Anjing Cacingan : Ciri, Penyebab dan Cara Mengobati

Anjing Cacingan : Ciri, Penyebab dan Cara Mengobati

Cacingan tidak hanya dapat menyerang manusia, semua hewan juga berpotensi mengalami kondisi ini, termasuk anjing.

Namun, apakah gejalanya sama? Untuk mengetahui jawabannya, maka kamu harus membaca artikel ini hingga selesai.

anjing cacingan
anjing cacingan

Ciri Anjing Cacingan

Ternyata banyak sekali ciri apabila anjingmu mengalami cacingan. Lantas apa saja cirinya? Berikut adalah informasinya.

Batuk

Batuk adalah hal yang wajar, karena kondisi itu memang secara alami memiliki fungsi untuk mengeluarkan suatu benda dari tenggorokan. Namun, batuk juga bisa menjadi gejala yang menandakan anjing cacingan.

Umumnya, anjing yang memiliki cacing jantung akan mengalami batuk. Namun, cacing lainnya, seperti cacing tambang dan cacing gelang juga dapat membuat batuk.

Jadi bisa dikatakan, batuk adalah salah satu ciri atau gejala anjing cacingan.

Muntah

Tingkat lanjut dari batuk adalah muntah. Jika anjingmu sering muntah, maka ini juga bisa menjadi gejala jika anjingmu cacingan.

Bahkan dalam muntahan tersebut biasanya terdapat cacing dan biasanya adalah cacing gelang.

Diare

Gejala lainnya adalah diare. Tidak hanya diare, terkadang tinja anjing yang cacingan juga terdapat darah. Kondisi ini biasa ditemui pada anjing yang memiliki cacing tambang.

Nafsu makan berubah

Cacing dalam tubuh anjing akan mengambil nutrisi dari makanan yang ia makan. Ketika hal ini terjadi, maka anjing akan lebih cepat lapar.

Namun, ada juga kasus yang malah membuat nafsu makannya berkurang. Biasanya ini terjadi ketika anjing memiliki cacing gelang.

Berat badan berkurang

Kehilangan berat badan adalah salah satu gejala yang sering terjadi pada anjing yang memiliki cacing gelang atau cacing pita dalam tubuhnya. Penurunan berat badan ini terjadi secara cepat, jadi sangat jelas.

Lemas

Jika sudah mengalami diare, sering muntah dan nafsu makannya berkurang, maka pasti anjing akan lemas dan terlihat lesu.

Aktivitasnya yang biasa aktif akan menjadi kurang aktif, bahkan bisa jadi tidak aktif dan hanya tidur-tiduran saja.

Perut buncit

Gejala ini sangat jelas, karena jika anjing sudah makan lebih banyak daripada sebelumnya, tetapi berat badannya malah berkurang dan memiliki perut yang membuncit, maka ini sudah cukup menandakan jika anjing mengalami cacingan.

Bulu kusam

Semua anjing yang sehat akan memiliki bulu yang terlihat mengkilap dan lebat.

Namun, ketika anjing cacingan, maka bulu yang indah itu akan tampak kusam dan kering. Selain itu, terkadang pula disertai dengan kerontokkan dan muncul ruam. (Baca: Cara merawat anjing)

Gatal dan iritasi kulit

Jika cacingan pada anjing sudah sangat parah, maka bisa jadi kulitnya akan mengalami iritasi dan gatal. (Baca: Penyebab anjing sakit kulit)

Baca juga  Harga Pasaran Anjing Ras TERBARU 2019 Lengkap!

Menggosok tubuh bagian bawah

Mungkin gejala ini sama halnya dengan manusia yang sedang cacingan, pasalnya, anjing yang cacingan juga mengalami rasa gatal pada bagian anusnya.

Oleh karena itu, anjing cacingan sering menggosok bagian tubuh tersebut di lantai untuk mengurangi rasa gatal.

Ada cacing di bulu atau di tinja

Gejala ini akan tampak begitu jelas dan yang paling jelas diantaranya semuannya.

Hal ini karena cacing akan muncul di tinja, bahkan di anusnya. Cacing yang muncul di tempat tersebut biasanya adalah cacing pita.

Selain itu, bisa juga muncul dimana anjingmu duduk, yaitu cacing gelang.

Penyebab Anjing Cacingan

Sebelumnya telah dibahas mengenai ciri atau gejala anjing cacingan. Namun, tahukah kamu apa saja hal yang dapat menyebabkan anjing cacingan? Berikut adalah jawabannya.

