Cara Menanam Jahe Step By Step Terbukti Berhasil

Cara Menanam Jahe Step By Step Terbukti Berhasil

Cara menaman jahe cukup mudah dikerjakan bahkan untuk orang awam, karena budidaya rempah asli Asia ini tidak memerlukan pemahaman teknis yang sulit dan juga tidak membutuhkan biaya yang besar!

Walaupun harga jahe sering naik turun (fluktuatif dari waktu ke waktu), tidak dipungkiri budidaya jahe masih menjadi salah satu pilihan primadona di bidang agribisnis.

Hal ini lumrah karena rempah herbal ini selalu ada permintaan pasarnya, bahkan hingga luar negeri.

jahe
jahe

Tanaman rimpang ini memiliki nama latin Zingiber officinale, dan sudah sangat terkenal khasiatnya untuk kesehatan, maka tak heran sering juga digunakan dalam obat-obatan.

Tidak hanya itu, rasanya juga joss dan menyegarkan jika dibuat menjadi minuman, sangat berguna untuk membantu memulihkan stamina dan menjaga kehangatan badan kita.

Dengan kata lain, budidaya rempah ini nampaknya akan selalu memiliki prospek cerah ke depannya.

Sayangnya banyak kualitas jahe dipasaran yang masih dibawah standar.Untuk mendapatkan khasiat yang terbaik dari penggunaan jahe, tentunya kita juga butuh jahe dengan kualitas terbaik.

Untuk mendapatkan khasiat yang terbaik dari penggunaan jahe, tentunya kita juga butuh jahe dengan kualitas terbaik.

Langsung saja, berikut ulasan lengkap cara menanam jahe dengan benar.

Pertama, Pahami Syarat Tumbuhnya

Sebenarnya rempah ini cukup bandel dan memiliki daya tahan kuat untuk kita tanam pada area lahan yang bahkan tanaman lain sulit hidup.

Namun untuk menghasilkan jahe kualitas terbaik, sebaiknya kita juga memilih lahan terbaik untuk pertumbuhannya.

lahan jahe
lahan jahe

Kondisi lahan (baik topografi dan kesuburannya) biasanya sangat berpengaruh untuk kuantitas dan kualitas jahe yang dihasilkan.

Tanaman rimpang ini sangat cocok tumbuh pada lahan yang terletak di dataran rendah, dengan ketinggan 200-600 m dpl, meskipun ada juga beberapa varietas yang mungkin tetap akan tumbuh dengan baik hingga ketinggian lahan 900 m dpl.

Curah hujan ideal yang dibutuhkan sekitar 2,500 s.d 4,000 mm per tahunnya, dan suhu lingkungan sekitar 25-30 derajat Celsius pada siang hari.

Dengan kata lain, rempah ini sejatinya tanaman tropis.

Adapun syarat tumbuh lainnya meliputi:

  1. Lahan tanam mendapat paparan sinar matahari yang cukup tinggi, setidaknya 6-8 jam per harinya.
  2. Untuk keasaman pH tanah bisa hingga angka 4,5 s.d 7,4.
  3. Karena akar tidak cukup kuat mencengkram tanah, hindari menanamnya pada lahan yang terlalu miring (lebih besar dari 3 derajat).

Kelebihannya, dapat ditanam pada hampir semua jenis tanah mulai dari tanah yang agak berpasir hingga tanah merah coklat.

Selain itu, tanaman rempah ini tidak rewel akan asupan air, dengan kata lain cukup kuat bertahan saat pasokan air menipis seperti musim kemarau (selama tanamannya sudah tumbuh dewasa).

Kebutuhan akan air secara intens biasanya hanya diperlukan saat awal pertumbuhan bibitnya.

Makanya tidak heran, para petani juga sering menjadikan tanaman jahe sebagai alternatif pilihan untuk ditanam pada lahan di mana tanaman budidaya lain susah hidup, biasanya saat masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Sangat cocok untuk lahan tadah hujan yang dimana ketersediaan air irigasinya tidak sepanjang tahun!

Cara Melakukan Pembibitan Jahe

Hindari penggunaan rimpang jahe muda untuk bibit, melainkan pilih yang sudah cukup tua (sekitar 10 bulan) untuk menghasilkan bibit unggul kualitas terbaik.

Pilih juga yang tidak ada cacat atau lecet, jadi lakukan penggalian rimpang indukan bibit jahe secara hati-hati!

bibit jahe
bibit jahe

Kalau ini pertama kalinya Anda menanam jahe, bisa langsung beli rimpang bibit jahe di pasar pertanian, bahkan sebagian pedagang ada juga menjual yang sudah bertunas.

Jangan menggunakan rimpang jahe dari pasar umum yang biasanya diperuntukkan sebagai bumbu dapur, karena jenis ini sering kali sudah cacat fisiknya (banyak yang sudah lecet) dan usianya belum cukup tua untuk dijadikan bibit.

