Aturan Cara Menanam Lidah Buaya Yang Terbukti Berhasil

Aturan Cara Menanam Lidah Buaya Yang Terbukti Berhasil

Tidak seperti kebanyakan tumbuhan tropis lainnya, cara menanam lidah buaya sebenarnya cukup praktis dengan syarat kita sudah paham apa yang dibutuhkan oleh tanaman tropis sukelen ini agar dapat tumbuh maksimal.

Tanaman yang masuk dalam grup keluarga Xanthorrhoeaceae ini dapat ditanam di area perkarangan rumah kita, sangat mudah dibudidayakan.

lidah buaya
lidah buaya

Jangan kira cuma sekedar untuk hiasan perkarangan, khasiat dan manfaat lidah buaya sangat banyak, sehingga tidak heran jika permintaan pasar cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Sekup pemasarannya pun tidak hanya di dalam negeri, tapi hingga mancanegara.

Lidah buaya memiliki nama latin Aloe Vera.

Tanaman ini bentuknya mirip dengan kaktus, nama lidah buaya mungkin dikarenakan bentuk daunnya tebal serta lancip diunjungnya.

Jenisnya beragam, adapun yang cukup terkenal di tanah air dan memiliki nilai ekonomi tinggi diantaranya adalah Aloe Sinensis, Aloe Barbandensis, dan Aloe ferox.

Yang paling terkenal mungkin Aloe Barbandensis, berasal dari Amerika, karena memiliki ukuran yang jumbo diatas rata-rata dan lebih kuat daya tahannya terhadap serangan jamur dan penyakit.

Cara menanam lidah buaya

Jika Anda serius ingin menggeluti budidaya tanaman ini, berikut panduan praktis cara menanam lidah buaya ukuran besar untuk hasil panen maksimal.

Syarat tumbuh

Untuk media tanam dengan konsep lahan terbuka, biasanya dipilih area tanah yang tidak terlalu basah misal ladang.

Namun juga cocok untuk lahan yang tidak didukung oleh irigasi air sepanjang tahun, karena tanaman lidah buaya tidak memerlukan banyak air dan memiliki kemampuan menyimpan air pada daun tebalnya.

lahan lidah buaya
lahan lidah buaya

Daun yang tebal dan tertutup juga berguna untuk mengurangi penguapan air saat cuaca panas terik, salah satu bentuk adaptasinya yang luar biasa.

Dengan ketangguhan daya tahannya, tanaman ini dapat dengan mudah kita temukan di banyak wilayah tropis dan subtropis, termasuk di Indonesia.

Sebagai rangkuman, berikut beberapa poin penting tentang syarat tumbuh tanaman lidah buaya:

  1. Akan tumbuh lebih baik pada suhu rata-rata 28 s.d 32 derajat Celsius.
  2. Soal ketinggian tempat, sepertinya tidak ada ukuran yang pasti karena tanaman ini dapat tumbuh pada dataran rendah hingga pegunungan.
  3. Struktur tanah, tentunya akan maksimal jika tumbuh pada tanah yang kaya akan unsur haranya dengan pH sekitar 5,5 – 6!

Di Indonesia, budidaya tanaman ini dapat kita temukan paling banyak di pulau Kalimantan, terutama provinsi Kalimanta Barat dan kebanyakan ditanam pada lahan gambut.

Persiapkan Lahan Tanam

Penggemburan tanah adalah keniscayaan untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal dari budidaya lidah buaya.

lahan tanam
lahan tanam

Pertama, bersihkan area lahan dari segala tanaman liar atau pengganggu sehingga tahap penggemburan dapat kita kerjakan lebih mudah.

Untuk jenis lahan gambut, pembukaan lahan biasanya dengan cara dibakar, tapi sebisa mungkin dihindari (terlebih lagi saat musim kering yang rawan akan bencana kabut asap).

Bajak atau cangkul lahan dengan kedalaman sekitar 30 cm, usahakan kedalamaan pembajakan seragam agar setiap area pada lahan memiliki tingkat kegemburan yang seragam juga!

Sangat disarankan menggunakan traktor, jika memungkinkan.

Pupuk dasar dapat disebar ratakan bersamaan saat penggemburan.

Tapi untuk efisiensi dan menekan jumlah penggunaan pupuk serendah mungkin, sebaiknya menaburkan pupuknya bersamaan saat masa tanam.

Selanjutnya cek tingkat keasaman tanah, pastikan pH nya sesuai dengan syarat tumbuh tanaman lidah buaya yang telah dijelaskan sebelumnya.

Jangan memaksakan diri untuk tetap menggunakan tanah lahan dengan pH di bawah normal, tingkat keasaman yang masih jauh dari ideal dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan membuat daun lidah buaya mudah menguning.

