Cara Sukses Menanam Kangkung Darat & Air, TERBUKTI BERHASIL!

Cara Sukses Menanam Kangkung Darat & Air, TERBUKTI BERHASIL!

Cara menanam kangkung dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan kita menanamnya.

Untuk konsumsi pribadi, menanamnya pada media tanam polybag bisa jadi pilihan terbaik.

Meskipun harganya murah, tidak ada salahnya menanam sendiri.

Tapi untuk budidaya yang lebih besar dan untuk mengejar keuntungan, sangat penting untuk mempelajari cara tanam yang paling efektif dengan modal sekecil-kecilnya namun dapat menghasilkan keuntungan yang besar.

Selain itu, perlu juga diperhatikan sumber daya yang kita miliki.

Cara menanam kangkung darat dan air

Kangkung sendiri ada dua macam, kangkung darat (nama latinnya Ipomoea Reptans) dan kangkung air (Ipomoea Aquatica).

Jika lingkungan sekitar terdapat bentangan sungai atau danau yang melimpah, jenis kangkung air sangat cocok untuk dibudidayakan.

kangkung air
kangkung air

Sayangnya tidak semua tempat memiliki wilayah perairan yang memadai.

Oleh karena itu, jenis kangkung darat menjadi primadona dan lebih luas dibudidayakan oleh para petani kita.

kangkung darat
kangkung darat

Tantangan terberat mungkin terletak di harga. Harga kangkung bisa kita katakan jauh lebih murah dibandingkan dengan sayuran lainnya.

Secara sepintas, untuk mengejar keuntungan tentu bakal lebih sulit.

Tapi jangan khawatir, harganya yang murah juga seimbang dengan biaya tanam yang relatif lebih rendah jika kita bandingkan dengan budidaya jenis sayuran lainnya.

Dan kabar baiknya kita masih bisa menaikkan harga ini berkali-kali lipat dengan berbagai cara.

Kuncinya adalah dengan memberinya nilai tambah, salah satunya dengan menanam kangkung organik.

Sudah menjadi rahasia umum harga sayuran organik lebih mahal kan!

Namun menanam kangkung organik juga membutuhkan ekstra tenaga dan biaya lebih.

Tapi jika kita pintar, biaya dapat ditekan untuk keuntungan lebih besar.

Misal, kita bisa menjualnya langsung ke konsumen akhir.

Apa lagi jika anda memiliki lahan dekat dengan jalan dan mudah diakses oleh pelanggan.

Terlepas dari motif tujuan anda, secara umum berikut cara menanam kangkung darat dengan benar.

Langkah pertama, penyiapan benih

Rumus dasar cocok tanam, gunakanlah bibit yang paling unggul untuk mendapatkan kualitas tanaman yang terbaik!

Begitu halnya pada kangkung, pemilihan benih sangat penting peranannya pada daya pertumbuhan tanaman.

Di pasaran, kita dapat menemukan beragam benih unggulan untuk tanaman kangkung.

benih kangkung
benih kangkung

Diantaranya yang paling mudah kita dapatkan adalah benih keluaran merek Panah Merah dan Bisi.

Ada juga benih varietas unggul dari Sidoarja (Jawa Timur).

Selain itu, jika beruntung anda juga bisa menemukan benih unggul varietas Bangkok dan Sutera.

Khusus untuk benih Sutera, merupakan hasil pengembangan kangkung Hawaii yang dilakukan Deptan (Departemen Pertanian) sekitar tahun 1980an.

Apapun jenis merek yang Anda pilih, benih yang dipilih harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Memiliki daya tumbuh tinggi, lebih besar dari 95%!
  • Memiliki karakteristik kecenderungan tumbuh tegak lebih lama, setidaknya hingga 8 minggu.
  • Hal ini penting karena jika kekuatan tumbuh tegaknya lemah, tentu susah kita jual karena pasar tidak menyukai kangkung yang merambat kesamping.
  • Gunakan selalu benih yang terbaru! Sebaliknya hindari benih yang sudah disimpan lebih dari satu tahun. Semakin lama disimpan, semakin rendah tingkat produktivitasnya ketika kita tanam.

Menyiapkan media tanam

Pada tahap ini terbagi dua pilihan; (1) cara konvensional dengan lahan biasa, atau (2) dengan menggunakan polybag.

Menanam kangkung dengan lahan

Untuk media tanam jenis lahan, tentu saja lahan yang akan ditanami harus kita pastikan cukup gembur dan layak digunakan!

menanam kangkung dengan lahan
menanam kangkung dengan lahan

Penggemburan dapat kita lakukan manual dengan cangkul, bisa menyewa tenaga pihak lain atau traktor.

Terkadang biaya penggunaan traktor di suatu daerah lebih mahal dibandingkan dengan pembayaran upah buruh untuk mencangkul.

