2 hari.

Setelah itu sirami secukupnya (jangan sampai menggenang), kemudian tancapkan batang steknya  dengan bagian runcing posisinya dibawah.

Hal yang serupa bisa dilakukan untuk media tanam polybag. Siapkan tanah yang cukup gembur, campur ratakan dengan kompos secukupnya.

Jika sudah cukup rata, masukkan ke wadah polybag. Setelah itu sirami media tanam polybagnya (secukupnya), kemudian tancapkan batang steknya.

Jika diperlukan, gunakan juga sungkup (naungan) untuk melindung dan menstimulasi pertumbuhan tunas.

Jangan lupa melakukan penyiraman teratur 1 s.d 3 kali sehari, tergantung cuaca.

Penting, jangan melakukan penyiraman secara berlebihan untuk menghindari resiko batang stek yang menjadi rusak dan busuk.

Setelah beberapa hari, kurang lebih 3 minggu, tunas baru biasanya akan tumbuh. Jika sudah muncul tunas, buka sungkupnya agar mendapat paparan cahaya matahari yang cukup.

Tinggi bibit rata-rata bisa mencapai 50 s.d 80 cm dalam tiga bulan.

Bibit juga dapat dibeli langsung di pasar tanaman, tentu cara praktis ini mungkin pilihan terbaik jika kita tidak punya pohon indukan.

Harga bibit buah naga bervariasi, tergantung kualitas dan usianya.

Secara umum harganya berkisar Rp 5.000,- s.d R 15.000, – per batang stek.

Untuk bibit yang sudah memiliki tunas dalam wadah polybag, harganya lebih mahal bisa mencapai Rp 50.000,- per bibitnya.

Yang pasti selalu gunakan bibit kualitas bagus, dengan ciri-ciri diantaranya:

  • Minimal memiliki tunas empat.
  • Tinggi bibit setidaknya telah mencapai 50 cm, untuk memastikan bibit sudah siap ditanam dan memiliki resiko kematian (gagal tumbuh) rendah.
  • Dan pastikan batang bibit dalam keadaan baik, kuat, berwarna hijau fresh, dan tidak cacat!

Mempersiapkan tiang panjatan

Tanaman kaktus buah naga cenderung menjalar kesamping, karena batangnya tidak kokoh untuk menopang pohonnya.

Untuk efisiensi penggunaan lahan, tiang panjatan kita perlukan.

Ada beragam cara pembuatan tiang panjat ini, yang paling populer di tanah air adalah dengan beton (corcoran).

Bisa juga menggunakan kayu, tapi tentunya tidak akan tahan lama karena bisa rapuh terkena air hujan. Bisa juga dengan besi, sebaiknya yang stainless (tapi cara ini mahal).

tiang panjat buah naga
tiang panjat buah naga

Tiang panjatan beton bersifat permanen, dapat menyokong tumbuhnya tanaman dalam rentang waktu yang lebih lama.

instagram okdogi

Hal ini penting karena tanaman buah naga dapat hidup lama sampai puluhan tahun, tergantung perawatan.

Bentuk tiang panjantan didesain sedemikian rupa sehingga pertumbuhan tanaman dapat berjalan dengan baik.

Umumnya berbentuk persegi atau silinder dengan dimensi lebar sekitar 10 s.d 15 cm. Tingginya sekitar 2 s.d 2,5 meter.

Diujung atas tiang panjat, kita buat semacam lingkaran dengan 2 buah ruas saling menyilang berbentuk “+”.

Cara yang paling umum untuk mengakomodasi desain ini adalah dengan menyelipkan besi saling menyilang ke corcoran tiang bagian atas.

Dikerjakan bersamaan saat mengecor tiang agar bisa saling menempel dengan kuat!

Kemudian bisa kita gunakan ban bekas dan disangkutkan pada besi tersebut, persis jadinya seperti setir mobil.

Atau bisa juga menggunakan besi yang dibuat melingkar, kemudian dilas satu sama lain. Diameter lingkaran ini sekitar 25 s.d 30 cm.

Setelah tiang penyangga siap, saatnya menancapkannya di lahan yang akan kita garap. Karena tiang cukup berat, pondasi lubang tempat tiang akan diancapkan harus cukup dalam, minimal 50 cm. Jadi setelah tertancap, tinggi tiang menjadi sekitar 1,5 s.d 2 meter dari tanah.

Untuk budidaya masal, posisikan tiang-tiang panjatnya secara teratur dan seragam. Jarak antar tiang minimal 2,5 meter.

Dan jarak antar baris sekitar 3 meter! Hindari jarak yang terlalu dekat, karena bisa mengurangi produktivitas tanaman untuk berbuah.

Sebagai catatan, pembuatan tiang panjat dengan beton bersifat sangat teknis. Untuk itu sebaiknya menggunakan jasa tukang bangunan.

Tiap tiang beton harus memiliki 1 besi dengan spesifikasi diameter minimal 6 mm. Makin besar diameter besi makin kokoh tiang, tapi harganya juga semakin hal.

Menyiapkan lahan

Tanaman buah naga termasuk tumbuhan tropis, jadi cukup cocok untuk tumbuh di sebagian besar wilayah tanah air kita.

Secara umum, lebih dianjurkan untuk dataran rendah dengan spesifikasi ketinggian sekitar 20 s.d 500 mdpl.

