Cara Sukses Menanam Sawi Dapatkan Panen Berlimpah

Cara Sukses Menanam Sawi Dapatkan Panen Berlimpah

Cara menanam sawi tidaklah terlalu sulit untuk kita lakukan karena sawi cukup mudah beradaptasi dengan lingkungan. Bahkan tidak jarang masyarakat kita menanamnya pada media polybag.

Tanaman sawi yang bagus biasanya memiliki ciri sebagai berikut:

  • Daun terlihat segar memanjang, tidak layu dan bolong.
  • Ruas batang pendek, masih cukup lembut, dan tidak berkayu.
  • Tumbuh dengan akar tunggang dan sedikit bercabang (serabut).
  • Jika berbunga, memanjang ke atas.
tanaman sawi
tanaman sawi

Seperti sayuran lainnya, sawi memiliki jangka waktu singkat untuk panennya. Usia panen ini tergantung dari jenisnya.

Secara umum sawi hijau lebih cepat untuk dipanen (sekitar 25-30 HST), dibanding sawi putih (45-60 HST).

Pilih benih yang unggul

Pemilihan benih sangat penting peranannya pada tingkat keberhasilan panen.

Benih yang baik sangat memungkinkan tumbuh dengan baik dan menghasilkan kualitas sawi grade premium.

Ciri benih kualitas terbaik

Untuk mendapatkan benih yang terbaik, berikut beberapa kriteria yang perlu kita cermati:

  • Cari benih kualitas unggul, bisa kamu beli langsung di toko tanaman atau secara online.
  • Untuk mengindari efek kerusakan karena faktor lingkungan seperti panas dan lembab, benih biasanya dibungkus dengan aluminum foil sehingga tidak mengalami penurunan kualitas.
  • Buka pembungkus aluminum foilnya, lalu periksalah kondisi benih! Benih yang sehat biasanya memiliki bulatan kecil hitam kecoklatan dengan tekstur cukup keras dan permukaan yang mengkilat.
benih sawi
benih sawi

Jumlah benih yang kita perlukan tergantung pada seberapa luas lahan yang akan ditanami.

Untuk perhitungan idealnya kurang lebih 750 gram per hektar.

Bisa juga memakai benih sendiri, tapi pastikan memiliki kualitas yang baik.

Dalam hal ini, sebaiknya gunakan benih yang diambil dari indukan tanaman sawi yang sudah cukup matang, sekitar 70 hari.

Rendam benih sebelum penyemaian

Jika tidak segera ditanam, benih biasanya akan cenderung mengalami fase dormansi, masa berhenti tumbuh.

Untuk mengatasi hal ini, kita perlu melakukan perendaman sebelum penyemaian.

Cuci bersih benih dan lakukan perendaman, kurang lebih 2-3 jam.

Lebih baik lagi gunakan cairan stimulasi pertumbuhan, seperti POC GDM.

POC GDM juga dapat berfungsi memberikan kekebalan terhadap benih, sehingga lebih tahan dan sehat ketika kita tanam.

POC GDM juga membantu menstimulasi proses perkecambahan lebih cepat.

Cara menanam sawi

Jika memiliki lahan yang luas, cara ini lebih dianjurkan untuk hasil panen yang lebih besar.

menanam sawi secara konvensional
menanam sawi secara konvensional

Selain itu, cara konvensional tidak selalu mengharuskan penyemaian benih.

Penggemburan tanah

Tantangan terberat mungkin pada tahap penyiapan dan pengolahan lahan.

Tanah yang baik harus gembur, sehingga sirkulasi udara ke pori-pori tanah dapat berjalan tanpa halangan.

penggemburan tanah
penggemburan tanah

Penggemburan tanah memerlukan tenaga ekstra, apalagi jika kita melakukannya dengan cara manual.

Atau bisa juga memakai jasa pihak lain, tentu disini ada biaya lebih yang dikeluarkan, tergantung seberapa luas lahan Anda.

Tantangan lainnya, tidak setiap waktu kita dapat dengan mudah menyewa jasa pihak lain ini.

Terkadang jika mulai cocok tanam tiba, permintaan akan jasa ini akan melonjak signifikan, membuat kita kesulitan mencarinya sehingga dapat menunda waktu tanam.

Jika memiliki lahan yang luas, sebaiknya memiliki traktor sendiri. Hal ini penting untuk mencapai masa tanam yang tepat waktu.

Pemupukan dan periksa pH tanah

Setelah penggemburan tanah selesai, lakukan tahap penyiapan lahan lainnya yaitu pemupukan.

Taburkan pupuk dasar dengan komposisi kurang lebih 20 ton/ha, biasanya pupuk kandang sudah cukup. Apalagi jika tujuannya untuk memperoleh sayuran organik.

Pupuk dapat dicampurkan ke permukaan tanah yang sudah gembur, terutama tempat dimana bedengan akan kita buat.

Aduk rata ke tanah, jangan terlalu dalam karena akan meresap dengan sendirinya, pastikan pH tanah tidak kurang dari 5.

