Cara Ternak Burung Kenari Step By Step Sampai Berhasil, MANTAP!

Cara Ternak Burung Kenari Step By Step Sampai Berhasil, MANTAP!

Meskipun terlihat mudah, beternak kenari ternyata juga memerlukan perencanaan yang matang.

Jika Anda asal eksekusi saja tanpa memperhitungkan cara ternak kenari yang benar, bisa jadi hasil ternak kenari Anda jauh dari harapan.

Bahkan, beberapa breeder mengalami kegagalan karena tidak mampu menjalankan usaha ini dengan baik.

cara ternak kenari
cara ternak kenari

Maka dari itu, sebelum Anda mulai mencoba untuk memulai beternak, ada baiknya Anda mendalami karakter setiap kenari dan mempelajari tahap-tahap yang penting saat proses memulai beternak

Dengan begitu, risiko kegagalan dalam beternak kenari bisa diminimalisir bahkan dihindari.

Cara yang akan dipaparkan di bawah ini sangat mudah dipahami dan diikuti.

Mulai dari persiapan kandang, menyiapkan calon indukan, proses perjodohan, sampai tiba waktunya pengeraman dan penetasan.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan dijelaskan detail cara beternak kenari yang tepat.

Cara Beternak Kenari

Perlu Anda pahami, tidak semua peternak kenari sukses dalam menjalankan usahanya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam beternak kenari.

Faktor diantaranya seperti jenis pakan, pola pemberian pakan, lokasi dan cara penjodohan.

Untuk itu, berikut ini ada beberapa cara yang bisa Anda ikuti dalam beternak kenari agar hasil yang diperoleh maksimal.

Menyiapkan lokasi ternak yang tenang

suasana ternak tenang
suasana ternak tenang

Kenari termasuk burung yang tidak suka dengan kondisi lingkungan yang ramai.

Meletakkan kandang ternak kenari di sekitar tempat bising akan membuat kenari stres.

Efeknya, kenari jadi tidak mau kawin ataupun mengerami telurnya.

Maka dari itu, hindari memilih lokasi ternak di tempat-tempat ramai seperti pinggir jalan raya, atau halaman rumah tempat orang berlalu lalang.

Carikan tempat yang tenang seperti kamar atau ruangan lain yang jarang digunakan atau minim gangguan.

Selain itu, usahakan untuk memilih lokasi ternak yang jauh dari asap dan polusi.

Jangan pernah menaruh kandang ternak di dapur atau pinggir jalan yang cenderung memberikan banyak polusi udara.

Hal ini untuk menghindarkan kenari dari penyakit kenari yang bisa timbul akibat polusi.

Yang terakhir, pastikan jika lokasi kandang ternak kenari jauh dari hewan-hewan yang bisa mengancam keselamatan kenari.

Jauhkan kandang dari binatang-binatang seperti kucing, ular, atau anjingnya.

Keberadaan hewan-hewan ini bisa membuat kenari stres dan tidak nyaman.

Memilih dan menyiapkan calon indukan kenari

Setelah Anda menemukan lokasi yang sesuai dengan kriteria di atas, kini saatnya Anda untuk memilih calon indukan kenari.

Anda harus tahu terlebih dahulu jenis kenari apa yang ingin Anda ternak agar bisa memperkirakan biaya pengeluaran untuk indukan.

Baca juga  Step By Step Cara Menjodohkan Burung Kenari

Anda bisa memilih berbagai jenis kenari yang banyak dicari di pasaran saat ini seperti kenari jenis AF, Yorkshire (YS), YS lokal, RI, kenari lokal dan masih banyak lagi. ( Baca : Harga pasaran burung kenari terbaru )

Pilih jenis kenari yang sekiranya sesuai dengan target beternak Anda.

Lalu berapa banyak Anda harus membeli calon indukan kenari? Hal ini tergantung dengan target Anda.

Jika Anda tidak memerlukan hasil ternak yang banyak, maka 2 atau 3 pasang kenari saja sudah cukup sebagai awalan.

Ada dua sistem dalam memilih calon indukan, yang pertama yaitu menggunakan sistem pasangan.

Satu pejantan untuk satu betina. Sedangkan yang kedua adalah sistem kawin cabut, yaitu 1 pejantan dengan 3 sampai 4 betina.

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan kenari agar siap diternakkan.

Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan agar sebelum kenari siap dikawinkan seperti memotong kuku indukan, memotong bulu kloaka, hingga memastikan calon indukan terbebas dari kutu.

Ketika memasuki masa kawin, kuku kenari harus dipotong terlebih dahulu. Hal ini karena kuku kenari jantan bisa berisiko melukai betina saat proses perkawinan terjadi.

Jika betina sudah pernah terluka, maka risikonya bisa membuat betina menjadi trauma dan tidak mau dikawini lagi.

Sedangkan kuku kenari betina harus ikut dipotong untuk memudahkan betina menyangga tubuh saat proses perkawinan berlangsung.

Jika kuku terlalu panjang, maka kaki betina tidak cukup kuat saat mencengkram alas sehingga berisiko gagal kawin karena terjatuh.

Selain itu, kuku indukan kenari yang panjang juga berisiko mengenai telur-telur yang sedang di erami.

Efeknya tentu saja telur menjadi rusak dan tidak bisa menetas. Maka dari itu, sangat perlu untuk selalu mengontrol panjang kuku kenari. Setidaknya, lakukan pemotongan secara berkala.

Sedangkan untuk masalah mencukur bulu di sekitar kloaka bertujuan untuk membuat persentase telur fertil meningkat.

Perlu Anda ketahui, bulu pada bagian kloaka yang terlalu lebat dapat menghalangi proses kopulasi sehingga persentase telur fertil menurun.

Kenari tidak menempelkan kloaka secara langsung saat membuahi. Jika terhalang bulu yang terlalu lebat, maka sperma jantan tidak bisa membuahi telur betina.

instagram okdogi

Pada beberapa kasus, sperma justru jatuh ke dasar kandang karena terhalang bulu tersebut.

Bisa dibilang kutu adalah masalah bebuyutan bagi setiap burung yang diternak.

Saat akan mengawinkan burung, pastikan kedua calon indukan terbebas dari kutu agar nantinya tidak menular ke anakan yang baru menetas.

Bedakan kenari jantan dan betina

Sampai tahap ini, mungkin ada sebagian dari Anda yang masih bertanya-tanya, bagaimana caranya membedakan jenis kelamin dalam cara ternak kenari? Memang, baik kenari jantan maupun betina memiliki ciri fisik yang identik.

Namun jika dicermati, ada beberapa perbedaan yang terlihat.

Baca juga  Cara Jitu Menurunkan Kenari Over Birahi ( OB )

Perbedaan pertama ada pada bentuk kepala dan postur tubuhnya.

Bentuk kepala kenari jantan cenderung lonjong daripada kenari betina yang berbentuk bulat.

Postur tubuhnya pun demikian, kenari jantan memiliki postur tubuh ramping dan panjang, sedangkan kepala betina kecil membulat.

Perbedaan selanjutnya ada pada bagian kaki. Kaki kenari jantan terlihat lebih renggang jaraknya dengan jari-jari yang juga renggang.

Berbeda dengan kenari betina yang memiliki jarak antar kedua kaki yang rapat. Jari-jari kakinya pun lebih kecil dan juga rapat daripada kenari jantan.

Lalu perbedaan juga ada pada letak mata kenari. Kenari jantan memiliki mata yang cenderung sejajar dengan posisi paruh. Jadi letaknya agak ke bawah.

Sedangkan mata kenari betina cenderung lebih tinggi di atas garis paruh.

Perbedaan yang terakhir ada pada bagian kloaka. Kenari jantan memiliki kloaka yang menonjol dan terasa apabila di raba.

Sedangkan kenari betina cenderung datar sebagai tempat menyimpan telur yang siap dibuahi.

Memasuki proses perjodohan kenari

Masuk pada proses perjodohan, hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah umur kenari tersebut. Umur yang ideal untuk kenari betina siap dikawinkan adalah 6 bulan.

Sedangkan umur kenari jantan adalah 8 bulan.

Jika Anda sudah memastikan umur kenari, selanjutnya Anda tinggal menunggu kenari menunjukkan tanda-tanda siap kawin.

Untuk kenari jantan, biasanya akan bertengger dan menginjakkan kaki secara bergantian. Sedangkan kenari betina biasanya jadi sering menungging.

Saat kedua kenari sudah menunjukkan tanda tersebut, maka waktunya untuk mencampur jantan dan betina dalam satu kandang.

