Ragam Pola Warna Bulu Kucing, LENGKAP

Ragam Pola Warna Bulu Kucing, LENGKAP

Kucing merupakan hewan yang terkenal dengan tingkahnya yang menggemaskan. Tidak hanya itu saja, hewan yang satu ini juga memiliki wajah yang lucu. Tak heran, kucing banyak disukai oleh orang-orang dan bukan hal tabu lagi jika kucing menjadi hewan peliharaan favorit.

Di dunia ini, banyak sekali spesies atau jenis dari kucing. Tiap spesies memiliki ciri fisik yang berbeda, salah satunya adalah warna bulu. Kucing memiliki warna bulu yang bermacam-macam. Namun, tahukah kamu berapa jumlah warna bulu kucing yang ada di dunia ini?

Bagaimana Bisa Warna Bulu Kucing Beranekaragam?

Sebelum membicarakan hal itu, kamu harus tahu terlebih dahulu apa pengaruh tertinggi dari warna pada bulu kucing. Ternyata, faktor yang paling mempengaruhi adalah induknya.

Sama halnya seperti manusia, anakan kucing pasti juga akan mirip dengan induknya, akan tetapi terkadang induknya hanya memiliki satu warna bulu, malah anaknya bisa jadi kombinasi lebih dari satu warna.

Lantas bagaimana itu bisa terjadi? Secara ilmiah, warna bulu pada kucing dipengaruhi oleh gen. Kita tahu jika gen merupakan pembawa sifat dari semua makhluk hidup atau bisa diibaratkan sebagai data spesifik, misal jika di komputer adalah data untuk file word.

Gen terbagi menjadi dua sifat, yaitu dominan dan resesif. Gen dominan merupakan gen yang paling mempengaruhi dan biasa dilambangkan dengan huruf kapital, contohnya adalah gen warna merah tua dilambangkan dengan “M”, sedangan gen resesif adalah gen yang akan tertutupi jika bersanding dengan gen dominan dan dilambangkan dengan huruf kecil, contohnya adalah gen warna merah muda dilambangkan dengan “m”.

Dari gen inilah terjadi kombinasi-kombinasi, sehingga terciptalah berbagai macam warna bulu kucing. Sederhananya adalah seperti kita mencampur berbagai macam warna, pasti hasilnya juga akan beragam, namun tidak akan jauh beda dengan warna dasarnya. Misalnya saja, kita ingin mencampur warna putih dan kuning.

Percobaan pertama kita perbanyak warna putih dibanding warna kuning, maka warna kuning pasti akan tertutupi, karena kalah jumlah, sehingga kombinasi tersebut tetap menghasilkan warna putih. Seperti itulah cara kerja gen dominan dan resesif.

Pola Warna pada Bulu Kucing

kumpulan pola warna bulu kucing
kumpulan pola warna bulu kucing

Setelah membahas sedikit alasan dibalik banyaknya warna bulu kucing, maka selanjutnya adalah membahas terkait pola warna pada bulu kucing. Total ada 6 pola yang dapat ada di bulu kucing, yaitu pekat (solid), bergaris (tabby), dua warna (bicolor), tiga warna (tricolor), seperti motif pada cangkang kura-kura (tortoiseshell) dan pada bagian tertentu (colorpoint).

Baca juga  Virus Yang Berbahaya untuk Kucing di Rumah

Pola warna pekat (solid)

warna solid putih kucing persia
warna solid putih kucing persia

Pola ini sangat mudah dikenali, karena hanya ada satu warna pada bulunya dan tersebar merata diseluruh bagian tubuhnya, misalnya saja kucing berwarna hitam saja. Hal yang menarik dari kucing yang memiliki pola warna ini adalah ketika mereka masih anakan, karena pada saat itu, beberapa bulunya masih ada yang berwarna lain.

Namun, ketika sudah dewasa, kurang lebih berusia 6 bulan, maka bulu berwarna lain itu akan hilang dan hanya menyisahkan satu warna pekat saja di sekujur tubuhnya. Kucing yang dikategorikan sebagai pemiliki pola warna pekat hanyalah yang benar-benar memiliki satu warna saja. Oleh karena itu, jika ada satu saja bagian tertentu yang berwarna lain, maka itu sudah bukan termasuk pola warna ini.

