Penyebab Anjing Muntah & Cara Mencegahnya

Penyebab Anjing Muntah & Cara Mencegahnya

Ketika anjing akan muntah, maka ia akan mengambil posisi tiarap. Umumnya, anjing yang muntah disebabkan karena ia memakan suatu benda yang tidak dapat dicerna, seperti plastik, karet, tulang dan masih banyak lainnya.

Ada juga kondisi lain yang dapat menyebabkan anjing muntah, yaitu minum terlalu banyak dan berlarian setelah makan.

Namun, pernahkah kamu melihat anjingmu muntah, tetapi tidak mengeluarkan apa-apa dan seakan ia sedang tersedak?.

Walaupun tidak mengeluarkan apapun dan sering dianggap tidak berbahaya, tetapi pada kenyataanya, kondisi itu dapat menyebabkan ketegangan pada sistem pencernaannya.

Lantas apa saja hal lain yang dapat menyebabkan anjing selalu muntah? Berikut adalah beberapa diantaranya.

Penyebab Anjing Muntah

anjing muntah
penyebab anjing muntah

Umumnya, ketika anjing akan muntah, maka ia akan mengambil ancang-ancang terlebih dahulu, kemudian mengeluarkan apa yang ingin ia keluarkan.

Jika proses pengeluaran benda dari sistem pencernaannya itu berlangsung cepat, maka ini normal, tetapi jika ia terus berusaha mengeluarkannya, maka ini patut dicurigai dan kamu harus segera membawanya ke dokter hewan.

Ada juga kasus lainnya, dimana anjing sudah muntah beberapa kali dan pada saat itu juga ia tidak makan apapun, tetapi tetap berusaha memuntahkan apa yang ada dalam perutnya, padahal perutnya jelas kosong, karena isinya sudah dimuntahkan beberapa kali sebelumnya.

Kedua kasus ini sebenarnya sama, tetapi apa yang dapat menyebabkan kondisi tersebut? Berikut adalah beberapa penyebab anjing muntah.

Mengeluarkan benda asing

makanan yang tidak diterima perut anjing
makanan yang tidak diterima perut anjing

Sebelumnya telah disebutkan jika salah satu anjing muntah adalah karena adanya benda asing.

Banyak sekali benda asing, tetapi lebih tepatnya adalah benda yang tidak dapat dicerna dan dapat masuk hingga ke lambung.

Jika anjingmu menelan benda yang tajam, tentu ini lebih menyulitkan, karena ketika masuk dan dikeluarkan, tentu dapat menyebabkan luka pada tenggorokan dan lambungnya.

Biasanya, jika anjing menelan benda yang demikian, maka ia akan mulai gelisah, mual, mengeluarkan air liur berlebihan dan sering menggosok mulut dengan kakinya ataupun pada benda keras disekitarnya.

Akan sangat berisiko ketika anjing mencoba memuntahkan benda tajam, karena benda tersebut dapat menyangkut di tenggorokan, sehingga mau tidak mau, harus membawanya ke dokter hewan.

Ketika mengunjungi dokter hewan, maka langkah awal yang dilakukan oleh dokter adalah mendeteksi keberadaan benda tersebut yang berada di dalam tubuh anjingmu dengan rontgen ataupun x-ray.

Setelah itu, dokter hewan akan memutuskan, apakah benda tersebut dapat diambil tanpa operasi atau dengan operasi.

Pelebaran lambung

Dari beberapa penyebab muntah pada anjing yang telah disebutkan di atas, penyebab inilah yang dapat membahayakan nyawa anjing, karena anjing berpotensi mengalami kematian.

Baca juga  Cara Paten Menggemukan Badan Anjing, JOSS!

Jika deteksi penyakit ini terlambat, maka peluang terjadinya kematian akan semakin tinggi. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting dilakukan.

Pelebaran lambung melibatkan dua proses, yaitu dilatasi lambung dan torsi lambung.

Ketika proses dilatasi lambung, maka perut akan melar karena adanya akumulasi gas dan cairan.

Kemudian ketika proses torsi lambung, maka perut akan membuncit dan perut tidak dapat membuang isinya, sehingga terjadi fermentasi di dalamnya dan meningkatkan distensi.

Kondisi ini juga akan mempengaruhi sirkulasi darah ke daerah lambung dan dapat menyebabkan nekrosis pada dinding lambung, bahkan hingga dapat menyebabkan perforasi atau lubang pada lambung.

Hal ini dapat terjadi karena proses fermentasi dapat meningkatkan keasamaan pada organ tersebut.

Ketika hal tersebut terjadi, maka anjing akan langsung mengalami syok dan kemungkinan besar akan mengalami kematian.