Begitu tanah sudah cukup gembur, segera buat bedengan untuk memudahkan pengairan/penyiraman.

Bedengan juga sangat berguna untuk membantu penanaman benih kangkung lebih teratur dan seragam, serta penting untuk membuat tanaman berdiri kokoh tegak ke atas agar tidak mudah rubuh.

Lebar bedengan cukup sekitar 1 meteran, dengan tinggi kira-kira 15-25 cm tergantung ketersedian pasokan air.

Bedengan yang terlalu tinggi akan memakan air yang banyak dan menjadi lebih boros.

Atur jarak antara tiap baris bedengan sekitar 30 s.d 40 cm! Batas antar bedengan ini berguna untuk saluran drainase dan juga membantu sebagai jalan kita berpijak saat melakukan pemeliharaan dan panen. Disaat yang sama, taburkan pupuk dasar di area bedengan.

Pupuk dasar dapat berupa penyubur kimia seperti NPK (komposisi sekitar 80 kg/ha) dan Urea (40 kg/ha).

Namun untuk sayuran organik, cukup gunakan pupuk kandang!

Pupuk kotoran ayam

Tanaman kangkung memiliki siklus panen yang cepat, dan kotoran ayam lebih cepet kering terurai (jadi lebih praktis).

Sebaliknya, pupuk kandang dari kotoran hewan ternak lainnya seperti sapi lebih susah terurai, sehingga tidak cukup praktis dan intensif untuk mendukung siklus panen yang cepat.

Taburkan pupuk kandang dengan takaran sekitar 10 ton/ha.

Biarkan 2-3 hari untuk meresap, baru kemudian lahan bedengan siap kita gunakan untuk menanam benih kangkung.

Menanam kangkung dengan Polybag

Sekali lagi, penggunaan polybag biasanya untuk sekedar hobi atau kebutuhan pribadi.

instagram okdogi
menanam kangkung dengan polybag
menanam kangkung dengan polybag

Hal yang perlu dipersiapkan adalah tanah yang sudah cukup gembur, biasanya tanah hitam yang bisa kita beli di pasar tanaman hias.

Selain itu siapkan pupuknya, kompos atau pupuk kandang biasanya lebih dianjurkan.

Campur ratakan pupuk dengan tanah yang sudah dipersiapkan dengan komposisi 1 banding 2.

Kemudian masukkan campuran tanah dan pupuk tersebut ke polybag, pastikan polybag sudah memiliki beberapa lubang untuk mendukung sirkulasi udara.

Biarkan 1-2 hari agar lebih memadat atau telah menyesuaikan dengan media wadah barunya.

Gunakan pula serabut kelapa untuk menambah daya dukung pertumbuhan bibit jika diperlukan.

Setelah itu semua, polybag siap untuk ditanami benih kangkung.

Tahap penanaman benih

Kebutuhan akan sayuran kangkung cukup tinggi sehingga membutuhkan siklus budidaya yang cepat untuk memenuhi permintaan pasar tiap harinya.

Mengingat harganya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan sayuran lain, penyemaian dari benih ke bibit biasanya tidak diperlukan.

Jika dilakukan, maka akan menjadi tidak ekonomis karena hal ini memakan waktu dan memperbesar biaya tanam.

Untuk penggunaan lahan konvensional, tahap penanaman dapat langsung menyebarkan benih ke area bedengan.

Cara ini bisa kita lakukan dengan cepat dan menghemat biaya upah tanam, tapi akan mengakibatkan boros benih karena bisa saja kita menghabiskan 5 s.d 10 kg benih untuk tiap hektarnya.

Alternatif lain dengan membuat lubang kecil secara teratur (jangan terlalu dalam) pada area bedengan, dengan ukuran jarak sekitar 5 s.d 10 cm persegi. Tiap lubang kita tabur 2-3 biji benih saja. Cara ini bisa lebih hemat benih, tapi membutukan tenaga dan waktu ekstra.

Metode ini bisa juga kita gunakan pada media tanam polybag. Tergantung diameter polybagnya, dapat kita buat 1-3 lubang. Kemudian masukkan 2-3 biji benih ke lubang tersebut.

Tahap pemeliharaan

Tanaman kangkung darat tidak perlu perawatan yang intensif layaknya sayuran lain.

Sekali lagi, tanaman ini cukup bertahan dan dapat tumbuh dengan biaya perawatan yang rendah.

pemeliharaan kangkung darat
pemeliharaan kangkung darat

Meskipun demikian, faktor cuaca juga dapat berpengaruh.

Jika cuaca tidak terlalu bersahabat, misal terlalu kering, penggunaan air bisa sedikit lebih boros karena membutuhkan penyiraman pagi dan sore hari.

Penyiraman juga kita sesuaikan dengan kondisi tanaman.

