7 Jenis Pakan Makanan Harian Untuk Ikan Lele

7 Jenis Pakan Makanan Harian Untuk Ikan Lele

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Rasa dagingnya yang gurih dengan tekstur yang lembut membuat ikan lele menjadi ikan favorit bagi semua kalangan, maka tidak heran jika banyak pengusaha budidaya ikan lele yang mulai bermunculan, karena melihat potensi pasar tersebut.

Kualitas ikan lele dipengaruhi oleh jenis kolam budidayanya serta jenis pakan yang diberikan.

Salah satu jenis kolam yang saat ini tengah populer di kalangan pembudidaya ikan lele adalah kolam terpal, sedangkan untuk sistem budidayanya juga beraneka macam, seperti Natural Water System, Red Water System, dan bioflok.

Sistem Bioflok Budidaya Lele menjadi Primadona

Sistem bioflok merupakan sistem yang saat ini tengah digandrungi oleh para pelaku usaha budidaya lele.

sistem bioflok
sistem bioflok

Dengan memanfaatkan mikroorganisme, maka kualitas air akan selalu terjaga, sehingga ikan lele dapat tumbuh dengan sehat.

Selain itu, sistem bioflok juga tidak terlalu banyak melakukan pergantian air, sehingga dapat memangkas biaya untuk keperluan air.

Hasil budidaya ikan lele dengan sistem ini juga lebih baik, karena dagingnya berwarna putih kemerah-mudaan, tidak bau amis, tidak memiliki banyak lemak, dan teksturnya kenyal.

Mahalnya Pellet Ikan Lele mengurangi Pendapatan Pembudidaya

Jenis pakan yang dipakai juga turut berpengaruh pada pertumbuhan dan kualitas ikan lele.

Saat ini, sudah ada beberapa produk pakan yang tersebar di pasaran dan tentunya pakan tersebut berasal dari pabrik.

Kualitas pakan dari pabrik tentu sudah tidak perlu diragukan, karena pakan tersebut memang telah dirancang khusus untuk memaksimalkan pertumbuhan ikan lele.

Akan tetapi, harga pakan pabrikan termasuk mahal dan ini menjadi masalah bagi para pembudidaya.

Harganya sendiri sekitar Rp. 9.000 hingga 12.000 per kg, sedangkan harga jual ikan lele di tengkulak berkisar Rp. 16.500-19.000 di Pulau Jawa.

Dengan demikian, hal ini dapat mengurangi omzet dari para pelaku usaha budidaya lele.

Inilah Makanan Ikan Lele Alternatif yang Murah, Alami, dan Mudah Didapatkan

Pakan alternatif tentu sangat dibutuhkan untuk mengurangi pengeluaran yang besar pada penyediaan kebutuhan pakan ikan lele.

Baca juga  7 Kunci Cara Ternak Lele Yang Terbukti Berhasil, LENGKAP!

Tahukah kamu? Jika segmen usaha budidaya memiliki pengeluaran terbesar pada kebutuhan pakan, bahkan hingga mencapai 70% dari seluruh total biaya.

Lalu pakan lain apa yang bisa diberikan untuk ikan lele selain pellet dari pabrik? Sebelum itu, kamu harus mengetahui bahwa ikan lele membutuhkan nutrisi yang tinggi untuk menunjang pertumbuhannya.

Kandungan protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan ini minimal 30%. Angka tersebut termasuk sangat tinggi dan itulah yang menjadi alasan dibalik mahalnya harga pakan pabrikan.

Kebutuhan nutrisi ikan lele tentu tidak hanya sekedar protein yang tinggi saja, tetapi juga membutuhkan nutrisi lainnya, yaitu karbohidrat, lemak, mineral, dan vitamin, sehingga membentuk keseimbangan nutrisi yang baik.

Namun, kamu tidak perlu memikirkan kandungan nutrisi tersebut hingga harus menguji bahan makanan yang akan digunakan sebagai pakan ikan lele, karena pada dasarnya sudah ada beberapa pakan alami yang memang menjadi makanan ikan lele di alam.

Lantas apa saja pakan alami untuk ikan lele ini? Berikut adalah beberapa diantaranya.

Larva Lalat

Larva lalat atau juga dikenal dengan maggot dari lalat Black Fly Soldier memiliki jumlah protein yang baik bagi pertumbuhan ikan lele.

larva lalat
larva lalat

Protein kasar yang terkandung dalam larva lalat ini mencapai 40%. Hal ini sudah sangat cukup menunjukkan bahwa pakan alami yang satu ini sangat cocok untuk pakan ikan lele.

Untuk bisa mendapatkan pakan ini, kamu bisa mengembangbiakannya, yaitu dengan cara yang sederhana. Pertama, siapkan ember, ampas tahu, sisa ikan asin, daun pisang, dan kotoran unggas, seperti kotoran ayam atau kotoran burung puyuh.

Ampas tahu kemudian dimasukkan ke dalam ember dan diberi air bersih sedikit saja hingga tektsturnya seperti adonan tepung celup basah.

Setelah itu, masukkan sisa ikan asin dan kotoran unggas, lalu dicampur secara merata di dalam ember. Terakhir, tutup ember dengan daun pisang.

Setelah 3 minggu, larva lalat Black Fly Soldier dapat dipanen. Cara panennya cukup mudah, yaitu cukup ditambahkan air saja, sehingga media dengan larva akan berpisah.

Satu hal yang penting untuk diingat dalam membudidayakan larva lalat ini adalah waktu panennya, karena apabila telat, maka bisa jadi larva tersebut akan menjadi lalat.

