Jenis Tokek Paling Poluler Yang Cocok Dipelihara, KEREN!

Jenis Tokek Paling Poluler Yang Cocok Dipelihara, KEREN!

Jenis tokek sangat beraneka ragam, mulai dari ukurannya hingga warna kulitnya. Lingkungan dimana reptil ini tinggal mungkin faktor utama yang menentukan bagaimana mereka beradaptasi dan akhirnya memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Dari sisi ekonomi, hal ini juga memiliki pengaruh. Semakin langka jenisnya, biasanya semakin mahal harganya!

Selain itu, khasiat tokek yang mungkin dapat membantu penyembuhan penyakit tertentu (misal HIV /AIDs), membuat harga tokek melambung cukup fantastis. Bahkan untuk kategori wahid, harganya bisa mencapai 100 juat Rupiah per ons, luar biasa!

Tentunya perlu ulasan yang sangat panjang menjabarkan secara lengkap jenis mereka. Tapi dibawah ini mungkin beberapa diantara mereka yang cukup menarik perhatian banyak orang karena memiliki keunikan yang khas.

Tokay gecko

tokek gayco

Kata ‘tokay’ mungkin padanan kata lain dari kata ‘tokek’. Juga memiliki nama yang berbeda dibeberapa daerah, misal ‘tokok’ (Sunda) dan ‘tekek’ (Jawa).

Bagi sebagian besar masyarakat kita yang tinggal diperdesaaan, jenis ini mungkin sudah cukup sangat familiar.

Reptil ini umumnya ditemukan di kawasan Asia Tengggara dan India timur laut. Meskipun cukup familiar, tidak semua orang mengetahui tentang reptil kebanggaan kita ini.

Tahukah kamu bahwa cicak besar ini jika dibandingkan dengan jenis lainnya, menepati urutan kedua dari segi ukuran! Ukuran panjang tubuhnya bisa mencapai hingga 30-40 cm, dengan berat hingga 400 gram.

Tentunya sudah jarang kita menemukan mereka dalam ukuran hingga hampir setengah meter, tapi bukan hal yang mustahil.

Layaknya jenis lainnya, Tokay gecko pada dasarnya adalah binatang nocturnal, cenderung aktif dimalam hari.

Makanya tidak heran jika kita tinggal dipedesaaan, umumnya bunyi tokek terdengar dimalam hari, meskipun tidak menutup kemungkinan juga terdengar disiang hari.

Jenis ini memiliki kemampuan memanjat yang lihai dan kuat.

Kakinya seperti memiliki bantalan yang sifatnya lengket (adhesive), sehingga memudahkannya untuk menempel pada bidang yang vertikal (dinding rumah misal) atau bahkan bidang yang berlawanan terhadap gravitasi (seperti plafon atap rumah).

Corak kulitanya juga beragam, umumnya terdapat bintil-bintil dengan ukuran yang bervariasi. Warna kulitnya juga bermacam-macam, begitu juga dengan warna bintik-bintiknya.

Mulai dari abu-abu, kemerahan (merah bata), kecoklatan, kebiruan, dan jingga.

Baca juga  6 Menu Makanan Terbaik Untuk Tokek, JOSS!

Kemampuannya dalam mempertahankan diri cukup hebat. Tokek jenis ini walaupun mempunyai suara yang khas, tapi terkadang susah untuk ditemukan dan ditangkap.

Berbekal kulit yang sempurna untuk kamuflase, ditambah lagi kemampuannya memanjat, tidak selalu mudah bagi kebanyakan orang untuk memburu dan menangkapnya.

Walaupun termasuk binatang liar, reptil ini cukup jinak untuk binatang peliharaan. Satu hal yang perlu diperhatikan, Tokay gecko memiliki kebiasaan menggigit.

Jadi hati-hati sewaktu memegangnya. Untungnya, gigitannya biasanya tidak melukai walapun cukup sakit dan lengket (sukar dilepas sewaktu menggigit jari atau kulit Anda).