Tingkat keasaman ini penting untuk memastikan tanaman sawi dapat tumbuh dengan sehat.

Untuk mengetahui pH tanah, kita bisa menggunakan alat pH indikator yang dapat kita beli di pasar alat-alat pertanian.

Bisa juga memakai indikator lainnya seperti penggunaan kunyit atau kertas lakmus.

Ambil sampel tanah secara acak, campurkan dengan air, tunggu beberapa menit, kemudian masukkan kunyit yang sudah dikelupas kedalamnya.

Setelah 30 menit angkat kunyitnya, jika warna kunyit menjadi lebih pudar berarti tingkat pH nya rendah.

Sebaliknya jika warna kunyit tidak berubah atau makin cerah, diduga keras pH tanah tidak terlalu asam sehingga layak tanam.

Hal yang sama dapat kita lakukan dengan kertas lakmus.

Jika warna kertanya setelah dicelupkan berubah menjadi merah tandanya pH rendah (asam), jika ungu dan biru berarti pH netral atau basa.

Jika pH dirasa masih terlalu rendah untuk tumbuh kembang sawi, dapat dicoba menaburkan kapur pertanian pada lahan sekitarnya.

Pembuatan bedengan

Sesudah yakin tanah siap dan layak tanam, buatlah bedengan dengan ukuran yang seragam!

pembuatan bedengan
pembuatan bedengan

Sebenarnya tidak ada aturan yang baku untuk ukuran bedengan ini, jadi dapat menyesuaikan dengan ukuran lahan.

Tapi kebanyakan orang membuat bedengan dengan ukuran 110-125 cm, dengan tinggi sekitar 25 cm.

Bedengan diperlukan agar tanaman sawi tidak mudah rubuh dan dapat membantu meminimalisir dampak serangan hama dan rumput liar.

Selain itu juga bermanfaat untuk memudahkan proses penyiraman agar lebih efisien.

Penanaman benih atau bibit sawi

Untuk metode konvensional dengan lahan, benih dapat ditanam langsung tanpa penyemaian.

instagram okdogi

Tapi untuk meyakinkan pertumbuhan, kebanyakan petani melakukan penyemaian terlebih dahulu.

Jika Anda memilih penyemaian, prosesnya dapat mengikuti langkah-langkah penyemaian pada metode polybag selanjutnya.

Setelah bedengan siap, buatlah lubang dengan kedalaman secukupnya untuk menanam benih atau bibit sawi dengan jarak tiap lubangnya sekitar 10 cm persegi!

Masukkan benih atau bibit sawi ke dalam lubang, terus tutup lubang dengan mengguruknya memakai tanah sekitarnya.

Hurukan tanah ini jangan terlalu tebal, cukup tipis saja, apa lagi jika yang Anda gunakan benih sawi langsung.

Setelah itu, siram tiap lubang dengan penyiraman ringan secukupnya agar segera setelah ditanam benih atau bibitnya medapat asupan air yang memadai.

Cara menanam sawi dengan menggunakan polybag

Perbedaan jelas pada metode ini adalah media tanamnya. Sepertinya namanya, bibit sawi akan ditaman pada wadah polybag.

menanam sawi dengan polybag
menanam sawi dengan polybag

Keuntungan lainnya, kita tidak harus memerlukan lahan yang luas.

Dan juga kandungan dan kualitas tanah pada polybag lebih mudah dikontrol untuk menunjang pertumbuhan sawi lebih maksimal.

Cara ini juga lebih efisien untuk menghemat waktu.

Kita juga tidak perlu menggemburkan lahan yang bisa menguras kantong lebih dalam.

Penyemaian bibit sawi

Proses ini begitu penting. Penyemaian dengan cara yang tepat dapat cukup berpengaruh besar akan pertumbuhan bibit setelah ditanam.

Hal ini lumrah, karena pada proses ini kita bisa melakukan rekayasa pertumbuhan dari benih ke bibit dengan menggunakan beragam campuran tanah hitam, pupuk kompos, atau penyubur lainnya.

Pertama, siapkan lahan kecil atau tanah hitam yang ditaruh di pot plasik kecil. Siapkan juga pupuk secukupnya.

Untuk penggunaan media pot plastik, saring dulu tanah hitamnya sehigga layak digunakan.

Kita bisa menggunakan saringan tanah atau membersihkannya secara manual dengan tangan.

Kemudian campur ratakan dengan pupuk secukupnya.

Setelah siap, bagi rata dan masukkan ke dalam pot-pot plastik yang telah disediakan.

Untuk penggunaan lahan, gemburkan dahulu tanahnya dan jangan lupa menaburkan pupuk secukupnya!

Langkah selanjutnya, ambil benih sawi yang telah direndam sebelumnya.

Buat lubang dengan jarak sekitar 5 cm, masukkan 2 benih setiap lubangnya, tutup dengan tanah sekitarnya.

