Lebih Dekat dengan Nyamuk, Serangga Kecil Musuh Manusia

serangga nyamuk

Nyamuk merupakan serangga penghisap darah, sekaligus parasit bagi manusia. Serangga ini tergolong dalam order Diptera atau ordo serangga yang didasarkan atas sayapnya.  Hewan ini termasuk hewan yang dapat berkembang biak dengan baik tanpa dipelihara.

Nyamuk memiliki dua sayap yang bersisik, tubuh ramping dengan enam buah kaki yang panjang. Perbedaan mencolok ditunjukkan pada nyamuk jantan maupun betina. Pada nyamuk jantan, bagian mulutnya tidak berfungsi sebagai penghisap darah, akan tetapi sebagai pemangsa jentik nyamuk yang lain. Sedangkan pada nyamuk betina memiliki mulut yang panjang dan sangat berguna untuk menghisap darah dan menembus kulit. Nyamuk betina memerlukan protein, untuk itu perlu baginya untuk menghisap darah.  Umumnya, nyamuk hidup di daerah yang lembap dan kotor bersuhu rendah, terutama pada genangan air.

Siklus Hidup Serangga Nyamuk

Ada empat tahap siklus hidup nyamuk : telur, larva, pupa, dan dewasa.

1. Telur

Nyamuk berkembang biak dengan cara bertelur. Sama seperti kupu-kupu, nyamuk meletakkan telurnya di dalam air. Apabila diletakkan di luar air, maka telur nyamuk akan rusak dan bahkan mati. Dalam sekali bertelur, nyamuk mampu memghasilkan setidaknya 300 telur nyamuk, ukurannya pun sangat kecil atau kurang dari 1 mm. Oleh sebab itu, telur-telur ini tidak dapat dilihat oleh manusia. Kemudian, telur itu akan dierami dan menetas satu atau dua hari kemudian.

2. Larva

Setelah fase telur nyamuk, kemudian fase selanjutnya adalah larva atau jentik nyamuk. Bentuk larva nyamuk panjang menyerupai benang berwarna hitam. Untuk melewati fase ini, biasanya dibutuhkan waktu sekitar 8-10 hari tergantung pada suhu udara, temperatur, dan banyaknya predator di sekitar area pertumbuhan larva. Jentik-jentik ini harus hidup di atas air.

3. Pupa

Pada fase ini, dibutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 hari. Ini merupakan fase yang terakhir untuk berada di dalam air. Selama berkembang di dalam air, mereka bernafas menggunakan tanduk thorakis yang berada pada gelung thorakis.

Setelah sayap nyamuk telah terbentuk, pupa akan keluar dari air dan mulai belajar terbang dengan cepat. Saat itu, sudah dapat ditentukan apa jenis kelamin dari nyamuk itu sendiri apakah betina maupun jantan. Cobaan bagi calon nyamuk dewasa belum sampai di sini saja. Mereka harus belajar terbang terlebih dahulu sebelum meninggalkan kepompong tanpa menyentuh air. Dengan kata lain, hanya kakinya saja yang bisa menyentuh air. Proses ini harus dilakukan nyamuk dengan cepat karena terlambat sedikit saja, maka akan menyebabkan kematian pada nyamuk itu sendiri.

4. Serangga Nyamuk Dewasa

Ini merupakan fase terakhir nyamuk. Apanila nyamuk telah sempurna keluar dari kepompong, maka mereka akan siap mengelilingi dunia dengan sayapnya yang telah kuat. Setelah sudah cukup mampu, biasanya nyamuk akan melakukan perkawinan dalam jangka waktu 2 hari setelah keluar dari kepompong.

Penyebab Gatal Akibat Gigitan Nyamuk

Seringkali, kita merasa gatal setelah terkena gigitan nyamuk. Akan tetapi, taukah anda apa yang menyebabkan rasa gatal akibat gigitan nyamuk tersebut? Pada saat mencari mangsa, nyamuk selalu dapat menemukan sasarannya dengan tepat dengan melihat gerakan, suhu tubuh dan bau. Pada saat menempelkan mulutnya yang seperti sedotan, ia akan langsung menempelkannya pada tubuh manusia. Kemudian, terdapat pisau yang dapat merobek kulit secara maju mundur hingga menemukan urat darah, setelah menemukannya, barulah nyamuk menghisap darah. Saat proses menghisap darah, nyamuk mengeluarkan air liur yang mengandung antikoagulan yang berfungsi untuk mencegah darah menjadi beku. Air liur yang tertinggal di dalam darah menjadi benda asing sehingga menimbulkan rasa gatal pada kulit.

