Cara Menanam Tomat Lahan Terbuka & Dengan Polybag

Cara Menanam Tomat Lahan Terbuka & Dengan Polybag

Cara menanam tomat dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik secara konvensional (lahan terbuka) atau menggunakan wadah polybag. Bisa juga dengan hidroponik dan taman vertikultur.

Tomat sendiri sebenarnya mempunyai struktur karakteristik seperti buah, tapi digolongkan sebagai sayuran.

tomat
tomat

Sayuran dengan nama latin Lycopersicon esculentum L ini memiliki jenis yang beragam, terdiri dari ratusan jenis.

Terlepas dari banyaknya ragam cara menanam tomat, pada kesempatan kali ini kita akan bahas dua diataranya yang sering digunakan yaitu cara konvensional dan dengan wadah polybag.

Cara Menanam Tomat pada Lahan Terbuka

Seperti pada umumnya budidaya sayuran, langkah pertama dimulai dari pemilihan benih dan bibit yang berkualitas baik.

Pastikan memilih benih yang dapat tumbuh dengan baik pada lahan terbuka yang Anda miliki!

Pemilihan harus menyesesuaikan dengan kondisi struktur tanah dan karakteristik geografis dari lahan.

Jadi jika lahan terletak di dataran tinggi, pilih varietas benih yang cocok sesuai dengan ekosistem lahan tersebut, begitu juga sebaliknya!

Beberapa yang cukup familiar ditanam pada dataran rendah adalah varietas unggulan CLN, Permata F1, dan Servo F1.

Ada juga yang dapat tumbuh pada dataran tinggi yaitu varietas Kada, Marta 9F1, dan Optima F1.

benih tomat
benih tomat

Varietas benih tomat sangat beragam, ada puluhan bahkan mungkin ratusan. Untuk lebih jelasnya, bisa Anda tanyakan langsung ke pedagang yang menjual benih tanaman tomat.

Selain itu pastikan benih yang Anda pilih tidak cacat secara fisik dan tahan penyakit (varietas unggul).

Jika Anda sudah memiliki tanaman tomat, dengan sedikit usaha Anda bisa memperoleh dan membuat benih sendiri. Caranya pun tidak terlalu sulit jika Anda memiliki waktu luang lebih.

Pilih tomat dengan kualitas terbaik; bentuk tidak cacat, masih segar, dan ukurannya sebesar mungkin. Biarkan tomat tersebut matang di pohonnya.

Setelah cukup matang, petik dan keluarkan biji-bijinya dengan cara membelahnya. Kemudian rendam biji-biji tersebut dalam air, singkirkan yang mengambang dan pilih yang tenggelam.

Seleksi lagi dengan mengamati secara fisik. Pilih biji yang memiliki bentuk tidak keriput atau cacat.

Keringkan (bisa dijemur sebentar), kemudian simpan dalam wadah topless bersih dan kering agar tidak rusak.

Penyemaian benih tomat

Sebenarnya kita bisa langsung menabur biji/benih tomat pada lahan terbuka, tapi untuk menghindari resiko gagal vegetasi, sebaiknya dilakukan penyemaian terlebih dahulu.

penyemaian benih tomat
penyemaian benih tomat

Penyemaian dapat membuat bedengan, dengan syarat area tersebut sudah cukup subur untuk mendukung penyemaian. Atau bisa juga dengan menggunakan wadah polybag.

Karena penggunaan polybag memakan biaya yang lebih mahal, tidak ada salahnya menggunakan penyemaian dengan bedengan.

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Setelah lahan tempat penyemaian cukup gembur dan subur, buat bedengan lebarnya sekitar 30 cm.
  2. Jumlah bedengan disesuaikan dengan kebutuhan dari jumlah bibit yang dibutuhkan.
  3. Kemudian buat garis (larikan) pada bedengan dengan kedalaman sekitar 1 cm, dan jarak antar garis ini sekitar 5 cm. Jadi dalam satu bedengan bisa ada 4 s.d 5 larikan.
  4. Setelah itu taburkan biji tomat secukupnya pada larikan dengan jarak yang seragam, sekitar 2 s.d 5 cm.
  5. Setelah selesai penaburan biji, segera tutup dengan tanah sekitarnya. Lalu siram secukupnya setiap hari!
  6. Tunggu beberapa hari vegetasi akan muncul. Penyemaian ini biasanya memakan waktu kurang lebih satu bulanan.
  7. Setelah diyakin bibit siap untuk dipindah, cabut secara hati-hati!
  8. Opsi pertama, Anda bisa menyiram tanah sekitar bibit hingga cukup lunak sehingga ketika dicabut akar bibit tidak putus atau rusak.
  9. Opsi kedua, bisa juga dengan congkelan beserta tanahnya. Gunakan sekop atau peralatan yang memadai untuk mengambil bibit dengan tanah sekitarnya!

