Jenis-Jenis Kucing Hutan yang Biasa Ditemui di Indonesia

 

Kucing merupakan hewan yang disukai banyak orang dari berbagai usia di seluruh dunia. Dan merupakan hewan yang habitatnya mudah ditemui.

Salah satu dari jenis kucing antara lain adalah kucing hutan. Sesuai dengan namanya, kucing hutan bayak ditemui di hutan-hutan. Tak terkecuali di hutan Indonesia.

Berikut  merupakan jenis-jenis kucing hutan yang biasa ditemui di hutan Indonesia

1. Kucing Hutan Blacan.

kucing hutan blacan

Kucing yang bernama latin Leopard Cat Iaitu Felinebengalenis atau yang biasa disebut dengan Bengal Tiger Cat ini berasal dari California, Amerika Serikat. Di Indonesia sendiri dapat ditemui di beberapa pulau di Indonesia antara lain Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Bali, dan Pulau Kalimantan.

Yang membedakan kucing ini dengan kucing pada umumnya adalah tingkahnya yang aktif dan cenderung pemberani serta tidak takut pada air. Adapun karakteristk dari kucing Blacan adalah sebagai berikut :

  1. Memiliki ukuran tubuh yang panjang.
  2. Otot-otot tubuhnya kuat.
  3. Tekstur bulu yang rapat dan halus serta tebal.
  4. Warna tubuh didominasi dengan warna cokelat dan hitam.
  5. Berat badan jantan lebih berat dari betina, atau sekitar 10 kg sedangkan berat betina sekitar 4-5 kg.
  6. Macan Dahan Benua.

Bernama latin Neofelis Nebulosa ini merupakan jenis kucing yang  berukuran tubuh sedang. Mempunyai karakteristik panjang tubuh mencapai 95 cm dengan dominasi warna kelabu kecoklatan, berkaki pendek tetapi memiliki telapak kaki yang besar, serta terdapat bintik hitam kecil di kepalanya, serta ekor yang panjang dengan corak garis dan bintik  hitam. Kucing yang dikenal sebagai hewan nocturnal atau beraktifitas di malam hari ini banyak menghabiskan waktu bermain-main di atas pohon. Di Indonesia, kucing ini banyak ditemui di pulau Kalimantan dan Sumatera. Sayangnya, sejak tahun 2006 kucing ini ditetapkan sebagai spesies hewan langka.

2. Kucing Hutan Batu

kucing hutan batu

Nama latin kucing batu adalah Pardofelis Marmota. Kucing ini merupakan jenis kucing hutan yang banyak hidup di hutan Asia Selatan dan Asia Tenggara. Awalnya, kucing ini dianggap berasal dari ras pantherine atau kucing besar. Namun, setelah dianalisis genetiknya menunjukkan bahwa kucing ini lebih menjukkan ciri seperti kucing emas pada umumnya. Kucing ini memiliki karakteristik sebagai berikut :

  1. Panjang tubuhnya mencapai 46-62 cm.
  2. Panjang ekor 35-55cm
  3. Berat tubuh berkisar 4-5kg
  4. Warna bulunya mirip dengan kucing dahan benua, yaitu berwarna coklat keabu-abuan, serta kuning dan hitam.

Kucing ini suka berburu hewan kecil seperti burung, tupai, tikus serta reptil lainnya. Sama seperti kucing dahan benua, kucing ini juga bersifat nocturnal atau suka beraktifitas di malam hari. Saat ini, populasi kucing Batu di Indonesia terancam punah dan telah masuk dalam kategori rentan terhadap kepunahan oleh IUCN (International Union Conservation of Natural Resources) dengan total populasi saat ini sekitar 10.000 ekor kucing dewasa.

3. Macan Dahan Kalimantan (Borneo Clouded Leopard)

macan dahan kalimantan

Sesuai dengan namanya, kucing ini banyak di temui di pulau Kalimantan. Tidak hanya itu, kucing ini juga banyak di temukan di pulau Sumatera.

Nama latin dari kucing ini adalah Neofelis Diardi. Nama latin ini disebut-sebut berasal dari nama seorang penjelajah yang berasal dari Prancis atas penghormatan terhadapnya. Kucing ini merupakan kucing liar yang memiliki ukuran tubuh yang sedang. Ciri atau karakteristik kucing ini antara lain :

  1. Merupakan kucing pemangsa terbesar di Kalimantan.
  2. Memiliki tubuh yang besar serta tangguh dengan panjang berkisar 90 cm.
  3. Bobot tubuh berkisar 25 kg.
  4. Memiliki taring sepanjang 2 inci.
  5. Bentuk bulunya oval tidak beraturan dengan sisi tepi berwarna hitam pada titik tengahnya.
  6. Memiliki keseimbangan tubuh yang baik dikarekan panjang ekor yang bisa hampir sama dengan ukuran panjang tubuhnya.