Pola warna bergaris (tabby)

warna bergaris /  tabby kucing
warna bergaris / tabby kucing

Umumnya, pola ini sangat sering dijumpai pada bulu kucing. Total ada empat macam dari pola ini, yaitu pola ikan makarel, bercak seperti marmer, agouti dan bertotol. Pola ikan makarel pada bulu kucing memang amat mirip dengan pola warna ada tubuh ikan makarel. Pola makarel ini identik dengan adanya garis vertikal di sekujur tubuh kucing yang tersusun dengan rapi.

Berbeda dengan pola bercak seperti marmer. Dibagian tubuhnya akan terlihat seperti pola yang membentuk bercak, mirip sekali dengan marmer. Jika pola agouti, cirinya adalah hanya ada satu pola garis yang muncul pada salah satu bagian tubuhnya saja dan pola bulu ini merupakan pola khas dari beberapa ras, salah satunya adalah Abyssinian dari Singapura, akan tetapi pola ini juga jarang terjadi dan termasuk langka.

Terakhir adalah pola garis yang bertotol. Sebenarnya ini hampir sama dengan pola makarel, namun, hanya saja garis vertikal di seluruh tubuhnya tidak tersambung, melainkan putus-putus, jadi lebih mirip garis yang putus-putus.

Pola dua warna (bicolor)

Kucing bicolor / 2 warna
Kucing bicolor / 2 warna

Syarat dari kucing yang memiliki pola ini adalah memiliki warna putih dan satu warna lainnya. Warna lainnya, bisa warna yang pekat ataupun sebuah pola warna bergaris. Pola ini termasuk sangat umum dijumpai pada hasil persilangan kucing dengan dua warna yang berbeda.

Ada beberapa penyebutan pada kucing yang berpola warna ini tergantung dengan lokasi warna putihnya, misalnya saja jika pada pada bagian dada disebut liontin, pada cakarnya disebut sarung tangan dan pada bagian perut disebut dengan kancing.

Ada yang unik dari penyebutan ini, yaitu tuxedo, dimana cirinya adalah sekujur tubuhnya didominasi warna hitam, tetapi pada bagian cakar, bawah perut dan kadang-kadang wajahnya memiliki warna putih, sangat persis setelan tuxedo.

Baca juga  Kucing Siam : Harga, Ciri Fisik Asli dan Perawatan

Pola tiga warna (tricolor)

kucing tricolor 3 warna
kucing tricolor 3 warna

Pola ini terdiri dari warna putih, hitam dan oranye. Jika orang jawa menyebutnya sebagai kucing belang telon. Pada dasarnya, ratio antara warna ptuih dan warna lainnya menentukan jumlah dan distribusi dari bagian warna lainnya.

Pola motif cangkang kura-kura (tortoiseshell)

kucing warna tortoiseshell
kucing warna tortoiseshell

Pola warna ini merupakan kombinasi antara warna oranye dan hitam. Pola bulu ini sangat unik. Jika kucing berwarna ini, sama halnya dengan pola tiga warna, yaitu seringkali adalah kucing betina. Kucing jantan dengan pola warna ini ataupun pola tiga warna sangat jarang ditemui atau langka. Selain itu, jika kucing jantan memiliki pola warna tersebut seringkali steril.

Pola pada bagian tertentu (colorpoint)

kucing warna colorpoint

Pola ini identik dengan warna yang jauh lebih gelap pada bagian tertentu, seperti pada bagian cakar, wajah dan ekor. Warna ini biasanya adalah versi gelap dari warna dasarnya, misalnya saja coklat muda dan coklat tua, jadi terlihat seperti gradasi warna.

Warna-Warna Bulu Kucing

Warna bulu kucing ternyata ada 7 macam, yaitu putih, hitam, merah, biru, krim, coklat dan memiliki warna seperti kayu manis (coklat kemerahan). Warna putih pada bulu kucing merupakan warna yang paling sering dijumpai. Secara genetik, beberapa spesies memang memiliki genetik putih, tak heran ia memiliki bulu berwarna putih di sekujur tubuhnya.

Namun ada juga kombinasi dari warna ini, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu dua warna atau bicolor dan tiga warna atau tricolor atau belang telon. Selain itu, terkadang pula dijumpai kucing yang berbulu putih tuli karena genetik yang dibawanya, namun ini sangat jarang dan tidak semuanya. Maksudnya adalah bisa jadi gen pembawa warna putih juga membawa gen yang dapat menyebaban ketulian.