Cacing gelang

Cacing ini menular melalui tinja dari anjing ataupun hewan lainnya yang terinfeksi. Namun, penularan cacing ini ternyata juga bisa dari induk anjing yang sedang hamil atau menyusui. (Baca: Ciri anjing akan melahirkan)

Cacing gelang akan menyebabkan infeksi serius pada induk dan anaknya. Selain itu, cacing itu juga bersifat parasit, ia akan memakan nutrisi makanan yang dimakan oleh inangnya. Kabar buruknya, cacing ini juga bisa menular ke manusia dan jika manusia terinfeksi, maka gejalanya akan lebih serius.

Cacing tambang

Lokasi favorit cacing ini adalah di usus kecil. Mereka akan menghisap darah dari inangnya. Penularannya juga sama dengan cacing gelang, yaitu dari induk ke anaknya.

Namun, anjing dewasa juga dapat tertular cacing ini, yaitu ketika ada anjing dewasa yang terinfeksi cacing ini sedang membersihkan diri dan kotorannya terkena anjing  yang tidak terinfeksi.

Selain itu, penularan cacing ini juga bisa jadi karena memakan hewan lain yang terinfeksi, seperti kutu.

Baca : cara natural menghilangkan kutu anjing

Apabila anjing terserang cacing gelang, maka ia akan lemah dan kekurangan gizi.

Kondisi ini sangat berbahaya bagi anak anjing, karena bisa menyebabkan kematian dan begitu pula pada anjing dewasa, tetapi anjing dewasa dapat bertahan lebih lama.

Sama dengan cacing gelang, cacing tambang juga dapat menginfeksi manusia.

Namun cara penularannya yang berbeda, yaitu dari sayuran yang tidak dicuci atau berjalan di atas pasir, lumpur atau tanah tanpa alas kaki.

Cacing jantung

Cara penularan cacing ini berbeda dengan cacing-cacing lainya, karena penularannya melalui gigitan nyamuk.

instagram okdogi

Cacing ini memiliki panjang hingga 36 cm dan biasa hidup di jantung serta arteri.

Keberadaan cacing ini di jantung akan mempengaruhi fungsinya serta mempengaruhi pembekuan darah.

Anjing yang memiliki cacing jantung, jika tidak segera diobati, maka dapat berakhir pada kematian.

Oleh karena itu, sangat penting mencegah anjing agar tidak terinfeksi cacing ini. Pencegahan dapat dilakukan secara bulanan.

Baca juga  Anjing Diare ( Mencret ) : Penyebab & Cara Mengobati

Cacing cambuk

Cacing ini biasa hidup di daerah antara usus kecil dan usus besar. Sama halnya dengan cacing tambang, mereka akan menghisap darah inangnya.

Penularan cacing ini adalah karena anjing mengambil tanah yang terkontaminasi.

Anjing yang terserang cacing cambuk akan menghadapi kondisi yang serius, yaitu diare beradarah ketika jumlahnya sudah sangat banyak.

Pencegahan cacing ini dapat dilakukan dengan memberikan obat cacing secara rutin.

Cacing pita

Penularan cacing pita dapat teradi ketika anjing menjilati dirinya sendiri dan tanpa sengaja menelan kutu yang membawanya. Cacing ini akan mengambil sebagian nutrisi dari usus. (Baca: Cara menghilangkan kutu anjing)

Bentuk cacing pita terdiri dari segmen-segmen kecil dan masing-masingnya berukuran sebutiran beras.

Cacing ini akan keluar melalui kotoran dan terkadang muncul di sekitar area anus. Untuk mengobati dan mencegahnya, cukup dengan memberikan obat cacing ataupun suntikan secara rutin.

Cara Mengobati

Informasi mengenai ciri dan penyebab anjing cacingan telah dipaparkan, maka selanjutnya adalah cara mengobatinya. Namun, tahukah kamu, jika anjing merupakan inang yang ideal untuk cacing?

Ini karena anjing suka mengendus, menghirup, menjilat bahkan memakan apapun yang ada di sekitar mereka, termasuk kotoran dan sampah, dimana itu adalah tempat ideal untuk cacing hidup.

Lalu bagaimana cara yang tepat untuk mengobati anjing cacingan? Berikut adalah tahapan pengobatannya.

Pastikan jenis cacing

Semua cacing tinggal di dalam tubuh anjing, yaitu di bagian pencernaan. Oleh karena itu, sangat sulit untuk mengetahui jenis cacing yang menyerang anjingmu, kecuali cacing pita yang dapat terlihat di anus.

Dengan demikian, kamu harus mengunjungi dokter hewan untuk mengetahui jenis cacing yang menginfeksi anjingmu.

Namun, jangan hanya berkunjung, tetapi kamu juga harus membawa sampel tinja anjingmu, karena dari sampel itulah dokter hewan dapat mengetahui jenis cacing yang menginfeksi anjingmu.

Dari semua jenis cacing yang telah disebutkan sebelumnya, cacing jantung adalah yang paling membahayakan. Untuk mendeteksi cacing ini juga berbeda, yaitu melalui tes darah, karena mereka hidup di daerah jantung.