Kelemahan penyemaian bedengan, bibit bisa mudah stres jika tidak dilakukan dengan benar. Pastikan bibit tidak stres, segera tanam pada lahan utama setelah dicabut.

Karena bibit tomat mudah stres, banyak yang lebih menyarankan menggunakan polybag, terlepas dari biaya lebih yang harus dikeluarkan.

Untuk penyemaian dengan wadah polybag, berikut caranya:

  1. Persiapkan tanah yang tingkat unsur haranya tinggi, biasanya top soil (tanah bagian atas).
  2. Campur tanah tersebut dengan kompos atau pupuk kandang, dengan takaran 1:1.
  3. Kemudian campurkan lagi dengan arang sekam, takarannya juga 1:1.
  4. Setelah tercampur rata, masukkan pada wadah polybag penyemaian.
  5. Buat lubang kedalaman sekitar 1 cm, masukkan biji tomat 2-3 butir. Tutup kembali lubangnya dengan media tanam sekitar lubang!
  6. Lakukan penyiraman secukupnya secara rutin, hati-hati jangan membuatnya lubangnya kembali terbuka.
  7. Tunggu beberapa hari vegetasi akan muncul.
  8. Setelah diyakin cukup siap, kurang lebih satu bulanan, bibit siap dipindahkan.
  9. Pemindahannya cukup dengan langsung merobek plastik polybagnya, pindahkan bibit beserta tanahnya pada lubang tanam utama!

Pengolahan lahan terbuka                             

Syarat tumbuh tanaman tomat diantaranya memerlukan pH tanah sekitar 5,5 s.d 7. Jika lahan pH-nya lebih kecil dari angka 5,5 gunakan kapur pertanian (dolomit) agar tanah tidak terlalu asam!

Setelah pengecekan pH, lakukan penggemburan lahan! Bisa memakai cangkul, bajak, atau traktor tergantung sumber daya yang Anda miliki.

Pastikan pencangkulan atau pembajakan cukup dalam, minimal mencapai kedalaman sekitar 20 cm.

Hal ini penting agar menjadikan tekstur tanah lahan lebih gembur dan juga untuk membantu menghilangkan patogen tanah.

Apabila tanah sudah cukup gembur, segera buat bedengan ukuran lebar sekitar satu meteran dengan tinggi kurang lebih 30 cm! Pastikan jarak antar bedengan tidak terlalu dekat, minimal berjarak 30 s.d 40 cm.

instagram okdogi
bedengan lahan tomat
bedengan lahan tomat

Untuk meningkatkan daya dukung tanah dan menunjang pertumbuhan tanaman lebih optimal, tambahkan pupuk dasar pada tanah bedengan. Bisa memakai pupuk kimia atau organik.

Untuk komposisi pupuknya sangat beragam. Bisa dicoba dengan takaran 100 gram pupuk NPK per meter persegi.

Atau bisa juga cukup menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang kurang lebih 20 ton per hektar.

Namun sering kali penggunaan satu jenis pupuk dasar tidak cukup, tergantung kualitas unsur hara tanah lahan yang kita miliki.

Misal jika kandungan fosornya kurang, bisa juga ditambahkan pupuk TSP dengan takaran sekitar 5 gram /bibit.

Banyak juga para petani yang menggunakan 3 jenis pupuk diatas bersamaan, bahkan terkadang lebih dari 3 jenis.

Tahap berikutnya, tutup bedengan menggunakan mulsa plastik agar kelembapan tanah terjaga. Hal ini sangat berguna ketika bercocok tanamnya pada musin kering (kemarau).

Biarkan lahan bedengan kira-kira satu mingguan, setelah itu lahan siap untuk digunakan.

Penanaman bibit tomat

penanaman bibit tomat
penanaman bibit tomat

Biarkan mulsa plastik pada tempatnya, jangan dibuka. Buat lubang diameter sekitar 5 cm pada mulsa plastiknya dengan kedalaman 5 s.d 7 cm.

Jarak antar lubang sekitar 50 cm. Dan dalam satu bedengan, jika lebarnya 1 meter, dapat dibuat dua jalur dengan jarak antar jalur sekitar 70 s.d 80 cm.

Setelah lubang semuanya sudah dibuat, masukkan satu per satu bibit tomat kedalamnya. Seperti biasa tutup dan ratakan kembali dengan tanah sekitarnya.

Perawatan

Risiko kerusakan buah tomat cukup tinggi, bisa mencapai angka 30 persen. Untuk itu perawatan sangatlah penting!