Sama seperti kucing liar pada umumnya, kucing ini memiliki kebiasaan berburu daging. Kucing ini pun memiliki cakar-cakar yang kokoh sehingga memudahkannya dalam berburu di daratan serta untuk menghindari bahaya.

4. Kucing Hutan Emas Asia

kucing hutan emas

Kucing ini banyak ditemukan hidup di hampir seluruh kawasan Asia Tenggara seperi dataran Tibet, Nepal, Bhutan, India, Bangladesh, Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam, Malaysia serta Indonesia. Selain di Asia Tenggara, kucing ini juga banyak ditemui di hutan hujan tropis yang hijau dan subtropis dengan habitat di wilayah hutan yang diselingi daerah berbatu.  Di Indonesia sendiri banyak ditemukan di daratan pulau Sumatera.

Kucing yang memiliki karakteristik panjang tubuh berkisar antara 66-105 cm dan panjang ekor mencapai 40-57 cm, serta bobot tubuh antara 9-16 kg atau tiga kali lipat lebih besar dari kucing rumahan ini memiliki suara yang mendesis, mengeong, mendengkur serta mengeram. Kucing ini juga dikenal sebagai hewan yang aktif di malam hari atau nocturnal. Biasanya hewan buruan kucing ini antara lain burung, tikus besar serta reptil lainnya. Cara berkomunikasi kucing ini pun sama seperti jenis kucing pada umunya yaitu dengan menandai aroma, menyemprotkan urin, menggaruk pohon dengan cakarnya serta menggosok-gosokkan kepala dengan berbagai objek yang disukainya. Karena maraknya perburuan, kucing ini ditetapkan sebagai kucing yang hampir punah oleh IUCN (Internation Union for Conservation of Natural Resources) pada tahun 2008.

5. Kucing Hutan Kuwuk

kuwuk

Pada tahun 2002, kucing ini juga ditetapkan sebagi hewan yang terancam punah oleh IUCN (Internation Union for Conservation of Natural Resources). Jenis kucing ini banyak ditemukan di wilayah Asia Selatan dan Timur dengan nama latin Leopard Cat.

Penyebarannya pun sangat luas, ini dibuktikan dengan ditemukannya jenis kucing ini di wilayah Timur Russia hingga ke semenanjung Korea. Bahkan tak jarang ditemukan juga di China serta Kepulauan Sunda di Indonesia. Adapun karakteristik kucing ini antara lain :

  1. Ukuran tubuh yang sama dengan kucing kampung dengan tubuh yang lebih ramping.
  2. Memiliki dua garis gelap di bulu kepalanya.
  3. Memiliki warna bulu yang berbeda di setiap wilayah. Sebagai contoh, di wilayah selatan kucing ini berwarna coklat kekuningan. Sedangkan di wilayah utata memiliki warna abu-abu perak pucat.

Kucing ini memiliki sifat suka beburu, dan beraktifitas pada lamah hari atau noctunal.

6. Kucing Hutan Jawa

kucing jawa

Sesuai dengan namanya, sudah dengan mudah dipastikan bahwam habitat kucing ini banyak ditemui di pulau Jawa. Meskipun namanya kucing hutan, namun bukan berarti habitat kucing ini selalu di hutan. Terkadang juga banyak ditemui di lahan dan perkebunan masyarakat.

Di Indonesia, hewan ini juga termasuk jenis hewan langka yang dilindungi undang-undang yang tercantum dalam Lampiran PP No.7 Tahun 1999 serta Undang-Undang No.5 tahun 1990.

Adapaun karateristik dari kucing ini antara lain :

  1. Ukuran tubuhnya sedikit lebih besar dibandingkan kucing kampung biasa.
  2. Berwarna abu-abu gelap dengan corak bukat-bukat pada bulu tubuhnya.
  3. Memiliki keahlian meloncat, memanjat serta berenang.

Itulah macam-macam jenis kucing hutan yang biasa ditemui di Indonesia. Dari referensi di atas, barangkali berminat untuk dipelihara di rumah?

 

Baca juga :

Komentar

Okdogi.com Situs Kucing , Anjing , Ikan , Burung , Kelinci , Hamster dan Hewan Liar Terpopuler