Lebih Dekat dengan Lemur, Primata Asli Madagaskar yang Unik

Lemur adalah kelompok primata yang sangat beragam yang ditemukan di pulau Madagaskar, Afrika. Meskipun mereka primata dan sangat mirip dengan primata, mereka tidak dianggap sebagai monyet. Sebaliknya, lemur berkembang terpisah dari monyet dan kera dan mereka sebenarnya lebih dekat hubungannya dengan kukang dan bush baby (galago).

Lemur

Mari pelajari segala hal tentang lemur.

Tentang Lemur

Ada hampir 100 spesies lemur yang berbeda dan masing-masing berbeda dari yang lain. Beberapa spesies berwarna hitam dan putih, ada yang memiliki cincin hitam di ekornya, dan ada yang berbulu oranye.

Secara umum, mereka memiliki anggota tubuh panjang yang digunakan untuk memanjat dan melompat, dan kuku bukan cakar. Sebagian besar spesies memiliki ekor panjang yang cocok dengan anggota tubuh panjang mereka, dan beberapa diadaptasi untuk berjaan di tanah maupun di pohon.

Fakta Menarik Tentang Lemur

Lemur adalah makhluk yang sangat menarik dan beragam. Ada hampir 100 spesies yang berbeda dan mereka semua hanya ditemukan di pulau Madagaskar! Mereka memiliki beberapa anatomi dan adaptasi yang sangat unik.

Toilet-Claw – Lemur memiliki kuku yang aneh dan padat yang disebut “toilet-claw.” Ya, namanya memang unik! Cakar ini dapat ditemukan pada sejumlah spesies primata yang berbeda, dan digunakan untuk membersihkan dan menghilangkan parasit.

Rhinarium – Semua anggota subordo primata strepsirrhine (lemur, bush baby, kukang, dan potto) memiliki hidung basah. Hidung basah ini, disebut “rhinarium,” adalah kulit telanjang yang dilembabkan sendiri. Struktur ini juga terlihat pada anjing peliharaan dan kucing, serta spesies hewan lainnya.

Tell-Tail Sign – Salah satu cara mudah untuk membedakan lemur dengan monyet adalah dengan melihat dari dekat ekor mereka. Meskipun ekornya panjang dan bisa bergerak, ekornya bukan prehensile. Monyet memiliki ekor yang dapat ditarik yang dapat digunakan sebagai anggota badan ketiga, sedangkan ekor lemur tidak dapat digunakan untuk meraih benda, tetapi hanya membantu hewan menyeimbangkan badan.

Mata Biru – Lemur adalah satu-satunya hewan yang diketahui dalam keluarga primata, selain manusia, yang diketahui memiliki mata biru. Lemur Sclater memiliki mata biru yang mencolok, karakteristik yang tidak terlihat pada primata lainnya.

Habitat Lemur

Ada berbagai macam lemur, dan mereka memanfaatkan banyak ceruk ekologis yang berbeda. Ceruk ekologis adalah “tempat” binatang dalam ekosistem. Sebagai contoh, satu spesies lemur makan nektar dari bunga, sementara yang lain memakan serangga. Populasi lemur tertinggi ditemukan di hutan hujan tropis Madagaskar, tetapi mereka juga ditemukan di hutan kering di seberang pantai.

Persebaran Lemur

Lemur hanya ditemukan di pulau Madagaskar, di lepas pantai Afrika. Sebelum penjajahan manusia, mereka tinggal di seluruh pulau. Sayangnya, ketika manusia pindah ke Madagaskar mereka menghancurkan lingkungan mereka dan mendorong mereka keluar dari wilayah habitat alami mereka. Sekarang lemur ditemukan di pantai barat Madagaskar, ujung utara dan selatan, dan sebidang hutan timur.

Makanan Lemur

Spesies lemur yang berbeda memanfaatkan sumber makanan yang berbeda. Spesies yang lebih kecil cenderung memakan serangga dan buah paling sering. Spesies yang lebih besar lebih cenderung menjadi herbivora, dan mereka terutama memakan bahan tanaman. Mereka diketahui memakan 82 spesies tanaman asli yang berbeda dan 17 spesies tanaman invasif. Saat makanan langka, lemur diketahui memakan apa saja yang bisa dimakan, termasuk vertebrata kecil.

