Anjing Sakit : Ciri, Penyebab dan Cara Mengobati

Anjing Sakit : Ciri, Penyebab dan Cara Mengobati

Anjing kesayanganmu sedang sakit? Kasihan sekali. Kondisi ini juga akan membuatmu kebingungan, karena tidak harus berbuat apa.

Tetapi cara yang paling tepat adalah segera membawanya ke dokter hewan. Namun, kamu juga harus tahu terlebih dahulu apa saja ciri atau gejala anjing sakit.

Mengetahui informasi tersebut sangat penting, karena kamu bisa mengetahui sedini mungkin, apakah benar anjingmu sakit atau tidak.

anjing sakit
anjing sakit

Ciri anjing sakit juga sangat penting dipaparkan ketika bertemu dengan dokter hewan, agar dokter lebih cepat memberikan penanganan yang tepat. Lantas apa saja ciri anjing yang sakit? Berikut adalah beberapa cirinya.

Ciri Anjing Sakit

Banyak sekali ciri atau gejala ketika anjing sedang sakit. Tentunya juga ada beberapa penyebab anjing sakit. Berikut adalah informasi terkait kedua hal tersbut.

Muntah atau diare

Tidak sedikit para pemelihara anjing menyepelakan muntah yang dialami anjingnya. Padahal ini bisa jadi gejala atau ciri jika ia sedang sakit.

Gejala ini sangat mencolok, karena anjing akan muntah beberapa kali dalam sehari.

Biasanya yang paling sering mengalami gejala ini adalah anak anjing, karena ketika mereka dilepaskan di alam, maka kerap kali memakan dedaunan.

Itu hal yang wajar, karena ketika masih kecil, anjing memiliki rasa penasaran yang tinggi. Tetapi ini juga membahayakan, karena ada beberapa dedaunan yang dapat membuatnya sakit karena keracunan.

Ketika sudah mengalami muntah yang berlebihan, maka anjing juga akan terlihat lesu dan nafsunya berkurang.

Jika sudah sampai di kondisi ini, maka segera bawa anjingmu ke dokter hewan, karena kamu sudah tidak bisa menanganinya sendiri, kamu membutuhkan para ahli.

Muntah pun juga memiliki kondisi yang parah, yaitu beserta dengan darah atau muntah darah.

Penyebabnya adalah karena radang pada lambung yang diakibatkan oleh benda asing yang dapat membuat iritasi organ pencernaan tersebut.

Beberapa dokter hewan pernah menemukan kasus anjing yang mengalami muntah darah dan menemukan tulang yang runcing, kaus kaki, sarung tangan, tali, kait ikan, tongkol jagung, handuk, pakaian dalam, mainan dan perada di dalam lambung anjing.

Tidak hanya dapat disebabkan oleh benda asing ataupun dedaunan, muntah ataupun diare juga dapat terjadi karena penyakit pencernaan ataupun karena infeksi parasit, seperti cacing tambang, cacing cambuk ataupun cacing gelang. Selain itu, beberapa bakteri penyebab diare juga bisa, seperti Salmonella dan E. coli.

Ketika kamu melihat darah pada tinja anjingmu, maka ini juga bisa menjadi gejala yang sangat jelas, bahwa anjingmu sedang sakit dan kamu harus sesegera mungkin mengunjungi dokter hewan.

Ketika diperiksa oleh dokter hewan, anjingmu ternyata terserang salah satu parasit yang telah disebutkan di atas, maka anjingmu harus rutin melakukan perawatan penghilangan cacing. (Baca: Pentingnya vaksin untuk anjing)

Baca juga  Harga Pasaran Anjing Ras TERBARU 2019 Lengkap!

Hal ini sangat penting, karena parasit-parasit tersebut, terutama cacing tambang dan cacing gelang dapat menyerang manusia.

Potensi terinfeksi akan semakin tinggi jika kekebalan tubuhnya lemah. Biasanya yang paling berpotensi adalah anak-anak kecil yang tanpa sengaja bermain di area dimana anjing buang air besar.

Baca: Cara mengobati anjing yang terinfeksi cacingan

Sering buang air kecil atau jarang

Ketika anjing mengalami rasa haus dan buang air kecil yang berlebihan, maka ini bisa menandakan jika ia mengidap diabetes.

Namun, ada juga penyakit lain dengan gejala atau ciri yang sama, yaitu adanya penyakit hati atau ginjal atau kelenjar adrenal.

Biasanya, ketika anjing sudah mengalami kondisi ini, maka ia yang biasanya tidak buang air kecil di dalam rumah, maka ia akan melakukannya.