Penyakit yang Ditimbulkan oleh Serangga Nyamuk

Saat musim hujan tiba, merupakan waktu yang paling tepat bagi nyamuk untuk berkembang biak. Meski memiliki ukuran tubuh yang kecil, nyamuk menjadi salah satu hewan yang berbahaya yang mampu membawa berbagai jenis penyakit yang mematikan. Pada tahun 2015, World Health Organization (WHO) mencatat total korban meninggal dunia akibat penyakit malaria sebanyak 438 ribu jiwa. Oleh sebab itu, ada baiknya membersihkan rumah anda dari genangan air agar dapat mencegah jentik nyamuk untuk berkembang biak sehingga berpotensi menularkan beberapa penyakit seperti di bawah ini :

1. Malaria

Penyakit ini adalah parasit Plasmodium yang ditularkan oleh  nyamuk Anopheles betina. Malaria menginfeksi setidaknya 200 juta orang serta menyebabkan 500 ribu lebih kematian setiap tahun di seluruh dunia. Indonesia sendiri merupakan salah satu daerah endemis terutama di wilayah Indonesia bagian Timur (Papua, Maluku, Nusa Tenggara).

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini berbeda-beda pada setiap orang tergantung pada sistem imun masing-masing. Biasanya, penderita akan mengalami demam, sakit kepala, menggigil dan muntah.

2. Demam Berdarah (DBD)

Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD tidak dapat menularkan langsung dari seseorang tanpa perantara nyamuk ini. Biasanya, nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di daerah yang berpenduduk padat serta beriklim tropis.

Gejala yang ditimbulkan antara lain mendadak demam tinggi, sakit kepala cukup parah, nyeri pada mata serta tulang, serta nyeri sendi.

3. Chikungunya

Sama halnya dengan DBD, penyakit ini juga disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Selain gejala demam tinggi dan menggigil, gejala lain yang ditimbulkan adalah nyeri otot yang parah bahkan dapat menghalangi penderita untuk bergerak. Gejala ini biasanya bertahan hingga berminggu-minggu.

4. Filariasis

Dikenal juga dengan sebutan penyakit Kaki Gajah. Penyakit ini merupakan penyakit tropis menular yang disebabkan oleh cacing parasit. Larva parasit ini menyebar melalui gigitan nyamuk. Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini antara lain demam tinggi, menggigil, sampai sakit kepala dan lesi kulit.

5. Zika

Penyakit ini pertama kali terindetifikasi di Uganda berupa virus. Virus ini menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes, namun ada beberapa kasus yang terjadi yang menyebutkan bahwa hubungan seksual juga dapat menularkan virus ini, atau dari ibu ke janinnya. Pada tahun 2015, virus ini menyebar dengan cepat di seluruh Amerika Latin dan Karibia sebagai pandemi. Infeksi virus zika ini biasanya dapat terjadi tanpa gejala yang tanpa disadari oleh sekitar 20% orang. Gejala yang ditimbulkan berupa demam, nyeri otot, dan mata gatal. Belum ada vaksin bagi virus zika, serta tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini.

Tanaman Penangkal Serangga Nyamuk

Untuk mengusir nyamuk, biasanya kita menggunakan obat-obatan berbahan kimia. Namun, jika digunakan dalam jangka waktu lama maka akan menimbulkan dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama kulit. Alternatif lain yang dapat dilakukan untuk menangkal nyamuk adalah dengan menanam beberapa tanaman yang tidak disukai nyamuk di bawah ini :

1. Serai Wangi

tanaman serai

Selain sebagai bahan yang digunakan untuk penyedap masakan dan minuman, tanaman ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengusir nyamuk. Tanaman ini dapat tumbuh dengan mudah di berbagai jenis tanah. Anda dapat juga menanam tanaman ini di bawah jendela kamar sekitar rumah anda, ini bertujuan supaya nyamuk tidak dapat masuk ke dalam rumah.

2. Lavender

tanaman lavender

Bunga ini memiliki ciri khas berwarna ungu dan beraroma sangat harum. Aroma harum ini disukai oleh manusia, tetapi tidak dengan nyamuk. Di dalam tanaman ini, terdapat zat linalool dan lynalyl asetat yang sangat tidak disukai nyamuk. Letakkan tanaman ini ke dalam pot di dekat jendela rumah anda agar nyamuk tidak bisa masuk ke rumah anda.

3. Geranium

tanaman geranium

Tanaman ini dikenal juga dengan nama bunga tapak dara. Geranium mengandung geraniol dan sitronelol yang tidak disukai nyamuk karena baunya yang harum ketika tertiup angin.

Sama seperti serai wangi dan lavender, tanaman ini dapat anda letakkan dalam pot di dekat jendela kamar dan sekitar rumah anda. Selain itu, tanaman ini juga cocok dijadikan tanaman hias karena warnanya yang sangat cantik.

 

Baca juga :

 

Komentar

Okdogi.com Situs Kucing , Anjing , Ikan , Burung , Kelinci , Hamster dan Hewan Liar Terpopuler