5 Kunci Sukses Cara Menanam Jagung Berlimpah Hasil Panen

5 Kunci Sukses Cara Menanam Jagung Berlimpah Hasil Panen

Jagung adalah tanaman jenis holtikultura yang cukup tahan banting terhadap cuaca dan kondisi tanah yang miskin air, oleh karenanya cara menanam jagung ini tidaklah terlalu sulit, bahkan untuk orang awam!

Meskipun demikian, jika tujuan utamanya adalah untuk memperoleh hasil panen yang memadai dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari biaya tanam – tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan!

Karena komoditas holtikultura in bukan makanan pokok bagi kebanyakan masyarakat kita, kualitas dan jenisnya bisa sangat menentukan seberapa besar keuntungan yang diperoleh.

Misal jika panen berhasil sukses, tapi permintaan pasar rendah, tentu harganya relatif murah dan bisa saja tidak menutup biaya tanam yang kita keluarkan.

Sebagai contoh jika kebanyakan masyarakat tempat tinggal kita berprofesi sebagai peternak, menanam jenis jagung hibrida untuk pakan ternak sangat memungkinkan meraih keuntungan yang lebih tinggi.

Langsung saja, berikut cara menanam jagung untuk menghasilkan panen yang berkali-kali lipat!

Tahap pertama, pemilihan bibit!

Secara umum jenis jagung di tanah air dikelompokan menjadi tiga kategori; hybrida, komposit, dan transgenik. Setiap jenisnya memiliki keunggulan dan kelemahan.

Hybrida biasanya memungkinkan memperoleh hasil panen lebih besar dibanding jenis komposit.

Kekurangannya, bibit harus beli (tidak bisa kita produksi sendiri).

Jika kita menggunakan bibit dari indukan tanaman jagung Hybrida yang telah kita tanam sendiri, sangat besar kemungkinan produksinya turun hingga 30 s.d 50 persen.

Beberapa merek terkenal untuk bibit jagung jenis Hybrida adalah BISI dan Pioneer.

bibit jagung pioneer
bibit jagung pioneer

Selanjutnya Komposit, tipe ini adalah jenis lokal yang telah ada sebelum Hybrida dan Transgenik.

Tipe ini relatif lebih kuat dan tahan banting terhadap penyakit dan memerlukan perawatan yang jauh lebih ringan dan usia panen yang lebih singkat!

Tapi jenis komposit tingkat produksinya ketika panen lebih rendah. Contoh merek bibit jenis ini adalah Bisma, Gajah Rante, dan Arjuna.

Sedangkan transgenik, jenis ini mengakomondasi jenis Hybrida dan Komposit. Seperti namanya, diperoleh dari rekaya buatan dan penyisipan gen tertentu agar lebih tahan penyakit, mudah perawatan, dan memiliki produktifitas yang tinggi.

Bisa dibilang transgenik adalah jenis super! Tapi bukan berarti tanpa kelemahan!

Pertama jenis ini hasil rekayasa buatan yang membuat pembeli harus membeli sehingga menimbulkan ketergantungan kepada pihak lain.

Selain itu mungkin tidak bagus untuk lingkungan dan kesehatan manusia dalam jangka panjang.

Beberapa ahli pertanian berargumen bahwa transgenik berpotensi melahirkan jenis hama baru yang lebih kebal terhadap bahan kimia.

Contoh merek dagang jenis transgenik adalah Terminator, RR-GA21, dan BT.

Sejauh ini, jenis yang paling banyak dipilih oleh para petani adalah Hybrida.

Kita dapat dengan mudah menemukan bibit jagung Hybrida di hampir seluruh provinsi Indonesia, dan kebanyakan sudah memiliki sertifikat layak guna.

Teknik budidaya menanam jagung paling efektif!

Kebanyakan petani menanam jagung sebagai bagian langkah diversifikasi tanaman. Bahkan tidak jarang menanamnya secara selang-seling dengan jenis tanaman lainnya, misal kacang tanah dan padi.

Budidaya jagung seratus persen pada suatu lahan biasanya menjadi opsi terakhir jika jenis tanaman lainnya tidak dimungkinkan untuk tumbuh dengan baik.

Misal untuk lahan wadah ujan, yang dimana suplai irigasi air secara kesinambungan tidak ada.

Menanam jagung pada waktu transisi musim kering ke musim hujan atau sebaliknya bisa cukup diandalkan daripada membiarkan lahan nganggur.

Untuk pulau Jawa dan sekitarnya, para petani biasanya memilih masa cocok tanam jagung pada bulan Mei s.d Agustus, periode waktu dimana musim ujan mendekati akhir dan memasuki awal musim kemarau.

mei sd agustus masa paling cocok tanam jagung
mei sd agustus masa paling cocok tanam jagung

Waktu panen pada saat awal musim kemarau biasanya menghasilkan kualitas jagung yang lebih baik, dari pada jika dipanen saat musim hujan.