Walaupun kondisi ini sangat jarang terjadi, tetapi ras anjing bertubuh besar memiliki kemungkinan besar mengalaminya.

Penyebab utamanya, yaitu minum air terlalu cepat, melakukan olahraga sebelum dan setelah makan serta makan terlalu cepat.

Gejala dari penyakit ini sepert gugup, perut kembung, muntah tanpa mengeluarkan apapun (tersedak), mual dan air liur yang berlebihan.

Selain itu, ketika perut anjing disentuh, ia akan merasa kesakitan dan biasanya ia akan memposisikan dirinya dengan posisi yang tidak biasa agar perutnya tidak tertekan.

Penyakit ini hanya dapat ditangani dengan pembedahan. Namun, bisa juga tidak sampai ke tahap itu, jika penyakit ini dapat dideteksi sedini mungkin. Jadi, jika memang anjingmu sudah menunjukkan hal yang tak biasa, maka segera mengunjungi dokter hewan.

Mabuk

anjing mabuk
anjing mabuk

Kondisi ini tidak hanya dapat dialami manusia, anjing pun juga dapat mengalaminya.

Umumnya, mabuk pada anjing bukan karena ia meminum minuman beralkohol, tetapi karena menaiki kendaraan, seperti mobil.

Biasanya, ketika anjing mengalami mabuk kendaraan, ia akan terlihat gugup, gelisah, mual, tersedak bahkan hingga muntah.

Kondisi ini perlu penanganan khusus jika anjing sering diajak berpergian dengan kendaran bermotor, karena kasihan, jika ia terus mengalami mabuk kendaraan.

Oleh karena itu, sebelum mengajak anjingmu berpergian dan ia memiliki mabuk kendaraan, maka kamu harus berkonsultasi dengan dokter hewan terlebih dahulu untuk mencari tahu bagaimana cara mencegah kondisi tersebut.

Umumnya, mabuk pada anjing lebih sering terjadi pada anak anjing. Seiring dengan bertambahnya usia, maka mabuk kendaraan ini akan hilang, karena anjing sudah mulai terbiasa.

instagram okdogi

Tetapi, ada langkah pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu dengan tidak memberi makan dan minum sebelum berpergian.

Memakan rumput

anjing memakan rumput
anjing memakan rumput

Anjing ternyata sering memakan rumput dan sesaat setelah ia memakannya, maka ia akan tersedak.

Tetapi, belum ada alasan pasti mengapa anjing memakan tumbuhan tersebut, biasanya merka akan melakukan ini karena stress.

Baca juga  8 Rekomendasi Produk Vitamin Anjing Paling JOSS!

Namun, ada yang menyebutkan, jika hal itu dilakukan anjing dengan tujuan untuk menghilangkan suatu benda pada lambungnya.

Dengan demikian, ketika anjing sering memakan rumput, maka ini bisa menandakan jika ia sedang mengalami masalah pada sistem pencernaannya.

Jika sudah demikian, maka langkah yang paling tepat adalah mengunjungi dokter hewan sesegera mungkin.

Ada bahaya lain yang mengancam ketika anjing memakan rerumputan, yaitu ia bisa jadi tanpa sengaja menelan kotoran anjing lainnya ataupun hewan lainnya.

Kita tahu, tanah dan kotoran merupakan tempat terbaik untuk parasit dari golongan cacing.

Jadi bisa saja, ketika anjing memakan rumput, ia juga akan menelan telur cacing, sehingga menyebabkan cacingan.

Selain itu, terkadang anjing juga menganggap cacing sebagai mie, karena bentuknya yang sangat mirip.

Kebiasaan ini lebih umum terjadi pada anak anjing, karena rasa penasaran mereka lebih tinggi daripada anjing dewasa.

Ketika anak anjing mengalami cacingan, maka larva cacing dapat menginfeksi paru-parunya dan menyebabkan batuk, mual dan tersedak.

Namun, gejala tersebut juga tidak disebabkan oleh semua jenis cacing parasit, melainkan hanya beberapa, seperti cacing jantung, cacing tambang dan cacing gelang.

Fakta inilah yang menjadi alasan, mengapa pemberian obat cacing secara rutin pada anak anjing maupun anjing dewasa sangat penting dilakukan.

Faringitis dan bronkitis kronis

Penyakit yang berhubungan dengan organ pernapasan, seperti dua penyakit ini dapat menyebabkan anjing sering muntah, tetapi tidak mengeluarkan apapun.

Farangitis pada anjing merupakan penyakit berupa radang pada bagian belakang tenggorokan.

Banyak sekali penyebab penyakit tersebut. Gejalanya sendiri adalah anjing akan mengalami demam, batuk, kehilangan nafsu makan, tersedak dan nyeri saat menelan.

