Tasmanian Devil, Makhluk Menarik yang Sering Disalahpahami

Tasmanian Devil lebih dari sekedar karakter Looney Tunes, kartun ini sebenarnya didasarkan dari binatang asli. Tasmanian Devil adalah spesies langka – marsupial yang hidup di pulau Tasmania. Marsupial adalah mamalia yang membawa anak mereka di dalam kantong. Tasmanian Devil adalah makhluk yang menarik dan kerap disalahpahami. Mari kita pelajari segala hal tentang Tasmanian Devil.

hewan Tasmanian Devil

Deskripsi Tasmanian Devil

Tasmanian Devil memiliki rambut hitam panjang sedang, dan “kalung” berwarna putih di bagian depan dada mereka. Mereka memiliki moncong atau mulut yang berwarna sedikit lebih terang. Mereka juga memiliki gigi taring yang besar, tajam, dan pendek. Mereka sedikit menyerupai beruang kecil dalam penampilannya.

Fakta Menarik Tentang Tasmanian Devil

Tasmanian Devil adalah binatang yang sangat unik, hanya ditemukan di satu pulau di seluruh dunia. Mereka memiliki sejumlah karakteristik dan ciri khas. Baca fakta unik tentang Tasmanian Devil di bawah ini.

Tasmanian Devil Adalah Marsupial – Marsupial adalah sekelompok mamalia yang telah mengembangkan metode yang berbeda untuk membawa anak-anak mereka. Alih-alih mengembangkan bayi di dalam tubuh mereka melalui kehamilan sampai janin sepenuhnya terbentuk, marsupial melahirkan bayi yang jauh kurang berkembang. Ketika bayi berkantung lahir, dia merangkak ke kantong ibu, di mana dia terus berkembang untuk beberapa waktu.

Penyakit Tumor Wajah Devil – Tasmanian Devil adalah satu dari sedikit spesies yang diketahui membawa bentuk kanker menular. Ini adalah salah satu ancaman utama bagi kelangsungan hidup Tasmanian Devil dalam jangka panjang. Tumor ini tumbuh di wajah Tasmanian Devil dan pada akhirnya mencegah hewan itu untuk bisa makan. Penyakitnya fatal. Para ilmuwan berfokus pada menemukan populasi yang tidak terpengaruh oleh tumor ini dan menciptakan program penangkaran untuk menyelamatkan spesies.

Reputasi “Iblis” – Seperti yang digambarkan oleh “Taz” karakter Looney Tunes, Tasmanian Devil akan menyerang dengan marah ketika terancam. Mereka terkenal kuat dan akan memamerkan giginya, menggeram, dan menyerang pada pengancam. Mereka bertarung dengan calon predator, melindungi makanan mereka, dan bersaing untuk mendapatkan pasangan. Meskipun mereka akan bertarung jika perlu, sebagian besar tampilan agresif adalah unjuk gigi.

Lokasi Terisolasi – Tasmanian Devil dulu berlokasi di daratan Australia, tetapi sekarang terbatas pada negara bagian pulau Tasmania. Mereka berada di tempat lain di dunia.

Habitat Tasmanian Devil

Tasmanian Devil hidup di hutan dan hutan kayu di negara bagian pulau Tasmania. Mereka juga berada di daerah pertanian dan secara historis diburu oleh petani karena memakan ternak mereka. Mereka tinggal di padang rumput pesisir dan juga hutan hujan sclerophyll. Hutan hujan sclerophyll adalah jenis hutan hujan yang terletak di dekat pantai Australia.

Persebaran Tasmanian Devil

Tasmanian Devil hidup di daratan Australia sampai sekitar 3.000 tahun yang lalu. Sekarang, mereka tinggal secara eksklusif di pulau Tasmania, yang terletak di ujung tenggara Australia.

Makanan Tasmanian Devil

Tasmanian Devil adalah pemangsa pemulung. Ini berarti bahwa mereka akan berburu mangsa hidup dan juga memakan binatang yang sudah mati (alias bangkai). Intinya, mereka akan makan apa saja! Beberapa mangsa umum mereka antara lain walabi, wombat, possum, burung, dan mamalia kecil. Mereka juga akan sesekali memakan sea squirt, reptil, serangga, dan katak laut.

Meskipun Tasmanian Devil tidak dapat membunuh hewan ternak besar, mereka akan memakan bangkai domba dan sapi jika mereka menemukannya. Ini sebenarnya adalah hal yang baik karena serangan blowfly (pes ternak) bisa menjadi parah ketika bangkai dibiarkan dalam waktu lama. Kebiasaan Tasmanian Deviln memakan bangkai adalah baik karena mencegah penyebaran penyakit. Pemakan daging bangkai sangat penting untuk menjaga kesehatan ekosistem, mereka adalah ‘tukang sampah’ alam.

Penyakit Tumor Wajah Devil (DFTD)

Meskipun penyakit ini telah dibahasdi atas, penyakit ini benar-benar layak mendapat pembahasan khusus. Kanker menular, yang dapat menyebar dari satu hewan ke hewan lain melalui kontak fisik, sangat jarang. Karena kebiasaan bertarung devil, penyakit ini menyebar dengan cepat ke seluruh populasi dan selalu berakibat kematian. Ini telah menjadi ancaman serius bagi populasi Tasmanian Devil, di mana sekitar 60% dari devil telah terinfeksi.