Untuk media pot plastik, kita bisa membuat 1-3 lubang, tergantung diameter potnya.

Siram dengan tekun pagi dan sore secukupnya.

Hati-hati saat melakukan penyiraman, jangan sampai terlalu deras airnya sehingga mengakibatkan lubang tanam terbuka lagi.

Jika penyemaian kita lakukan dengan benar, bibit sawi sudah keliatan tumbuh sekitar 2-4 minggu.

Bibit sawi yang sudah memiliki 2-3 helai daun biasanya sudah siap untuk kita tanam.

Menyiapkan media tanam polybag

Media tanam polybag harus memenuhi syarat tumbuh sawi. Beberapa hal penting yang perlu dicatat meliputi:

  • Memiliki ruangan yang cukup untuk mendukung pertumbuhan akar tanaman. Karena tanaman sawi relatif kecil ukurannya, hal ini tidak menjadi persoalan besar dan mudah diatasi.
  • Kandungan tanah dan lainnya pada media tanam polybag tidak mengandung hama atau penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan.
  • Selain bebas penyakit, tentu yang terpenting juga mampu menyediakan unsur hara yang cukup untuk menunjang pertumbuhan. Di sini kualitas tanah dan pupuk memiliki peranan penting.
  • Hal lainnya yang perlu kita ingat, kemampuan porositas untuk pertumbuhan. Artinya bisa menampung dan menyerap cukup air, disesuaikan dengan tanaman yang akan ditanam dan aerasi (sirkulasi udara didalam tanah) yang baik pula.

Untuk menunjang kesuburan tanah pada media tanam polybag, kita dapat menggunakan kompos atau serabut kelapa (jika diperlukan).

Umumnya penggunaan tanah hitam dan kompos sudah cukup untuk menunjang pertumbuhan sawi di polybag.

Cara pembuatannya sebagai berikut:

  • Siapakan tanah hitam (usahakan yang gembur) dan pupuk (kompos, sekam, serabut kelapa, atau jenis penunjang kesuburan lainnya), lalu campurkan ratakan!
  • Masukan campuran tersebut ke dalam wadah polybag secukupnya.
  • Polybag siap digunakan!

Memindahkan bibit sawi ke polybag

Setelah bibit sawi dan media tanam polybagnya siap, pindahkan dengan hati-hati!

Cabut bibit sawi secara perlahan, pastikan akarnya tidak rusak!

Buat lubang dengan kedalaman secukupnya, kemudian pindahkan bibit ke media tanam polybag, dan timbun lubangnya dengan tanah sekitar lubang.

Dan pastikan bibit berdiri tegak, tidak miring!

Perawatan dan panen

Kebutuhan akan air untuk tanaman sawi bisa dibilang cukup besar. Makanya penyiraman menjadi kebutuhan dasar pada tahap perawatan.

penyiraman tanaman sawi
penyiraman tanaman sawi

Penyiraman sebaiknya kita lakukan pagi dan sore, tergantung juga dengan cuaca.

Saat musim kemarau, penyiraman bisa jadi tiga kali sehari, termasuk pada siang hari.

Pastikan jarak antar tanaman tetap ideal

Meskipun pada saat penanaman sudah kita lakukan seteratur mungkin, namun biasanya ada saja letak tanaman sawi yang terlalu dekat kurang dari 5 cm.

Oleh karena itu perlu inspeksi secara berkala. Hal ini biasanya kita kerjakan sekitar dua minggu setelah masa tanam.

Cabutlah tanaman yang letak jaraknya tidak sehat ini! Jika kita biarkan, dikhawatirkan dapat mempengaruhi pertumbuhan sawi sekitarnya.

Perlu tidak dilakukan pemupukan susulan?

Pupuk dasar terkadang belum cukup untuk menunjang pertumbuhan secara optimal.

Makanya terkadang pemupukan susulan akan diperlukan.

Pemupukan susulan biasanya dikerjakan sekitar 15 hari setelah masa tanam.

Lakukan pemupukan secukupnya, jangan berlebihan!

Pemupukan berlebih kemungkinan bisa menghasilkan sawi yang agak pahit ketika dimakan.

Saatnya panen

Kapan waktu panen tergantung dari jenis sawinya, seperti telah dijelaskan sebelumnya.

Yang terpenting, pastikan sawi memang sudah layak untuk dipanen!

panen tanaman sawi
panen tanaman sawi

Ciri sawi siap panen adalah daun yang sudah cukup lebar untuk ukuran sayuran dan batang yang sudah agak mengeras.

Jangan menunggu terlalu lama, atau sawi yang sudah terlalu tua bisa tidak layak lagi buat dikonsumi karena terlalu menguning daunnya dan keras batangnya!

Simpan di tempat yang cukup lembab dan sejuk setelah dipanen.

Hal ini penting agar sawi tidak kering dan tetap memiliki daya jual yang legit ketika kita tawarkan ke pengepul.

Baca juga

instagram okdogi

Leave a Comment