Perilaku Lemur

Spesies lemur yang berbeda memiliki pola perilaku yang sangat berbeda. Beberapa lemur adalah hewan nokturnal dan paling aktif di malam hari, dan yang lain adalah diurnal dan terutama aktif di siang hari. Spesies tertentu menghabiskan lebih banyak waktu di pohon (arboreal), sedangkan spesies lain lebih suka hidup di tanah. Sebagian besar lemur bersifat sosial. Beberapa spesies akan mencari makan sendiri tetapi tidur berkelompok, yang lain tetap berkelompok setiap saat.

Lemur dan Interaksi dengan Manusia

Manusia telah memusnahkan populasi lemur sejak hari mereka menjejakkan kaki di Madagaskar. Lemur diburu sebagai daging hewan liar dan ditangkap secara ilegal untuk perdagangan hewan peliharaan. Deforestasi menjadi ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup hewan ini. Semakin banyak habitat lemur yang ditebang seiring berlanjutnya pertanian dan urbanisasi Madagaskar.

Populasi manusia Madagaskar, meskipun terus meningkat, sangat miskin. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam mengatur upaya konservasi, terutama ketika perusakan habitat memberi keuntungan bagi mereka yang terlibat.

Lemur belum dijinakkan dengan cara apa pun. Lemur tidak bisa menjadi hewan peliharaan yang baik untuk kebanyakan orang. Banyak spesies lemur yang memiliki pola makan yang sangat terspesialisasi, sehingga sulit untuk dirawat. Mereka membutuhkan banyak ruang olahraga yang aman dan bisa sangat merusak di rumah. Lemur biasanya diambil dari alam untuk dijual dalam perdagangan hewan peliharaan, menyebabkan populasinya menurun.

Perawatan Lemur

Di kebun binatang, lemur disediakan banyak ruang kandang untuk berolahraga. Mereka diberi banyak kesempatan pendakian di berbagai bidang, seperti cabang dan tali. Sebagai makhluk yang cerdas, mereka juga harus diberi pengayaan lingkungan seperti mainan puzzle, es, pelatihan, dan banyak lagi.

Setiap spesies membutuhkan makanan yang sedikit berbeda, tetapi sebagian besar mereka diberi makan biskuit primata yang diproduksi secara komersial, buah-buahan dan sayuran segar, dan dedaunan untuk diramban.

Reproduksi Lemur

Sebagian besar spesies lemur bereproduksi sehingga bayi lemur akan lahir dan disapih ketika makanan sudah tersedia. Mereka menggunakan tanda aroma untuk menunjukkan penerimaan mereka untuk kawin, dan beberapa spesies bersifat monogami, sementara yang lain akan kawin dengan banyak pasangan (poligami).

Kehamilan bervariasi berdasarkan spesies, dengan beberapa sesingkat 9 minggu dan yang lain bisa sampai 24 minggu. Jumlah bayi yang lahir juga bervariasi berdasarkan spesies, biasanya berkisar antara 1-3 per kelahiran. Sang ibu akan menggendong anaknya di punggung atau perutnya, atau membiarkannya bersembunyi di pepohonan saat mencari makanan. Lemur muda dari setiap spesies menyapih dan meninggalkan ibu mereka pada usia yang berbeda.

Keyakinan, Takhayul, dan Fobia Tentang Lemur

Orang-orang Madagaskar memandang satu spesies lemur, aye-aye, sebagai pertanda buruk. Aye-aye memiliki wajah mirip gremlin dan jari-jari sempit yang panjang, memberikan tampilan yang cukup menyeramkan. Jari ketiga di tangan mereka sangat panjang dan sempit. Jari yang terlihat aneh ini digunakan untuk mengetuk batang pohon untuk mencari serangga yang terkubur.

Sayangnya orang-orang pribumi percaya bahwa jika aye-aye menunjuk pada Anda, itu berarti kematian. Beberapa kisah bahkan berpendapat bahwa aye-aye akan memasuki rumah Anda di malam hari dan menusuk jantung Anda dengan jari yang panjang. Sayangnya, ini dapat menyebabkan pembalasan dengan membunuh aye-aye, tetapi penggundulan hutan dan perburuan liar adalah bahaya yang jauh lebih menonjol.

Demikianlah pembahasan kami tentang lemur. Semoga spesies unik ini tetap lestari ya di alam liar.

Komentar

Okdogi.com Situs Kucing , Anjing , Ikan , Burung , Kelinci , Hamster dan Hewan Liar Terpopuler