Jika sudah mendapatkan bibitnya, segera lakukan penyemaian!

  1. Gunakan pisau atau alat potong yang bersih.
  2. Potong rimpang pilihan dengan ukuran sebesar dua jari, berat kurang lebih 30 gram.
  3. Setelah itu rendam dengan air hangat, kurang lebih 6 jam.
  4. Kemudian hamparkan pada tempat yang kering tapi tidak terkena sinar matahari langsung.
  5. Atau bisa juga dengan menggunakan media jerami kering dengan ketebalan sekitar 10 cm, taruh potongan rimpang tersebut diatasnya. Taburkan juga abu gosok di atas rimpang secukupnya untuk menjaga kelembapan.

Tunggu beberapa hari, biasanya tidak lebih dari 3 minggu, vegetasi tunas akan muncul.

Pengolahan Lahan Terbuka untuk Budidaya Jahe

Penggemburan tanah lahan adalah keharusan, kabar baiknya pencangkulan/pembajakan tanah untuk tanaman jahe tidak perlu terlalu dalam.

Mengingat akar rimpang ini tidak terlalu panjang mencengkram ke tanah, kedalaman pembajakan tanah sekitar 15-20 cm sudah cukup, sehingga pengolahan lahan lebih mudah dan lebih cepat dikerjakan.

Setelah proses penggemburan tanah selesai dilakukan, segera persiapkan pupuk yang memadai!

Hal penting yang perlu diingat, karena kebanyakan tujuan penggunaan jahe untuk kesehatan, penggunaan bahan dan pupuk berbau kimia sebisa mungkin kita hindari (terutama jika orientasinya untuk diekspor)!

Untungnya rimpang ini tidak memerlukan pemupukan yang intens, bahkan sebagian orang menyebut rimpang ini aslinya adalah tanaman rambat liar.

Pada umumnya, campuran pupuk kandang kering dan jerami kering (komposisi 3 banding 1) sudah lebih dari cukup.

Selanjutnya, buat bedengan pada lahan tanam dengan aturan sebagai berikut:

  • Lebar bedengan seusai dengan luas lahan. Untuk lahan luasnya sedang, lebar bedengan sebaiknya tidak lebih dari 125 cm. Untuk lahan yang cukup luas, lebar bisa hingga 2 s.d 2,5 meter.
  • Tinggi bedengan cukup rendah saja, jangan terlalu tinggi! 10-15 cm seharusnya sudah cukup.
  • Beri jarak antar bedengan sekitar 25-30 cm!
bedengan
bedengan

Kemudian sebar ratakan pupuk yang telah disiapkan sebelumnya di atas bedengan, biarkan beberapa hari, setelah itu lahan siap untuk kita gunakan!

instagram okdogi

Bisa juga menaburkan pupuk saat bersamaan dengan masa tanam, cocok jika Anda menghendaki cara yang lebih praktis.

Masa Tanam Bibit Jahe

Setelah bibit dan lahan siap, segera lakukan penanaman!

Yang perlu diingat, pastikan pasokan air mencukupi setidaknya untuk pertumbuhan tanaman jahe muda, karena begitu sudah cukup dewasa tanaman akan lebih tahan meskipun persediaan air di tanah menipis.

Jika hendak menanamnya pada lahan tadah hujan, kita harus pandai menggunakan insting dan ramalan cuaca.

Jangan sampai selesai ditanam ujan tidak turun-turun, bibit bisa gagal tumbuh dan gagal panen.

Ok kita anggap soal pasokan air sudah diperhitungkan dengan cermat, langsung saja langkah penanamannya sebagai berikut:

  1. Buat lubang tanam pada permukaan bedengan, dangkal saja dengan kedalaman 5 cm sudah cukup.
  2. Jarak antar lubang bisa dibuat cukup dekat, sekitar 20-30 cm persegi.
  3. Masukkan semua bibit ke lubang-lubang tersebut, jangan lupa menutup lagi memakai tanah sekitarnya.
  4. Lakukan penyiraman secukupnya (jika memungkinkan), atau semoga hujan turun secepatnya untuk lahan tadah hujan.

Tips lainnya agar bibit jahe lebih tahan dari penyakit, bisa juga direndam dengan cairan fungisida sebelum ditanam.

Perawatan

Walaupun budidaya rimpang rempah ini cukup menggiurkan, banyak petani masih menganggapnya sebagai pilihan nomor dua.

Dengan kata lain, selama lahan mereka masih memungkinkan untuk ditanam tumbuhan hortikultura kelas utama (seperti padi dan kacang tanah), kecenderungan untuk melirik budidaya jahe sangat kecil.

Kecuali pada awal pertumbuhannya, tanaman jahe yang sudah berumur dewasa dapat tetap hidup dengan pasokan air yang rendah.

