15 Jenis Ular Unik Yang Legal Untuk dipelihara

15 Jenis Ular Unik Yang Legal Untuk dipelihara

Jika mendengar kata ular, pasti kita langsung membayangkan hewan liar yang berbisa, mematikan, menakutkan, dan harus dimusnahkan.

Eits jangan salah, ternyata pandangan tersebut kini telah berubah lho. Hewan vertebrata yang satu ini telah memiliki tempat tersendiri di hati manusia, karena keeksotisannya.

Variasi warna, bentuk, dan corak motif yang cantik membuat ular memiliki nilai keunikan bagi para pecintanya, sehingga banyak yang menjadikan ular sebagai peliharaan.

Tidak sedikit pula yang mengembangbiakkan reptil ini untuk melestarikan keanekaragamannya. Nah, jika kalian tertarik, berikut ini beberapa referensi jenis ular yang dapat dipelihara:

Brown House Snake (Boaedon fuliginosus)

Brown House Snake merupakan ular asal Afrika yang cenderung tenang sehingga tidak berbahaya bagi manusia.

Ular ini tergolong kecil dengan panjang berkisar 60-80 cm. Seperti namanya, ular ini berwarna coklat dengan ciri khas, yaitu adanya garis terang yang berada di kedua sisi kepala dan berlanjut hingga bagian tengah tubuh pada sebagian individu.

Perawatan untuk Brown House ini terbilang mudah, tidak membutuhkan tingkat kelembaban atau suhu tertentu dan cukup dengan memberinya makan, berupa tikus.

Meskipun ukuran ular ini kecil, akan lebih baik jika menempatkannya pada terrarium berukuran 100 x 40 x 50 cm.

Blood Python (Python brongersmai)

Blood Python

Blood Python

Blood Python merupakan jenis yang dapat ditemukan di Sumatra Timur, Malaysia Barat, Barat Daya Thailand, serta di beberapa pulau di Selat Malaka.

Jenis ini populer dikalangan pecinta ular. Bagaimana tidak, variasi warna dan pola yang dimiliki tidak ada bandingannya dengan lainnya.

Kepalanya datar berwarna abu-abu, kehitaman, bahkan beberapa ada yang berwarna merah.

Adapun warna tubuhnya yaitu kuning hingga merah ceri, merah terang atau merah muda yang ditutup dengan warna keemasan, cokelat muda, atau oranye serta bercak dan garis hitam.

Sebagian besar blood python mengalami perubahan warna saat dewasa, yaitu menjadi gelap dan meningkat seiring bertambahnya usia.

Tidak hanya itu Blood Python termasuk jenis yang tidak berbisa dan mudah untuk dipelihara, karena tidak memerlukan perlakuan khusus.

Blood Python jantan memiliki panjang antara 91–152 cm, sedangkan panjang betina sekitar 120-180 cm. Ciri khas lain dari ular ini, yaitu pada berat tubuhnya, dimana bisa mencapai 9 kg bahkan lebih.

Ball Python (Python regius)

Ball Python

Ball Python

Ball Python ini terkenal dengan perilakunya yang melilit diri sendiri hingga seperti bola pada saat dalam bahaya.

Ada juga kepecayaan yang menyatakan bahwa ular ini digunakan oleh Cleopatra sebagai gelang di tangannya sehingga juga disebut dengan Royal Python.

Rata-rata panjangnya tidak lebih dari 2,5 meter dengan diameter mencapai 10-15 cm dan berat sekitar 2 kg.

Kepalanya berbentuk oval, leher sempit, tubuh padat, serta memiliki ekor yang relatif pendek. Memiliki warna coklat gelap dengan pola bintik bulat berwarna kuning keemasan, dan bagian bawah berwarna krem ​​hingaa putih.

Ball Python adalah jenis python yang kurang agresif sehingga ideal bagi jenis peliharaan eksotis.

Corn snake (Pantherophis guttatus)

Corn snake

Corn snake

Corn snake atau juga dikenal dengan Red Rat Snakes berasal dari Amerika Utara dengan panjang mulai dari 60-180 cm, dimana ular jantan lebih besar dibanding betina.

Ular ini memiliki warna dasar coklat hingga merah-oranye dilengkapi dengan bintik dan bercak merah yang besar, serta perut dengan corak kotak-kotak hitam dan putih.

