Cara Menanam Cabai Rawit Step By Step Sampai Berhasil

Cara Menanam Cabai Rawit Step By Step Sampai Berhasil

Cara menanam cabai rawit dengan hasil yang melimpah sangat ditunjang oleh beragam faktor. Meskipun cukup riskan gagal panen, namun dengan cara yang tepat resiko tersebut dapat dihindari.

Cabai rawit termasuk dalam spesies Capsicum frutescens, dan cukup digemari oleh masyrakat kita.

cabai rawit
cabai rawit

Rasanya yang lebih pedas membuatnya selalu diburu dan laris manis dipasaran.

Terdapat beragam jenis cabai rawit, setiap daerah memiliki keunikan tersendiri, namun secara umum bisa dibedakan menjadi dua kategori, cabai rawit hijau dan putih.

Kabar baiknya, cabai jenis ini tergolong cukup mudah ditanam. Dan walaupun riskan akan gagal panen, tapi resiko ini bisa dibilang lebih rendah jika dibandingkan dengan jenis cabai lainnya.

Jika kita bandingkan dengan cabai merah besar dan cabai merah kriting, cabai rawit relatif lebih kuat terhadap serangan hama dan perubahan cuaca.

Penanaman dapat dilakukan dengan berbagai cara. Adapun yang paling umum adalah dengan pertanian lahan terbuka (konvensional) dan penggunaan polybag.

Untuk menunjang keberhasilan panen yang berlipat-lipat, berikut beberapa kiat sukses cara menanam cabai rawit dari awal pemilihan benih hingga panen pada lahan terbuka.

Cara Memilih Benih Cabai rawit unggul

Untuk praktisnya, bisa langsung membeli benih cabai rawit varietas unggul hibrida, cukup mudah kok menemukannya di pasaran.

bibit cabai rawit
bibit cabai rawit

Seperti namanya “hibrida”, jenis benih ini memiliki produktivitas tinggi sehingga meningkatkan hasil panen berkali-kali lipat.

Baru-baru ini juga sedang dikembangkan varietas benih baru yang memungkinkan panen melimpah hingga 2-3 kali lebih banyak, salah satunya adalah varietas unggulan yang bernama Carvi Agrihorti.

Dikembangkan dari teknologi in vitro, Carvi Agrihorti lebih tahan terhadap penyakit dan hama (termasuk tahan akan serangan virus ChiVMV yang dapat mengakibatkan penyakit belang pada cabai).

Apapun jenis benih cabai rawit yang Anda pilih, pastikan cocok dengan kondisi lahan yang Anda miliki!

Jika di tempat tinggal Anda harga benih cabai mahal atau susah mendapatkannya, bisa juga melakukan penyeleksian benih secara mandiri.

Catatan penting, pilih cabai indukan dari tanaman yang sudah menghasilkan buah cabai untuk ke-5 atau ke-6 kalinya.

Biji cabai dari tanaman yang masih muda biasanya masih jarang, dan kualitasnya juga kurang cukup matang untuk disemaikan menjadi bibit.

Sedangkan jika diambil dari indukan tanaman yang sudah terlalu tua (umur di atas 1,5 tahun), biji cabe sudah banyak tapi kualitasnya menurun, biasanya lebih kecil dari segi ukuran.

Pastikan juga memilih indukan tanaman yang sehat, tidak cacat atau tidak sedang terkena penyakit.

Plih juga hanya dari cabai yang berkualitas baik dan sempurna dari segi bentuk, ukuran yang besar, dan tidak belang warna kulitnya.

Setelah ditentukan indukan tanamannya, petik buah cabai yang sudah cukup tua saja, bahkan sebagian pakar agronomi menyarankan untuk membiarkan buah cabai pilihan agar matang dan mengering dipohon secara alami (jika memungkinkan).

Oke kita anggap buah cabai untuk benih sudah dimengerti, kemudian lakukan langkah selanjutnya sebagai berikut:

  1. Potong cabai mejadi dua bagian, belah membujur dari atas ke bawah.
  2. Yang perlu diperhatikan, pilih biji yang berada pada posisi tengah (biasanya paling berkualitas). Buang biji yang dekat dengan ujung dan pangkal buah.
  3. Lakukan hal yang sama pada buah cabai lainnya.
  4. Setelah itu, rendam biji cabai pilihan dalam wadah berisi air bersih.
  5. Lakukan seleksi lagi, buang yang mengambang. Sebaliknya biji yang tenggelam adalah yang unggul.
  6. Setelah itu jemur biji-biji kualitas terbaik itu hingga cukup kering, bisa 1-3 hari tergantung cuaca.

Setelah kering, simpan ditempat yang aman. Jika menyimpan di toples, pastikan biji cabai masih mendapat sirkulasi udara yang memadai, jangan ditutup rapat!

Jika diperlukan, gunakan fungisida untuk mencegah penjamuran.