Jadi penyiraman rutin biasanya hanya dibutuhkan waktu awal saja, kurang lebih 2-3 minggu setelah masa tanam.

Adapun jenis perawatan yang sering menyita tenaga adalah penyiangan.

Rumput liar atau gulma sering kali tumbuh lebih cepat dari bibit muda, untuk itu perlu dilakukan penyiangan yang cukup intens pada masa awal tanam.

Penyulaman juga mungkin diperlukan, lakukan pengecekan berkala 1-2 minggu setelah masa tanam.

Segera gantikan dengan bibit baru jika ada bibit yang gagal tumbuh, kabar baiknya resiko gagal tumbuh untuk bibit jahe setelah ditanam cukup rendah.

Begitu juga halnya dengan pemupukan susulan, biasanya jarang dilakukan kecuali kalau benar-benar diperlukan.

Soal hama, tanaman jahe relatif jarang mendapatkan serangan hama. Adapun kemungkinan hama atau penyakit yang dapat menyerang adalah jamur (menyebabkan busuk rimpang), ulat daun, dan ulat penggerek akar.

Namun jika Anda was-was soal resiko serangan hama, bisa dilakukan antisipasi dengan pemilihan bibit yang unggul dan merendamnya dengan cairan fungisida terlebih dahulu sebelum ditanam (seperti yang telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya).

Cara menanam jahe dengan gaya urban!

Untuk kalangan masyarakat urban perkotaan, kepraktisan tentunya hal yang utama.

Seperti tanaman rempah lainnya, tanaman jahe juga sangat mudah ditanam pada wadah polybag, pot, atau bahkan karung bekas.

menanam jahe dengan polybag
menanam jahe dengan polybag

Pada dasarnya, cara budidaya jahe pada wadah minimalis seperti polybag atau pot hampir sama dengan cara budidayanya pada lahan terbuka.

Misal soal pembibitan, prinsip dasarnya bisa sama dengan budidaya konvensional yang telah dijelaskan sebelumnya. Begitu halnya pada tahap penanaman dan pemeliharaan.

Yang membedakannya hanya terletak pada penyiapan media tanamnya dimana dalam hal ini kita taruh pada wadah minimalis.

  1. Siapkan polybag, pot, atau karung sebagai wadah penampung utama. Untuk karung, pilih ukuran sedang 40×50 cm saja (lebih disarankan).
  2. Siapkan juga media tanamnya. Bisa menggunakan tanah hitam gembur, kompos matang/pupuk kandang kering, dan pasir dengan takaran perbandingannya 3:2:1.
  3. Campur ratakan, setelah itu masukkan ke wadah minimalis yang dipilih. Tidak harus penuh, cukup 75-80 persen dari volume wadah.
  4. Siram secukupnya. Kemudian setelah 1-3 hari siap digunakan.

Dalam satu wadah, bisa ditanam 1 s.d 3 bibit jahe, tentunya tergantung dari luas permukaan wadahnya.

Setelah itu, siram secukupnya, bisa pagi dan sore. Penyiraman secara rutin biasanya dilakukan hingga 2-3 minggu setelah bibit ditanam.

Kapan jahe siap untuk kita panen?

panen jahe
panen jahe

Panen biasanya kita lakukan paling cepat sekitar 8 s.d 12 minggu setelah masa tanam, dan panen bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk penggunaan bumbu dapur, panen dilakukan setelah 6-8 bulan.

Untuk kebutuhan herbal atau obat-obatan bisa beragam lagi, karena ada obat tertentu yang cenderung menggunakan jahe usia muda dan sebaliknya.

Dalam proses panennya, tanah sekitar tanaman dibongkar sedikit agar kita bisa mencabut tanamannya dengan lebih mudah dan semua rimpang jahe ikut tercabut (tidak ada yang tertinggal di dalam tanah).

Setelah itu bisa dicuci, kemudian siap untuk dijual atau digunakan sendiri!

Kendala yang Mungkin Dihadapi

Untuk budidayanya, biasanya kita tidak menemukan kendala yang berarti karena sekali lagi tumbuhan jahe cukup mudah untuk dibudidayakan.

Kendala terbesar mungkin pada pemasaran, terkadang cukup sulit menemukan pembeli yang tepat dengan harga yang menguntungkan selepas panen.

Biasanya harga tergantung permintaan, jika permintaan sedang tinggi harga akan tinggi juga, begitu juga sebaliknya.

Masalahnya ketika masa panen tiba, jumlah pasokan jahe akan otomatis melimpah juga sehingga harga cenderung turun.

Oleh karena itu, perlu kecermatan untuk menentukan masa tanam dan masa panennya!

Jadi meskipun cukup mudah ditanam, juga diperlukan perhitungan yang tepat sehingga kemungkinan untuk meraih untung lebih besar terbuka lebar!

Gimana, tertarik untuk mulai mencoba budidaya jahe?

Baca juga

instagram okdogi

Leave a Comment