Corn snake merupakan pilihan tepat bagi seorang pemula, karena umumnya bersifat patuh, mudah dirawat dan ukurannya relatif tidak berubah.

Mereka suka bersembunyi dan menggali, sehingga membutuhkan kandang berukuran cukup longgar, terutama pada bagian bawah.

Ular yang hidup kurang lebih sampai 20 tahun ini akan lebih baik diletakkan dalam kandang dengan suhu berkisar 21-29°C.

Boa constictor (Boa constrictor)

Boa constrictor

Boa constrictor

Boa constictor cocok untuk peliharaan karena cukup jinak dan tidak berbisa. Meskipun demikian, ular ini sangat kuat, dengan ukuran mencapai 10 kaki serta berat sekitar 35-45 kg.

Oleh karena itu, pemilik perlu menyiapkan kandang dengan kategori aman dan kuat dimana ukuran minimalnya, yaitu 10 meter persegi untuk satu ekor.

Kita juga perlu memastikan agar ukurannya tidak lebih besar dari ular, karena ukuran yang pas akan membuat ular merasa aman.

Kandang harus dibersihkan atau diganti dalam kotak kardus ketika kotor.

Dibandingkan boa dewasa, boa muda harus diberi makan lebih sering, yakni setiap 5 hingga 7 hari sekali. Adapun ular dewasa setiap 3 hingga 4 minggu.

Hal ini diperlukan untuk menjaga kondisi tubuh yang baik.

Warna dasar boa, yaitu coklat, abu-abu atau krem, dengan pola coklat atau coklat kemerahan.

Perlu kalian ketahui, jika memilih boa sebagai peliharaan, maka cek tanda-tanda kesehatan, seperti tubuh kencang dan berotot, tidak ada lipatan kulit yang longgar, mata jernih, sisik sehat, tidak ada tepi cokelat atau melengkung.

Baca : jenis reptil yang legal untuk dipelihara

Rough green snake & smooth green snake

Ular kecil berbadan kurus satu ini berasal dari Amerika Utara. Kedua jenis ular hijau, yakni Rough Green Snake dan Smooth Green Snake hanya berbeda pada permukaan kulitnya, yaitu kulit kasar dan halus.

Rough Green Snake tumbuh sekitar 91 cm, sedangkan Smooth Green Snake lebih kecil lebih pendek, yakni hanya mencapai sekitar 61 cm.

Namun yang paling umum adalah Rough Green Snake. Warna dasar hijau cerah dan perut berwarna krem membuat ular ini menarik untuk dipelihara. Suhu pemeliharaan yang diperlukan, yakni 21-27°C.

Hati-hati ya guys dalam memilih kandang untuk green snake, karena ukurannya kecil, jadi jangan sampai ada celah untuk si Green lolos.

Green snake cenderung pemalu, terkadang enggan untuk diberi makan.

Oleh karena itu, kurang direkomendasikan kepada pemilik pemula. Perlu penananganan khusus untuk kedua jenis tersebut.

King snake (Lampropeltis getula)

Lampropeltis getula

Habitat asli King snake adalah Amerika Utara dan Selatan. Ada alasan penamaan “King” pada ular ini, yaitu keganasannya dalam memakan ular lain, bahkan yang berbisa sekalipun.

Jadi jika ingin memelihara si King, maka harus membuat kandang terpisah dengan lainnya ya.

Jenis yang terkenal adalah California King Snake dengan panjang antara 110 dan 150 cm dengan bentuk kepala sedikit lebih lebar dari leher.

California King snake memiliki warna strip hitam atau coklat berselang-seling dengan putih atau kuning disepanjang punggungnya.

Namun warna yang paling umum adalah dengan pita hitam atau coklat bergantian dengan putih atau kuning.

Lagi-lagi karena penampilan yang menarik, kemudahan perawatan, dan sifat jinak serta tidak berbisa, membuat ular ini populer untuk dipelihara.

Milk snake (Lampropeltis triangulum)

milk snake
milk snake

Milk snake dapat dijadikan sebagai peliharaan karena kebanyakan subspesiesnya memiliki temperamen yang baik, ukuran tidak terlalu besar dan memiliki beragam warna cantik.