Berapa banyak jumlah benih/biji cabai yang dibutuhkan tergantung luas lahan, tapi secara umum kurang lebih 500 gram /hektar.

Walaupun biji cabai dapat tahan hingga tahunan, sebaiknya segera digunakan jangan terlalu lama menyimpannya!

Semakin lama kita simpan, semakin turun produktivitasnya dan daya tumbuhnya ketika ditanam.

Benih cabai yang unggul harus memiliki daya tumbuh tidak kurang dari 80 persen, hindari menggunakan benih dengan daya tumbuh rendah (kurang dari 50 persen)!

Cara menanam cabe rawit

Penyemaian penting untuk mengurangi risiko gagal tumbuh setelah ditanam pada lahan utama.

penyemaian bibit cabai rawit
penyemaian bibit cabai rawit

Pastikan tempat lokasi penyemaian tidak terlalu terik, agak rindang.

Jika diperlukan beri naungan seperti terpal transparan terbuat dari material fiber, naungan ini juga dapat berfungsi sebagai pelindung dari terpaan angin dan kucuran derasnya air hujan.

Sangat lebih dianjurkan melakukan penyemaian pada wadah polybag.

  1. Siapkan polybag ukuran kecil, sekitar 5×10 cm.
  2. Siapkan media tanam untuk penyemaian. Bisa menggunakan tanah hitam, pupuk kandang kering, dan kompos (komposisinya 1:1:1).
  3. Campur ratakan media tanam tesebut, kemudian masukkan ke dalam polybag hingga mencapai sekitar 75 persen volumennya.
  4. Diamkan sekitar 1-2 hari biar memadat secara alami.
  5. Setelah itu, wadah polybag berisi media tanam penyemaian siap kita gunakan.

Kemudian ambil biji cabai yang sudah dipersiapkan, rendam dengan air hangat sekitar 6 jam dengan maksud untuk menstimulasi pertumbuhan sebelum ditanam.

Tahap berikutnya, tiriskan biji yang telah direndam, dan selanjutnya segera tanam pada wadah polybag penyemaian.

Buat lubang tanam penyemaian, jangan terlalu dalam cukup 1 cm saja, masukkan 2-3 biji untuk satu lubang.

Lakukan penyiraman, gunakan gembor sehingga air tidak merusak lubang tanam.

Meskipun sudah hati-hati, terkadang kucuran air masih cukup kuat merusak lubang tanam, untuk itu sebaiknya kita tutupi permukaan tanam dengan kertas koran bekas terlebih dahulu sebelum menyiram.

Siram air secukupnya pagi dan sore, bibit biasanya akan tumbuh setelah satu mingguan.

Dan setelah 30-45 hari akan muncul 3-5 daun, bibit pun siap dipindahkan ke lahan tanam utama.

Pembajakan Lahan

Untuk menghemat waktu, sebaiknya penggemburan lahan diperhitungkan dengan cermat agar dapat beriringan secara efisien dengan waktu penyemaian.

Jadi usahakan lahan sudah siap tanam begitu bibit sudah siap dipindahkan dari penyemaian.

instagram okdogi
pembajakan lahan
pembajakan lahan

Hal ini sebenarnya dapat diatasi jika biaya mencukupi untuk menyewa jasa pihak lain.

Pengolahan lahan sebaiknya memilih sistem borongan agar tepat waktu penyelesainnya.

Selain itu, kita bisa juga membeli bibit yang sudah jadi, tapi akan mengurangi laba bersih setelah panen jadi sebaiknya dihindari, sebaiknya melakukan penyemaian sendiri!

Berikut beberapa poin penting lainnya yang perlu diingat pada saat penggemburan lahan:

  1. Kualitas pembajakan harus baik, minimal kedalaman saat mencangkul atau membajak sekitar 40 cm.
  2. Tingkat keasaman pH tanah usahakan di atas angka 6. Taburkan dolomit (kapur pertanian) untuk menetralkan asam, jika diperlukan!
  3. Jangan menggunakan lahan tanam yang terlalu miring, karena membuat pertumbuhan cabe tidak maksimal.

Oke kita anggap lahan sudah cukup gembur dan layak tanam, selanjutnya buat bedengan lebar sekitar 100 cm s.d 120 cm dengan tinggi sekitar 30 cm.

Untuk satu area lahan tanam, bisa kita buat beberapa bedengan, tapi jarak jangan terlalu dekat (minimal jaraknya 60 cm).

Langkah selanjutnya, taburkan pupuk dasar pada area bedengan, bisa menggunakan pupuk organik dan pupuk non-organik.

Untuk pilihan tanaman organik, gunakan campuran pupuk kandang ayam dan kompos 1:1 dengan cakupan sekitar 15 ton per hektarnya, cara ini biasanya sudah cukup jika kandungan unsur hara tanah sudah tinggi.

