Jenis Umpan Pancing Ikan Patin

Umpan ikan patin, tentu saja pemilihan umpan yang tepat sangat berpengaruh pada keberhasilan pancingan sehingga penting untuk dipahami dengan baik.

Ikan dari kelompok keluarga Pangasidae dan dengan nama latin Pangasius sp ini memiliki struktur mulut yang letaknya agak sedikit ke bawah, karena habitat alaminya biasanya cenderung berenang di dasar perairan.

Pada siang hari, biasanya ikan ini suka bersembunyi pada liang-liang kecil dipingir perairan, sehingga kita tidak harus menyeberangi sungai atau danau hingga ke tengah perairan untuk memancingnya.

Yang mungkin menjadi kendala, ikan pantin lebih suka mencari makanannya pada malam hari (termasuk hewan nokturnal), sehingga pemilihan umpan pancing harus cukup kuat untuk menarik perhatiannya.

Tapi tenang, ada banyak pilihan umpan pancing untuk jenis ikan tawar ini.

Tidak Mau Repot, Gunakan Umpan Ikan Patin Alami Tanpa Racikan                             

Kelebihan penggunaan jenis umpan alami adalah tidak diperlukan racikan khusus sehingga lebih praktis dan mudah disiapkan (dianjurkan jika kita tidak ada waktu yang memadai untuk menyiapkan umpan).

Umpan alami dibawah ini juga terbilang lebih irit dari segi biaya. Meskipun sebagian bisa dicari sendiri, tapi jika tidak mau ribet kita juga bisa beli langsung di toko penjual umpan.

Berikut beberapa diantaranya, silahkan pilih sesuai kebutuhan (menyesuaikan dengan sumber daya yang kalian miliki disekitar lingkungan masing-masing).

Cacing

Jika kalian memang maniak dengan dunia memancing, tentu saja sudah tidak asing lagi dengan jenis umpan yang satu ini karena sudah sangat umum digunakan untuk memancing beragam jenis ikan tawar.

Dan mungkin yang terlintas dibenak pikiran kalian adalah cacing tanah, karena memang mudah didapat dan murah meriah.

Cacing yang juga sering disebut uker (bahasa Jawa-nya), biasanya membuat lubang di tanah sesuai dengan besar diameter tubuhnya dan sangat disukai para petani karena dapat membantu menyuburkan lahan tanah garapan.

cacing uker
cacing uker

Ciri khas cacing uker ini adalah kebiasaannya yang mudah melengkung ketika kita pegang, dengan warna kulit abu-abu hingga hitam gelap menyerupai warna tekstur tanah.

Ukurannya yang relatif besar sangat cocok untuk memancing ikan berukuran sedang dan besar termasuk ikan patin.

Jenis cacing lainnya yang juga cukup sering digunakan adalah cacing fosfor, bahkan lebih disarankan daripada cacing tanah.

Karena selain ukurannya juga memadai untuk umpan ikan patin, cacing fosfor lebih awet dan tahan lama (tidak mudah mati).

Dan yang lebih bikin joss lagi, cacing fosfor biasanya tetap agresif bergerak walau telah terendam di dalam air cukup lama sehingga akan lebih mudah untuk mencuri perhatian ikan.

Adapun ciri khas cacing fosfor adalah terlihat adanya kilauan fosfor pada kulitnya yang berwarna kecoklatan, dengan ukuran panjang tubuh bisa hingga 30 cm.

Pilihan jenis cacing lainnya adalah cacing bayam, seperti namanya sering ditemukan pada sela-sela tanaman bayam yang telah membusuk. Ciri khasnya memiliki warna kulit merah sedikit pucat.

Tidak seperti cacing fosfor, cacing bayam lebih mudah mati ketika dikaitkan pada kail pancing, sehingga perlu untuk menggantinya lebih sering jika umpan tidak juga disambar ikan.

Ikan ukuran kecil

Ikan patin yang sudah dewasa di alam liarnya adalah hewan predator, menyukai untuk memangsa ikan lainnya yang masih berukuran kecil. Oleh karena itu, penggunaan ikan ukuran kecil sebagai umpan juga layak untuk dicoba.

umpan ikan patin
ikan kecil

Ikan kecil apa yang baiknya digunakan? Secara umum bisa ikan apa saja selama ukurannya kecil dan memadai untuk dijadikan umpan pancing.

Tapi karena ikan patin yang kita buru adalah binatang air yang hidup di air tawar, sebaiknya juga menggunakan ikan kecil yang habitatnya berada pada air tawar.

Hal ini penting agar umpan bisa hidup lebih lama saat digunakan, sebaliknya jika ikan kecilnya mati biasanya lebih kurang jitu untuk menarik perhatian ikan patin.