Sisiknya halus dengan pola pita selang-seling berwarna putih, hitam, dan merah ataupun merah, hitam dan kuning.

Ukuran normalnya adalah antara 51 cm hingga 152 cm. Dalam memberikan makanan harus memilih ukuran tikus yang sekiranya sama dengan bagian terlebar dari ular dan pastikan tikus sudah dibunuh agar tidak melukai ular.

Reticulated python (Malayopython reticulatus)

reticulated python
reticulated python

Kalau kita mengenal anaconda sebagai ular terbesar di dunia, maka untuk gelar terpanjang didunia dimiliki oleh Reticulated python.

Ular ini memiliki panjang mencapai 914 cm dengan bobot 159 kg (Wow) dan ditemukan di banyak negara di Asia Tenggara salah satunya Indonesia.

Dikenal juga sebagai Sanca Batik, karena keindahan warna mulai dari hijau ke emas hingga cokelat di seluruh pola, beberapa menyebutkan bahwa ular sanca batik albino, berwarna putih, lavender, dan ungu adalah sanca batik terindah.

Si Retic ini ini cocok bagi kalian yang sudah berpengalaman dalam memelihara ular berukuran besar lainnya.

Disisi lain, ular ini suka makan dan kadang suka menggigit, jadi perlu berhati-hati ya saat memegang, karena bisa saja mengira jari sebagai makanan.

Penting diingat, ular ini membutuhkan kepercayaan yang tinggi untuk mengurangi serangan maupun gigitan. (Ular aja perlu, apalagi manusia hehe)

Baca : jenis kadal yang populer di dunia

Yellow Anaconda (Eunectes notaeus)

Yellow anaconda merupakan spesies boa yang ditemukan di Amerika Selatan. Rata-rata panjangnya, yaitu 3 m dengan berat 25-30 kg.

Warna dasarnya adalah kuning, atau kekuningan-hijau dengan pita serta bintik coklat kehitaman di seluruh tubuh.

Umur rata-ratanya sekitar 15 hingga 20 tahun. Yellow anaconda termasuk ular tidak berbisa, sehingga aman untuk dipelihara.

Yellow anaconda kecil lebih rentan, mereka dapat diburu oleh rubah, kucing maupun anjing.

Green tree python (Morelia viridis)

Green tree python dapat ditemukan di seluruh hutan hujan tropis Papua, juga di beberapa pulau di Indonesia.

Ular pohon hijau akan menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan melilit cabang pohon, dan akan turun untuk mencari pohon lainnya. Bentuknya ramping dengan kepala yang lebih lebar dari tubuh.

Panjangnya bisa mencapai 180 cm, adapun untuk betina beberapa ada yang mencapai 200 cm. Berat badannya juga tergantung pada nutrisi yang diperoleh, dimana untuk jantan berkisar 1,4-1,6 kg, sedangkan untuk betina mencapai 2,2 kg.

Sifatnya cukup agresif dan dapat menggigit jika diprovokasi, mudah gelisah serta sangat protektif.

Ular ini juga populer di kalangan pecinta reptil, namun dalam membutuhkan pengalaman dari pemiliknya karena memiliki persyaratan yang lebih spesifik.

Tips Memelihara Ular

jenis ular
jenis ular

Oke, itu dia beberapa jenis ular yang bisa kalian pelihara di rumah ya teman-teman. Tapi sebelum memutuskan untuk memelihara mereka, akan lebih baik jika kalian mempertimbangkan tips ini :

  1. Pilih jenis ular yang sesuai dengan kemampuan, berasal dari peternak agar mudah dijinakkan, bukan hewan yang dilindungi (terancam populasinya) serta memiliki kondisi tubuh sehat.
  2. Persiapkan diri dan komitmen untuk memelihara (ingat ular hidup sekitar 20-25 tahun)
  3. Persiapkan kebutuhan yang memadai seperti makanan, kandang yang aman, sehingga tidak lepas dan menakuti penghuni rumah 😊
  4. Pelajari cara memelihara ular dengan baik dan benar sehingga tidak berakibat fatal baik bagi si ular maupun manusia

Sebagai penutup, jangan lupa untuk selalu menyayangi hewan peliharaan, karena mereka juga makhluk hidup sama seperti kita, Selamat memelihara si hewan melata

Leave a Comment