Agar lebih yakin jika anjing mengidap faringitis, maka kamu bisa melihat bagian tenggorokannya.

Jika ternyata berwarna merah, maka sudah dapat dipastikan bahwa itu adalah faringitis. Bahkan, jika kondisi sudah parah, maka juga akan ada nanah.

Penyakit ini tidak bisa ditangani sendiri, kamu harus segera membawanya ke dokter hewan.

Mungkin dokter akan memberikan antibiotik dan obat pereda nyeri sebagai langkah pengobatan pertama.

Sama dengan faringitis, namun bronkitis kronis tidak menyerang tenggorokan, melainkan bagian bronkus dan bronkioulus di paru-paru.

Penyakit ini menyebabkan radang pada kedua bagian paru-paru tersebut dan lebih sering diidap oleh anjing yang sudah paruh baya.

Bronkus merupakan tabung yang berasal dari trakea dan terhubung dengan paru-paru, kemudian membelah menjadi dua cabang yang disebut dengan bronkioulus.

Jika anjing mengidap bronkitis akut, maka ia akan sering batuk, karena adanya peradangan pada kedua bagian tersebut.

Namun, pemicu batuk ini adalah karena anjing berlarian kesana kemari atau terlalu bahagia.

Ketika sudah batuk, maka biasanya ia akan tersedak dan akan memuntahkan air ludah. Dengan demikian, tersedak juga menjadi salah satu gejala bronkitis pada anjing.

Baca juga  Anjing Diare ( Mencret ) : Penyebab & Cara Mengobati

Penyakit ini memiliki peluang kecil untuk sembuh, tetapi tetap dapat dicegah kerusakannya, yaitu dengan pengobatan dan saran pencegahan dari dokter hewan.

Kennel cough

Penyakit ini termasuk penyakit menular. Tak heran, anjing-anjing yang dirawat di tempat yang sama atau kandang yang sama dapat mengidap penyakit ini.

Penularannya sendiri melalui batuk dan bersin, tetapi dapat juga menular melalui pakaian dan mainan.

Gejala dari kennel cough adalah dahak putih dan tentunya batuk. Namun, ada perbedaan antara batuk yang disebabkan penyakit ini dengan batuk biasa, yaitu pada saat akhir batuk.

Ketika akhir batuk, anjing akan mengeluarkan suara seperti tersedak.

Gejala kennel cough yang ringan, yaitu demam, kehilangan nafsu makan dan lesu.

Ketika penyakit ini sudah pada kondisi parah, maka gejalanya, yaitu keluarnya lendir dari hidung dan mata, sesak napas, bersin dan berpotensi menyebabkan pneumonia.

Kabar baiknya, penularan penyakit ini dapat dicegah, yaitu dengan cara vaksinasi.

Oleh karena itu, jangan sampai telat melakukan vaksinasi pada anjingmu, apalagi jika kamu sering mengajak anjingmu jalan-jalan di taman dan bertemu dengan anjing lain.

Cara Mencegah Anjing Muntah

Tidak ada cara terbaik untuk mengobati anjing muntah, kecuali segera membawanya ke dokter hewan.

Alasanya, karena muntah merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengeluarkan benda asing pada sistem pencernaan.

Segala sesuatu yang dikeluarkan dari sistem pencernaan, tentu memiliki efek buruk untuk tubuh.

Selain itu, kondisi ini adalah salah satu mekanisme alami dari sistem pencernaan semua makhluk hidup untuk melindungi dirinya dari keberadaan benda asing dalam organ tersebut.

Walaupun langkah pengobatan hanya bisa melalui dokter hewan, tetapi langkah pencegahan dapat kamu lakukan.

Adapun langkah pencegahan ini adalah memberikan makanan terbaik untuk anjingmu dengan porsi yang cukup dan nutrisi yang seimbang.

Walaupun kebutuhan nutrisi sudah tercukupi dan sudah kenyang, rasa penasaran anjing terhadap benda asing umumnya tidak akan berkurang dan ia akan tetap menggigitya, kemudian tanpa sengaja ia menelannya.

Dengan demikan, langkah pencegahan yang kedua adalah menyimpan barang-barang yang berukuran kecil, dimana barang tersebut dapat tertelan oleh anjing.

Langkah pencegahan terakhir adalah rutin memvaksin dan memberikan obat cacing pada anjing.

Kedua hal ini amat penting, karena potensi tertinggi yang menyebabkan anjing muntah adalah karena masalah penyakit dan infeksi dari parasit, salah satunya adalah cacing.

Kunjungi

instagram okdogi

Leave a Comment