Memasang ikan kecil di kail pancing juga ada tekniknya agar tidak mudah mati. Tancapkan kail tepat pada punggung ikan umpan,  lebih tepatnya pada sirip punggung (lakukan hati-hati jangan sampai mengenai tulang belakang).

Udang

Selain cacing dan ikan kecil, kita juga bisa menggunakan udang sebagai umpan. Tidak seperti penggunaan ikan kecil, udang yang digunakan bisa udang yang berasal dari air tawar maupun air laut.

umpan ikan patin
udang

Udang sendiri tampilan dan bentuknya sudah cukup mencolok di dalam air, sehingga tidak harus hidup ketika dikaitkan dengan kail pancing. Bahkan juga sudah banyak produk umpan pancing tiruan yang berbentuk menyerupai udang.

Katak kecil

Jika memungkinkan, bisa juga menggunakan katak ukuran kecil (katak muda), tentu dengan catatan selama Anda tidak geli dengan katak karena tidak semua orang bisa memegangnya tanpa perasaan geli karena kulitnya yang bergelambir.

umpan ikan patin
katak kecil

Seperti penggunaan umpan berupa ikan kecil, umpan dengan katak kecil sebisa mungkin diusahakan tetap hidup ketika telah dipasang pada mata kail.

Setidaknya kakinya masih aktif bergerak sehingga bisa mengundang perhatian ikan untuk menyambarnya lebih cepat!

Mau Strike Lebih Cepat, Gunakan Umpan Patin Racikan!

Meskipun penggunaan umpan alami yang telah disebutkan di atas juga bisa menghasilkan strike dengan cepat (selama penggunaannya dilakukan dengan benar), sebagian orang mempercayai bahwa umpan dengan racikan tambahan dapat lebih mendorong ikan lebih cepat menyambarnya.

Selain itu, racikan khusus juga memungkinkan kita untuk menarget ikan tertentu dengan lebih tepat sasaran, tentunya juga didukung faktor lainnya seperti penempatan umpan pada kedalaman yang tepat.

Berikut beberapa jenis umpan pancing ikan patin dengan racikan yang cukup sering digunakan.

Umpan racikan berbahan dasar pelet PF 1000

pelet pf 1000
pelet pf 1000

Siapkan bahannya, yaitu:

  1. Pelet ikan patin, pelet PF 1000.
  2. Roti rasa keju secukupnya.
  3. Madu, 2 sendok.
  4. Dua buah terasi.
  5. Satu kuning telur.

Campurkan pelet dan roti, aduk hingga rata. Kemudian masukan terasi dan air secukupnya, setelah itu masukan kuning telur dan madu sehingga campuran menjadi lebih lengket dan kental.

Bentuk adonan menjadi umpan bulatan kecil sesuai kebutuhan agar dapat mudah dikaitkan pada mata kail.

Umpan racikan dengan roti tawar dan pelet

roti tawar
roti tawar

Bahan yang diperlukan sebagai berikut:

  1. Lima lembar roti tawar.
  2. Setengah kilo pelet.
  3. Setengah sendok teh terasi udang.
  4. Dua buah telur bebek, jika tidak ada bisa diganti dengan 3 buah telur ayam.
  5. Air panas 250 ml (kurang lebih satu gelas ukuran standar).

Campur roti dan peletnya, aduk hingga merata sambil ditambah air hangat. Kemudian masukan terasi dan telur bebeknya, aduk lagi hingga rata. Jika dirasa terlalu cair, bisa ditambah sedikit pelet atau roti tambahan agar menjadi lebih kental.

Setelah itu diamkan sejenak, kemudian bentuk menjadi bulatan kecil sebagai umpan. Selesai, pakan umpan racikan siap digunakan.

Umpan racikan sederhana

Jika dirasa umpan racikan sebelumnya masih terlalu rumit, bisa menggunakan racikan sederhana dengan bahan berikut ini:

  1. Santan kara (2 sachet).
  2. Roti tawar (1 bungkus saja cukup).
  3. Dan vinili (2 sachet).

Blender roti tawar yang telah disiapkan hingga halus (sebaiknya warna coklat pinggir roti dibuang saja). Kemudian masukan santan kara dan vanilinya, aduk secukupnya hingga rata dan adonan menjadi kalis. Setelah itu bisa dibentuk bulatan kecil untuk umpan pancing.

Sebagai informasi tambahan, penggunaan bahan seperti telur, santan, dan madu di atas selain berguna untuk membuat adonan racikan menjadi lebih mudah dibentuk untuk umpan — juga penting agar aroma umpan cukup tajam dan menyengat ketika dicelupkan ke dalam air sehingga ikan tertarik untuk menyambarnya.

Baca juga

Komentar

Okdogi.com Situs Kucing , Anjing , Ikan , Burung , Kelinci , Hamster dan Hewan Liar Terpopuler