Bila kesuburan tanah dirasa masih kurang, tambahkan pupuk dasar kimia seperti KCl, urea, atau SP36, tebarkan secukupnya!

Penanaman Bibit Cabai Rawit

penanaman bibit
penanaman bibit

Mengingat harga cabe rawit lebih murah dibanding jenis cabe lainnya, sangat penting memangkas pengeluaran seefisien mungkin!

Untuk menjaga kelembapan area bedengan, tebar jerami padi yang sudah kering secukupnya, cara ini lebih murah meriah daripada penggunaan mulsa plastik.

Kelemahannya, penggunaan jerami lebih repot dari pada mulsa plastik, dan juga lebih rawan terkena serangan hama. Tapi jika Anda telaten melakukan perawatan, resiko ini dapat dihindari.

Kemudian buat lubang tanam pada bedengan sebagai berikut:

  1. Kedalaman lubang secukupnya, sesuai dengan panjang akar bibit.
  2. Jarak tiap lubang sekitar 50 cm, buat dua baris  dengan jarak antar baris sekitar 70 cm.
  3. Lubang-lubang tersebut lebih baik dibuat dengan cara zig-zag dengan tujuan agar tiap tanaman mendapatkan paparan sinar matahari secara merata ketika sudah tumbuh besar.
  4. Pindahkan bibit ke lubang tersebut, tutup dan ratakan kembali dengan tanah sekitarnya.

Usahakan menyelesaian tahap penanaman ini dalam satu kali waktu, sehingga usia pertumbuhan bibit pada lahan yang sama menjadi seragam.

Cabai Rawit Tidak Memerlukan Banyak Perawatan

Tidak seperti tanaman tomat yang resiko gagal panennya cukup tinggi, tingkat keberhasilan panen sangat tinggi untuk tanaman cabai rawit selama tidak ada cuaca ekstrim.

Perawatannya juga relatif lebih mudah jika kita bandingkan dengan jenis tanaman cabai merah besar, lakukan penyiraman rutin cukup pada sore hari saja.

penyiraman cabai rawit
penyiraman cabai rawit

Namun agar kelembapan tanah tetap terjaga, lakukan perendaman jalur aliran sekitar bedengan, bisa dilakukan 1 bulan sekali atau mungkin lebih sering tergantung kondisi cuaca.

Jangan lupa mengecek secara berkala adanya gulma atau rumput liar, lakukan penyiangan minimal 2 minggu sekali agar kondisi area tanaman tetap terjaga bersih dari tanaman pengangggu.

Perihal pupuk susulan, bisa ditaburkan sekitar 4 minggu setelah masa tanam.

Pupuk susulan dapat berupa pupuk organik cair, 100 ml per tanaman (jangan lupa diencerkan terlebih dahulu). Atau jika diperlukan, tambahkan penggunaan pupuk kimia seperti NPK dan urea.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan risiko serangan hama perusak.

Meskipun tanaman cabai rawit daya tahannya cukup kuat, bukan berarti kebal terhadap serangan hama. Adapun hama yang umumnya menyerang adalah kepik, lalat buah, dan ulat daun.

Untuk mengurangi resiko serangan hama, lakukan pemotongan ranting yang sudah tidak produktif, bersihkan pula daun yang sudah menguning agar tidak mudah dihinggapi penyakit.

Pada musim hujan, curah hujan bisa sangat tinggi sehingga merusak tanaman cabe dan membuat buah cabe busuk. Untuk mengantisipasinya, pasang deklit atau penutup plastik jika diperlukan.

Panen                                                                                                                

Siklus panen cabai rawit termasuk cepat, buah cabai biasanya akan sudah muncul 2-4 bulan setelah masa tanam.

Pemanenan tidak bisa sekaligus dalam satu hari, karena kematangan buah cabe dalam satu tanaman bisa beragam.

Bahkan untuk satu lahan yang luas, panen bisa dilakukan hampir setiap hari selama 6 bulan.

panen cabai rawit
panen cabai rawit

Lakukan pemetikan cabe beserta tangkainya dan hanya di pagi hari, agar cabai tahan lama dan tidak cepat busuk.

Usia produktif tanaman cabai rawit sekitar satu tahunan hingga dua tahun, setelah itu produktivitasnya akan menurun.

Oleh karena itu, tanaman yang sudah tua sebaiknya ditebang karena sudah tidak menguntungkan secara ekonomi, dan segera gantikan dengan bibit baru.

Dengan langkah yang benar, hasil panen cabai rawit bisa sepedas rasanya, tidak kalah dengan budidaya cabai merah besar.

Budidaya caba rawit dapat mencapai hasil 30 ton per hektarnya, dengan buah cabai kualitas premium (ukuran besar, berisi, dan tidak kopong).

Bagaimana? Sudah tertarik bukan? Selamat mencoba!

Baca Juga

instagram okdogi

Leave a Comment