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan pada tahap perawatan ini meliputi:

  1. Lakukan pengecekan ulang beberapa hari setelah penanaman bibit agar dapat sesegera mungkin mengganti bibit yang mati atau gagal tumbuh.
  2. Cabut gulma atau rumput liar disekitar tanaman. Penyiangan biasanya kita lakukan 3 s.d 4 kali dalam satu period masa tanam, bisa makin sering jika tidak menutup lahan bedengan dengan mulsa plastik.
  3. Lakukan pemangkasan tunas baru yang tumbuh pada ketiak daun, biasanya kita lakukan pengecekan seminggu sekali. Jika tidak dipotong, tunas ini akan mengeras menjadi batang dan menghambat pembuahan tomat.
  4. Ujung batang tanaman juga dapat dipangkas jika sudah muncul calon buah (dompolan) sekitar 5 s.d 7 butir.
  5. Penyiraman harus dilakukan secukupnya. Tanaman tomat jika mendapat air yang berlebih akan cenderung sulit berbuah bahkan kemungkinan bisa busuk, sebaliknya jika kekurangan air buah tomatnya akan mudah pecah.
  6. Pada saat musim hujan, pastikan drainase berjalan dengan baik agar air tidak menggenang dan cepat surut begitu hujan reda.

Jika diperlukan, gunakan lenjeran untuk membantu menahan bobot tanaman agar tidak roboh. Lenjeran dapat berupa belahan bambu yang ditancapkan pada jarak 10 cm dari tempat tanaman tumbuh.

Lakukan penancapan lenjeran sedini mungkin, ketika ketinggian tanaman sudah mencapai 10-15 cm. Hal ini penting agar penancapan tidak melukai akar tanaman.

Jika tanaman sudah cukup besar, penancapan genjeran yang terlalu dalam sangat memungkinkan mengenai akar yang sudah tumbur besar dan panjang.

Akar yang terluka bisa mengundang infeksi atau hal lainnya yang dapat menganggu pertumbuhan dan kualitas buah tomat.

Cara Menanam Tomat dengan Polybag

Pada prinsipnya sama dengan lahan terbuka, perbedaannya hanya pada penyiapan media tanam utama di polybag.

menanam tomat di polybag
menanam tomat di polybag

Setelah tahap penyemaian yang telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya, segera siapkan media tanam sesuai dengan daya yang Anda miliki dan wadah utama polybagnya (ukuran lebih besar dari polybag untuk penyemaian).

Cara paling praktis gunakan tanah subur (top soil), arang sekam, dan pupuk kandang/kompos dengan takaran 2:1:1!

Aduk rata, kemudian masukkan ke wadah utama polybag. Polybag siap digunakan, pindahkan bibit tomat ke dalamnya secara hati-hati!

Lakukan perawatan dengan prinsip yang hampir sama seperti halnya pada metode penanaman dengan lahan terbuka.

Penggunaan Pupuk Tambahan

Pemupukan susulan biasanya diperlukan untuk memicu pertumbuhan dan pembuahan tomat lebih baik.

Untuk pilihan pupuk organik, bisa menggunakan pupuk cair organik yang dapat dibeli di pasar tanaman. Lakukan penyemprotan secukupnya seminggu sekali.

Penting, encerkan pupuknya lebih dulu dengan komposisi kurang dari 2%. Jadi untuk 1 liter pupuk cair, tambahkan sekitar 100 liter air untuk mengencerkan.

Pilihan lain, bisa juga menaburkan kompos atau pupuk kandang kering, takaran satu gengam tangan per tanaman. Lakukan pemupukan ini sekitar 2-3 minggu setelah penanaman bibit.

Sedangkan untuk pilihan pupuk kimia (non-organik), pilihannya lebih banyak.

Salah satunya yang sering digunakan adalah KCl dan urea, takarannnya satu banding satu.

Taburkan setelah usia tanaman mencapai 1 minggu, sekitar 1-2 g /tanaman.

Setelah dua atau tiga minggu, dapat dilakukan pemupukan lagi dengan KCl dan urea (masih dengan dosis perbandingan yang sama), sebanyak 5 g /tanaman.

Penting, penaburan pupuk kimia usahakan jangan sampai mengenai batang tanaman secara langsung. Taburkan pada jarak 5 cm atau lebih dari titik tumbuh tanaman!

Panen

Dengan cara yang benar, tanaman tomat akan membuahkan tomat pada usia 3 bulanan. Durasi ini tentunya juga tergantung varietasnya.

panen tomat
panen tomat

Yang perlu diingat, buah tomat tidak akan matang sekaligus dalam sekali waktu.

Jadi panen tidak bisa dikerjakan dalam satu kali waktu. Lakukan pemetikan buah tomat tiap 2 atau 3 hari sekali.

Selain itu, pemetikan hendaknya dilakukan pada pagi hari!

Suhu cuaca yang tinggi memicu tingkat evaporasi yang tinggi, pemetikan pada siang hari dapat membuat tomat cenderung cepat layu setelah dipetik.

Baca juga

instagram okdogi

Leave a Comment