Dan jika gigitan dilepaskan dengan cara yang salah, kumungkinan akan menghasilkan bekas luka dikulit atau dijari Anda.

Giant gecko (rhacodactylus leachianus)

giant gecko

Seperti namanya, tokek ini memiliki ukuran tubuh rata-rata lebih besar dibanding jenis lainnya. Walapun mungkin sedikit lebih pendek dibanding Tokay gecko, bobot tubuhnya relatif lebih berat dibanding jenis lainnya.

Berbicara soal tokek ukuran besar memang menarik. Namun sayang banyak kabar yang masih simpang siur, belum pasti.

Bahkan ada yang berkata pernah ditemukan tokek dengan berat hingga 10 kg di Kalimantan. Namun sayangnya, kepastian soal berita ini sulit untuk ditelusuri.

Sejauh ini, rhacodactylus leachianus masih memegang rekor terbesar untuk ukuran tokek. Ukurannya tidak pasti, ada yang mengatakan hingga 50 cm dengan bobot tubuh lebih dari 400 gram. Namun ada juga yang mengatakan ada jenis lainnya yang lebih besar.

Apapun itu, faktanya jenis ini masih belum terkalahkan dalam hal rekor ukuran badannya.

Tokek ini memiliki kepala yang besar, tubuh yang tebal, dan ekor yang bisa dibilang cukup pendek jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya.

Uniknya, ekornya seperti memiliki dua ruas utama, (1) pangkal dasar utama dan (2) ruas ekor yang lebih kecil dan lebih pendek.

Keunikan ekornya ini dapat digunakannya sebagai kerangka pertahanan diri. Sewaktu terancam atau bertengkar dengan hewan lain, ekornya dapat dilepaskan.

Proses yang unik ini sama sekali tidak membahayakannya. Begitu sudah terlepas, tubuhnya memiliki kemampuan khusus untuk dapat menumbuhkan ekornya kembali, walaupun mungkin secara fisik sedikit lebih berbeda dari ekor yang terlepas sebelumnya.

Sayangnya, gecko yang ini sudah sangat langka di alam liar, sudah sangat sulit ditemukan di habitat aslinya.

Kabar baiknya, reptil ini dapat dikembangbiakan. Seiring dengan banyaknya yang sukses mengembangbiakannya, sekarang jenis ini sudah cukup mudah ditemukan dikalangan pencinta reptil.

Baca juga  6 Menu Makanan Terbaik Untuk Tokek, JOSS!

Namun harganya masih cukup dibilang mahal. Hal ini terjadi karena reptil ini memerlukan jangka waktu yang tidak sikat untuk menghasilkan telur, bayangkan rata-rata hanya membuahkan dua telur per tahun.

instagram okdogi

Tokek batu

Pachydactylus bibronii

Pachydactylus bibronii

Seperti namanya, habitat alami tokek ini adalah di lingkungan yang berbatu. Menyesesuaikan dengan habitatnya, biasanya kulit berkamuflase seperti corak batu.

Layaknya binatang liar lainnya, kamuflase ini sangat berguna untuk pertahanan diri.

Tokek batu bayak sekali jenisnya, salah satunya adalah Pachydactylus bibronii, habitat aslinya di Afrika Selatan. Uniknya Bibron ini bukan hewan nocturnal, melainkan lebih cenderung aktif disiang hari.

Dan tidak memiliki kemampun memanjat yang handal seperti tokek lainnya karena habitatnya ditanah dan bebatuan.

Kakinya tidak memiliki bantalan adhesive yang kuat, sehingga tidak handal untuk memanjat permukaan yang licin!

Sebenernya untuk ukuran tokek, jenis ini bisa dibilang cukup imut. Hanya memiliki ukuran panjang tubuh rata-rata sekitar 17 cm.

Juga memiliki corak tubuh yang unik, coral dan bebatuan. Tapi karena kemampuan alaminya yang dapat menggigit (mungkin berbahaya) dan susah pemeliharaannya, cukup susah kita menemukannya dikalangan pencipta reptil.