Setelah kita yakin struktur tanah layak untuk ditanami, buat bedengan tingginya sekitar 20-30 cm dan lebarnya 80-110 cm, dan usahakan membujur dari timur ke barat agar kelak tanaman mendapat paparan sinar matahari yang cukup.

Fungsi bedengan diantaranya:

  1. Membantu bibit tanaman tetap berdiri, tidak mudah ambruk.
  2. Mempermudah penyiraman dan sirkulasi udara.
  3. Menjadian area lahan tanam mudah untuk dikontrol, memudahkan perawatan.
  4. Memperkecil resiko serangan gulma dan hama.
  5. Membantu menjaga tingkat kelembaban ideal lahan tanam.

Jangan lupa menyisihkan area untuk aliran air, dengan lebar sekitar 25-50 cm, yang juga berfungsi memisahkan bedengan satu dengan yang lain.

Pastikan drainasi berjalan baik, ditandai dengan cepat surutnya air ketika abis dilakukan penyiraman atau setelah hujan!

Media Tanam Menggunakan Pot atau polybag

Sedangkan untuk budidaya dalam wadah pot atau polybag, penyiapan media tanam akan lebih praktis lagi.

menanam lidah buaya di polybag
menanam lidah buaya di polybag

Agar hasil yang maksimal, pilihlah ukuran pot atau polybag terbesar untuk menunjang pertumbuhan tanaman semaksimal mungkin.

Namun karena semakin besar ukuran harganya juga makin mahal, wadah yang berukuran sedang (diameter 20 cm) sudah cukup untuk jenis tanaman sukulen seperti lidah buaya.

Kita anggap Anda sudah menentukan pot atau polybag yang terbaik, selanjutnya segera siapkan media tanamnya.

Caranya sangat sederhana dan mudah dikerjakan semua orang.

Persiapkan pupuk kandang kering, pasir, dan tanah hitam gembur dengan perbandingan komposisi 1:2:1. 

Campur dan aduk hingga rata, kemudian masukkan ke wadah pot atau polybag yang telah disiapkan!

instagram okdogi

Jika tujuannya untuk tanaman hias, bisa juga ditambahkan beberapa batu-batu krikil di atas permukaan pot.

Siram secukupnya (jangan sampai menggenang), biarkan 1×24 jam, dan setelah itu siap digunakan.

Cara Paling Praktis Pembibitan Lidah Buaya

Proses pembibitan dapat ditempuh dengan dua pilihan; (1) generatif dan (2) vegetatif, keduanya dapat menghasilkan bibit yang unggul.

Tapi cara vegetatif lebih dianjurkan karena lebih mudah dan praktis, serta lebih cepat (tidak memakan banyak waktu).

Sangat mudah dilakukan, ambil tunas anakan yang terdapat pada daun tanaman induk.

Congkel dengan hati-hati supaya akar tunas anakan tersebut tidak terputus atau rusak!

Jika akar putus atau rusak sebaiknya cari lagi yang baru, jika dipaksakan untuk ditanam kemungkinan besar akan gagal tumbuh.

Setelah memperoleh tunas anakan, pindahkan pada wadah penyemaian seperti polybag ukuran kecil.

Tapi karena faktor biaya, seringnya langsung ditanam pada media tanam utama.

Penanaman bibit

penanaman bibit lidah buaya
penanaman bibit lidah buaya

Untuk media tanam dengan lahan bedengan, buat lubang tanam teratur pada bedengan dengan jarak sekitar 80×140 cm dan kedalaman cukup 10-20 cm.

Penting, kedalaman lubang harus tepat jangan terlalu dalam atau sebaliknya. Jika terlalu dangkal, bibit akan mudah rubuh saat terkena angin, dan jika terlalu dalam bisa memicu bibit menjadi busuk.

Agar tingkat keasaman tanah tetap ideal, bisa juga ditaburkan abu pembakaran sampah organik pada area bedengan, biarkan 7-10 hari.

Setelah itu, tunas anakan yang sudah diambil sebaiknya segera ditanam, jika tidak, akan membuat stres dan resiko gagal tumbuh meningkat.

Setiap bibit yang ditanam langsung ditutup dengan tanah sekitar dan pupuk dasar.

Pupuk dasarnya dapat berupa pupuk kandang, kompos, atau non-organik (misal pupuk KCl, NPK, dan urea).

Sedangkan pada media tanam dengan wadah pot atau polybag (terutama yand berdiameter sedang), lebih baik 1 pot 1 lubang tanam agar pertumbuhan tanaman tetap maksimal.

Caranya sama, segera pindahkan bibit ke lubang tanam dan tutup lubang dengan baik (pastikan bibit berdiri dengan benar, tidak miring)!