Karena suhu lingkungan mempengaruhi pematangan biji.

Sepintas bisa kita katakan bahwa jagung adalah komodiats holtikultura kelas dua. 

Terutama jika dibandingkan dengan komoditas utama seperti beras (padi), kacang tanah, cabe, dan bawang.

Meskipun demikian, komoditas jagung terkadang juga memiliki harga yang cukup tinggi pada waktu tertentu.

Jadi menentukan panen yang tepat adalah hal yang penting.

Syarat tumbuh

Walaupun jagung adalah tanaman yang kuat daya tahannya, tidak ada salahnya kita memperhatikan syarat tumbuh tanaman ini untuk hasil maksimal.

Jagung merupakan tumbuhan tropis, sehingga akan tumbuh ideal pada lingkungan dengan suhu penyinaran matahari yang cukup, setidaknya 8 jam per hari.

Sehingga pastikan lahan tidak ternaungi, memiliki suhu lingkungan tropis rata-rata 21 s.d 34 °C, dan terletak pada dataran rendah. Jagung mungkin juga masih bisa tumbuh baik pada lahan dengan ketinggan antara 1000-1800 m dpl (diatas permukaan laut).

Media tanam jagung tidak terlalu sulit, tidak harus memerlukan persyaratan tanah tertentu. Tanaman ini bisa dengan mudah kita tanam dihampir seluruh jenis kondisi tanah pada dataran rendah.

Bahkan untuk tanah yang berat, sedikit berbatu, juga masih memungkinkan. Selama lahannya diolah terlebih dahulu agar sedikit lebih gembur.

Tumbuhan biji ini juga cukup kuat kita tanam pada lahan yang miring. Pembuatan teras baru diperlukan jika tingkat kemiringan lebih dari 8 percent.

Menggempurkan dan menyiapkan lahan

Usahakan jika membeli bibit, pilih yang memiliki sertifikat. Setelah pemilihan bibit, langkah selanjutnya segera olah lahan biar menjadi subur.

Menggemburkan tanah sangat penting peranannya untuk memastikan tanaman mendapat lingkungan yang memadai sehingga akan tumbuh dan berbuah secara sempurna.

instagram okdogi

Tanah yang gembur akan memiliki sirkulasi udara yang bagus. Tahap penggemburan ini juga diperlukan untuk mengusir binatang hama pengganggu atau kemungkinan penyakit di dalam tanah tersebut.

Juga penting untuk menciptakan tingkat keasaman yang normal. Untuk jagung, pH tanah yang dianjurkan kurang lebih antara 5,6 sampai dengan 7,7.

Untuk penggemburan lahan, cara praktisnya adalah dengan menyewa jasa traktor pihak lain. Atau bisa juga Anda cangkul secara manual, jika lahan tidak terlalu luas.

Setelah itu, hal penting lainnya adalah membuat bedengan! Bedengan ini mempunya fungsi penting agar kelak tanaman tumbuh kokoh dan tidak mudah rebah karena angin atau faktor alam lainnya!

Ukuran bedengan kita sesuaikan dengan luas lahan tanam. Tapi untuk patokan secara umum, Anda dapat membuatnya dengan lebar sekitar 80 s.d 100 meter, dan tingginya kurang lebih 15 cm.

Untuk lahan yang luas, bisa juga memungkinkan pembuatan bedengan dengan ukuran lebih lebar, misal hingga 2 meter.

Faktor cuaca juga dapat berpengaruh pada tinggi rendahnya bedengan.

Untuk cuaca kering, ketika curah hujan rendah, bedengan dapat dibuat lebih rendah ketinggiannya. Hal ini berguna untuk memudahkan penyiraman dan menghemat air!

Terkadang masih ditemukan beberapa hama atau tanaman liar yang susah untuk kita basmi. Pada kasus seperti ini, penggunaan insektisida seperti Furadan 3G dapat membantu, dengan takaran kurang lebih 15 kg per hektar.

Tahap penanaman bibit biji jagung

Setelah lahan siap, tanam bibit biji jagung segera! Atur jarak antara setiap bibit kurang lebih 20-30 cm dalam satu baris, dengan jarak antar barisnya sekitar 70 cm.

Jadi jika bedengan yang Anda buat lebarnya 80 meter, akan hanya bisa mengakomodasi 2 baris. Tapi untuk lebar bedengan 2 meter, bisa dibuat 3 baris.

Selanjutnya buatlah lubang diatas bedengan, kedalaman sekitar 2-3 cm, dengan mengikuti pola aturan perhitungan diatas.

Pembuatan lubang dapat menggunakan semacam kayu yang lancip diujungnya.