Pada tahun 2018, hanya ada enam bentuk kanker menular yang diketahui; dua berada pada Tasmanian Devil, tiga pada kerang (seperti clam), dan satu pada anjing. Di daerah yang terinfeksi, hampir setiap hewan di atas usia dua tahun terinfeksi. Kecuali obatnya ditemukan, satu-satunya potensi penyelamat Tasmanian Devil adalah program penangkaran hewan yang tidak terinfeksi.

Tasmanian Devil dan Interaksi dengan Manusia

Seperti halnya banyak pemangsa, Tasmanian Devil adalah kutukan bagi banyak petani. Meskipun mereka memangsa ayam dan ternak unggas lainnya, Tasmanian Devil tidak membunuh hewan besar. Walau demikian, para petani melihat devil makan bangkai domba dan sapi dan percaya bahwa mereka adalah pembunuhnya.

Karena sifat mereka yang “mudah kesal” dan afinitasnya terhadap ayam, Tasmanian Devil tidak begitu disukai. Tasmanian Devil bahkan diburu dengan hadiah, seperti pada era 1800-an. Perusahaan-perusahaan akan membayar siapapun yang menangkap dan membunuh Tasmanian Devil. Selama masa itu, Tasmanian Devil menjadi sangat langka dan hampir punah. Populasi mereka mulai membaik pada tahun 1941 setelah diberlakukan undang-undang untuk melindungi Tasmanian Devil.

Gagasan menjinakkan Tasmanian Devil yang gaduh cukup menggelikan. Mereka tidak dijinakkan dengan cara apa pun. Gigi Tasmanian Devil yang besar, watak yang temperamental, dan status yang terancam punah berarti mereka tidak bisa menjadi hewan peliharaan yang baik.

Perawatan Tasmanian Devil

Sebagai bagian dari Program Save the Tasmanian Devil, yang dimulai karena DFTD, 18 kebun binatang telah memulai program penangkaran untuk Tasmanian Devil. Devil-devil ini sudah mulai dilepaskan di pulau yang tidak terinfeksi – Pulau Maria – untuk meningkatkan populasi.

Saat dalam perawatan manusia, Tasmanian Devil dipeliharadi fasilitas manajemen intensif yang berfungsi sebagai karantina, yang memungkinkan para peneliti untuk memastikan devil tidak terinfeksi sebelum memperkenalkannya pada hewan yang sehat.

Mereka juga dipelihara di sela-sela jangkauan bebas dengan devil sehat lainnya untuk memungkinkan mereka berinteraksi dan menjalani kehidupan liar “normal” tanpa ancaman infeksi. Devil-devil ini akan dapat diperkenalkan kembali ke alam liar setelah DFTD diberantas.

Perilaku Tasmanian Devil

Tasmanian Devil adalah nokturnal, artinya mereka berburu dan berinteraksi setelah matahari terbenam. Mereka biasanya tetap berada dalam jangkauan “rumah,” tetapi tidak teritorial, meskipun mereka bersikap konfrontatif. Ketika mereka tidak memiliki bayi di kantong mereka, Tasmanian Devil akan suka berenang. Mereka akan menyeberang di dalam air dan merasakan sekitar dengan kaki mereka, mirip dengan musang.

Ketika Tasmanian Devil diancam, mereka menguap untuk menunjukkan gigi besar mereka. Ini bukan tampilan yang agresif, tetapi untuk menakut-nakuti. Mereka juga akan bersin dengan keras sebelum bertarung dengan devil lain. Tasmanian Devil menghasilkan bau yang kuat dan tidak menyenangkan ketika stres. Semua perilaku ini biasanya hanyalah gertak sambal dan sebenarnya mengurangi kemungkinan perkelahian saat mereka memakan bangkai.

Reproduksi Tasmanian Devil

Tasmanian Devil bereproduksi antara Februari dan Mei, dan bayi dilahirkan setelah hanya tiga minggu di dalam rahim. Anakan rata-rata berisi tiga hingga empat ekor bayi yang tinggal secara eksklusif di dalam kantong ibu selama sekitar satu bulan setelah kelahiran. Bayi-bayi tersebut disapih dari air susu ibu berusia antara empat dan enam bulan.

Keyakinan, Takhayul, dan Fobia Tentang Tasmanian Devil

Karakter Looney Tunes yang pemarah, Taz, bukanlah gambaran yang akurat tentang Tasmanian Devil. Meskipun mereka bertarung di antara mereka sendiri dan menunjukkan tampilan agresif jika terancam, Tasmanian Devil bukanlah spesies yang agresif. Mereka akan lebih menggonggong daripada menggigit. Reputasi mereka yang buruk adalah salah satu alasan mengapa hewan ini terancam punah.

Komentar

Okdogi.com Situs Kucing , Anjing , Ikan , Burung , Kelinci , Hamster dan Hewan Liar Terpopuler