Pastikan lahan mendapat penyinaran matahari yang cukup. Selain itu, teksur tanah sebaiknya cukup gembur dan subur. Dan tingkat keasaman tanah normal, pH tanah tidak kurang dari angka 5.

penyiapan lahan buah naga
penyiapan lahan

Jika tidak yakin dengan kualitas tanah lahan Anda, jangan kuatir ada beberapa kiat khusus untuk menyuburkannya.

Setelah tiang panjatan ditancapkan dengan kokoh, sekarang gali lubang tanam dengan kedalaman sekitar 20 s.d 30 cm dan luasnya berukuran 60 cm persegi. Pastikan tiang panjat posisinya persis ditengah!

Kemuadian siapkan campuran penyubur tanah, dengan komposisi; 10 kg pasir, 15 kg pupuk kandang /kompos, dan 300 gram kapur pertanian (dolomit). Fungsi kapur menjaga kestabilan tingkat keasaman tanah.

Campur ratakan semua kedalam tanah galian. Setelah rata, timbunkan kembali ke lubang tanam! Siram air secukupnya hingga tanak, tapi jangan sampai tergenang!

Biarkan beberapa hari, kurang lebih 2 s.d 3 hari. Setelah itu tambahkan pupuk penunjang, seperti 25 gram pupuk TSP.

Taburkan pupuk ini melingkari area tiang panjat, kurang lebih jaraknya 10 cm dari titik tiang tertancap!

Tunggu sekitar 24 jam, setelah itu lahan siap untuk penanaman!

Penanaman bibit buah naga

Satu tiang panjatan biasanya cukup kuat mengakomodir 4 bibit tanaman. Penanaman dilakukan dengan spesifikasi sebagai berikut:

  • Empat bibit ditanam mengitari tiang panjat secara merata.
  • Jarak tanam bibit dengan tiang panjat sekitar 10 cm.
  • Lubang tanam bibit digali dengan kedalaman sekitar 10 s.d 15 cm.

Pindahkan bibit dari polybag dengan benar! Pastikan bibit tidak stress, segera pindahkan ke lubang tanam begitu bibit sudah dicabut dari polybagnya.

Kemudian timbun kembali, padatkan tanah dengan hati-hati!

Jangan lupa untuk mengikat ke empat batang bibit ke tiang panjat, bisa menggunakan kawat tanaman hias. Setelah itu, jangan lupa melakukan penyiraman secukupnya!

Lakukan pengikatan dengan benar, jangan terlalu kencang sehingga menyulitkan batang tanaman untuk bernapas. Ikatan yang terlalu kencang juga bisa menghambat pertumbuhan tanaman.

Pengikatan dapat dilakukan lagi setiap pertumbuhan batang mencapai panjang 20 s.d 30 cm.

Tahap perawatan

Tahap ini dapat kita pilah menjadi 3 hal penting; pemupukan, penyiraman, dan pemangkasan.

Selain pupuk dasar, tanaman buah naga masih membutuhkan pemupukan tambahan. Jangan gunakan pupuk urea, karena bisa memicu pembusukan batang tanaman buah naga!

  • Saat masih tahap pertumbuhan, gunakan pupuk tinggi nitrogen (misal pupuk kandang dan kompos dengan komposisi 5 s.d 10 kg untuk tiap lubang tanam). Berikan 3 bulan sekali.
  • Ketika sudah berbunga, gunakan pupuk yang tinggi kalium dan fosfor (misal pupuk NPK, ZK, atau GDM spesialis buah). Misal 50 gram NPK dan 20 gram ZK per lubang tanam, taburkan 3 bulan sekali.
  • Jika diperlukan, gunakan juga pupuk hayati dan pupuk organik cair untuk hasil yang optimal.

Tanaman buah naga sangat sensitif terhadap air. Jadi penyiraman perlu hati-hati, jangan sampai kebanyakan karena bisa memicu batang busuk.

Penyiraman yang disarankan adalah dengan membuat parit drainase disekitar lubang tanam. Jadi cukup memberikan genangan air diparit tersebut secukupnya.

Penyiraman menyesesuaikan dengan cuaca. Terkadang bisa 3 kali sehari pada musim kemarau.

Atur juga paritnya sedemikian rupa sehingga sewaktu hujan lubang tanam tidak tergenang air, dan air cepat surut begitu hujan reda!

Intensitas penyiraman bisa dikurangi ketika tanaman sudah berbunga sampai buah dipetik. Poin ini bertujuan untuk mengurangi pertumbuhan tunas baru yang bisa mempengaruhi kualitas buah.

Hal lainnya yang perlu kita perhatikan adalah pemangkasan cabang batang yang sudah tidak produktif.

Cabang yang sudah berbuah 3 kali atau lebih baiknya dipangkas, dan hasil pemotongan batang ini bisa kita gunakan untuk bibit baru.

Jika perawatan dilakukan dengan benar, pohon kaktus buah naga seharusnya sudah berbuah kurang dari 1 tahun setelah penanaman.

Panen pertama biasanya belum optimal. Tapi seiring waktu akan lebih produktif  hingga 15 s.d 20 tahun kedepan.

Baca juga

instagram okdogi

2 thoughts on “Cara Paten Menanam Pohon Buah Naga, TERBUKTI BERHASIL!”

  1. Informasi yang sangat bermanfaat, kunjungi juga website kami di tokoasri-karanganbungajogjadotcom
    Salam sukses

Leave a Comment