Bekicot dan Keong Mas

Bekicot juga termasuk pakan yang baik untuk ikan lele, karena mengandung protein yang cukup tinggi. Protein yang tinggi ini tentu dapat mencukupi kebutuhan lele untuk tumbuh dengan baik.

bekicot
bekicot

Hewan ini sangat mudah dijumpai di wilayah perkebunan pisang dan jumlahnya akan melimpah ketika musim hujan.

Baca juga  7 Kunci Cara Ternak Lele Yang Terbukti Berhasil, LENGKAP!
instagram okdogi

Tidak hanya bekicot, keong mas ternyata juga mengandung nutrisi yang sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan ikan lele.

keong mas
keong mas

Keong ini juga sangat mudah dijumpai, terutama di area persawahan dan malah dianggap sebagai hama.

Sebelum diberikan ke ikan lele, kedua hewan bertubuh lunak ini harus diolah terlebih dahulu.

Cara pengelolaanya sangat sederhana, yaitu dengan cara merebusnya. Tujuan perebusan ini adalah untuk memudahkan mengeluarkan tubuhnya dari cangkang, membunuh bakteri, serta melunakkan dagingnya.

Kedua tubuh hewan lunak yang telah dikeluarkan dari cangkangnya, harus dipotong-potong terlebih dahulu. Ukuran potongannya disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut ikan lele.

Ikan Rucah

Pakan alami sekaligus pakan alternatif yang satu ini sangat direkomendasikan apabila lokasi budidaya lele dekat dengan tempat pelelangan ikan.

ikan rucah
ikan rucah

Pasalnya, ikan rucah merupakan ikan yang tidak memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sehingga harganya sangat murah dan merupakan ikan yang kurang enak jika dimakan.

Ikan rucah dapat diberikan secara langsung untuk ikan lele, tetapi akan lebih baik jika memotongnya kecil-kecil terlebih dahulu agar ikan lele dapat lebih mudah ketika memakannya.

Biasanya, pakan ini sering diberikan untuk indukan ikan lele dan tidak menutup kemungkinan juga dapat diberikan untuk pembesaran ikan lele.

Nutrisi dari ikan rucah juga terbilang tinggi, apalagi proteinnya. Jadi, pakan ini merupakan salah satu pakan yang cukup baik untuk ikan lele.

Akan tetapi, ikan rucah juga berpotensi membawa penyakit dan karena faktor inilah yang membuat sebagian pembudidaya ikan lele memikirkan ulang untuk menjadikan ikan rucah sebagai pakan ikan lele yang dibesarkannya.

Tapi tahukah kamu? Ikan rucah yang dijual di tempat pelelangan ikan berasal dari lautan. Walaupun ia berpotensi membawa bibit penyakit, tetapi penyakit tersebut tidak akan membahayakan bagi ikan lele yang hidup di air tawar.

Hal ini dapat terjadi karena perbedaan salinitas dan kemampuan osmoregulasi dari organisme yang hidup di air laut dan air tawar.

Dengan demikian, penyakit tersebut sangat tidak mungkin menular ke ikan lele. Jika masih khawatir terjadi penularan penyakit, maka ikan rucah bisa direbus terlebih dahulu.

Cacing

Pakan alami lain yang bisa didapatkan dengan mudah adalah cacing tanah.

cacing tanah
cacing tanah

Selain mudah didapatkan, cacing jenis ini juga memiliki kadar protein yang tinggi. Protein yang terkandung dalam cacing ini mencapai 76%. Kadar protein ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan daging mamalia dan ikan.

Baca juga  7 Kunci Cara Ternak Lele Yang Terbukti Berhasil, LENGKAP!

Tidak hanya cacing tanah, cacing sutra yang memiliki nama latin Tubifex sp. juga mengandung protein yang tinggi.

Akan tetapi, cacing sutra lebih banyak digunakan sebagai pakan benih ikan lele yang masih berukuran 1-3 cm. Walaupun sangat baik untuk menunjang pertumbuhan benih ikan lele, cacing sutra ternyata juga bisa menjadi agen pembawa penyakit.

Oleh karena itu, jika berniat untuk menggunakan cacing ini, maka tanyakan terlebih dahulu asal dari cacing tersebut.

Jika diperoleh dari alam (sungai yang tercemar), maka pastikan untuk membersihkannya terlebih dahulu, yaitu dengan meletakkannya pada air mengalir minimal 1 hari untuk mengurangi bahan cemaran yang ada di dalam tubuh cacing sutra.

Pakan alami memang menjadi pilihan yang sangat baik untuk memangkas biaya pengadaan pakan untuk budidaya ikan lele. Akan tetapi, usaha lebih harus dilakukan untuk mencari pakan-pakan tersebut atau kamu bisa membudidayakannya.

Jika tidak ingin terlalu repot dan tetap ingin menghemat pengeluaran untuk pakan, maka kamu bisa menggunakan teknologi fermentasi pada pellet pabrikan.

Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan sistem pencernaan ikan lele dalam menyerap semua nutrisi yang terkandung dalam pakan buatan pabrik tersebut, sehingga Tingkat Konversi Pakan semakin menurun, bahkan bisa menyentuh angka 0,7.

Apa itu Tingkat Konversi Pakan?

Tingkat Konversi Pakan atau juga dikenal dengan FCR adalah perbandingan jumlah pakan yang diberikan dengan bobot tubuh ikan.

Contohnya FCR = 1 memiliki arti bahwa jumlah pakan yang diberikan 1 kg menghasilkan 1 kg berat badan dan FCR = 0,7 memiliki arti bahwa 0,7 kg pakan yang diberikan menghasilkan 1 kg berat badan.

Itulah informasi terkait makanan alami ikan lele yang bisa kami berikan.

Semoga dengan informasi informasi ini, kamu bisa menghemat biaya pakan untuk usaha budidaya lele yang sedang kamu jalankan.

Baca juga

instagram okdogi

Leave a Comment