Selain itu, ketika ia sedang tidur saat malam hari, maka sepanjang malamnya ia akan sering buang air kecil. Kebiasaan lainnya juga ia sering meminta mangkuknya diisi dengan air minum.

Namun, jika ia mengalami gejala kebalikan dari yang sudah disebutkan, yaitu jarang buang air kecil, maka ini menandakan jika kemungkinan besar anjingmu sedang mengalami masalah pada saluran kemih atau batu kandung kemih.

Bersyukurlah karena kamu tinggal di Indonesia. Saat musim salju tiba, ternyata banyak orang yang tinggal di benua biru atau Eropa dan Amerika melaporkan jika air seni anjing mereka berdarah. Jadi penyakit tersebut lebih sering diidap oleh anjing yang hidup di negara 4 musim.

Rontok atau kulit gatal

Banyak hal yang dapat menyebabkan kerontokkan pada bulu anjing, seperti kutu, tungau kudis, caplak dan tungau telinga. Selain itu, organisme-organisme tersebut juga dapat menyebabkan gatal di kulit atau di sekitar telinga. (Baca: Penyebab bulu anjing rontok)

Gejala ini sangat mudah diketahui, karena ketika anjing mengalaminya, maka ia akan sering menggaruk bagian-bagian yang gatal. Selain itu, di bagian telinganya akan ada kotoran berwarna coklat.

sakit kluit anjing
sakit kluit anjing

Namun, ada penyebab lain yang dapat menyebabkan gejala ini, yaitu karena masalah endokrin, infeksi jamur, infeksi staph dan beberapa lainnya. Para dokter hewan akan mendiagnosa penyebabnya dengan cara mengumpulkan sampel bulu dan puing-puing kulit dari tubuh anjing. (Baca: Penyebab anjing sakit kulit)

Selanjutnya, benda-benda itu akan diuji di laboratorium untuk mencari tahu, penyebab terjadinya kerontokkan bulu tersebut, apakah karena masalah hormon (endokrin) atau karena lainnya.

Mengalami kekakuan, pincang atau sulit naik

Gejala ini membuat anjing mengalami kemunduran dalam segi mobilitas, seperti kakinya kaku, pincang, tidak mampu menopang tubuhnya atau tidak bisa naik ke tempat yang tinggi ataupun menaiki tangga.

Penyebab gejala ini kemungkinan besar karena adanya radang pada sendi pinggul atau tulang belakangnya.

instagram okdogi

Selain itu, ada beberapa penyebab lainnya yang juga berpotensi besar menyebabkan gejala ini, seperti penyakit diskus dan displasia pinggul. Bahkan penyakit Lyme juga dapat menyebabkan radang sendiri. Penyakit ini disebabkan karena kutu. (Baca: Cara menghilangkan kutu anjing)

Khusus untuk displasia pinggul, penyakit ini termasuk dalam penyakit degeneratif atau keturunan.

Penyakit ini kerap kali diidap oleh anjing-anjing bertubuh besar, seperti golden retrievers, German shepherds, labradords dan masih banyak lainnya.

Displasia pinggul akan semakin parah ketika anjing mulai menua. Walaupun demikian, anjing kecil pun juga bisa mengidap penyakit ini, tetapi gejalanya tidak begitu jelas dan sering kali pemiliknya tidak menyadari jika anjingnya mengidap penyakit tersebut.

Batuk

Ketika anjing batuk, mungkin sebagian besar dari para pemiliknya akan menganggap sebagai hal yang biasa.

Namun, hal yang dianggap biasa itu bisa jadi merupakan gejala penyakit yang berbahaya, seperti penyakit paru-paru, jantung atau cacing jantung.

Ternyata ada juga batuk yang sering diidap oleh anjing, batuk ini disebut dengan kennel cough. Batuk ini terjadi karena infeksi pada trakeabronkitis, sehingga membuat batuk menjadi sangat keras.

Bagi sebagian besar anjing, kennel cough merupakan hal yang biasa dan akan sembuh dalam waktu dua pekan. Namun, kondisi ini akan berbeda jika diidap oleh anak anjing, karena bisa menyebabkan pneumonia yang fatal.

Ketika anak anjing mengidap kennel cough dan mengalami gejala serius, seperti demam, nafsu makan berkurang, lesu dan selalu batuk, maka ini bisa jadi ia sudah mengidap pneumonia.

