Jenis Umpan Pancing Ikan Nila

Selain kondisi tempat dan cuaca, jenis umpan pancing ikan nila yang kita gunakan akan sangat berpengaruh pada tingkat keberhasilan dalam memancingnya sehingga sangat penting untuk diperhatikan!

Di habitat liarnya, ikan nila biasanya hidup di danau, sungai, rawa, atau waduk dengan suhu air sedang 25 s.d 30 derajat Celsius.

Ikan ini termasuk jenis hewan air tawar yang bersifat omnivora, dengan kata lain pemakan segala. Jadi dari prinsip ini sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mencari jenis umpan pancingnya.

Meskipun demikian, jenis pakan tertentu dipercaya dapat memperbesar peluang keberhasilan memancingnya. Berikut beberapa jenis umpan pancing ikan nila yang sering digunakan oleh kebanyakan mancing mania.

Umpan Ikan Nila Menggunakan Pelet

Mungkin pilihan ini menjadi salah satu yang paling praktis jika kita tidak mau ribet, pelet ikan nila buatan pabrik cukup banyak dijual di pasaran baik online maupun offline.

pelet
pelet

Kelemahan penggunaan pelet, biasanya baunya kurang menyengat sehingga jangan heran jika pakan ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk disambar ikan.

Oleh sebab itu, seringnya dicampur dengan bahan lainnya agar hasil lebih maksimal, diantaranya sebagai berikut:

Dengan campuran keju dan madu

keju
keju

Bahan yang diperlukan meliputi pelet, keju, dan kuning telur. Campurkan semua bahan, aduk hingga rata. Kemudian tambahkan air hangat secukupnya (jangan terlalu encer).

Agar adonan lebih kental, bisa menambahkan madu, bubuk roti, dan susu bubuk secukupnya. Setelah cukup kental, bentuk pakan sesuai selera agar mudah dikaitkan pada kail pancing (biasanya dibentuk menjadi bulatan kecil).

Umpan Ikan Nila Dicampur dengan kroto

kroto
kroto

Terlepas dari biaya ekstra yang harus kita keluarkan, pembuatan jenis umpan pancing ini juga tidak terlalu sulit.

Siapkan bahannya, yaitu kroto, pelet, dan bahan pendukung (susu bubuk, sedikit tepung maizena, dan madu). Kecuali madu, campurkan dan aduk ratakan semua bahan menjadi satu, taruh dalam plastik dan kukus hingga tanak.

Setelah tanak, biarkan menjadi dingin kemudian tambahkan madu agar lebih kental dan lengket (agar mudah dikaitkan di mata pancing).

Umpan Ikan Nila Usus Ayam

Pemilihan pakan umpan ini cukup umum digunakan untuk memancing diperairan dangkal dan sedang seperti sungai, rawa, atau pinggiran waduk.

usus ayam
usus ayam

Cara meramunya juga cukup praktis, mudah dilakukan oleh siapapun.

Siapkan usus ayam, 1 kg cukup bisa dibeli di pasar langsung (harganya juga murah meriah), bahkan terkadang kita mendapatkannya secara gratis sebagai bonus waktu membeli daging ayam.

Usus yang masih fresh dan segar memiliki bau amis yang khas, tapi hal ini masih belum cukup jika kita gunakan sebagai umpan. Oleh karena itu, kita fermentasikan terlebih dahulu!

Bungkus dengan daun pisang, atau jika tidak ada bisa memakai kertas koran, kemudian diamkan beberapa hari (3 s.d 5 hari) agar terfermentasi secara alami.

Pasca fermentasi, tekstur usus lebih kenyal tidak mudah hancur di dalam air dan tentu saja juga memiliki bau yang lebih menyengat untuk mengundang datangnya ikan lebih cepat.

Masih belum puas atau dirasa masih kurang nendang? Silakan campurkan dengan pelet ikan dan lemak daging kambing (biaya pengeluaran lebih besar ya, tapi dijamin lebih nampol hasilnya).

Campurkan usus ayam (1 kg), lemak kambing, dan pelet (500 gram), aduk hingga rata kemudian diamkan dalam wadah plastik kurang lebih 7 hari. Setelah fermentasi, pakan siap digunakan!

Umpan Ikan Nila Menggunakan Lumut

Pemilihan lumut sebagai umpan memiliki keunggulan tersendiri, di antaranya tentu saja karena pergerakan lumut ketika terkena arus air bisa terlihat cukup agresif untuk memancing ikan mendekat dan menyambar mata pancing kalian.

umpan ikan lumut
lumut

Apalagi jika situasi perairan tempat memancing juga tidak terlalu keruh, umpan pancing berupa lumut sangat bisa diandalkan karena pergerakan lumut di air akan lebih terlihat menonjol sehingga ikan nila akan lebih mudah untuk dipancing.