Pastikan jaraknya seragam! Kemudian taburkan bibit biji jagung kedalam lubang-lubang tersebut secara merata, tiap lubang masukan 2 biji!

Pemberian pupuk

Untuk tanaman jagung, tidak ada kiat khusus sebenarnya dalam pemberian pupuk mengingat tanaman holtikultura ini relatif lebih kuat daya tahannya dan mampu tumbuh di lingkungan yang tidak terlalu basah.

pemberian pupuk jagung
pemberian pupuk jagung

Tapi untuk memperoleh hasil panen yang optimal, pemberian pupuk mempunyai peranan penting dan pupuk yang digunakan tidak harus mahal.

Cukup dengan NPK atau bahkan pupuk kandang, biasanya sudah cukup sangat membantu.

Untuk pupuk kandang, pastikan sudah cukup kering, gembur texturnya dan juga sudah tidak berbau!

Untuk hasil yang terbaik, sebaiknya mencampurkan pupuk ke dalam tanah bersamaan ketika proses penggemburan tanah.

Cara ini dapat membuat pupuk lebih merata diserap tanah.

Tapi jika Anda tidak mau mengeluarkan keringat lebih, penaburan pupuk juga dapat dilakuan bersamaan dengan pembuatan lubang dan penanaman bibit biji jagungnya.

Jumlah pupuk yang diperlukan tergantung dengan luas lahan yang Anda miliki. Sebagai gambaran umum, 1 hektar luas lahan bisa menghabiskan kurang lebih 25-35 ton pupuk.

Perawatan hingga panen

Pada dasarnya, sekali lagi tanaman jagung mempunyai daya tahan yang kuat dan tidak memerlukan suplai air yang banyak.

Bahkan jika sudah cukup tinggi batangnya, juga bisa tetap tumbuh baik meskipun banyak rumput liar disekitarnya.

Perawatan mungkin hanya diperlukan untuk tanaman jagung muda, terutama saat fase pertumbuhan awal dan pertumbuhan vegatif.

Pada dua fase ini, air yang cukup dan pemeliharaan dari hama biasanya masih diperlukan.

Pembersihan hama rumput bisa menggunakan zat kimia seperti Furadan 3G. Atau jika memilih cara manual, hendaknya rumput dibersihkan sedini mungkin sebelum berkembang menjadi banyak.

Begitu memasuki fase pembungaan, tanaman akan lebih tahan terhadap cuaca dan lingkungan sekitar, kecuali jika terjadi kekeringan yang sangat ekstrim.

Kemudian dilanjutkan ke tahap pengisian biji dan akhirnya mencapai tahap pematangan. Semua fase ini memakan waktu kurang lebih 3 bulanan, lebih tepatnya sekitar 100-110 HST (hari setelah tanam).

Waktu panen

Panen dapat kita lakukan sesuai kebutuhan. Terkadang kita bisa memetik jagung yang masih muda, belum mencapai tahap pematangan akhir, untuk langsung dijual ke pengepul.

Pemetikan pada tahap ini biasanya untuk konsumsi dengan proses olahan yang tidak rumit, misal buat jagung bakar dan jagung rebus.

Bahkan jika hendak kita gunakan sebagai bahan sayuran, kita dapat memetiknya pada usia kurang lebih 40-50 HST.

masa panen jagung

Alternatif waktu panen lainnya adalah menunggu hingga biji matang (kering dan keras). Untuk kategori ini, ciri-ciri jagung siap panen sebagai berikut:

  • Kulit klobotnya telah memudar menjadi coklat dan kering.
  • Biasanya rambut jagung juga sudah berubah warnanya menjadi gelap hitam, bahkan kering.
  • Ketika ditekan, jagung telah mengeras (matang) sehingga tidak mudah pecah.

Pasca panen

Jagung yang sudah matang dapat dipetik, bisa kita jual langsung ke pengepul atau menyimpannya menunggu harga lebih baik.

Namun jika panen jatuh pada musim penghujan, biasanya akan lebih susah pengeringannya. Oleh karena itu kebanyakan petani cenderung menjualnya langsung.

Apapun itu, jagung tua harus dikeringkan setelah panen agar tidak membusuk. Proses pengeringan yang kurang sempurna dapat membuat jagung terkena serangan cendawan (jamur).

Cara yang paling umum pada tahap ini adalah dengan menjemurnya langsung dibawah sinar matahari, bisa menggunakan terpal!

Untuk jenis jagung komposit yang sudah tua (keras dan kuning), dapat kita gunakan sebagai bibit baru. Dalam hal ini, bisa kita gantungkan dalam kondisi terbalik dan dibiarkan secara alami (jangan dikelupas kulit klobotnya)!

Baca juga

instagram okdogi

Leave a Comment