Kennel cough juga lebih sering diidap oleh anjing-anjing yang memiliki bentuk wajah rata atau cekung, seperti bulldog, pugs, Boston terriers dan boxers. Anatomi kepala yang tidak wajar dari jenis-jenis anjing tersebut dapat membahayakan sistem pernapasan mereka dan membuatnya kesulitan bernapas. (Baca: 101 jenis anjing ras)

Penyebab kennel cough adalah karena organisme. Oleh karena itu, anjingmu harus divaksinasi secara rutin sebagai perlindungan dari penyebab batuk tersebut.

Selain itu, para pemelihara anjingjuga harus segera melaporkan ke dokter hewan jika anjingnya bersin terus-menerus atau adanya cairan yang keluar dari mata, hidung atau telinga anjingnya.

Nafsu makan berkurang

Kedua gejala ini memang tidak begitu jelas, sangat berbeda dengan gejala yang pertama.

Walaupun demikian, jika kamu sangat mengerti kebiasaan anjingmu, tentu kamu bisa membedakannya. Jika memang ini terjadi pada anjingmu, maka segera bawa ke dokter hewan.

Banyak penyebab mengapa anjing kehilangan nafsu makan, seperti karena ia demam, sakit ataupun sedang stres.

Jika kondisi ini berlangsung selama 24 jam, maka ini sudah menjadi alasan yang kuat untuk segera membawanya ke dokter hewan.

Ketika nafsu makan hilang, tentu anjing akan lemas dan aktivitasnya akan menurun. Namun, aktivitas yang menurun tidak hanya disebabkan karena ia belum makan, melainkan juga karena penyebab tertentu, seperti penyakit jantung.

Berkurangnya aktivitas pada anjingmu harus diwaspadai, karena bisa saja terjadi perubahan yang signifikan dari kebiasannya, seperti ia selalu terlihat lesu bahkan hingga pingsan.

Jika sudah demikian, maka kamu harus segera membawanya ke dokter hewan.

Cara Mengobati Anjing Sakit

Pengobatan anjing sakit tentu harus disesuikan dengan penyakit yang dialaminya.

Di atas sudah dijelaskan beberapa gejala jika anjing sakit dan tiap gejalanya mengindikasikan penyakit tertentu. Oleh karena itu, lebih baik untuk membawanya langsung ke dokter hewan.

Langkah ini paling direkomendasikan, karena orang awam tidak tahu langkah paling tepat untuk mengatasi kondisi anjingnya ketika sakit. Itulah mengapa ada dokter hewan. Mereka adalah para ahli yang bisa membantumu untuk mengobati anjingmu.

Selain itu, kamu juga bisa meminta saran dari dokter hewan, hal-hal apa saja yang harus dilakukan ketika anjingmu terkena penyakit yang sama lagi, sebagai tindakan awal sebelum lebih parah.

Biasanya dokter hewan juga akan memberi tahu hal-hal apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan anjingmu.

Jadi mengunjungi dokter hewan adalah langkah paling tepat untuk mengobati anjing sakit.

Hal yang Paling Sering Membuat Anjing Sakit

Tidak lengkap rasanya jika belum memberikan informasi terkait hal-hal yang membuat anjing sakit dan ternyata sebagian besar merupakan kebiasaan yang biasa dilakukan oleh para pemelihara anjing, seperti memberikan makanan manusia. (Baca: Nutrisi terbaik untuk anjing)

Memang ada sebagian makanan manusia yang aman untuk dikonsumsi anjing, tetapi ada juga yang tidak cocok untuk sistem pencernaan.

Jika sudah tidak cocok maka akan membuat anjing menjadi sakit. Namun, apaah hanya itu saja? Berikut adalah beberapa hal lain yang dapat membuat anjing sakit.

Terlalu banyak makan :Sama halnya dengan manusia, terlalu banyak makan, maka akan menyebabkan obesitas dan obesitas merupakan pangkal dari segala penyakit, seperti penyakit jantung.

Alergi terhadap makanan tertentu :Anjing juga bisa alergi terhadap makanan ataupun benda tertentu, jadi kamu harus memperhatikan hal ini.

Infeksi bakteri : Kedua organisme ini memang sering menjadi masalah pada anjing. Pencegahannya cukup dengan menjaga kebersihan dan tentunya vaksinasi. (Baca: Pentingnya vaksin untuk anjing)

Mengkonsumsi makanan yang beracun :Semua makanan ataupun benda beracun yang tertelan sudah pasti membuat anjing sakit. Selain itu, hal ini lebih sering terjadi daripada penyebab lainnya.

Cacing  : Jika anjingmu suka bermain di lumpur, maka ia lebih berpotensi terserang cacing.

Obat-obatan : Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan atau tanpa sengaja menelan obat untuk manusia juga bisa membuat anjing langsung sakit.

Kunjungi

instagram okdogi

Leave a Comment