Usahakan memilih lumut yang memiliki warna hijau cerah, sebaliknya hindari lumut dengan warna coklat atau hitam gelap karena kurang mencolok untuk mengundang perhatian ikan.

Sebagian orang juga meracik lumut dengan bahan lainnya, seperti pelet dan cacing, apakah cara ini efektif?

Jawabannya beragam, biasanya tergantung kondisi kekeruhan air. Jika air terlalu keruh, penggunaan umpan lumut murni (tanpa campuran bahan lainnya) mungkin akan sedikit kurang efektif.

Alternatif lainnya, bisa juga mencoba menggunakan campuran pelembem dan kolonjo (sejenis rerumputan yang cukup mudah ditemukan di pinggir sungai). Umpan alami jenis rumput ini biasanya menarget ikan nila babon (ukurannya relatif lebih besar).

Umpan Ikan Cacing

Cacing jenis umpan pancing yang sangat umum digunakan, dan bisa menarget hampir semua jenis ikan tawar.

Umpan Ikan cacing
cacing

Kelebihannya, cukup mudah dicari sendiri, tidak harus yang spesial bahkan cacing tanah pun juga bisa kita gunakan.

Atau jika malas mencari, bisa langsung membelinya di toko penjual pakan umpan pancing, bisa berupa cacing yang masih hidup ataupun yang sudah kering siap pakai.

Kekurangannya, tentu kita lebih susah menarget secara spesifik jenis ikan apa yang hendak diincar karena umpan cancing bisa disambar oleh jenis ikan apa saja, kecuali jika memancingnya di tambak atau kolam yang hanya dihuni khusus ikan nila.

Selain itu, yang juga cukup mengesalkan adalah seringnya umpan cacing (terutama yang belum kering) dikerubuti semut. Jadi pastikan menggunakan wadah pakan yang memadai untuk mengantisipasinya!

Mie Instan

Untuk pilihan yang satu ini mungkin sekilas sedikit aneh, tapi faktanya juga cukup banyak orang yang menggunakan mie instan sebagai umpan pancing (terlebih lagi jika yang kalian target adalah ikan pemakan segala seperti ikan nila).

mie instan
mie instan

Tekstur mie instan yang kenyal serta sedikit mirip menyerupai cacing, bisa jadi kelebihan tersendiri untuk menarik perhatian ikan.

Meskipun demikian agar umpan bisa menjadi lebih jitu lagi, ada baiknya juga dicampur dengan kuning telur ayam. Hal ini bisa menjadikannya memiliki aroma yang lebih kuat sehingga kemungkinan untuk strike lebih sering.

Mie bisa dimasak terlebih dahulu agar mudah dikaitkan ke mata kancing. Dan untuk jenis umpan mie yang sudah sudah dimasak, jangan gunakan untuk arus yang terlalu deras karena umpan akan mudah hancur.

Irisan Daging Keong atau Bekicot

Jika sedikit mau ribet, bisa mencari keong mas atau bekicot, pisahkan cangkangnya dan ambil dagingnya. Iris kecil sesuai kebutuhan ukuran umpan, agar mudah ketika ditancapkan di kail pancing.

Umpan Ikan keong mas
keong mas

Bisa juga dengan merebusnya terlebih dahulu supaya dapat lebih mudah kita memisahkan antara daging dan cangkangnya.

Tapi beberapa orang lebih menyukai langsung menggunakan keong atau bekicot mentah, karena baunya yang tajam (masih sedikit amis) sehingga lebih mudah dikenali oleh ikan untuk segera menyambarnya.

Umpan pakan Berupa Sayuran

Penggunaan sayuran sebagai umpan pancing memang tidaklah lumrah, meskipun demikian tidak salahnya mencoba terlebih lagi jika kalian memang sedang mencari umpan yang murah meriah tanpa mengeluarkan biaya ekstra.

Kelemahan umpan pancing dengan sayuran adalah waktu yang lebih lama dibutuhkan untuk disambar ikan karena jenis umpan ini tidak terlalu mencolok baik dari segi aroma maupun bentuk dan tekstur.

Adapun beberapa sayuran yang bisa dicoba meliputi daun kelor, daun singkong, dan daun kangkung.

daun kelor
daun kelor

Sebagian orang percaya kalau sayuran yang sudah dimasak memiliki daya tarik yang lebih bagus, mungkin karena lebih empuk dari segi tekstur atau juga karena adanya campuran penambahan bumbu masak yang bisa memperkaya aromanya sehingga lebih kuat untuk menarik perhatian ikan.

Demikian, silakan pilih jenis umpan pancing ikan nila di atas sesuai dengan kebutuhan dan ketersediannya di tempat tinggal kalian masing-masing.

Baca juga

Komentar

Okdogi.com Situs Kucing , Anjing , Ikan , Burung , Kelinci , Hamster dan Hewan Liar Terpopuler