Tokek Mini

tenodactylus petrii
tenodactylus petrii

Sebenernya banyak jenis tokek yang berukuran ‘mini’. Tapi jika mau adu ukuran terkecil, mungkin stenodactylus petrii (atau juga sering disebut tokek Dune) adalah juaranya.

Dengan ukuran rata-rata hanya sekitar 3.8 cm, tentu saja cukup sulit untuk menemukan tandingan terkecil lainnya.

Reptil mini ini lebih menyukai lingkungan kering dan gersang. Tidak heran karena habitat alamnya adalah area gersang kawasan Afrika Utara.

Warna tubuhnya sangat mendukungnya berburu makanan dan bersembunyi.

Dengan warna kulit coklat tanah gersang, menjadikannya nyaris sempurna mengelabuhi mata kita di habitat alam liarnya.

Lebih aktif dimalam hari (tipe nocturnal) dan biasanya bersembunyi di lubang-lubang kecil di tanah pada siang hari.

Selain ukurannya, keunikan lainnya adalah mata besarnya. Tidak heran juga sering dipanggil ‘tokek mata katak’, tentu saja karena ukuran matanya yang menonjol dan keliatan sangat besar dibanding ukuran tubuh mungilnya.

Kecil bukan berarti lemah. Dengen ukuran badan yang relatif kecil membuatnya bergerak lebih lincah dan susah ditangkap.

Kemampuan ini juga sangat berguna untuk mendukung perburuan dalam mencari makanannya!

Baca juga  6 Menu Makanan Terbaik Untuk Tokek, JOSS!

Tokek hutan

Gekko smithii

Gekko smithii

Makna ‘tokek hutan’ tentu memiliki arti yang luas. Karena kebanyakan tokek pada dasarnya memiliki habitat alam, hutan salah satunya.

Jadi jenisnya bisa juga bervariasi. Tapi untuk kawasan Asia, dua nama yang cukup menyita perhatian mungkin Gekko smithii  dan Hemidactylus bowringii!

Gekko smithii adalah jenis yang cukup aktif mengeluarkan suara. Suaranya cukup nyaring, berbunyi ‘tok, tok, tok’, boleh dibilang cukup mirip dengan suara Tokay gecko yang kita sudah bahas sebelumnya.

Dengan ukuran panjang tubuh rata-rata sekitar 25-30 cm (termasuk panjang ekor), tokek ini cukup besar dibanding jenis lainnya.

Gekko smithii umumnya terdapat di hutan kawasan Asia tenggara seperti Pulau Jawa, sebagian Kalimantan, Peninsular (Malaysia), dan Selatan Tenggara Thailand.

Sedangkan Hemidactylus bowringii habitat aslinya adalah hutan di Asia Selatan (terutama India), Asia timur (China dan Hong kong), dan beberapa kawasan di Asia Tenggara (Vietnam).

Dengan flexibilitas perubahan warna dikulit (cenderung lebih terang pada siang hari dan lebih gelap di malam hari), menjadikannya primadona bagi kolektor reptil di Asia Timur, terutama bagi orang-orang Hong Kong.

Tidak diketahui pasti apa yang memicu perubahan warna kulitnya. Tapi diduga keras hal ini berkaitan dangan suhu lingkungan.

Ketika suhu turun, kulit lebih cenderung gelap untuk lebih dapat menyerap panas. Sebaliknya, perubahan warna kulit yang lebih terang saat cuaca panas berguna untuk menurukan suhu badannya.

Walaupun memiliki ukuran yang kecil, kurang lebih hanya sekitar  9 cm, bantalan kakinya sangat luar biasa lengket. Sehingga tidak kesulitan untuk memanjat permukaan yang sangat licin sepeti kaca!

Sebagai penutup, sekali lagi diperlukan uraian yang lebih panjang untuk mendiskusikan jenis-jenis tokek. Karena variasinya sangat banyak.

Bahkan tidak menutup kemungkinan akan bertambah seiring dengan penemuan jenis baru lainnya!

Baca juga:

instagram okdogi

Leave a Comment