Jika terlihat layu dan daun mulai menguning, penyiraman pada siang hari mungkin diperlukan.

Dan jika lahan jauh dari mata air, tentu diperlukan biaya tambahan.

Sebaliknya jika musim hujan, kualitas daunnya bisa menurun.

Intensitas hujan yang terlalu tinggi bisa membuat daun kangkung terlalu tebal dan kehitaman, sehingga tidak enak rasanya ketika dikonsumsi.

Bagaimana dengan penggunaan pupuk tambahan?

Pupuk susulan biasanya tidak diperlukan karena kangkung darat tetap bisa tumbuh baik di tanah dengan tingkat kesuburan sedang.

Dengan kata lain, penggunaan pupuk dasar seharusnya sudah lebih dari cukup menunjang kebutuhan nutrisi tanaman kangkung.

Atas alasan ini pula harga kangkung menjadi lebih terjangkau bahkan murah-meriah.

Tapi terkadang penggunaan pupuk susulan mungkin diperlukan, tergantung dari tingkat kesuburan tanah dan kondisi tanaman.

Tanah lahan bekas penanaman kacang tanah atau padi, biasanya masih cukup subur untuk pertumbuhan kangkung, sehingga cenderung tidak memerlukan pupuk susulan.

Namun apabila tanaman dirasa membutuhkan pupuk tambahan, misal warna daunnya pudar atau pertumbuhan lebih lambat dari semestinya, segera lakukan pemupukan ulang untuk menghindari gagal panen.

Untuk pupuk susulan, bisa dicoba dengan pupuk kandang kotoran ayam (yang sudah kering) dicampur dengan sedikit kompos atau sekam yang kaya akan Nitrogen. Cara ini cukup bisa diandalkan.

Penyiangan dan pembersihan hama

Penyiangan adalah pembersihan rumput atau tanaman liar pengganggu lainnya disekitar tanaman budidaya.

Penyiangan intensif biasanya kita lakukan pada saat awal saja, beberapa minggu setelah penyebaran benih.

Tahap pertumbuhan benih menjadi tanaman memerlukan waktu sekitar 2-3 mingguan, nah saat inilah kemungkinan tersalip pertumbuhan rumput disekitarnya.

Apabila terjadi, segera bersihkan rumput-rumput tersebut agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman kangkung.

Tantangan lainnya adalah serangan hama hewan, seperti kutu daun (biasanya jenis Aphyds Gossypii), ulat daun, dan belalang.

Dampaknya bisa membuat daun bolong-bolong, daun tidak segar, dan tanaman kerdil (tidak tumbuh normal).

Alhasil membuat harga jual sayuran kangkung menurun ketika dipanen.

Selain itu, tanaman kangkung juga bisa terserang penyakit seperti Albigo Ipomoeae Panduratae, yang dapat menyebabkan semacam bercak putih pada daun.

Untuk tanaman non-organik, biasanya menggunakan insektisida. Beberapa kali penyemprotan biasanya sudah cukup efektif.

Namun untuk tanaman organik, tentu langkah antisipasinya memerlukan langkah-langkah yang terpadu, diantaranya:

  • Pemilihan benih grade premium, sehingga lebih tahan terhadap gangguan hama dan penyakit.
  • Lakukan rotasi tanaman pada lahan yang sama.
  • Lakukan jeda tanam jika diperlukan! Waktu tanam yang terlalu berdekatan meningkatkan populasi hama.
  • Lakukan penyiraman secara efisien. Penyiraman yang berlebihan bisa menumbuhkan lebih banyak rumput dan tanaman liar pada area lahan.
  • Jika pembasmi hama memang diperlukan, gunakan pestisida alami seperti serai wangi dan daun nimba.

Tahap panen

Semua proses dari awal penyebaran benih sampai panen biasanya membutuhkan waktu sekitar satu bulanan, paling lama 45 hari.

Panen dapat kita lakukan dengan mencabut tanaman atau memotong batangnya.

panen kangkung
panen kangkung

Panen dapat kita lakukan dengan mencabut tanaman atau memotong batangnya.

Untuk kangkung non-organik, biasanya panen cukup dengan momotong batangnya dan membiarkan tanaman tumbuh lagi untuk ke-2 atau bahkan ke-3 kalinya.

Hal ini bertujuan untuk menghemat biaya pembelian benih.

Tapi untuk kangkung organik, biasanya tanaman langsung dicabut karena mayoritas konsumen untuk jenis ini lebih menyukai sayuran lengkap dengan akarnya.

Tapi jangan khawatir karena masih cukup tinggi hasilnya, panen dengan mencabut akar bisa menghasilkan 23 ton/ha.

Bagaimana, mudah bukan menanam kangkung? Jika ada lahan nganggur, langsung saja take action!

Baca juga

instagram okdogi

Leave a Comment