Warna hitam sebenarnya tidak hitam pekat, karena secara genetik, warna ini dikategorikan sebagai coklat gelap. Pada kucing berwarna hitam pekat, sebenarnya ia juga memiliki pola bergaris pada tubuhnya dan hanya akan terlihat ketika terkena sinar matahari. Jadi memang tidak sepenuhnya hitam. Namun, pada program pemuliaan, warna kucing hitam pekat tetapi menjadi primadona, tetapi tetap saja, terdapat pola garis, jadi tidak bisa hitam secara total.

Warna merah sebenarnya merupakan warna oranye. Secara genetik, warna merah ternyata memiliki keterkaitan dengan jenis kelamin, yaitu kucing berwarna merah selalu jantan. Warna ini juga sangat berkaitan dengan pola garis, jadi memang sangat sulit menemui warna merah pekat pada kucing. Pada pola bagian tertentu yang memiliki warna ini, maka bagian tersebut disebut sebagai titik api atau flame point.

Warna biru merupakan versi cerah dari warna hitam dan jika dilihat secara seksama, maka akan lebih terlihat abu-abu kebiruan. Beberapa ras memiliki warna ini, namun bisa juga terjadi pada ras campuran.

Baca juga  Cara mudah menjinakan kucing, ikuti langkah berikut!

Warna krim memang terlihat seperti warna krim pada umumnya, yaitu putih keoranyean. Jadi bisa dibilang, warna ini adalah versi cerah dari warna merah. Jika warna ini dikombinasikan dengan warna biru, maka dapat membuat pola warna belang telon cerah dan motif cangkang kura-kura (tortoiseshell).

Coklat merupakan warna yang sangat jarang terjadi pada pola yang pekat. Ras yang memilki warna ini adalah Havana brown. Pada beberapa ras, variasi dari warna coklat juga disebut sebagai cokelat, sedangkan warna kayu manis merupakan warna coklat kemerahan dan versi cerahnya disebut dengan Fawn.

Ada Efek Tambahan Spesial

Beberapa kucing ternyata memiliki tambahan atau efek spesial pada bulunya, seperti gradasi warna dari gelap ke terang, maupun bulunya yang terdapat warna gelap dan terangnya, sangat unik. Nah, berikut adalah beberapa efek spesial pada bulu kucing.

Tipped merupakan efek yang membuat ujung dari bulu kucing tampak lebih gelap. Jadi membuatnya terlihat sangat unik dan memberikan efek bulu seperti bulu Chinchilla. Chinchilla sendiri merupakan sejenis hewan pengerat yang berasal dari pegunungan Andes di Amerika Selatan.

Kucing warna efek tipped
Kucing warna efek tipped

Shaded merupakan efek yang membuat warna pada bulu kucing terdiri dari bagian gelap dan terang, jadi seperti ada gradasi warna dan yang terakhir adalah smoked atau berasap. Efek berasap ini membuat seluruh bulunya didominasi warna gelap, namun pada bagian bawah bulunya cerah atau kebalikan dari dari tipped.

Warna Bulu Kucing Terlangka

Beberapa ras kucing hasil dari pemuliaan memang ditujukan untuk membuat warna bulunya unik, termasuk dengan polanya. Efek berasap atau smoked merupakan salah satu warna dan pola terlangka. Efek ini akan membuat warna bulu kucing tampak blur saat ia bergerak.

Sebenarnya semua efek spesial yang disebutkan di atas termasuk dalam warna yang langka, karena umumnya kucing memiliki pola warna yang telah disebutkan di atas, tetapi yang paling membedakan adalah efek spesial, karena tidak semua kucing dapat memiliki tambahan tersebut. Jadi, warna bulu kucing yang memiliki efek spesial termasuk dalam kategori warna bulu kucing terlangka.

Jadi bagaimana? Apakah informasi di atas sudah cukup membuat rasa penasaranmu terkait warna bulu kucing terpuaskan? Untuk mengetes apakah kamu sudah paham terkait pola warna dan warna pada bulu kucing, mungkin kamu bisa melakukan analisa pada pola warna dan warna bulu kucingmu dengan mengacu pada informasi yang tersedia dalam artikel ini.

Kunjungi

Leave a Comment