Jangan langsung mencampur keduanya karena bisa terjadi perkelahian. Berikan sekat tipis terlebih dahulu agar kenari bisa saling mengenal.

Jika kedua kenari sudah cukup akrab, Anda bisa membuka sekat tersebut. biarkan kenari jantan dan betina bercampur.

penjodohan kenari

Tanda-tanda saat kedua kenari cocok adalah keduanya akan saling bertukar makanan dengan saling meloloh. Lamanya proses ini sangat relatif tergantung indukan.

Kenari betina yang sudah pernah bertelur cenderung lebih cepat beradaptasi dengan pejantan.

Sebaliknya, jika betina masih baru dan belum pernah bertelur, proses ini mungkin membutuhkan waktu berhari-hari.

Mempercepat proses kawin

Pada beberapa kasus, proses perkawinan membutuhkan waktu yang sangat lama karena kenari jantan tak kunjung mau naik ke betina.

Ada beberapa tips yang bisa Anda coba agar proses perkawinan burung kenari bisa berlangsung singkat.

Yang pertama adalah jangan pernah mencampurkan kenari jantan dan betina terlalu lama dalam satu kandang.

Setelah proses perkawinan sebelumnya, usahakan untuk langsung memisahkan kedua kenari dan mengembalikannya ke kandang masing-masing.

Tips yang kedua adalah jangan mencampur saat kenari belum siap dikawinkan. Hal ini untuk menghindari perkelahian.

Untuk itu, pastikan keduanya sudah siap kawin, tunggu hingga kenari jantan gacor dan sering bertengger, dan kenari betina sudah sering menungging dengan bagian kloaka memerah.

Baca juga  17 Jenis Varietas Burung Kenari, TERLENGKAP!

Selanjutnya, pilih waktu mengawinkan yang tepat. Anda bisa mengawinkan kenari pada pagi hari dengan memasukkan kenari jantan ke kandang betina.

Mempercepat proses kawin

Biasanya saat birahinya sudah memuncak, maka kenari jantan akan langsung naik ke betina.

Jika tidak segera naik, ambillah kenari jantan lainnya yang sudah gacor untuk diletakkan di samping kandang kawin.

Cara ternak kenari ini bertujuan untuk merangsang kenari jantan agar cepat naik karena melihat pesaingnya datang. Tunggu hingga 1 jam untuk proses perkawinan.

Masa pengeraman dan penetasan telur

Terakhir adalah masa pengeraman dan penetasan. Selama masa pengeraman, usahakan untuk menjaga kebersihan kandang dan indukan.

Tempatkan telur pada suhu ruangan yang stabil dan terhindar dari terpaan sinar matahari langsung agar embrio di dalamnya tidak mati kepanasan.

Selain itu, jangan meletakkan kenari yang sedang mengerami telurnya terlalu dekat dengan kenari lain.

Hal ini karena kenari akan merasa terancam dan berisiko merusak bahkan membuang telurnya sendiri. Letakkan kenari pada ruangan khusus yang tenang dan nyaman.

Setelah telur menetas, kenari tidak akan langsung melolohkan makanan kepada anaknya. Kenari akan melolohkan makanan setelah 12 jam pasca penetasan.

Pada waktu tersebut, telur puyuh menjadi sumber makanan yang sangat baik bagi anakan karena memiliki kandungan protein tinggi.

Terus berikan telur puyuh hingga anakan berusia kurang lebih seminggu. Jangan tergesa-gesa memberikan pakan sayuran atau biji-bijian karena akan lebih susah dicerna oleh anakan kenari nantinya.

Jika tidak ada telur puyuh, Anda bisa menggantinya dengan telur ayam rebus.

Baru setelah satu minggu, Anda bisa mulai mengenalkan pakan berupa buah dan sayur kepada anak kenari. ( Baca : Menu makanan terbaik untuk burung kenari )

Tapi Anda tetap harus ingat, lakukan secara bertahap dan jangan terlalu banyak karena organ pencernaan kenari belum terbentuk sempurna.

Itulah beberapa cara ternak kenari yang bisa Anda praktekan di rumah. Setiap langkah tentu sangat mempengaruhi keberhasilan dalam beternak kenari.

Maka dari itu, perencanaan dan perhitungan yang matang sangat dibutuhkan dalam beternak kenari. Selain itu, dibutuhkan juga ketelatenan Anda dalam menjalani usaha ini.

Kunjungi juga

instagram okdogi

Leave a Comment