Mulai pembasmian

Jika sudah diketahui jenis cacing yang menginfeksi anjingmu, maka selanjutnya adalah melakukan pembasmian.

Ada banyak cara aman untuk menghilangkan cacing pada anjing. Namun, biasanya dokter hewan akan memberikan obat cacing, entah itu dalam bentuk tablet atau suntikan.

Khusus untuk anak anjing, perawatannya harus lebih intens, karena mereka lebih sering terinfeksi cacing.

Ini karena induk yang cacingan dapat menularkannya pada anaknya. Oleh karena itu, dokter hewan merekomendasikan untuk melakukan pencegahan ketika anak anjing berumur 2 hingga 3 pekan.

Jika anjingmu terinfeksi cacing jantung

Penanganan akan berbeda jika ternyata anjingmu terserang cacing jantung. Banyak hal yang harus dilakukan oleh dokter hewan, seperti pemeriksaan darah, rontgen dan mungkin beberapa tes lainnya untuk melihat tingkat infeksi yang disebabkan oleh cacing tersebut.

Biaya pemeriksaan ini bisa mencapai hingga Rp. 14 juta, bahkan bisa lebih. Biasanya dokter hewan akan memberikan langkah pencegahan terlebih dahulu tiap bulan dengan memberikan antibiotik dan anti-inflamasi.

Baca juga  Anjing French Bulldog : Harga Terbaru, Perawatan & Ciri Fisik

Pada bulan berikutnya, pembasian cacing jantung akan dilakukan. Obat yang digunakan untuk membasmi cacing jantung termasuk obat yang kuat dan hanya boleh diberikan oleh dokter hewan.

Namun, pembasmian ini tidak hanya sekali, biasanya hingga 3 kali selama 2 bulan.

Akan tetapi, prosedur ini masih belum selesai. Ketika cacing jantung sudah mati, maka ia akan hancur menjadi kepingan. Kepingan ini dapat menghalangi darah mengalir ke jantung atau paru-paru.

Kondisi ini akan menyebabkan jantung lebih keras memompa darah dan tentunya ini sangat membahayakan, karena bisa menyebabkan kematian.

Oleh karena itu, dokter akan memberikan beberapa saran untuk mencegah kemungkinan terburuk itu, agar anjing dapat beristirahat dengan baik.

Setelah 6 bulan penanganan, maka kamu harus melakukan tes darah lagi untuk memastikan cacing jantung pada anjingmu benar-benar musnah.

Jika ternyata masih ada, maka anjingmu harus memasuki tahap pembasmian atau penngobatan lagi. Namun, jika sudah tidak tersisa, maka selanjutnya kamu cukup melakukan pencegahan bulanan dan mengecek keberadaan cacing jantung tiap tahun.

Pencegahan adalah obat terbaik

Telah disebutkan sebelumnya, jika mengobati cacing jantung berharga sangat mahal. Oleh karena itu, lebih baik mencegah keberadaan semua jenis cacing pada anjingmu. 

Caranya sangat sederhana, seperti rutin memeriksakan anjingmu setahun sekali ke dokter hewan, cegah kutu dan jaga lingkungan untuk selalu bersih.

Apakah Cacingan Sangat Berbahaya?

Anjing yang cacingan adalah kondisi yang membahayakan. Tidak hanya bagi anjing, tetapi juga bagi pemeliharanya, karena memang penyakit ini bersifat menular.

Anjing cacingan yang tidak segera ditangani ataupun memang tidak dirawat, maka cacing yang ada dalam tubuhnya, perlahan tapi pasti, akan merusak organ dalamnya.

Jika hal ini terus dibiarkan, maka bisa menyebabkan anjing kehilangan kesadaran dan akhirnya berakhir pada kematian.

Oleh karena itu, jika kamu sudah melihat gejala cacingan pada anjingmu yang telah disebutkan di atas, maka segera bawa ke dokter hewan.

Sebagian besar cacing dapat diobati dengan mudah. Penanganan yang biasa dilakukan dokter hewan adalah dengan memberikan obat berdasarkan diagnosis.

Namun, harga yang dibayarkan akan berbeda jika anjingmu terserang penyakit cacing jantung, lebih mahal, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu minimal 14 juta. Selain itu, penyakit itu juga akan membuat anjingmu kesulitan.

Oleh karena itu, daripada mengobati, lebih baik mencegahnya. Langkah pencegahan cacingan pada anjing adalah dengan memberikan obat secara bulanan.

Untuk obat cacing yang tepat, maka kamu harus mengkonsultasikannya dengan dokter hewan. (Baca: Pentingnya vaksin untuk anjing)

instagram okdogi

Leave a Comment