Tahap Perawatan Hingga Panen

Setelah bibit ditanam, jangan langsung disiramikarena dikhawatirkan dapat memicu pembusukan akar bibit, kasih jeda sekitar 2-4 hari setelah masa tanam.

Selang beberapa hari kemudian, ketika akar bibit sudah beradaptasi dengan media tanam barunya, bisa kita lakukan penyiraman secara teratur pagi atau sore saja dengan menggunakan gembor (secukupnya jangan sampai airnya menggenang).

penyiraman lidah buaya
penyiraman lidah buaya

Intensitas penyiraman bisa menyesuaikan dengan suhu lingkungan.

Pada cuaca panas terik musim kemarau, penyiraman dua kali sehari mungkin diperlukan agar tanaman tetap tumbuh sehat.

Pemberian pupuk tambahan

Agar pertumbuhan daunnya maksimal, pupuk tambahan dapat diberkan setelah usia 3-4 bulan.

Pupuk susulan di sini sangat membantu memenuhi kebutuhan unsur nitrogen dan kalium, yang dimana memiliki peran penting untuk stimulasi:

  1. Pembentukan zat hijau daun.
  2. Pertumbuhan akar tanaman lebih sehat.
  3. Dan pertumbuhan daun lidah buaya lebih optimal.

Jenis pupuk tambahan ini beragam, salah satunya yang paling umum adalah kombinasi dari KCl, urea, dan TSP (perbandingannya ½ : 1 : 1).

Pilihan lainnya kombinasi kompos matang dan kotoran sapi yang sudah kering, dengan komposisi 1 : 1.

Pemangkasan

Lakukan penyobekan tanaman anakan yang biasanya sudah muncul pada usia 5-6 bulan.

Jika tidak dilakukan, induk tanaman akan terhambat pertumbuhannya sehinga tidak maksimal ukurannya ketika dipanen.

Mengatasi serangan gulma dan hama

Pada lahan terbuka, serangan gulma atau rumput liar sering terjadi, oleh karena itu penting untuk melakukan penyiangan secara teratur.

Pertumbuhan rumput liar yang tidak terkendali dapat menjadi parasit dan menghambat pertumbuhan tanaman budidaya.

Sedangkan untuk media tanam dalam wadah pot atau polybag, biasanya jarang terjadi serangan gulma, yang paling sering malah serangan hama ulat (merusak daun) dan jamur fusarium sp (membuat pangkal batang busuk).

Jika terjadi serangan hama, dapat menyemprotkan fungisida atau insektisida (lakukan hati-hati, dalam batas ambang kewajaran)!

Hal lain yang perlu diketahui, tanaman lidah buaya yang sehat terkadang cepat menghasilkan banyak tunas yang baru.

Jika dirasa pot atau polybag sudah tidak memiliki daya dukung yang cukup untuk hal ini, sebaiknya tanaman dipindahkan pada wadah baru yang berukuran lebih besar.

Tips lainnya

Tanaman akan terhambat pertumbuhannya jika tidak mendapat penyinaran matahari yang memadai.

Pastikan lahan tanam tidak ternaungi, karena tanaman lidah buaya sangat membutuhkan penyinaran matahari yang cukup intens.

Hal ini juga berlaku untuk penanaman pada wadah polybag atau pot, letakkan pada tempat yang mendapat sinar matahari yang cukup pada siang hari!

Tidak harus tempat terbuka dan panas tempatnya, tempat yang teduh juga baik asal mendapat paparan sinar matahari yang cukup.

Waktunya panen

Tanaman lidah buaya yang produktif (jika pertumbuhannya cepat) dapat kita petik daun pelepahnya saat berumur 6-7 bulan, tapi kebanyakan baru bisa dipanen pada usia 8-12 bulan setelah masa tanam.

panen lidah buaya
panen lidah buaya

Setelah panen pertama, tanaman akan tetap produktif menghasilkan daun baru dan biasanya dapat dipetik tiap bulannya.

Rata-rata satu tanaman menghasilkan 2-3 daun pelepah per panennya.

Usia produktif tanaman lidah buaya cukup lama, dapat mencapai hingga 7 atau 8 tahun.

Pemetikan dapat menggunakan pisau atau cutter, kemudian pelepah daun hasil panen selanjutnya disortir untuk proses selanjutnya.

Mengingat permintaan pasar terhadap lidah buaya cukup tinggi, harganya cenderung stabil sepanjang tahun.

Harga lidah buaya segar bisa mencapai Rp. 15,000,00 s.d Rp. 25,000,00 untuk per-kg nya, cukup menggiurkan bukan!

Baca juga

instagram okdogi

Leave a Comment